cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian)
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : 02151243     EISSN : 26544075     DOI : -
Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) is a Scientific Journal which is sourced from research papers, new theoretical/interpretive findings, and critical studies or reviews (by invitation) in the agro-based industry scope that cover any discipline such as: food science and technology, agricultural industry technology, chemistry and essential oils, agricultural products processing machinery, food microbiology, renewable energy, chemical analysis, and food engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 33, No 01 (2016)" : 12 Documents clear
Kajian Proses dan Ekonomi Pabrik Bioetanol dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) -, Abdurachman; Gozan, Misri
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.55 KB)

Abstract

Salah satu tahap yang penting dalam perancangan pabrik adalah perhitungan keekonomian yang biasanya dilakukan dengan menggunakan aplikasi simulasi proses. Beberapa penelitian terdahulu, memanfaatkan SuperPro Designer sebagai simulasi proses, dan belum banyak yang menggunakannya pada proses produksi bioetanol khususnya yang berbahan baku tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Pada simulasi ini, dilakukan empat skenario proses: (1) SHF-Adsorpsi; (2) SHF-Permeasi Uap; (3) SSF-Adsorpsi;  dan   SSF-Permeasi Uap, dimodelkan menggunakan SuperPro Designer yang memfasilitasi komposisi bahan baku dan produk, ukuran unit operasi, konsumsi utilitas, estimasi modal dan biaya operasional serta pendapatan dari produk dan co-product. Permodelan didasarkan pada data yang diperoleh dari produsen etanol, penyedia jasa teknologi, manufaktur peralatan dan jasa engineering untuk industri. Dari hasil analisis ekonomi hasil simulasi, skenario SSF-Permeasi Uap yang paling rendah biaya produksinya dan dapat dikembangkan di Indonesia dengan Payback period 4,07 tahun; ROI 24,55%; dan IRR 18,98%. Konversi bioetanol standar bahan bakar yang dihasilkan pada skenario SSF-Permeasi Uap adalah 29,58%. Berdasarkan analisis sensitivitas pada skenario tersebut, fluktuasi harga jual bioetanol, harga tepung TKKS dan harga enzim sangat mempengaruhi nilai keekonomian pabrik bioetanol.
Penyimpanan Dingin Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bima Brebes, Tajuk, dan Bali Karet Priyantono, Eko; Aris Purwanto, Yohanes; -, Sobir
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.648 KB)

Abstract

Bawang merah sebagai komoditas hortikultura memiliki permintaan yang cukup tinggi diketahui sebagai bahan segar yang cepat mengalami penurunan mutu secara fisik maupun kimia. Teknik penyimpanan suhu rendah merupakan salah satu metode penanganan pascapanen bawang merah untuk mempertahankan mutunya hingga ketangan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh suhu penyimpanan terhadap perubahan mutu bawang merah serta mengetahui respon beberapa varietas bawang merah terhadap penyimpanan pada suhu rendah. Bawang merah yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas Bima Brebes, Tajuk dan Bali Karet. Sampel bawang merah dikemas ke dalam plastik net masing-masing sebanyak 2 kg dan disimpan di suhu 0 dan 5oC RH 65-70% dan suhu ruang 25-32 oC dengan RH 50-88% selama 3 bulan. Hasil pengukuran menunjukkan suhu penyimpanan 0oC dapat mempertahankan kualitas bawang merah hingga akhir penyimpanan tanpa ditemukan kerusakan umbi untuk semua varietas. Kerusakan tertinggi yaitu 35.81%,ditemukan untuk varietas Bima Brebes yang disimpan pada suhu 5oC.
Karakteristik Minuman Sari Tempe dengan Penambahan Rasa Vanila Abdullah, Karim; Wuri Asriati, Dyah
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.685 KB)

Abstract

Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Berbagai macam variasi produk olahan tempe telah banyak di jual di pasaran Indonesia, namun masih jarang ditemukan produk olahan tempe dalam bentuk minuman. Salah satu penyebab kurang berkembangnya minuman berbahan baku tempe adalah bau langu yang kurang disukai oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat minuman berbahan baku tempe dengan penambahan perasa Vanila. Karakteristik Kimia yang diamati adalah stabilitas pH, kandungan lemak, karbohidrat, dan kelarutan isoflavon, dan uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein sebesar 0,3%, Gula pereduksi 0,48%, lemak 0,18%. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa nilai pH dan kandungan protein terlarut dalam minuman sari tempe tetap stabil setelah penyimpanan selama satu minggu pada suhu 4⁰C. Uji hedonik menunjukkan penambahan gula 7% (w/v) dan 8% (w/v) memiliki nilai rasa berturut 2,35 (tidak suka) dan 3.15 (biasa), Sedangkan Penambahan vanila sebesar 0,25 % (v/v) dan 0,5 % (v/v) memiliki nilai aroma berturut-turut 2,35 (tidak suka) dan 3,5 (antara biasa dan suka). Dari hasil uji ANOVA didapatkan bahwa tidak ada perbedaan nyata antara aroma susu kedelai komersial dengan aroma minuman sari tempe dengan penambahan vanila sebesar 0,5%.
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Warna Jeruk Siam Pontianak Setelah Degreening Musdalifah, Nuzlul; Aris Purwanto, Yohanes; Poerwanto, Roedhy
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.344 KB)

Abstract

Warna kulit merupakan salah satu faktor pendukung utama yang secara komersial menentukan pilihan konsumen untuk membeli jeruk. Degreening merupakan proses perubahan kulit jeruk dari warna hijau menjadi warna kuning atau jingga tanpa mempengaruhi kualitas internal buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan suhu dan lama penyimpanan yang optimum untuk buah jeruk Siam setelah proses degreening serta menganalisis perubahan fisiologi buah selama penyimpanan. Perlakuan cold dan non-cold storage merupakan perlakuan awal pascapanen sebelum proses degreening. Perlakuan degreening dilakukan dengan pemaparan gas etilen 200 ppm, suhu 20oC selama 48 jam. Selanjutnya, jeruk hasil degreening disimpan pada suhu 10, 15, 20, dan 27oC (suhu ruang). Analisis perubahan warna kulit jeruk dilakukan setiap tiga hari untuk semua kondisi penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan indeks warna jeruk citrus color indeks (CCI) dari nilai 0.16 menjadi 10.14 pada suhu 10 oC dan menghasilkan warna jeruk dengan warna kulit optimum jingga cerah.
Aplikasi Penggunaan Surimi Berbahan Ikan Kurisi (Nemipterus sp) untuk Pembuatan Aneka Produk Olahan Ikan Lestari, Nami; -, Yuniarti; Purwanti, Tatik
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.774 KB)

Abstract

Secara teknis, semua jenis ikan dapat dijadikan surimi, biasanya dipilih yang volume produksi (hasil tangkapannya) melimpah dengan nilai ekonomis rendah. Ikan kurisi (Nemipterus sp.) tergolong ikan berdaging putih dan ekonomis. Tujuan penelitian adalah melakukan aplikasi penggunaan surimi berbahan ikan kurisi dibandingkan dengan ikan kurisi lumat untuk pembuatan aneka produk olahan ikan (bakso, sosis dan nugget). Rendemen surimi ikan kurisi yang dihasilkan dari penelitian sebesar 29,1%, warnanya krem muda, tidak berbau amis serta teksturnya lembut dan elastis. Kadar air surimi ikan kurisi sebesar 75,6 %, kekuatan gel 2452,10 g/cm2 dan derajat putih 80,51. Kandungan gizi (kadar protein dan kadar lemak) produk olahan (bakso, sosis dan nugget) berbahan surimi ikan kurisi lebih tinggi dari produk berbahan ikan kurisi lumat, sedangkan kadar air dan kadar abunya lebih rendah. Tekstur produk berbasis surimi ikan kurisi mempunyai nilai uji TPA yang lebih tinggi dibandingkan produk berbahan ikan kurisi lumat. Dari hasil uji organoleptik, panelis lebih menyukai semua produk (bakso, sosis dan nugget) yang menggunakan surimi dari ikan kurisi sebagai bahan bakunya daripada produk berbahan baku ikan lumat kurisi.
Peningkatan Nilai Kalor Pellet Biomassa Cocopeat sebagai Bahan Bakar Terbarukan dengan Aplikasi Torefaksi Alamsyah, Rizal; Christian Siregar, Nobel; Hasanah, Fitri
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.577 KB)

Abstract

Torefaksi adalah suatu proses termokimia yang dilakukan pada temperatur 200-300°C dengan kondisi tanpa udara. Proses ini berfungsi untuk mengubah biomassa menjadi bahan bakar padat yang relatif mempunyai kandungan energi yang lebih tinggi dari sebelumnya. Torefaksi dapat meningkatkan kerapatan energi, tahan air, memudahkan penggilingan,  membuatnya  aman dari degradasi biologis, memudahkan transportasi dan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakteristik pellet biomassa cocopeat (yang merupakan hasil samping pengolahan sabut kelapa) menjadi bahan bakar padat dengan penerapan proses torefaksi Biomassa cocopeat dibuat menjadi bentuk pellet dengan proses pengeringan, pengayakan, pengadukan, dan pemelletan.  Pellet yang dihasilkan selanjutnya ditorefaksi pada suhu 300oC selama 1,5 jam  dan hasilnya dibandingkan cocopeat dengan tanpa perlakuan torefaksi  untuk melihat kandungan energinya pellet.  Hasil kedua perlakuan pellet cocopeat tersebut selanjutnya juga dibandingkan untuk melihat kandungan kualitas emisi udara yang dihasilkan saat pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan energi dari pellet cocopeat dengan perlakuan torefikasi menunjukkan peningkatkan energi sebesar 36%. Sementara emisi udara yang dihasilkan dari pembakaran memenuhi persyaratan  standard emisi udara sesuai  peraturan yang berlaku.
Kajian Proses dan Ekonomi Pabrik Bioetanol dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Abdurachman -; Misri Gozan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.55 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v33i01.3814

Abstract

Salah satu tahap yang penting dalam perancangan pabrik adalah perhitungan keekonomian yang biasanya dilakukan dengan menggunakan aplikasi simulasi proses. Beberapa penelitian terdahulu, memanfaatkan SuperPro Designer sebagai simulasi proses, dan belum banyak yang menggunakannya pada proses produksi bioetanol khususnya yang berbahan baku tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Pada simulasi ini, dilakukan empat skenario proses: (1) SHF-Adsorpsi; (2) SHF-Permeasi Uap; (3) SSF-Adsorpsi;  dan   SSF-Permeasi Uap, dimodelkan menggunakan SuperPro Designer yang memfasilitasi komposisi bahan baku dan produk, ukuran unit operasi, konsumsi utilitas, estimasi modal dan biaya operasional serta pendapatan dari produk dan co-product. Permodelan didasarkan pada data yang diperoleh dari produsen etanol, penyedia jasa teknologi, manufaktur peralatan dan jasa engineering untuk industri. Dari hasil analisis ekonomi hasil simulasi, skenario SSF-Permeasi Uap yang paling rendah biaya produksinya dan dapat dikembangkan di Indonesia dengan Payback period 4,07 tahun; ROI 24,55%; dan IRR 18,98%. Konversi bioetanol standar bahan bakar yang dihasilkan pada skenario SSF-Permeasi Uap adalah 29,58%. Berdasarkan analisis sensitivitas pada skenario tersebut, fluktuasi harga jual bioetanol, harga tepung TKKS dan harga enzim sangat mempengaruhi nilai keekonomian pabrik bioetanol.
Karakteristik Minuman Sari Tempe dengan Penambahan Rasa Vanila Karim Abdullah; Dyah Wuri Asriati
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.685 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v33i01.3811

Abstract

Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Berbagai macam variasi produk olahan tempe telah banyak di jual di pasaran Indonesia, namun masih jarang ditemukan produk olahan tempe dalam bentuk minuman. Salah satu penyebab kurang berkembangnya minuman berbahan baku tempe adalah bau langu yang kurang disukai oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat minuman berbahan baku tempe dengan penambahan perasa Vanila. Karakteristik Kimia yang diamati adalah stabilitas pH, kandungan lemak, karbohidrat, dan kelarutan isoflavon, dan uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein sebesar 0,3%, Gula pereduksi 0,48%, lemak 0,18%. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa nilai pH dan kandungan protein terlarut dalam minuman sari tempe tetap stabil setelah penyimpanan selama satu minggu pada suhu 4⁰C. Uji hedonik menunjukkan penambahan gula 7% (w/v) dan 8% (w/v) memiliki nilai rasa berturut 2,35 (tidak suka) dan 3.15 (biasa), Sedangkan Penambahan vanila sebesar 0,25 % (v/v) dan 0,5 % (v/v) memiliki nilai aroma berturut-turut 2,35 (tidak suka) dan 3,5 (antara biasa dan suka). Dari hasil uji ANOVA didapatkan bahwa tidak ada perbedaan nyata antara aroma susu kedelai komersial dengan aroma minuman sari tempe dengan penambahan vanila sebesar 0,5%.
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Warna Jeruk Siam Pontianak Setelah Degreening Nuzlul Musdalifah; Yohanes Aris Purwanto; Roedhy Poerwanto
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.344 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v33i01.3816

Abstract

Warna kulit merupakan salah satu faktor pendukung utama yang secara komersial menentukan pilihan konsumen untuk membeli jeruk. Degreening merupakan proses perubahan kulit jeruk dari warna hijau menjadi warna kuning atau jingga tanpa mempengaruhi kualitas internal buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan suhu dan lama penyimpanan yang optimum untuk buah jeruk Siam setelah proses degreening serta menganalisis perubahan fisiologi buah selama penyimpanan. Perlakuan cold dan non-cold storage merupakan perlakuan awal pascapanen sebelum proses degreening. Perlakuan degreening dilakukan dengan pemaparan gas etilen 200 ppm, suhu 20oC selama 48 jam. Selanjutnya, jeruk hasil degreening disimpan pada suhu 10, 15, 20, dan 27oC (suhu ruang). Analisis perubahan warna kulit jeruk dilakukan setiap tiga hari untuk semua kondisi penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan indeks warna jeruk citrus color indeks (CCI) dari nilai 0.16 menjadi 10.14 pada suhu 10 oC dan menghasilkan warna jeruk dengan warna kulit optimum jingga cerah.
Penyimpanan Dingin Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bima Brebes, Tajuk, dan Bali Karet Eko Priyantono; Yohanes Aris Purwanto; Sobir -
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.648 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v33i01.3815

Abstract

Bawang merah sebagai komoditas hortikultura memiliki permintaan yang cukup tinggi diketahui sebagai bahan segar yang cepat mengalami penurunan mutu secara fisik maupun kimia. Teknik penyimpanan suhu rendah merupakan salah satu metode penanganan pascapanen bawang merah untuk mempertahankan mutunya hingga ketangan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh suhu penyimpanan terhadap perubahan mutu bawang merah serta mengetahui respon beberapa varietas bawang merah terhadap penyimpanan pada suhu rendah. Bawang merah yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas Bima Brebes, Tajuk dan Bali Karet. Sampel bawang merah dikemas ke dalam plastik net masing-masing sebanyak 2 kg dan disimpan di suhu 0 dan 5oC RH 65-70% dan suhu ruang 25-32 oC dengan RH 50-88% selama 3 bulan. Hasil pengukuran menunjukkan suhu penyimpanan 0oC dapat mempertahankan kualitas bawang merah hingga akhir penyimpanan tanpa ditemukan kerusakan umbi untuk semua varietas. Kerusakan tertinggi yaitu 35.81%,ditemukan untuk varietas Bima Brebes yang disimpan pada suhu 5oC.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2023) Vol 39, No 2 (2022) Vol 39, No 1 (2022) Vol 38, No 2 (2021) Vol 38, No 1 (2021) Vol 37, No 2 (2020) Vol 37, No 1 (2020) Vol 36, No 2 (2019) Vol 36, No 1 (2019) Vol 35, No 2 (2018) Vol 35, No 1 (2018) Vol 34, No 2 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 1 (2016) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 2 (2014) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 23, No 02 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 1 (1984) Vol 1, No 1 (1984) More Issue