cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2009)" : 9 Documents clear
SOLUSI ASPIRATIF PENANGANAN MASALAH SUNGAI MATI (Kasus: Desa Andir Kecamatan Bale Endah Kabupaten Bandung) Rohmat, Dede
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i1.1685

Abstract

Masalah banjir dan masalah sungai mati merupakan masalah lingkungan. Dua masalah ini bersinergi melahirkan masalah Lingkungan (fisik, sanitasi, sosial, dan kependudukan) yang kompleks dan cukup rumit untuk dipecahkan. Tulisan ini mencoba mengangkat sisi persepsi dan aspirasi masyarakat dalam rangka penanganan masalah lingkungan di sekitar sungai mati. Kajian ini bertujuan mengetahui kondisi lingkungan fisik dan sosial serta menggali solusi penanganan yang berlandaskan aspirasi masyarakat. Kajian mencakup pengumpulan data primer, survei dan pemetaan kondisi sungai mati, kondisi sosial dan wawancara kepada masyarakat sekitar sungai mati; seta penyusunan rekomendasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa (1) beberapa masalah aktual yang berkembang di lokasi Sungai Mati dan sekitarnya antara lain genangan air ketika banjir/musim hujan; sanitasi yang sangat buruk, baik musim hujan maupun musim kemarau; pemanfaatan lahan (badan sungai) mati tanpa izin; dan potensi konflik sosial. Solusi aspiratif yang dapat diformulasikan antara lain bahwa di lokasi sungai mati perlu dilakukan penataan Alur Sungai Mati; penataan Drainase; pengendalian banjir kawasan di Sungai Cisangkuy dan sekitarnya; dan penataan Kawasan Hulu. Kajian yang bersifat teknis–aspiratif, yang memadukan antara pendekatan teknis dan aspirasi masyarakat sangat perlu dilakukan. Relokasi pemukiman, perlu dikaji dari sisi ekonomis, dan sosial-demografi. Kata Kunci : Sungai, Sungai Mati, Banjir, Cisangkuy, Citarum, Sudetan, Aspiratif, Lingkungan.
PENGEMBANGAN KARIR KONTRIBUSINYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI Supardi, Endang
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i1.1680

Abstract

Manusia dalam suatu organisasi selalu menjadi elemen yang berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia itu sendiri yang menjadi perencana, pelaku dan penentu terwujudnya tujuan organisasi. Maju tidaknya suatu organisasi tergantung dari manusia-manusia yang mengelolanya, maka dari itu untuk mengelola organisasi yang baik diperlukan suatu pengelolaan sumber daya manusia yang baik agar mampu dan mau bekerja secara optimal demi tercapainya tujuan organisasi. Untuk bisa melihat maju tidaknya suatu organisasi bisa dilihat dari kinerja pegawainya. Kinerja pegawai menentukan keberhasilan suatu instansi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Menurut Gibson, et al (1994:213) mengemukakan: “Kinerja merujuk kepada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, jadi kinerja dinyatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik”. Sesuai dengan apa yang dikatakan Bambang Wahyudi (1991:100), mengungkapkan bahwa: “Kinerja atau performance adalah prestasi kerja yang dikehendaki dalam suatu jabatan tertentu dengan prestasi kerja yang sesungguhnya dicapai oleh seorang tenaga kerja”. Kemudian A.A Anwar Prabu Mangkunegara (2000:67) menyatakan bahwa: “Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”.Kata kunci: Pengembangan karir, Kinerja pegawai.
HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI DENGAN PRESTASI KERJA KARYAWAN Wartika, Athik
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i1.1674

Abstract

Organisasi merupakan suatu alat kerja sama orang-orang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan bersama yang telah ditentukan. Chester l. Bernard (Djatmiko, 2002 : 1), mendefinisikan organisasi “…as a system of cooperatives of two or more personels”. (…organisasi adalah sistem kerja sama antara dua orang atau lebih). Siagian (1983) mengartikan bentuk kerja sama dalam organisasi harus dilakukan secara optimal dan terikat dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan ikatan sebagai atasan dan bawahan diantara sekelompok orang. Setiap organisasi mempunyai iklim yang berbeda dalam mempengaruhi perilaku anggotanya. Oleh karena itu organisasi harus dapat menciptakan suatu iklim yang memungkinkan tercapainya suatu tujuan organisasi. Sebagaimana dikemukakan oleh Gilmer (1971:28) bahwa iklim organisasi adalah “Karakteristik-karakteristik tertentu yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lainnya dan mempengaruhi orang lain dalam organisasi tersebut”. Dalam merespons iklim organisasi setiap individu mempunyai penilaian yang berbeda karena manusia mempunyai kebutuhan, harapan, serta kepercayaan pribadi yang berbeda-beda. Bila karyawan memberikan persepsi yang positif terhadap iklim organisasi yang dirasakannya maka karyawan akan membentuk sikap positif sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan menghasilkan prestasi kerja yang optimal, tapi sebaliknya apabila karyawan memberikan persepsi yang negatif maka akan memunculkan sikap negatif yang akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja, yang akhirnya dapat merugikan perusahaan. Kata kunci: Iklim organisasi, Prestasi kerja.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BIDANG PENDIDIKAN Ningrum, Epon
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i1.1681

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor dominan dalam suatu institusi, tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Pendidikan memerlukan SDM berkualitas untuk melaksanakan perannya dalam melayani kebutuhan pendidikan masyarakat. Kebutuhan pendidikan tersebut meliputi kebutuhan yang bersifat praktis situasional maupun bersifat prediktif antisipatif bagi transformasi sosial. Untuk itu, sangat penting upaya pengembangan SDM bagi terwujudnya SDM bidang pendidikan yang Berkualitas. Pengembangan SDM dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, baik secara formal maupun informal, yang dilaksanakan secara simultan berkelanjutan. Terdapat lima domain SDM yang dipandang penting dalam pengembangan SDM bidang pendidikan. Kelima domain tersebut adalah: profesionalitas, daya kompetitif, kompetensi fungsional, keunggulan partisipatif, dan kerja sama. Namun demikian, pengembangan terhadap kelima domain SDM tersebut diperlukan Total Quality Control (TQC) dan program diklat terpadu agar tercapai efektivitasnya. Kata kunci: pengembangan, sumber daya manusia, pendidikan, profesionalitas, daya kompetitif, kompetensi fungsional, keunggulan partisipatif.
KETERKAITAN PENDIDIKAN DENGAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) Ridwan, Ita Rustiati
Jurnal Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki peran yang tinggi dan strategis dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia. Bahkan lebih jauh lagi telah mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, baik bagi individu, masyarakat maupun pemerintah. Hal ini berdasar pada pertimbangan bahwa pendidikan sebagai suatu institusi yang menyediakan tenaga kerja yang sesuai keahliannya dan/atau bahkan mempersiapkan masyarakat dengan keterampilan-keterampilan yang diperoleh sehingga mampu membuka dan memperluas lapangan kerja itu sendiri. Pembangunan pendidikan berarti pembangunan SDM dari yang belum terdidik menjadi manusia terdidik. Manusia yang sudah memperoleh pendidikan ditingkatkan kualitasnya dari yang mempunyai pendidikan umum diarahkan pada pendidikan keahlian atau keterampilan tertentu. Investasi dalam pendidikan berarti investasi sumber daya manusia yang secara ekonomi tingkat pengembalian keuntungannya tidak secepat pengembalian ekonomi. Tetapi terasa dengan tingginya kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan pendidikan akan menambah pertumbuhan ekonomi. Kata kunci: Pendidikan, pertumbuhan ekonomi, sumber daya manusia.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENDUKUNG PROGRAM KONSERVASI LINGKUNGAN LAGUNA SEGARAANAKAN Mulyadi, Asep
Jurnal Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendangkalan dan penyempitan Laguna Segara Anakan telah mengakibatkan rentetan kejadian seperti penurunan hasil tangkapan ikan- kemiskinan penduduk – degradasi hutan mangrove akibat penebangan liar. Keadaan ini sudah pada tingkat yang kritis, sehingga dikhawatirkan potensi-potensi tersebut hanya tinggal kenangan. Upaya perbaikan dan peningkatan kualitas kawasan telah dilakukan oleh pemerintah, namun hasilnya belum optimal. Salah satu faktor terpenting dari masalah ini adalah tingkat partisipasi masyarakat di daerah hulu dari Daerah Aliran Sungai yang bermuara ke Laguna Segara Anakan, dalam berinteraksi dengan lingkungan (lahan) dimana mereka tinggal. Hasil penelitian adalah secara keseluruhan, tingkat partisipasi masyarakat di kedua wilayah belum menunjukkan tingkat partisipasi sebagaimana yang diharapkan, hal tersebut ditunjukkan oleh tingkat persentase yang masih rendah dari seluruh variabel partisipasi, namun demikian secara parsial menunjukkan sebagai berikut: (1) Terkait dengan ide atau gagasan dalam rencana kegiatan konservasi ini cukup baik ditunjukkan oleh penduduk di kecamatan Cimanggu. Hal tersebut dimungkinkan karena terkait dengan tingkat pendidikan penduduk dan tingkat pengetahuan penduduk, dimana penduduk dengan tingkat pendidikan tinggi lebih banyak terdapat di Cimangu dari pada Padaherang; (2) Bentuk partisipasi barang, proporsi tertinggi terdapat di kecamatan Cimanggu yaitu pada kegiatan penghijauan hutan. Akan tetapi nilai persentase yang tinggi di kecamatan Padaherang yaitu pada kegiatan sosialisasi konservasi; (3) Bentuk partisipasi uang bila dilihat secara keseluruhan kecamatan Cimanggu yang paling tinggi; (4) Bentuk partisipasi tenaga yang tinggi, juga diperlihatkan oleh kecamatan Cimanggu Hal ini dimungkinkan karena jumlah penduduk Cimanggu yang lebih besar daripada kecamatan Padaherang; (5)Namun di kecamatan Padaherang dalam kegiatan penyediaan prasarana kesehatan memilki nilai yang tinggi, hal tersebut dimungkinkan terjadi karena masyarakatnya lebih apresiasi tentang kesehatan; (6) Berhubungan dengan keahlian masyarakat identik dengan pendidikan yang dimilki oleh setiap individu. Dalam bentuk keahlian posisi yang tinggi di kecamatan Padaherang yaitu pada kegiatan penanaman lahan pekarangan sedangkan di kecamatan Cimanggu pada kegiatan menjaga kebersihan lingkungan; (7) Partisipasi dalam bentuk sosial, di kecamatan Padaherang masyarakat memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam memfasilitasi/menjaga fasilitas pendidikan sedangkan di kecamatan Cimanggu masyarakat lebih berpartisipasi dalam menjaga keberadaan hutan hal ini disebabkan karena fasilitas pendidikan di Cimanggu lebih sedikit dibandingkan dengan Padaherang. Kata Kunci: Pengembangan sumberdaya manusia, Konservasi lingkungan, Laguna Sagaraanakan.
PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA DI TENGAH KRISIS GLOBAL Yulifar, Lelly
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i1.1678

Abstract

Krisis ekonomi di Indonesia telah mengakibatkan krisis multidimensi yang mengubah tatanan berpolitik, bernegara, stabilitas keamanan, dan berbagai masalah sosial. Karena itu, di tengah-tengah kondisi yang serba sulit, perlu kiranya kita semua berkontemplasi dan mencari jalan ke luar agar sumber daya manusia kita bukan hanya sekedar sebagai kekuatan dari segi kuantitas, tapi dari kualitas, agar tetap ‘struggle’ di tengah-tengah krisis global ini. Terdapat beberapa variabel yang menentukan dalam upaya ke arah peningkatan kualitas SDM. Di antaranya, harus dimilikinya hasrat berorientasi ke masa depan, inovatif, eksploratif, memiliki kebutuhan untuk berprestasi, dimiliknya semangat atau motivasi bekerja oleh tiap individu dan upaya-upaya ke arah peningkatan kompetensi agar SDM kita memiliki posisi tawar di dalam melakukan bargaining ketika memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu, peranan lembaga-lembaga yang dapat memberdayakan SDM seperti lembaga pendidikan, pemerintah, dan swasta pada praktiknya harus bisa melakukan program masing-masing ataupun saling bekerja sama.Kata kunci: Pemberdayaan SDM, krisis global.
PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS MASYARAKAT UNTUK MENGATASI MASALAH PENGANGGURAN Waluya, Bagja
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i1.1683

Abstract

Tingginya tingkat pengangguran di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor terutama terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Salah satu aspek yang berhubungan dengan sumber daya manusia adalah tingkat pendidikan dan keterampilan yang dimiliki masyarakat Indonesia masih rendah juga akibat tidak relevannya pendidikan yang ditamatkan dan keterampilan yang dimiliki pencari kerja dengan tuntutan lapangan kerja. Urgensi pengentasan pengangguran didasarkan pada beberapa pertimbangan dan kecenderungan yang menyangkut kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik dan keamanan serta tuntutan dan kebutuhan pasar dunia dalam arus globalisasi. Berbagai program telah banyak dilakukan dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia Indonesia sehingga masalah pengangguran dapat diminimalisasi. Salah satunya adalah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis peran serta masyarakat yang dinilai penting, selain karena terbatasnya kemampuan pemerintah dalam mendanai pembangunan kualitas sumber daya manusia, juga karena hakikat pendidikan adalah emansipatoris, yang bermakna partisipatoris dalam gerakan memberdayakan manusia. Upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan sumber daya manusia guna mengatasi pengangguran adalah dengan melalui pelatihan yang berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan, memberdayakan sanggar-sanggar kegiatan belajar yang ada dengan berbagai keterampilan ekonomi produktif, meningkatkan hubungan antara lembaga pendidikan dan industri sehingga relevansi pendidikan dapat ditingkatkan, memperkuat landasan kultural pendidikan sebagai terapi budaya, dan mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah yang tangguh, serta membangkitkan karsa di tengah-tengah masyarakat. Kata kunci: Kualitas SDM, berbasis masyarakat, masalah pengangguran.
PENATAAN RUANG BERDASARKAN FUNGSI KAWASAN DI LERENG GUNUNGAPI SINDORO Murtianto, Hendro
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i1.1679

Abstract

Lereng Gunungapi Sindoro mempunyai lahan kehutanan yang seharusnya berdasarkan fungsinya digunakan sebagai kawasan perlindungan dan konservasi sumberdaya alam, mengalami alih fungsi lahan menjadi lahan pertanian sehingga menimbulkan suatu aspek negatif berupa penggundulan hutan yang kemudian dijadikan lahan pertanian, tanpa memikirkan potensi dampak yang timbul dikemudian hari. Lahan kehutanan yang berada di lereng Gunungapi Sindoro mengalami perubahan fungsi dari kawasan hutan menjadi kawasan budidaya pertanian yang kurang memperhatikan lingkungan alaminya, hal ini terlihat dari pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik fisik dan daya dukung wilayahnya. Untuk menanggulangi dampak negatif yang mungkin terjadi akibat kegiatan tersebut, maka perlu adanya suatu perumusan penataan ruang berdasarkan fungsi kawasan yang harus ditaati oleh berbagai pihak guna mendukung kelestarian lingkungan dan pemanfaatan ruang yang berkelanjutan. Penentuan fungsi kawasan untuk pemanfaatan tertentu dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan karakteristik fisik dan sosial kemasyarakatan. Penataan ruang perlu dilakukan oleh berbagai pihak baik pemerintah ataupun masyarakat, guna saling mendukung program kelestarian lingkungan dan keruangan suatu wilayah. Pemanfaatan ruang yang sesuai dengan kemampuan wilayahnya diharapkan dapat memberikan dukungan bagi terpeliharanya lingkungan secara lestari dan mendukung bagi kehidupan manusia secara berkelanjutan. Kata Kunci : Penataan Ruang, Fungsi Kawasan

Page 1 of 1 | Total Record : 9