cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian)
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : 02151243     EISSN : 26544075     DOI : -
Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) is a Scientific Journal which is sourced from research papers, new theoretical/interpretive findings, and critical studies or reviews (by invitation) in the agro-based industry scope that cover any discipline such as: food science and technology, agricultural industry technology, chemistry and essential oils, agricultural products processing machinery, food microbiology, renewable energy, chemical analysis, and food engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 35, No 1 (2018)" : 9 Documents clear
Implementasi Metode Uji Deoksinivalenol (DON) dalam Mie Kering dan Mie Basah Rahmawati, Yunita; Rohaman, Maman; Darlianti, Neneng Dina; Novianti, Indri; Sintani, Frita; Natalia, Erica
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.458 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.3788

Abstract

Mie kering merupakan salah satu komoditi yang akan diberlakukan SNInya secara wajib, salah satu parameter yang belum banyak dilakukan adalah penentuan Deoksinivalenol (DON) yang merupakan cemaran mikotoksin. Kadar DON sebagai zat kontaminan perlu diketahui, dibatasi dan diawasi, sehingga dilakukan penelitian mengenai implementasi metode uji Deoksinivalenol (DON) secara kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT)dalam mie kering dan mie basah. Untuk membuktikan kesesuaian karakteristik metode terpilih, dilakukan validasi menggunakan matriks yang dianggap mewakili. Metode terpilih mempunyai koefisien korelasi linieritas diatas 0,995 pada rentang konsentrasi 10-1000 µg/kg. Nilai %RSD untuk presisi mie kering sebesar 0,38% < 2/3 RSD Horwitz (4,51%), dan %RSD untuk presisi mie basah sebesar 2,66% < 2/3 RSD Horwitz (4,52%). Reprodusibilitas dengan uji T didapatkan Thitung sebesar 0,25 pada mie kering dan 0,01 pada mie basah, Thitung < Ttabel maka Ho diterima dan reprodusibilitas dinyatakan tidak berbeda nyata. % Recovery untuk akurasi antara 83-101% dimana nilai tersebut sudah memenuhi syarat keberterimaan yaitu antara 40%-140%. Limit deteksi pengujian DON sebesar  0,02 mg/kg dan limit kuantitasi sebesar 0,06 mg/kg yang dihitung berdasarkan kurva kalibrasi standar, sedangkan untuk limit deteksi metode didapatkan hasil sebesar 0,02 mg/kg. Mie kering merupakan salah satu komoditi yang akan diberlakukan SNInya secara wajib, salah satu parameter yang belum banyak dilakukan adalah penentuan Deoksinivalenol (DON) yang merupakan cemaran mikotoksin. Kadar DON sebagai zat kontaminan perlu diketahui, dibatasi dan diawasi, sehingga dilakukan penelitian mengenai implementasi metode uji Deoksinivalenol (DON) secara kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT)dalam mie kering dan mie basah. Untuk membuktikan kesesuaian karakteristik metode terpilih, dilakukan validasi menggunakan matriks yang dianggap mewakili. Metode terpilih mempunyai koefisien korelasi linieritas diatas 0,995 pada rentang konsentrasi 10-1000 µg/kg. Nilai %RSD untuk presisi mie kering sebesar 0,38% < 2/3 RSD Horwitz (4,51%), dan %RSD untuk presisi mie basah sebesar 2,66% < 2/3 RSD Horwitz (4,52%). Reprodusibilitas dengan uji T didapatkan Thitung sebesar 0,25 pada mie kering dan 0,01 pada mie basah, Thitung < Ttabel maka Ho diterima dan reprodusibilitas dinyatakan tidak berbeda nyata. % Recovery untuk akurasi antara 83-101% dimana nilai tersebut sudah memenuhi syarat keberterimaan yaitu antara 40%-140%. Limit deteksi pengujian DON sebesar  0,02 mg/kg dan limit kuantitasi sebesar 0,06 mg/kg yang dihitung berdasarkan kurva kalibrasi standar, sedangkan untuk limit deteksi metode didapatkan hasil sebesar 0,02 mg/kg. 
Inhibitory effect of Buah Merah oil on melanogenesis via degradation of tyrosinase Mayuko Hatai; Hisae Yoshitomi; Toshiaki Nishigaki; Ming Gao
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.962 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.4147

Abstract

Buah Merah (Pandanus conoideus) is exclusively distributed in Papua island and its neighboring areas. The extract oil from fruits (Buah Merah oil) contains rich in lipids, carotenoids and vitamin E.We assessed the effects of Buah Merah oil on melanogenesis in B16 melanoma cells. In the presence of alpha-melanocyte stimulating hormone (α-MSH), B16 melanoma cells are stimulated to enhance melanin synthesis. Buah Merah oil inhibited α-MSH-induced melanin synthesis with no cytotoxicity. This decrease in melanogenesis was correlated with reduced enzyme activity and decreased protein expression levels of tyrosinase. Tyrosinase is a type 1 membrane glycoprotein that is the critical rate-limiting enzyme involved in melanin synthesis. Furthermore, the Buah Merah oil-induced decrease in melanin content was accompanied by a decrease in the amount and activity of tyrosinase whereas the mRNA level of tyrosinase was unchanged. Moreover, treatment with proteasome inhibitor MG132 blocked the down-regulation of melanogenesis by Buah Merah oil. Immunoprecipitation analysis also revealed that treatment with Buah Merah oil modulated the ubiquitination of tyrosinase, that is Buah Merah oil increased the amount of ubiquitinated tyrosinase.Taken together, the present results indicate that the depigmenting effect of Buah Merah oil might be due to inhibition of tyrosinase expression through the ubiquitin proteasome-mediated degradation of tyrosinase.
Pengaruh Konsentrasi KOH dan Waktu Alkalisasi serta Umur Panen Kappaphycus alvarezii Terhadap Karakteristik Mutu Karaginan Murni Lukman Junaidi; Tiurlan Farida Hutajulu; Agus Sudibyo; Nami Lestari; Tita Aviana
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.007 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.3793

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan industri berbasis rumput laut. Salah satu jenis rumput laut yang potensil untuk dikembangkan adalah Kappaphycus alvarezii untuk produksi karaginan.  Untuk mendukung upaya tersebut dilakukan penelitian Pengaruh konsentrasi KOH dan waktu alkalisasi serta umur panen K. alvarezii terhadap karakteristik mutu karaginan murni.  Perlakuan yang diamati meliputi umur panen K. alvarezii (14 dan 30 hari),  konsentrasi KOH (6%, 8% dan 10%), dan lama proses alkalisasi (1 dan 2 jam).  Hasil penelitian menunjukkan nilai rendemen tertinggi diperoleh dengan perlakuan konsentrasi KOH 8%, lama proses ekstraksi 1 jam, dan umur panen 30 hari, yaitu sebesar 48,34%.  Nilai gel strength tertinggi diperoleh dengan perlakuan konsentrasi KOH 8%, ekstraksi 2 jam dan umur panen 30 hari, yaitu sebesar 868,56 g/cm2.  Nilai viskositas tertinggi diperoleh dengan perlakuan konsentrasi KOH 8%, ekstraksi 2 jam dan umur panen 14 hari, yaitu sebesar 38,22 cps.  Nilai derajat putih tertinggi diperoleh dengan perlakuan konsentrasi KOH 8%, ekstraksi 2 jam dan umur panen 30 hari, yaitu sebesar 69,11%.  Secara umum dapat disebutkan variasi perlakuan terbaik adalah: konsentrasi KOH 8%, lama proses ekstraksi 2 jam, dan umur panen K. alvarezii 30 hari.
Analisis Teknik dan Tekno Ekonomi Pengolahan Biomassa Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Menjadi Pelet sebagai Bahan Bakar Terbarukan Skala Produksi Rizal Alamsyah; Dadang Supriatna
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.766 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.3753

Abstract

Pelet biomassa tandan sawit kelapa kosong (TKKS) sebagai bahan bakar padat sangat efisien karena mempunyai kandungan energi tinggi, dan  memberi kemudahan penyimpanan. Penelitian  bertujuan untuk membuat analisis teknik dan  keekonomian  TKKS sebagai bahan bakar padat Tahapan pembuatan pelet TKKS terdiri dari sortasi, pengeringan, pencacahan, pengecilan ukuran, pengayakan, pengadukan, pemeletan, pendinginan, dan pengepakan. Pelet TKKS selanjutnya diuji mutunya dengan parameter   kadar air (%), densitas (m3/kg), kadar abu (%), zat terbang (%), karbon terikat (%), dan nilai kalor (kal/g) dan dibandingkan dengan standar pelet yang ditentukan. serta dilihat kualitas emisi udaranya saat pembakaran. Pelet selanjutnya digasifikasi dan diukur emisi pembakarannya.  Hasil uji pelet memenuhi standar yang ditentukan (DIN Enplus, dan EN-B). Kandungan energi pelet biomasa TKKS adalah 16500 kJ/kg (5,5 kali kandungan energi TKKS).  Hasil uji emisi pelet memenuhi standar yang ditentukan (KEP-13 / MENLH / 3/1995).  Hasil analisis tekno ekonomi menunjukkan bahwa usaha produksi pelet TKKS layak dijalankan dengan parameter NPV sebesar Rp 746.461.783.040,- ,  IRR 35,63 %, dan Pay back period (PBP) 2,81 tahun. Usaha lebih  menguntungkan apabila dijalankan 2 atau 3 shift, dengan IRR untuk 2 shift menjadi 74,72% dan PBP 1,34 tahun. Usaha sangat sensitif terhadap perubahan parameter biaya harga jual produk, rendemen produk dan jumlah hari kerja/tahun.
Identifikasi Senyawa, Uji Aktivitas Antimikroba dan Antioksidan Ekstrak A, B dan C dari Mikroalga Chlorella vulgaris Ni Wayan Sri Agustini; Miranda Setyaningrum
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.295 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.3898

Abstract

Chlorella vulgaris adalah salah satu jenis mikroalga yang memilikisenyawa bioaktif seperti fenol, asam lemak, dan pigmen yang berpotensi sebagaiantimikroba dan antioksidan. Biomassa yang diekstraksi dengan etanol, metanol,butanol dan dimetil sulfoksida memiliki aktivitas sebagai antioksidan danantimikroba. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode ekstraksibertingkat dengan beberapa pelarut organik. Aktivitas antioksidan dianalisisdengan metode radikal bebas (ABTS), sedangkan aktivitas antimikrobamenggunakan metode difusi cakram kertas. Mikroba yang digunakan adalahStaphylococcus aureus, Escherichia coli, Bacillus subtilis dan Candida albicans.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 3 jenis ekstrak organik yaitu ekstrak A, Bdan C. Semua ekstrak menunjukkan zona hambat terhadap semua mikroba danzona terbesar ditunjukkan pada ekstrak C. Aktivitas antioksidan tertinggiditunjukkan pada ekstrak C dengan nilai IC50 80,9 ppm. Identifikasi senyawamenunjukkan bahwa semua ekstrak mengandung senyawa asam lemak, sepertiasam hexadecanoic dan asam oktadekadienoik dan memiliki potensi sebagaiantimikroba dan antioksidan.
Ekstraksi Asam Miristat asal Biji Pala (Myristica Fragrans Houtt) dan Limbah Industri Olahannya Eddy Sapto Hartanto; Rhoito Frista Silitonga
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.072 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.3833

Abstract

Biji pala mengandung fixed oil sebesar 20 – 40% yang tersusun dari asam miristat, trimiristin dan gliserida dari asam laurat, stearat dan palmitat, yang memiliki aktivitas sebagai anti oksidan, anticonvulsant, analgesik, antiinflamasi, antidiabet, antibakteri dan antijamur. Limbah pengolahan minyak atsiri asal biji pala saat ini belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan asam miristat yang berasal biji dari biji pala dan limbah industri olahannya, melalui proses ekstraksi menggunakan heksana dan hidrolisis menggunakan KOH-alkohol. Berdasarkan hasil analisa, komposisi asam miristat dalam biji pala yaitu sekitar 23 %, sedangkan dalam limbah pengolahan pala yaitu sekitar 6,5%. Hasil ekstraksi asam lemak dari biji pala dan limbah pengolahan pala, menghasilkan asam miristat dengan komposisi masing-masing lebih dari 85% .
Pengembangan Modifikasi Pengolahan Fruit Leather dari Puree Buah-buahan Tropis Nami Lestari; Rochmi Widjajanti; Lukman Junaidi; Mirna Isyanti
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.666 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.3802

Abstract

Buah-buahan di Indonesia beragam jenisnya, umumnya buah dikonsumsi segar. Pada saat buah-buahan berlebihan, perlu diolah menjadi produk awetan, diantaranya produk fruit leather. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses produksi fruit leather dari beberapa buah tropis segar dan puree untuk peningkatan kualitas produk fruit leather. Penelitian terdiri dari penelitian pendahuluan untuk pencarian formulasi serta kondisi optimum proses (suhu dan lamanya pengeringan) dan penelitian lanjutan ditujukan untuk membuat produk fruit leather menggunakan bahan baku yang berbeda yaitu puree dan buah segar mangga gedong, mangga arumanis, jambu biji, dan strawberry. Formulasi dan kondisi proses berdasarkan pengolahan terbaik dari penelitian pendahuluan, lalu dilakukan uji organoleptik, dan uji mutu produk. Dari hasil penelitian didapat formula terbaik menggunakan gula (campuran gula kristal putih dan bubuk glukosa) serta bahan pengisi bubuk agar-agar. Proses pembuatan fruit leather terbaik adalah agar-agar dimasak bersama air sampai mendidih, dicampur dengan pure buah, gula pasir, bubuk glukosa, asam sitrat dan margarin cair, dihancurkan dengan menggunakan blender, dihamparkan di loyang yang telah dialasi plastik tipis, dikeringkan pada excalibur dehydrator pada suhu 480 selama 18 jam, produk dipotong-potong dan dikemas dalam plastik atau alumnium foil. Bahan baku terbaik untuk campuran fruit leather adalah buah mangga gedong segar, buah strawberry segar dan puree jambu biji.
Halaman Depan WIHP Vol.35 No.1 2018 Warta IHP, Warta
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.116 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.4617

Abstract

Halaman Belakang WIHP Vol.35 No.1 2018 Warta IHP, Warta
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.116 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.4618

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2023) Vol 39, No 2 (2022) Vol 39, No 1 (2022) Vol 38, No 2 (2021) Vol 38, No 1 (2021) Vol 37, No 2 (2020) Vol 37, No 1 (2020) Vol 36, No 2 (2019) Vol 36, No 1 (2019) Vol 35, No 2 (2018) Vol 35, No 1 (2018) Vol 34, No 2 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 1 (2016) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 2 (2014) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 23, No 02 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 1 (1984) Vol 1, No 1 (1984) More Issue