cover
Contact Name
ratri yuli lestari
Contact Email
ratri.y.lestari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jrihh.banjarbaru@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan
ISSN : 20861400     EISSN : 25030779     DOI : -
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan (JRIHH) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri Banjarbaru. JRIHH terbit 2 (dua) kali setiap tahun pada bulan Juni dan Desember dengan E-ISSN: 2503-0779 dan P-ISSN : 2086-1400. JRIHH fokus pada isu-isu sektor industri yang berhubungan dengan: 1. Pengembangan Teknologi Pengolahan Kayu dari Hasil Hutan Alam, Hutan Tanaman Industri, dan Hasil Hutan Perkebunan. 2. Pengembangan Teknologi Pengolahan/ Pemanfaatan Limbah Industri Hasil Hutan Kayu (limbah padat dan cair). 3. Pengembangan Teknologi Pengolahan Hasil Hutan lainnya (Rotan, Bambu, dan Hasil Hutan sampingan termasuk pemanfaatan hasil limbahnya).
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2010)" : 14 Documents clear
PENGARUH BAHAN AKTIVATOR PADA PEMBUATAN KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA Setiawati, Evi; Suroto, Suroto
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.237 KB)

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh bahan aktivator pada pembuatan karbon aktif dari tempurung kelapa untuk keperluan industri telah dilakukan. Tempurung kelapa dibersihkan dan dipotong – potong, dan dikarbonisasi pada suhu 6000C selama 4 jam, lalu diayak dengan ukuran 30-60 mesh. Arang hasil karbonisasi direndam pada larutan NaCl, NaOH, H2SO4 sebagai bahan aktivator masing – masing dengan variasi konsentrasi sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20%, selanjutnya arang diaktivasi pada suhu 5000C. Sifat yang diuji adalah kadar air, kadar abu, bagian yang hilang pada pemanasan 9500C, dan daya serap iodium. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa konsentrasi berbagai bahan aktivator berpengaruh sangat nyata terhadap karakter karbon yang dihasilkan. Hasil terbaik diperoleh dari tempurung kelapa yang direndam dengan bahan aktivator NaCl 20% dengan karakter sebagai berikut: kadar air 4,88%, kadar abu 3,54%, bagian yang hilang pada pemanasan 9500C 14,63%, dan daya serap iodium 761,07 mg/g.
BRIKET BAHAN BAKAR DARI LIMBAH TEMPURUNG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Purwanto, Djoko
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah tempurung kelapa sawit untuk briket bahan bakar. Perlakuan yang digunakan yaitu kehalusan serbuk (7 mesh, 16 mesh dan 25 mesh), perlakuan tekanan kempa (3 ton, 5 ton dan 7 ton), dan perlakuan perekat (2,5% dan 5%). Hasil penelitian yang diperoleh kehalusan serbuk 7 mesh menghasilkan nilai kalori lebih besar dan kadar abu lebih rendah dibandingkan 16 mesh dan 25 mesh. Tekanan kempa 7 ton dan perekat 5% menghasilkan kekuatan tekan lebih besar dan kadar air lebih rendah dibandingkan tekana kempa 3 ton dan 5 ton serta perekat 2,5%. Kadar sulfur briket tempurung kelapa sawit adalah rata-rata negatif.
PENINGKATAN KENAMPAKAN SERAT DAN WARNA BEBERAPA JENIS KAYU KURANG DIKENAL UNTUK BAHAN MEBEL Purwanto, Djoko
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.774 KB)

Abstract

Improved performance of fibers and colors some non commercial timber species for furniture two materials. This study used three types of non commercial wood were  Lua (Ficus glomevata Roxb), Tarap (Arthocarpus sp) and  Kambang (Goniothalamus sp). Finishing materials used Poly Urethane (PU), Nitro Cellulose (NC), and Antique Finish (AF). Number of spray to finishing material is one time and two times. Results showed that treatment of the finishing process using PU, NC and AF can increase the value of fiber and color performance is quite interesting and attractive, althouht it was decreasing of brightness a decrease in brightness of colors. Spraying of finishing materials one time and two times the power is not obtained by sticking a significant difference. The using of finishing materials to produce type PU adhesive power is better than NC and AF.Keywords: non commercial wood, fibre, colors
PENGARUH KADAR PEREKAT DAN JENIS BAMBU TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PAPAN PARTIKEL Arhamsyah, Arhamsyah; Rahmi, Nazarni
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.348 KB)

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh kadar perekat dan jenis bambu terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat papan partikel dari bambu ditinjau dari aspek teknis/ proses pembuatannya, sifat fisis dan mekanis, pengaruh jenis perekat dan jenis bambu terhadap papan partikel yang dihasilkan. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu apus (Gigantochloa apus Kurz), bambu kuning (Bambusa vulgaris Schrad), dan bambu manis (Gigantochloa atter Kurz). Adapun jenis perekat yang digunakan adalah Urea Formaldehid (UF) dan Polyvinil Acetat (PVAc) dengan kadar perekat masing-masing 8, 10 dan 12% dari berat kering partikel bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perekat Urea Formaldehid (UF) dengan kadar perekat 12% dari berat kering partikel menghasilkan papan partikel bambu yang paling baik untuk semua jenis bambu.
PERBAIKAN MUTU KAYU KELAS KUAT RENDAH DENGAN CARA FISIK DAN KIMIA Suroto, Suroto; Arsad, Effendi
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.463 KB)

Abstract

Sebagian kontruksi bangunan perumahan  telah menggunakan jenis-jenis  kayu kelas kuat rendah, hal ini tentu berpengaruh negatif terhadap kualitas bangunan tersebut. Agar tetap tejaga kualitas bangunan maka diperlukan upaya perbaikan mutu  jenis-jenis kayu kelas kuat rendah tersebut.  Perbaikan mutu kayu  kelas kuat rendah dilakukan secara perendaman dan  perebusan dalam  larutan Natrium Hidroksida (NaOH) teknis dengan variasi konsentrasi  0,75%, 1,5%, 2,25%, 3,0%, dan  3,75%  serta pengempaan panas. Sebagai pembanding dilakukan tanpa NaOH.  Penelitian dilakukan terhadap tiga jenis kayu kelas kuat rendah yaitu kayu durian (Durio zibethinus), kayu tarap (Arthocarpus sp) dan kayu kembang (Goniothalamus sp.) parameter uji meliputi kadar air, berat jenis, pengurangan tebal, kuat lentur, kuat tekan tegak lurus serat,  dan kekerasan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman dan  perebusan dalam larutan NaOH teknis konsentrasi 2,25%, serta pengempaan panas menunjukkan peningkatan maksimal terhadap  sifat fisik mekanik kayu kelas kuat rendah yang diteliti. Kelas kuat kayu durian dan kayu kembang dari kelas kuat IV meningkat menjadi kelas kuat II, sedang kayu tarap dari  kelas kuat V meningkat menjadi  kelas kuat IV.
PEMANFAATAN BIOMASSA KAYU SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN Arhamsyah, Arhamsyah
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.824 KB)

Abstract

Sejak lima tahun terakhir Indonesia mengalami penurunan produksi minyak nasional akibat menurunnya secara alamiah cadangan minyak pada sumur-sumur produksi. Untuk mengantisipasi hal tersebut salah satunya dengan cara memanfaatkan biomassa kayu sebagai sumber energi terbarukan. Sumber energi biomassa mempunyai beberapa kelebihan antara lain merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable) sehingga dapat menyediakan sumber energi secara berkesinambungan (suistainable). Sebagai bahan bakar, biomassa perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu agar dapat lebih mudah dipergunakan yang dikenal sebagai konversi biomassa. Teknologi konversi biomassa tentu saja membutuhkan perbedaan pada alat yang digunakan untuk mengkonversi biomassa dan menghasilkan perbedaan bahan bakar. Beberapa teknologi  konversi biomassa yang bisa diterapkan antara lain :biobriket, gasifikasi, pirolisa, liquifikation, biokimia dan karbonisasi. Metode yang paling baik untuk menghasilkan biomassa kayu adalah teknologi konversi gasifikasi.
PENGGUNAAN JENIS PEREKAT TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PAPAN PARTIKEL Hamdi, Saibatul; Arsad, Effendi
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.948 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan sifat fisis dan mekanis papan partikel kayu tarap ( Arthocarpus elasticus REINW ) yang direkat dengan Urea Formaldehyda (UF) atau Polivynil Asetat (PVAc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sifat fisis dan mekanis papan partikel kayu tarap menggunakan perekat UF atau PVAc adalah kadar air 8,76-9,54%; kerapatan 0,54–0,69 gr/cm3; pengembangan tebal 10,15-10,27%; keteguhan patah (MoR) 89,32-105,49 kgf/cm2; keteguhan lentur elastisitas (MoE) 1,13-1,17.104 kgf/cm2; keteguhan tarik 2,82–4,72 kgf/cm2. Penggunaan perekat UF atau PVAc menghasilkan papan partikel yang memenuhi persyaratan untuk parameter uji tersebut diatas kecuali untuk keteguhan lentur elastisitas (MoE) mengacu SNI 03-2105-2006 papan partikel.
BRIKET BAHAN BAKAR DARI LIMBAH TEMPURUNG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Purwanto, Djoko
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v2i1.912

Abstract

Limbah tempurung kelapa sawit untuk briket bahan bakar. Perlakuan yang digunakan yaitu kehalusan serbuk (7 mesh, 16 mesh dan 25 mesh), perlakuan tekanan kempa (3 ton, 5 ton dan 7 ton), dan perlakuan perekat (2,5% dan 5%). Hasil penelitian yang diperoleh kehalusan serbuk 7 mesh menghasilkan nilai kalori lebih besar dan kadar abu lebih rendah dibandingkan 16 mesh dan 25 mesh. Tekanan kempa 7 ton dan perekat 5% menghasilkan kekuatan tekan lebih besar dan kadar air lebih rendah dibandingkan tekana kempa 3 ton dan 5 ton serta perekat 2,5%. Kadar sulfur briket tempurung kelapa sawit adalah rata-rata negatif.
PENINGKATAN KENAMPAKAN SERAT DAN WARNA BEBERAPA JENIS KAYU KURANG DIKENAL UNTUK BAHAN MEBEL Djoko Purwanto
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.774 KB) | DOI: 10.24111/jrihh.v2i1.1148

Abstract

Improved performance of fibers and colors some non commercial timber species for furniture two materials. This study used three types of non commercial wood were  Lua (Ficus glomevata Roxb), Tarap (Arthocarpus sp) and  Kambang (Goniothalamus sp). Finishing materials used Poly Urethane (PU), Nitro Cellulose (NC), and Antique Finish (AF). Number of spray to finishing material is one time and two times. Results showed that treatment of the finishing process using PU, NC and AF can increase the value of fiber and color performance is quite interesting and attractive, althouht it was decreasing of brightness a decrease in brightness of colors. Spraying of finishing materials one time and two times the power is not obtained by sticking a significant difference. The using of finishing materials to produce type PU adhesive power is better than NC and AF.Keywords: non commercial wood, fibre, colors
PENGARUH KADAR PEREKAT DAN JENIS BAMBU TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PAPAN PARTIKEL Arhamsyah Arhamsyah; Nazarni Rahmi
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.348 KB) | DOI: 10.24111/jrihh.v2i1.913

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh kadar perekat dan jenis bambu terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat papan partikel dari bambu ditinjau dari aspek teknis/ proses pembuatannya, sifat fisis dan mekanis, pengaruh jenis perekat dan jenis bambu terhadap papan partikel yang dihasilkan. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu apus (Gigantochloa apus Kurz), bambu kuning (Bambusa vulgaris Schrad), dan bambu manis (Gigantochloa atter Kurz). Adapun jenis perekat yang digunakan adalah Urea Formaldehid (UF) dan Polyvinil Acetat (PVAc) dengan kadar perekat masing-masing 8, 10 dan 12% dari berat kering partikel bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perekat Urea Formaldehid (UF) dengan kadar perekat 12% dari berat kering partikel menghasilkan papan partikel bambu yang paling baik untuk semua jenis bambu.

Page 1 of 2 | Total Record : 14