cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian)
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : 02151243     EISSN : 26544075     DOI : -
Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) is a Scientific Journal which is sourced from research papers, new theoretical/interpretive findings, and critical studies or reviews (by invitation) in the agro-based industry scope that cover any discipline such as: food science and technology, agricultural industry technology, chemistry and essential oils, agricultural products processing machinery, food microbiology, renewable energy, chemical analysis, and food engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 39, No 1 (2022)" : 6 Documents clear
Pengaruh Waktu Fermentasi terhadap Serat Pangan dan Daya Cerna Protein Tepung Jewawut (Setaria italica) Menggunakan Ekstrak Kubis Terfermentasi Diode Yonata; Boby Pranata; Nurhidajah Nurhidajah
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i1.6650

Abstract

Produk turunan serealia lokal Indonesia yang salah satunya adalah tepung Jewawut umumnya mengandung nilai serat pangan (SP) dan daya cerna protein (DCP) yang rendah. Dari banyak hasil penelitian sebelumnya dilaporkan bahwa proses fermentasi diketahui dapat meningkatkan nilai SP dan DCP produk serealia, namun prosesnya membutuhkan waktu yang relatif lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu optimum fermentasi pembuatan tepung jewawut dengan menggunakan ekstrak kubis terfermentasi (EKT). Waktu fermentasi yang digunakan di dalam penelitian ini adalah 0, 12, 24, 36, dan 48 jam. Kemudian, terhadap produk tepung jewawut dilakukan analisis proksimat, serat pangan total (SPT), serat pangan larut (SPL), serat pangan tidak larut (SPTL), dan DCP, sedangkan terhadap EKT dilakukan analisis total bakteri, nilai pH, dan total asam. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa proses fermentasi terhadap tepung jewawut yang terbentuk dengan menggunakan EKT memberikan waktu optimum selama 36 jam. Pada waktu tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan kadar SPT, SPL, dan DCP berturut-turut sebesar 4,43; 25,35; dan 24,29 %, serta penurunan kadar SPTL sebesar 4,11 %. Kemudian hasil analisis terhadap EKT pada jam ke-36 terjadi peningkatan total bakteri sebesar 4,53 log CFU/ml, peningkatan total asam sebesar 2,59 %, serta penurunan pH cairan EKT sebesar 1,4.
Penentuan Struktur Tiga Dimensi dan Profil Hasil Hidrolisis Protein Alergen Arginin Kinase Secara in silico Indria Mahgfirah; Endang Prangdimurti; Nurheni Sri Palupi; Hendra Wijaya
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i1.7612

Abstract

Alergi pangan ialah suatu reaksi hipersensitivitas melalui mekanisme imunologis setelah terpapar alergen dari suatu bahan pangan. Arginin kinase dengan kode alergen (Pen m 2) merupakan alergen yang terdapat di bahan pangan udang windu (Penaeus monodon) dan dapat memicu terjadinya alergi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan struktur tiga dimensi dan mendapatkan profil hidrolisat arginin kinase secara in silico. Metode penelitian dengan tahap pertama ialah pencarian identitas dan karakteristik fisikokimia arginine kinase berupa family, berat molekul, nilai pI teoritis, nilai grand average of hidropathicity (GRAVY) dan indeks kestabilan. Selanjutnya tahap kedua ialah penentuan struktur tiga dimensi. Tahap ketiga ialah memprediksi profil hasil hidrolisis protein alergen arginin kinase secara enzimatis (pepsin, tripsin dan kimotripsin) dan non-enzimatis (asam format). Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Pen m 2 merupakan family ATP:guanido phosphotransferase dengan pola kinase fosfagen. Struktur tiga dimensi Arginin kinase (Pen m 2) memiliki hasil identitas sekuens 96,91% dan nilai Ramachandran favoured ialah 97,18%. Hidrolisis arginin kinase menggunakan enzim pepsin, kimotripsin dan tripsin menghasilkan peptida terpanjang 11 asam amino (berat molekul 1210 Da), sehingga menunjukkan penurunan alergenisitas arginin kinase (Pen m 2). Hidrolisis menggunakan asam format menghasilkan peptida terpanjang ialah 69 asam amino (berat molekul 7590 Da) yang masih berpotensi alergenik.
Penerapan Sistem GMP (Good Manufacturing Practices) pada Usaha Mikro Tahu Tempe Benjo di Desa Lambusa Kabupaten Konawe Selatan Dhian Herdhiansyah; Fitrawati Fitrawati; Tamrin Tamrin; Asriani Asriani
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i1.6639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem GMP  pada usaha mikro tahu tempe benjo di Desa Lambusa Kecamatan Konda  Kabupaten Konawe Selatan. Metode penelitian menggunakan metode survey pada usaha mikro tahu tempe benjo dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah (a) bangunan tempat penyelengaraan produk makanan, (b) cara pengolahan produk makanan, (c) peralatan yang digunakan, dan (d) tenaga karyawan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan sistem Good Manufacturing Practices (GMP) usaha mikro tahu tempe benjo tergolong dalam kategori efektif, terlihat pada: (a)  keadaan sanitasi bangunan (66%); (b) keadaan sanitasi cara pengolahan produk makanan (86%); (c) keadaan peralatan yang digunakan (58%), dan (d) keadaan hygiene karyawan (55%). Jumlah dari: (a) keadaan sanitasi bangunan; (b) sanitasi cara pengolahan produk makanan; (c) sanitasi keadaan peralatan yang digunakan, dan (d) keadaan higiene karyawan,  yang jika dirata-ratakan dari ke empat aspek yang dinilai diperoleh hasil sebesar 66,25% sehingga masuk dalam kategori efektif.
Potensi Multiherbal Daun Benalu Teh (Scurrula oortiana), Batang Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) dan Batang Pulai (Alstonia scholaris) Sebagai Antioksidan Prof. (Riset) Dr. Partomuan Simanjuntak M.Sc.; Andi Saptaji Kamal; Nofeli Waruwu; Bustanussalam Bustanussalam; Leny Helawati
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i1.6947

Abstract

Daun benalu teh (Scurrula oortiana), batang pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack), dan batang pulai (Alstonia scholaris) telah diketahui sebagai antioksidan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan kombinasi multi ekstrak daun benalu teh, batang pasak bumi, dan batang pulai berdasarkan perbedaan metode ekstraksi dan jenis pelarut serta analisis senyawa kimia yang mempunyai potensi aktivitas antioksidan paling tinggi. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dalam  etanol 96 % dan refluks dengan akuades. Kombinasi gabungan ekstrak dan gabungan herbal dibuat dengan ratio (1:1:1), (1:1:2), (1:2:1), dan (2:1:1) kemudian diuji aktivitas antioksidan dengan reagen DPPH (2,2-Difenil-1-pikrilhidrazil). Kombinasi multi-ekstrak dan multi-herbal yang memiliki daya hambat paling tinggi diidentifikasi dengan analisis Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (KG-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi multi-ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan sebesar IC50 19,18 ppm dan kombinasi multi-herbal etanol sebesar IC50 17,98 ppm. Hasil analisa KG-MS pada ekstrak etanol multi-herbal menunjukkan bahwa senyawa kimia aktif yang berperan  sebagai antioksidan dalam kombinasi 2:1:1 adalah senyawa caffein.
Pengaruh Proses Perebusan Terhadap Profil Bobot Molekul dan Tingkat Alergenisitas Protein pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Puji Astuti; Nurheni Sri Palupi; Didah Nur Faridah
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i1.7438

Abstract

Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) pada sebagian orang dapat memicu alergi bila dikonsumsi. Dengan pengolahan seperti proses perebusan diharapkan dapat menurunkan sifat alergenitas protein udang tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh karakterisasi terkait adanya perubahan profil bobot molekul (BM) protein alergen dan tingkat alergenitas udang vaname selama proses perebusan. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode perebusan, ekstraksi, uji kadar protein terlarut dengan metode Bradford, uji profil bobot molekul dengan metode elektoroforesis sodium dodecyl sulfate polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE), dan uji alergenisitas dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perebusan udang vaname pada suhu 100 oC selama 10 menit menyebabkan terjadinya penurunan kadar protein terlarut dengan metode Bradford secara signifikan yakni sebesar 95,61%. Profil elektoroforesis SDS-PAGE menunjukkan adanya beberapa pita protein yang hilang selama proses perebusan, dan terdapat juga beberapa pita protein yang diduga sebagai alergen pada udang vaname yang tahan terhadap panas yaitu troponin, tropomiosin dan paramiosin dengan ukuran bobot molekul (BM) berturut-turut adalah 29, 37, dan 103 kDa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses perebusan terhadap udang vaname pada suhu 100 oC selama 10 menit dapat memengaruhi profil BM protein udang vaname, namun belum mampu menurunkan tingkat alergenisitasnya secara signifikan.
Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Sari Buah Pedada (Sonneratia caseolaris) dengan Penambahan Kolagen Sisik Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forskal) dan Karaginan Sebagai Stabilizer Yus Isnainita Wahyu; Yunike Anggita Putriani; Puji Sugeng Ariadi
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i1.6725

Abstract

Penelitian dilakukan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penambahan kolagen dan karaginan pada karakteristik fisikokimia dan organoleptik pada sari buah pedada jenis pedada. Rancangan penelitian yang digunakan yakni RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan kolagen yang digunakan 2% dan karaginan 0,1, 0,3, 0,5, 0,7 dan 0,9%. Penambahan kolagen dan karaginan berpengaruh secara nyata terhadap viskositas, dan total endapan namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH dan total padatan terlarut. Rerata nilai viskositas sari buah pedada berkisar 1,9 mPa.s sampai dengan 62,90 mPa.s.  Rerata padatan terlarut adalah 16,33 sampai dengan 16,66 °Brix, rerata pH adalah 2.86 sampai dengan 2.93 dengan total endapan berkisar antara 0,96 sampai dengan 1,84 cm. Pengujian secara organoleptik, menunjukkan bahwa pemberian jumlah karaginan berpengaruh terhadap rasa dan warna serta memberikan pengaruh tidak beda nyata pada parameter uji tekstur dan kesukaan. Panelis lebih menyukai sari buah pedada perlakuan 0,5% dengan rasa yang segar sedikit asam, tekstur yang cair dan warna kuning kecoklatan khas buah pedada.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2023) Vol 39, No 2 (2022) Vol 39, No 1 (2022) Vol 38, No 2 (2021) Vol 38, No 1 (2021) Vol 37, No 2 (2020) Vol 37, No 1 (2020) Vol 36, No 2 (2019) Vol 36, No 1 (2019) Vol 35, No 2 (2018) Vol 35, No 1 (2018) Vol 34, No 2 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 1 (2016) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 2 (2014) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 23, No 02 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 1 (1984) Vol 1, No 1 (1984) More Issue