cover
Contact Name
Asep Ridwan Lubis
Contact Email
asep.ridwan@upi.edu
Phone
+6282118968600
Journal Mail Official
asep.ridwan@upi.edu
Editorial Address
Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mimbar Pendidikan: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan
ISSN : 25273868     EISSN : 2503457X     DOI : https://doi.org/10.17509/mimbardik.v10i1
Core Subject : Education,
This journal was first published on March 11, 2016 and it is issued every March and September. MIMBAR PENDIDIKAN is a new version of the old journal with a similar name that was published from 1995 to 2005. This journal is dedicated not only to Indonesian scholars who are concerned with educational studies but also to scholars from Southeast Asian countries and around the world who care and want to share thoughts and ideas related to educational studies in general. MIMBAR PENDIDIKAN journal is organized by the Lecturers of UPI Universitas Pendidikan Indonesia Journal Developer Team and is published by UPI Press in Bandung, West Java, Indonesia. The articles published in MIMBAR PENDIDIKAN can be in English, Indonesian or Malay language. MIMBAR PENDIDIKAN journal is devoted but not limited to primary education, secondary education, higher education, teacher education, special education, adult education, non-formal education, and any new development and advancement in the field of education. The scope of our journal includes: Language and literature education Social sciences and humanities education Sports and health education Economy and business education Math and natural science education Vocational and engineering education Visual arts, dance, music and design education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016" : 10 Documents clear
Contents and Foreword of the MIMBARDIK Journal, Issue of September 2016 MIMBARDIK, Editor Journal
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i2.3935

Abstract

MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan (Indonesian Journal for Educational Studies) This journal, with ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online), was firstly published on March 11, 2016, by UPI (Indonesia University of Education) Press in Bandung and orgnized by the Lecturers of UPI Journal Developer Team. The MIMBAR PENDIDIKAN  is a new version journal from the old journal with the similar name that was published since 1995 to 2005. This journal is dedicated not only for Indonesian scholars who concern about educational studies, but also welcome to the scholars of Southeast Asian countries and around the world who care and share related to the educational studies in general. The MIMBAR PENDIDIKAN journal is published twice a year i.e. every March and September. Bandung, Indonesia: September 30, 2016.Prof. Haji Furqon, Ph.D.Honorable Patron of the MIMBAR PENDIDIKAN Journal; and Rector of UPI in Bandung, West Java, Indonesia. 
Editorial Board and Guidelines for the Authors MIMBARDIK, Editor Journal
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i2.3942

Abstract

MIMBAR PENDIDIKAN journal will provide a peer-reviewed forum for the publication of thought-leadership articles, discussion, applied research, case and comparative studies, and expert comment and analysis on the key issues surrounding the educational studies and its various aspects. Analysis will be practical and rigorous in nature.Journal Cover, Issue of September 2016:
Assessing Attitudes of Primary School Teachers towards Free Primary Education in Swaziland: The Case of Shiselweni Region Mushoriwa, T.D.; Mlangeni, V.T.; Kurebwa, M.
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i2.3927

Abstract

ABSTRACT: This study was designed to assess the attitudes of Primary School teachers towards FPE (Free Primary Education) recently introduced in Swaziland, with the ultimate aim of establishing how the teachers feel about the change given the increase in enrolments in the schools. The survey research design was employed. Data were sourced from 118 teachers (females = 50%) through a semi-structured questionnaire and follow-up interviews. While data were largely analysed through the Likert scale analysis procedures described in this study, Cramer’s V was the statistic used to test if gender significantly influenced attitudes towards FPE. The study found that the majority of the teachers (73%) had negative attitudes towards FPE mainly because of, among other things, large teacher-pupil ratios (1:70) which increased their workload; shortage of resources and infrastructure; being viewed as lowering educational standards; and the fact that the teachers were not consulted despite being the key implementers. Cramer’s V yielded an insignificant positive relationship (0.06) between gender and attitudes; and this meant that gender did not significantly influence the teachers’ attitudes towards the introduction of FPE. KEY WORD: Assessing; Teacher Attitudes; Free Primary Education; Increased Enrolments; Gender. ABSTRAKSI: “Menilai Sikap Guru-guru Sekolah Dasar terhadap Pendidikan Dasar Gratis di Swaziland: Kasus Daerah Shiselweni”. Penelitian dirancang untuk menilai sikap guru-guru Sekolah Dasar terhadap PDG (Pendidikan Dasar Gratis) yang baru-baru ini diperkenalkan di Swaziland, dengan tujuan akhir menentukan bagaimana perasaan para guru tentang perubahan tersebut mengingat meningkatnya pendaftaran murid di sekolah. Desain penelitian survei digunakan dalam penelitian ini. Data bersumber dari 118 guru (perempuan = 50%) yang diperoleh melalui kuesioner semi-terstruktur dan wawancara lanjutan. Data sebagian besar dianalisis melalui prosedur skala Likert, sedangkan V Cramer adalah statistik yang digunakan untuk menguji apakah jenis kelamin secara signifikan mempengaruhi sikap. Studi ini menemukan sebagian besar guru (73%) memiliki sikap negatif terhadap PDG terutama karena, antara lain, besarnya rasio guru-murid (1:70) yang meningkatkan beban kerja; kurangnya sumber daya dan infrastruktur; dipandang akan menurunkan standar pendidikan; dan fakta bahwa guru tidak diajak urun-rembug meskipun sebagai pelaksana kunci. V Cramer menghasilkan hubungan positif yang tidak signifikan (0.06) antara gender dan sikap; dan ini berarti bahwa gender tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sikap guru. KATA KUNCI: Menilai; Sikap Guru; Pendidikan Dasar Gratis; Peningkatan Pendaftaran; Gender.  About the Authors: T.D. Mushoriwa, Ph.D. is a Full Professor at the University of Fort Hare in South Africa; V.T. Mlangeni is a Teacher at the Nhlangano Central High School in Swaziland; and M. Kurebwa is a Lecturer at the Zimbabwe Open University, Midlands, in Zimbabwe. Corresponding author is: tmushoriwa@ufh.ac.zaHow to cite this article? Mushoriwa, T.D., V.T. Mlangeni M. Kurebwa. (2016). “Assessing Attitudes of Primary School Teachers towards Free Primary Education in Swaziland: The Case of Shiselweni Region” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(2) September, pp.143-150. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Chronicle of the article: Accepted (July 16, 2016); Revised (August 17, 2016); and Published (September 30, 2016).
Perlindungan Profesi Guru di Indonesia Komara, Endang
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i2.3938

Abstract

ABSTRAKSI: Perlindungan hukum dan profesi bagi guru merupakan bagian integral dari upaya untuk memenuhi hak-hak guru. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang meliputi: memperoleh penghasilan di atas kebutuhan minimum dan jaminan kesejahteraan sosial; mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja; memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual; memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi pembelajaran untuk memperlancar tugas keprofesionalan; memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana; memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, termasuk penghargaan dan/atau sanksi kepada peserta didik; memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas; memiliki kebebasan berserikat dalam organisasi profesi; memiliki kesempatan berperan dalam menentukan kebijakan pendidikan; memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik/kompetensi; serta memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hadirnya Undang-Undang yang mengatur tentang hak-hak dan perlindungan terhadap anak, termasuk peserta didik di sekolah, perlu upaya sinkronisasi dan integrasi agar, dalam pelaksanaannya, undang-undang tersebut tidak bertentangan dengan Undang-Undang Guru dan Dosen di Indonesia.  KATA KUNCI: Perlindungan Hukum; Profesi Guru; Hak-hak guru; Hak Anak atau Peserta Didik; Integrasi dan Sinkronisasi. ABSTRACT: “Protecting Teachers’ Profession in Indonesia”. Professional and legal protection for teachers is an integral part of the efforts to fulfill the rights of teachers. It is in accordance with the Law No.14 Year 2005 on Teachers and Lecturers, that include: earning a living above the minimum requirement and a guarantee of social welfare; getting promotions and awards in accordance with the duties and job performance; getting protected in performing their duties and for their intellectual property rights; gaining the opportunity to improve their learning competencies to facilitate professional tasks; acquiring and utilizing the facilities and infrastructure; having freedom in their assessments and in determining students’ graduation, including giving awards and/or sanctions to the students; gaining a sense of safety in performing the task; getting the freedom to be involved in professional organizations; having the opportunity to take part in determining education policy; gaining the opportunity to develop and improve the academic qualifications/competencies; and having training and professional development in the field. In accordance with the Act that regulates the rights and protection of children, including students at the school, efforts of synchronization and integration are needed so that, in practice, the Act will not be in conflict with the Law on Teachers and Lecturers in Indonesia.KEY WORD: Legal Protection; Teacher Profession; Rights of Teachers; Rights of Children; Integration and Syncronization.About the Author: Prof. Dr. H. Endang Komara adalah Guru Besar Sosiologi Pendidikan, Ketua STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Pasundan, dan Ketua KORPRI KOPERTIS (Korps Pegawai Republik Indonesia, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Indonesia. Alamat emel: endang_komara@yahoo.co.idHow to cite this article? Komara, Endang. (2016). “Perlindungan Profesi Guru di Indonesia” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(2) September, pp.151-160. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Chronicle of the article: Accepted (May 24, 2016); Revised (July 29, 2016); and Published (September 30, 2016).
Inovasi dalam Pembelajaran Pendidikan Islam: Efektivitas Penggunaan Fun Card sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Motivasi Belajar, Keaktifan Diri, dan Hasil Belajar Peserta Didik Aminah, Siti
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i2.3932

Abstract

ABSTRAKSI: Proses pendidikan Islam di sekolah umum menghadapi permasalahan pedagogis dan psikologis, karena didalam proses pembelajarannya, metode yang digunakan bersifat monolog, berorientasi pada guru, membosankan, dan tidak produktif. Penelitian ini bertujuan mencari solusi secara pedagodis dan psikologis terhadap permasalahan tersebut, dengan memanfaatkan “fun card” sebagai media pembelajaran. Dengan menerapkan metode penelitian “quasi-experiment”, yang menggunakan rancangan pre-tes dan pos-tes, hasil riset menunjukan bahwa penggunaan “fun card” sebagai media pembelajaran efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, keaktifan diri, dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) di SMA (Sekolah Menengah Atas). Secara pedagogis dan psikologis, dengan demikian, “fun card” terbukti mampu menjadikan proses pembelajaran PAI itu atraktif, hidup, dan menginspirasi bagi peserta didik dan juga bagi guru. KATA KUNCI: Fun Card; Motivasi Belajar; Keaktifan Diri; Hasil Belajar; Guru dan Murid. ABSTRACT: “Innovation in Islamic Education Learning: The Effectiveness of Fun Card as Instructional Media in Improving Students’ Learning Motivation, Self-Activeness, and Learning Outcomes”. The process of Islamic education at schools has been facing pedagogical and psychological problems, because in teaching and learning, the methods used were mostly monotonous, teacher-centered, boring, and unproductive. The research was aimed at finding solutions to the problems pedagogically and psychologically by utilizing the Fun Card as learning media. Applying a quasi-experimental method with pre-test and post-test design, the research findings indicate that the application of Fun Card as learning media was effective in improving learning motivation, self-learning activities, and learning achievement of students in the learning process of IE (Islamic Education) at SHS (Senior High School). So, the Fun Card is pedagogically and psychologically proved to be capable of making the learning process of IE attractive, lively, and inspiring to students and also teachers. KEY WORD: Fun Card; Learning Motivation; Self-Active Learning; Learning Achievement; Students and Teachers.About the Author: Siti Aminah, M.A. adalah Mahasiswi S-3 Jurusan Psikologi Pendidikan Islam pada Program Pascasarjana UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta); dan Pengawas Sekolah Madya pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), Jalan Dr. Radjimin, Tridadi, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. Alamat emel: jaka.amin@gmail.comHow to cite this article? Aminah, Siti. (2016). “Inovasi dalam Pembelajaran Pendidikan Islam: Efektivitas Penggunaan Fun Card sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Motivasi Belajar, Keaktifan Diri, dan Hasil Belajar Peserta Didik” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(2) September, pp.201-212. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Chronicle of the article: Accepted (July 3, 2016); Revised (August 19, 2016); and Published (September 30, 2016).
Tinjauan Permasalahan Akhlak Belia di Institusi Pengajian Tinggi Tan, Rohana; Abiddin, Norhasni Zainal
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i2.3939

Abstract

ABSTRAKSI: Belia adalah aset bernilai kepada negara dan menjadi harapan nusa bangsa untuk merealisasikan hasrat menjadi negara maju. Namun, dengan arus globalisasi yang melanda dunia, apa yang berlaku pada hari ini ialah penglibatan belia, termasuklah belia di institusi pengajian tinggi, dalam permasalahan akhlak yang menyimpang daripada nilai-nilai ke-Timur-an dan prinsip Islam, walaupun hakikatnya mereka telah melalui proses pendidikan agama secara formal di sekolah. Ini menimbulkan persoalan: Apakah permasalahan akhlak belia di institusi pengajian tinggi? Penglibatan mereka dalam tingkah-laku yang berisiko seolah-olah memberi petunjuk bahawa pendidikan di sekolah sahaja belum mencukupi untuk membentuk akhlak belia, dan menjadikan Islam sebagai satu cara hidup dalam kehidupan mereka pada hari ini. Justeru itu, artikel ini mengupas tentang konsep belia dan akhlak Islam, permasalahan akhlak belia di institusi pengajian tinggi, dan cara mengatasinya. Dalam konteks negara Malaysia, pembentukan akhlak belia untuk menjadi insan kamil yang cemerlang dan seimbang dari segi intelek dan spiritual adalah proses pendidikan sepanjang hayat dan perlu diberi penekanan selaras dengan pembangunan dan kemajuan negara-bangsa.KATA KUNCI: Belia; Akhlak; Institusi Pengajian Tinggi; Globalisasi; Pendidikan Tidak Formal.ABSTRACT: “Exploring the Issues of Morality among Youths in Higher Education Institution”. Youth is a valuable asset to the nation to realize the objective of becoming a developed nation. However, what is happening in the globalization era nowadays is the involvement of youths, including those in higher educations, in the behaviors that deviate from Eastern values and principles of Islam, despite the fact that they have been through the process of formal religious education in schools. This begs the question: What are the moral problems of youths in institutions of higher education? Their risky behaviors seem to indicate that school education alone is not sufficient to to form good morals in youths, and Islam can alternatively be made a way of life. Therefore, this article explores the concept of youths and Islamic morality, moral problems of youths in institutions of higher education, and how to overcome them. In the context of Malaysia as a nation-state, the development of youths’ moral to be a perfect human and who can maintain a balanced in the intellectual and spiritual aspects is a lifelong process in education and should be addressed in line with the development and progress of the nation-state. KEY WORD: Youths; Morality; Higher Education Institution; Globalization; Informal Education.  About the Authors: Rohana Tan ialah Pelajar Master Sains Pendidikan Pengembangan di Jabatan Pemajuan Profesional dan Pendidikan Lanjutan, Fakulti Pengajian Pendidikan UPM (Universiti Putra Malaysia). Prof. Madya Dato’ Dr. Norhasni Zainal Abiddin ialah Pensyarah di Jabatan Pemajuan Profesional dan Pendidikan Lanjutan, Fakulti Pengajian Pendidikan UPM Serdang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia. Alamat emel: nonie@upm.edu.my dan nonieza99@gmail.comHow to cite this article? Tan, Rohana Norhasni Zainal Abiddin. (2016). “Tinjauan Permasalahan Akhlak Belia di Institusi Pengajian Tinggi” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(2) September, pp.161-178. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Chronicle of the article: Accepted (February 19, 2016); Revised (May 20, 2016); and Published (September 30, 2016).
Learning Style Construct in Student’s Learning Bakar, Zainudin Abu; Ali, Rafaquat
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i2.3933

Abstract

ABSTRACT: This study is to analyze the literature about nature and importance of learning style construct to overall human learning and especially school learning. A certain research interest group raises questions about the credibility, validity, and usefulness of this construct in school learning. Applicability, usefulness, financial aspects, and lack of cohesive theory were the basic criticisms for supporting school learning environment to adopted individual student learning style, especially when there are some other options, such as effective teaching and school environment that can also enhance and affect students’ learning. The criticisms on learning style construct need to be assessed on the basis of these premises. This explorative study focuses on the literature that supports the issues of validity, effectiveness, and applicability of learning style construct in school learning and general learning. The relationship of learning styles to academic achievements, attitudes toward learning, and multimedia technology was identified as the important element. There are clear and marked differences between cognitive and learning style. But, we have seen massive research to support the validity and usefulness of learning style construct in general and in school learning situations. KEY WORD: Learning Style; Cognitive Style; Student’s Learning; Academic Achievements, Classroom Learning. ABSTRAKSI: “Konstruk Gaya Pembelajaran dalam Pembelajaran Pelajar”. Kajian ini menganalisis literatur mengenai sifat dan kepentingan konstruk gaya pembelajaran bagi pembelajaran manusia secara am dan khasnya pembelajaran di sekolah. Satu kumpulan minat penyelidikan tertentu membangkitkan pemerihalan tentang kredibiliti, kesahan, dan kegunaan konstruk ini dalam pembelajaran sekolah. Kebolehgunaan, kegunaan, aspek kewangan, dan kekurangan teori yang padu merupakan kritikan asas untuk menyokong persekitaran pembelajaran sekolah dengan gaya pembelajaran pelajar individu, terutamanya apabila terdapat beberapa pilihan lain, seperti pengajaran yang berkesan, persekitaran sekolah yang juga boleh meningkatkan dan memberi kesan kepada pembelajaran pelajar. Kritikan terhadap konstruk gaya pembelajaran harus dinilai berasaskan premis ini. Kajian penerokaan ini memberi tumpuan kepada literatur, yang menyokong isu-isu sah, keberkesanan dan kesesuaian konstruk gaya pembelajaran dalam pembelajaran sekolah dan pembelajaran secara am. Hubungan gaya pembelajaran dengan pencapaian akademik, sikap terhadap pembelajaran dan teknologi multimedia telah dikenal pasti sebagai satu elemen penting. Terdapat perbezaan yang jelas dan ketara antara gaya kognitif dan pembelajaran. Tetapi, kita telah melihat banyaknya maklumat penyelidikan yang menyokong kesahihan dan kegunaan konstruk gaya pembelajaran dalam situasi pembelajaran secara am dan di sekolah.KATA KUNCI: Gaya Pembelajaran; Gaya Kognitif; Pembelajaran Pelajar; Pencapaian Akademik; Pembelajaran Bilik Darjah.  About the Authors: Zainudin Abu Bakar is a Lecturer at the UTM (Technology University of Malaysia) in Skudai, Johor, Malaysia. Rafaquat Ali is a Lecturer at the IUB (Islamia University of Bahawalpur) in Pakistan. For academic interests, corresponding author is: p-zain@utm.myHow to cite this article? Bakar, Zainudin Abu Rafaquat Ali. (2016). “Learning Style Construct in Student’s Learning” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(2) September, pp.213-222. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online).Chronicle of the article: Accepted (May 15, 2016); Revised (July 17, 2016); and Published (September 30, 2016).
Staff Training Programmes and Employees’ Productivity at Lagos State Ministry of Education in Nigeria Oladejo, Maruff Akinwale; Oladejo, Muhideen Adewale
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i2.3940

Abstract

ABSTRACT: This study investigated the relationship between staff training programmes and employees’ productivity in Lagos State Ministry of Education in Nigeria. Four hypotheses were formulated and tested at 5% significance level to guide the study. The descriptive survey research design, which is “ex-post facto” in nature was adopted; and a total of 200 randomly selected subjects participated in the study. Data were analyzed using Pearson Product-Moment Correlation Coefficient and Independent t-test. Findings from the study revealed a significantly moderate relationship between staff training programmes and employees’ productivity. Also, there is significant difference in employees’ productivity based on marital status and gender. Staff training programmes are, thus, “sine qua non” towards employees’ productivity in Lagos State Ministry of Education. Based on the findings, we recommend among others that the government intensify efforts on staff training programmes, married people, who appear to be more committed, should be recruited into Lagos State Ministry of Education; and gender bias in favour of men should not be emphasized in employees’ recruitment.KEY WORD: Staff Training; Employees; Productivity; Marital Status; Gender. ABSTRAKSI: “Program Pelatihan Staf dan Produktivitas Karyawan di Dinas Pendidikan Negara Bagian Lagos, Nigeria”. Penelitian ini mengkaji hubungan antara program pelatihan staf dan produktivitas karyawan di Dinas Pendidikan Negara Bagian Lagos, Nigeria. Empat hipotesis dirumuskan dan diuji pada tingkat signifikansi 5% untuk memandu penelitian. Desain penelitian survei deskriptif, yang pada dasarnya bersifat “ex-post facto” diadopsi; dan sejumlah 200 subjek yang dipilih secara acak berpartisipasi dalam studi ini. Data dianalisis dengan menggunakan Pearson Product-Momen Koefisien Korelasi dan Independent t-test. Temuan dari penelitian ini menunjukan hubungan yang cukup signifikan antara program pelatihan staf dan produktivitas karyawan. Selain itu, ada perbedaan yang signifikan dalam produktivitas kerja karyawan berdasarkan status perkawinan dan jenis kelamin. Program pelatihan staf, dengan demikian, bersifat “sine qua non” terhadap produktivitas karyawan di Dinas Pendidikan Negara Bagian Lagos. Berdasarkan temuan, kami merekomendasikan antara lain agar pemerintah meningkatkan upaya untuk program pelatihan staf, orang yang sudah menikah, yang tampak lebih berkomitmen, harus direkrut oleh Dinas Pendidikan; serta bias gender yang mengutamakan pria tidak harus ditekankan dalam perekrutan karyawan.KATA KUNCI: Pelatihan Staf; Para Karyawan; Produktivitas; Status Perkawinan; Jenis Kelamin.About the Authors: Maruff Akinwale Oladejo, Ph.D. and Muhideen Adewale Oladejo, M.Ed. are the Lecturers at the Department of Educational Administration UNILAG (University of Lagos) in Akoka, Nigeria. For academic interests, the authors can be contacted via phone at: +2348128284836 or via e-mail at: maoladejo@unilag.edu.ng How to cite this article? Oladejo, Maruff Akinwale Muhideen Adewale Oladejo. (2016). “Staff Training Programmes and Employees’ Productivity at Lagos State Ministry of Education in Nigeria” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(2) September, pp.179-188. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online).Chronicle of the article: Accepted (March 25, 2016); Revised (July 3, 2016); and Published (September 30, 2016).
Info and Index of the MIMBARDIK Journal, Issue of September 2016 MIMBARDIK, Editor Journal
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i2.3934

Abstract

MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan (Indonesian Journal for Educational Studies). This journal, with ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online), was firstly published on March 11, 2016, by UPI (Indonesia University of Education) Press in Bandung and orgnized by the Lecturers of UPI Journal Developer Team. The MIMBAR PENDIDIKAN  is a new version journal from the old journal with the similar name that was published since 1995 to 2005. This journal is dedicated not only for Indonesian scholars who concern about educational studies, but also welcome to the scholars of Southeast Asian countries and around the world who care and share related to the educational studies in general. The MIMBAR PENDIDIKAN journal is published twice a year i.e. every March and September. Bandung, Indonesia: September 30, 2016.Prof. Dr. Didi SukyadiEditor-in-Chief of the MIMBAR PENDIDIKAN Journal; and Vice Rector of UPI for Research, Business, and Cooperation Affairs. 
Penggunaan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing dalam Meningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Yulida, Roza; Kausar, Kausar; Andriani, Yulia
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2, September 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v1i2.3941

Abstract

ABSTRAKSI: Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar mahasiswa Jurusan Agribisnis pada matakuliah Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, dengan penerapan metode penemuan terbimbing. Penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas), yang dilakukan pada mahasiswa semester III (Ganjil) dan dilaksanakan selama 4 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas mahasiswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II pada enam indikator, yaitu: tanya-jawab antar mahasiswa; tanya-jawab antara mahasiswa dengan dosen; mengerjakan dan mendiskusikan LKM (Lembar Kerja Majasiswa); mempraktekan langkah-langkah metode penemuan terbimbing; menyajikan hasil kerja kelompok; serta menyimpulkan materi pelajaran bersama-sama dosen. Dalam menerapkan pembelajaran, sebaiknya dosen membuat perencanaan yang matang sehingga pembelajaran berjalan secara sistematis; dan membuat LKM yang lebih variatif. KATA KUNCI: Aktivitas Belajar; Mahasiswa; Dosen; Hasil Belajar; Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing. ABSTRACT: “The Use of Guided Discovery Learning Model to Increase Students’ Activity and Learning Outcomes in the Subject of Agricultural Communication and Extension”. This research is to determine the increase in the learning activities and learning outcomes of Agribusiness Department stundents in the subject of Agricultural Communication and Extension, by implementing the guided discovery method. This is CAR (Clasroom Action Research) conduced to the 3rd semester students and was carried out for 4 months. The research results showed that students’ activity increased from the first cycle to the second cycle in six indicators: debriefing between students; debriefing between students and lecturers; working on and discussing student worksheet; practicing the guided steps of discovery model; presenting the results of group work; and drawing a conclusion of subject matter along with the lecturer. In applying the learning method, lecturers should make planning so that the learning goes systematically; and they should create more varied worksheet.KEY WORD: Learning Activities; Students; Lecturers; Learning Outcomes; Guided Discovery Learning Model.    About the Authors: Roza Yulida, M.Si.; Kausar, M.Si.; dan Yulia Andriani, M.Si. adalah Staf Pengajar pada Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian UNRI (Universitas Riau), Kampus Bina Widya, Jalan H.R. Soebrantas Km.12,5 Panam, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Alamat emel penulis adalah: rozayulida@gmail.com, kausar_ur@yahoo.co.id, dan yulia.andriani@lecturer.unri.ac.idHow to cite this article? Yulida, Roza, Kausar Yulia Andriani. (2016). “Penggunaan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing dalam Meningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(2) September, pp.189-200. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Chronicle of the article: Accepted (June 19, 2016); Revised (August 17, 2016); and Published (September 30, 2016).

Page 1 of 1 | Total Record : 10