cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
STRATEGIC
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2009): Strategic" : 6 Documents clear
PENGARUH CO-BRANDING TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA PRODUK FEDERAL OIL (Survei Pada Pengguna Sepeda Motor Honda di FPIPS-UPI) Nuryanti, B. Lena
Strategic : Jurnal Pendidikan Manajemen Bisnis Vol 9, No 2 (2009): Strategic
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/strategic.v9i2.1068

Abstract

Pertamina merupakan perusahan minyak yang mampu mensuplai kebutuhan agen-agen produsen pelumas diantaranya adalah PT. Federal Karyatama yang mengeluarkan merek Federal Oil ini sebagai merek pelumas yang dipasarkan secara umum. Strategi Co-Branding dikembangkan oleh manajemen PT. Federal Karyatama yang bekerjasama dengan PT. Astra Honda Motor. Penelitian ini menganalisis mengenai pengaruh Co-Branding terhadap loyalitas pelanggan pada Federal Oil. Adapun yang menjadi objek dari penelitian ini adalah para pengguna motor honda yang berada di FPIPS-UPI yang mencapai 327 motor Honda dalam sehari. sebagai variabel bebas (X) yaitu Co-Branding yang memiliki atribut dasar yaitu Reach Awareness Co-Branding, Values Endorsement Co-Branding, Ingredient Co-Branding, Complementary Competence Co-Branding, Short Duration, dan Long Duration. Dan yang merupakan variabel terikat (Y)  adalah Loyalitas Pelanggan yang terdiri dari empat dimensi, yakni Pembelian ulang, Pembelian diluar lini produk dan jasa, Rekomendasi kepada orang lain, Kekebalan terhadap produk atau jasa pesaing.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Co-Branding terhadap Loyalitas pelanggan pada produk Federal Oil di FPIPS-UPI. Penelitian ini menggunakan metode Survey Eksplanatory, sedangkan pengolahan data menggunakan analisis regresi sederhana melalui bantuan program SPSS 11.5 untuk Windows.Hasil penelitian ini menerangkan bahwa Co-Branding memiliki kontribusi yang kuat terhadap loyalitas pelanggan yaitu sebesar 0,602, di mana angka korelasi yaitu 0,602 termasuk kategori kuat yang berada diantara (0,600 – 0,799).
PENGARUH KINERJA KUALITAS PELAYANAN MELALUI SEVEN ROMANCING MOMENTS TERHADAP PEMBELIAN ULANG PADA RESTORAN HOKA HOKA BENTO CABANG SETIABUDI BANDUNG Wibowo, Lili Adi; Fitria, Esti
Strategic : Jurnal Pendidikan Manajemen Bisnis Vol 9, No 2 (2009): Strategic
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/strategic.v9i2.1061

Abstract

Seiring dengan tingkat ekspektasi dan persepsi pelanggan yang semakin meningkat serta tingginya intensitas persaingan bisnis restoran, maka Hoka Hoka Bento tidak bisa hanya mengandalkan variasi menu atau sistem service yang biasa saja. Hal tersebut dikarenakan semua restoran jepang memiliki produk dan fasilitas fisik yang tidak jauh berbeda. Setiap restoran dituntut untuk menggunakan aspek unique service sebagai alat bersaing yang dapat diandalkan. Menyadari kondisi tersebut, Hoka Hoka Bento menerapkan program layanan seven romancing moments. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh temuan mengenai kualitas pelayanan melalui seven romancing moments dan pembelian ulang pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung, serta untuk menjelaskan pengaruh kinerja kualitas pelayanan melalui seven romancing moments  terhadap pembelian ulang  pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan explanatory survey dengan pengembangan penelitian bersifat cross sectional method. Populasi penelitian berjumlah 7.210 pengunjung Hoka-Hoka Bento Cabang Setiabudi yang merupakan jumlah rata-rata kunjungan perbulan (customer dine in). Berdasarkan teknik penarikan sampel secara simple random sampling dan menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel sebesar 73 sampel, namun untuk meningkatkan keakuratan maka jumlah sampel yang diteliti ditambah sehingga berjumlah 100 sampel. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, penyebaran kuesioner dan studi literatur. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan path analysis dengan bantuan software komputer SPSS.Hasil penelitian menunjukkan program layanan seven romancing moments yang terdiri dari irasshaimase mobile service, pembayaran di kasir, greeting customer di loby, menawarkan dan mengantarkan menu, take away, serta arigato gozaimatsu, memiliki kategori yang tinggi, dengan dimensi seven romancing moments yang paling tinggi pengaruhnya terhadap pembelian ialah mobile service. Pembelian ulang pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung secara umum berkategori cukup dengan dimensi pembelian ulang yang paling tinggi karena kepuasan terhadap pelayanan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program layanan seven romancing moments yang dilakukan Hoka Hoka Bento melalui Irasshaimase mobile service, pembayaran di kasir, greeting customer di loby, menawarkan dan mengantarkan menu, take away, serta arigato gozaimatsu mampu mempengaruhi pembelian ulang pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung.
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (STUDI PADA KARYAWAN BIRO SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DAN UMUM PT KERTAS PADALARANG (PERSERO) Tedjaningsih, Tedjaningsih; Srie N.S, Yuni
Strategic : Jurnal Pendidikan Manajemen Bisnis Vol 9, No 2 (2009): Strategic
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/strategic.v9i2.1070

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menyebabkan perubahan yang cepat dalam bisnis. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk terus membenahi diri mempersiapkan segala konsekuensi dalam menghadapi era globalisasi, yaitu salah satunya dengan meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Berdasarkan data produktivitas tenaga kerja Depnakertrans tahun 2005 dan data laporan Tim Internal Auditor ISO 9002 PT Kertas Padalarang (persero) tahun 2005 menyatakan bahwa produktivitas kerja karyawan PT Kertas Padalarang (persero) mengalami pertumbuhan yang kecil (tidak signfikan). Ini disebabkan salah satunya oleh tingkat motivasi kerja dari perusahaan kepada karyawan. Oleh karena itu untuk mengetahui kejelasan permasalahan tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang “Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah motivasi kerja pada Biro SDM dan Umum PT Kertas Padalarang (persero), bagaimanakah produktivitas kerja karyawan pada Biro SDM dan Umum PT Kertas Padalarang (persero), dan bagaimanakah pengaruh motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada Biro SDM dan Umum PT Kertas Padalarang (persero). Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan Biro SDM dan Umum PT Kertas Padalarang (persero) sebanyak 62 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif dengan metode penelitian sensus. Teknik pengambilan data adalah melalui kuesioner, observasi lapangan, studi dokumentasi dan studi kepustakaan dengan teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana.Berdasarkan hasil penelitian, motivasi kerja karyawan Biro SDM dan Umum PT Kertas Padalarang (persero) sudah sangat tinggi, namun perlu ditingkatkan lagi untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan Biro SDM dan Umum PT Kertas Padalarang (persero). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis maka diperoleh koefisien determinasi (r²) atau R square sebesar 0,657 telah menunjukkan tingkat pengaruh motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan termasuk pada kategori sedang. Produktivitas kerja karyawan dipengaruhi oleh motivasi kerja sebesar 65,7%, sisanya sebesar 34,3% dipengaruhi oleh faktor lain. 
PENGARUH INOVASI PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK AUDIO SONY (Survei pada Konsumen di Toko Aneka Irama Jalan ABC Bandung) Rahayu, Agus; Anggarini, Gita
Strategic : Jurnal Pendidikan Manajemen Bisnis Vol 9, No 2 (2009): Strategic
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/strategic.v9i2.1063

Abstract

Semakin tingginya kompetisi dalam dunia industri membuat berbagai perusahaan berlomba untuk menciptakan keunggulan kompetitif melalui berbagai strategi agar perusahaan dapat bertahan hidup di tengah ketatnya persaingan. Persaingan dalam dunia bisnis hampir terjadi pada seluruh industri dan jasa termasuk di dalamnya industri audio, sehingga produsen dalam industri ini berusaha agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen bahkan sukses dipasaran. Dalam membeli suatu produk konsumen tidak langsung membeli begitu saja, akan tetapi mereka mengidentifikasi terlebih dahulu apa yang mereka inginkan. Apalagi untuk produk audio, konsumen harus benar-benar selektif dalam menentukan pilihan audio mana yang akan di beli, salah satunya dengan memperhatikan perkembangan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi produk yang terdiri dari keunggulan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, divisibilitas, dan komunikabilitas; keputusan pembelian yang terdiri dari pilihan produk/jasa, pilihan merek, pilihan penyalur, waktu pembelian, dan jumlah pembelian produk; serta pengaruh inovasi produk terhadap keputusan pembelian produk audio Sony di toko Aneka Irama Jalan ABC Bandung.Berdasarkan variabel yang diteliti maka jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan verifikatif. Jangka waktu penelitian bersifat cross sectional method. Populasi penelitian ini ialah konsumen toko Aneka Irama Jalan ABC Bandung sebanyak 200 orang (rata-rata per minggu). Berdasarkan teknik penarikan sampel secara simple random sampling dan dengan menggunakan rumus Harun Al Rasyid diperoleh sampel sebesar 51 sampel, namun untuk meningkatkan keakuratan maka jumlah sampel yang diteliti ditambah sehingga berjumlah 60 sampel. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, penyebaran kuesioner dan studi literatur. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator divisibilitas dan komunikabilitas dalam inovasi produk pada audio Sony mendapatkan respon tertinggi, sedangkan indikator yang mendapatkan respon terendah dalam inovasi produk diperoleh indikator kompleksitas. Berkaitan dengan keputusan pembelian audio Sony, indikator pilihan produk mendapatkan respon terbesar, sedangkan respon terendah diperoleh pada indikator pilihan penyaluran. Pengaruh inovasi produk terhadap keputusan pembelian dapat dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis yang menunjukan bahwa inovasi produk mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian. Dengan kata lain, inovasi produk dari audio Sony mampu mempengaruhi pelanggan untuk terus melakukan pembelian produk audio Sony.
PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PRODUK TEH CELUP SOSRO DAN 2 TANG (Survei Pada Pelanggan Teh Celup di Griya Pahlawan dan Giant Pasteur Bandung) Utama, Rd. Dian Herdiana; Amelia, Fitri
Strategic : Jurnal Pendidikan Manajemen Bisnis Vol 9, No 2 (2009): Strategic
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/strategic.v9i2.1065

Abstract

Persaingan diberbagai bidang industri semakin ketat, salah satunya industri minuman yang terus menerus berkembang. Menghadapi era globalisasi, dunia bisnis harus dapat meningkatkan kinerja dari suatu bisnis sehingga mampu bertahan dan bersaing. Sejalan dengan adanya perubahan di berbagai sektor ekonomi, teknologi, politik dan kondisi dari suatu pasar yang semakin terlihat jelas. Secara langsung ataupun tidak langsung adanya perubahan di bidang ekonomi dan kondisi sosial sekarang ini telah pula merubah sikap dan tingkah laku konsumen. Pemilihan akan suatu produk menjadi pilihan utama dalam pemasaran, konsumen tidak hanya melihat dari segi merek atau promosi yang bagus dan menarik tetapi kualitas produk pun menjadi pilihan. Persaingan dalam industri teh mengakibatkan merek Teh Celup Sosro dan 2 Tang mengalami penurunan dalam tingkat kepuasan pelanggan. Dalam menghadapi persoalan ini, perusahaan Teh Celup Sosro dan 2 Tang melakukan berbagai inovasi dan kualitas produk. Atribut produk merupakan unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian, sehingga akhirnya konsumen menjadi puas akan kinerja produk. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini untuk melihat pengaruh atribut produk terhadap kepuasan pelanggan.  Penelitian ini bersifat deskriptif-verivikatif dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory survei dan deskriptif survei. Objek yang diteliti adalah pelanggan Teh Celup Sosro dan 2 Tang di Griya Pahlawan dan Giant Pasteur Bandung, dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang (57 orang pelanggan Teh Celup Sosro dan 33 pelanggan 2 Tang) yang diambil dengan metode sistematik random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang positif antara atribut produk terhadap kepuasan pelanggan.  
PENGARUH KONDISI SOSIAL KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN, KAJIAN PADA KANDATEL BANDUNG Senen, Syamsul Hadi; Widjaja, Martina
Strategic : Jurnal Pendidikan Manajemen Bisnis Vol 9, No 2 (2009): Strategic
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/strategic.v9i2.1066

Abstract

Globalisasi ekonomi telah berpengaruh pada perusahaan-perusahaan yang ada di seluruh dunia. Begitu pun di Indonesia, hal ini telah mempengaruhi perusahaan-perusahan besar yang telah berdiri, seperti PT. Telkom. Kini, PT. Telkom bukan lagi perusahaan yang memonopoli pasar telekomunikasi Indonesia, sehingga kompetisi menjadi ajang yang harus dijalankan oleh perusahaan mana pun. Masing-masing akan memperebutkan perhatian customer, yang paling kompetitif tentu saja yang akan menang dan tetap survive. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bisnis Infocom, maka PT. Telkom berupaya untuk menjamin bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik berupa kemudahan, kualitas produk dan kualitas jaringan, dengan harga yang kompetitif. Pengelolaan masalah pelayanan terhadap pelanggan ini diwujudkan dengan keberadaan Kantor Daerah Pelayanan Telekomunikasi (KANDATEL). Permasalahan yang sedang dihadapi oleh KANDATEL Bandung, yaitu rendahnya motivasi para karyawan. Fenomena ini, jika tidak segera ditanggulangi tidak menutup kemungkinan akan menjadi penghambat bagi tercapainya tujuan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu mencari solusi yang tepat untuk dapat meningkatkan motivasi kerja karyawannya. Aspek-aspek yang dapat mempengaruhi motivasi kerja karyawan adalah kondisi sosial kerja. Kondisi sosial kerja terdiri dari organisasi formal, organisasi informal, pemimpin dan serikat pekerja.Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diadakan penelitian. Yang menjadi objek penelitian adalah karyawan KANDATEL Bandung. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah kondisi sosial kerja yang terdiri dari sub variabel organisasi formal (X1.1), organisasi informal (X1.2), pemimpin (X1.3) dan serikat pekerja (X1.4), sedangkan untuk variabel terikat (Y) adalah motivasi kerja karyawan. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif verifikatif dan metode yang digunakan adalah survey dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebesar 90 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah teknik regresi ganda dengan menggunakan koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji t dan uji F.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh organisasi formal, organisasi informal, pemimpin dan serikat pekerja secara bersama-sama terhadap motivasi kerja karyawan adalah sebesar 54,1%.Berdasarkan kesimpulan di atas, pada umumnya karyawan telah dapat merasakan kondisi sosial kerja yang baik sehingga motivasi kerja yang dihasilkanpun tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6