cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
SOCIETAL
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020): Edisi April" : 8 Documents clear
PERAN WANITA DALAM MELESTARIKAN KERAJINAN KAIN TENUN BUTON DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON Sarpin, Aminah
SOCIETAL Vol 7, No 1 (2020): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana peran wanita dalam melestarikan kerajinan kain tenun Buton di Desa Wabula, Kecamatan Wabula Kabupaten Buton. 2) Untuk mengetahui Faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dalam melestarikan kerajinan kain tenun Buton di Desa Wabula, Kecamatan Wabula Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan teknik puposive sampling. Penelitian menunjukkan bahwa Peran Wanita Dalam Meletarikan Kerajinan Kain Tenun adalah dengan cara pengarajin ikut sertakan dalam pelatihan, menggunakan gedung dari pemerintah sebagai home industry/indutri rumahan untuk meningkatkan hasil tenunan yang lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi dipasaran, serta mampu mengajarkan kepada pemula. Faktor pendukung terhadap pelestarian kerajinan tenun Buton lewat pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buton sangat membantu pengrajin dengan mengadakan kegiatan Pelatihan, mengikut sertakan masyarakat dalam pameran, memberikan bantuan berupa fasilitas, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap hasil kerajinan tenun Buton, terdapat pula dukungan dari masyarakat berupa dibentuknya PKK untuk meningkatkan keterampilan  para wanita tentang kain. Faktor penghambat yang dihadapi para perajin tenun Wabula yaituSemakin sedikitnya generasi muda yang mempunyai kemampuan untuk menenun. Banyak pengrajin yang belum terjangkau pembinaannya oleh pemerintah daerah, sebagian di antara para perajin yang tidak mempunyai kreativitas untuk mengembangkan produknya.Dan modal pengrajin yang terbatas, membuat tenunan desa Wabula sulit berkembang serta pemasaran tenan yang kurang produktif.
RESPON ORANG TUA TERHADAP PERILAKU REMAJA PEROKOK STUDI DI DESA KASIMPA JAYA KECAMATAN TIWORO SELATAN KABUPATEN MUNA BARAT Juhaepa, Nulia
SOCIETAL Vol 7, No 1 (2020): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1. mengetahui respon orang tua terhadap perilaku remaja perokok Di Desa Kasimpa Jaya Kecamatan Tiworo Selatan Kabupaten Muna Barat.2. Mengetahui  faktor-faktor yang menyebabkan remaja menjadi perokok di Desa Kasimpa Jaya Kecamatan Tiworo Selatan Kabupaten Muna Barat. Sumber data dalam Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk tehnik penentuan informan menggunakan tehnik Purposive Sampling. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu analisis model interaktif menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi, sehingga hasil dari kesimpulkan bahwa,  Respon orang tua tehadap remaja perokok tidak memberikan dukungan yang baik pada anak-anaknya ketika selalu mengonsumsi rokok, orang tua melarang remaja untuk tidak merokok. Faktor yang dapat menyebabkan remaja menjadi perokok adalah dari bentuk pengaruh lingkungan, factor orang tua, serta kepribadian, sehingga remaja mudah berpengaruh serta mempengaruhi.
KONTROL SOSIAL ORANG TUA TERHADAP PERJUDIAN GAME PS (PLAYSTATION) YANG DILAKUKAN ANAKDI KELURAHAN KATOBENGKE KECAMATAN BETOAMBARI KOTA BAU-BAU Tanzil, Adlan Malik
SOCIETAL Vol 7, No 1 (2020): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan teknik pemilihan informan secara non-probability sampling (pengambilan sampel tidak berdasarkan peluang) dan dalam penentuan informan ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi (pengamatan), interviev (wawancara). Dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, faktor penyebab perjudian game playstation yang terjadi dikalangan anak-anak antara lain: (1) Keluarga, (2) Lingkungan dan (3) Teknologi. Terdapat upaya kontrol sosial orang tua dalam menanggulangi perjudian game playstation pada anak dikalangan anak-anak diantaranya yaitu:(1) Sanksi yaitu upaya kontrol sosial dimana orang tua memberikan sanksi kepada anak-anak yang melakukan perjudian game playstation. (2) Sosialisasi yaitu anak-anak  yang melakukan perjudian game playstation diharapkan dapat memahami dan mematuhi peraturan, norma-norma dan nilai-nilai sosial di dalam masyarakat. (3) Pendidikan Formal yaitu kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi anak anak  yang melakukan perjudian game playstation  yang berhubungan dengan perkembangan karakter sianak sehingga anak-anak dapat membedakan mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik untuk dilakukan. (4) Pendidikan Informal yaitu anak-anak diharapkan  memiliki kesibukan yang memiliki nilai yang sesuai dengan norma-norma serta nilai-nilai sosial yang terdapat di dalam masyarakat.
PROBLEMATIKA SOSIAL EKONOMI BURUH KAPAL MALAM DI PELABUHAN NUSANTARA RAHA KABUPATEN MUNA Hj. Ratna Supiyah, Satriani
SOCIETAL Vol 7, No 1 (2020): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1) faktor-faktor  yang menyebabkan masyarakat memilih sebagai buruh kapal malam di pelabuhan nusantara kota Raha 2) problematika sosial ekonomi buruh kapal malam di pelabuhan nusantara Raha 3) upaya yang dilakukan buruh kapal malam di pelabuhan nusantara Raha untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah buruh kapal malam sebanyak sepuluh orang dan satu orang mandor.Data ini diperoleh melalui observasi dan wawancara. Dari hasilpenelitian didapati bahwa (1) faktor penyebab memilih bekerja sebagai buruh kapal malam di Pelabuhan Nusantara Raha yaitu (a) persyaratan masuk tidak ketat (b) waktu kerja yang fleksibel (c) tidak ada batasan umur (d) jenjang pendidikan, (2) Problematika Sosial Ekonomi Buruh Kapal Malam yaitu (a) problematika ekonomi buruh kapal malam yaitu masalah pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga, masalah tingkat pendapatan (b) problematika sosial buruh kapal malam yaitu masalah pendidikan anak, masalah belum memiliki jaminan sosial,  masalah interaksi sosial akibat system kerja dan upah yang berlaku, (3) Upaya pemenuhan kebutuhan keluarga buruh kapal malam yaitu (a) melibatkan peran  istri untuk mencari nafkah tambahan, memanfaatkan waktu siang untuk menambah penghasilan.
FUNGSI KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN APARAT PADA MASYARAKAT DI DESA KALI BARU KECAMATAN POLEANG SELATAN KABUPATEN BOMBANA Gunawan, Muhammad Afandi; Arsyad, Muhammad; Roslan, Hj. Suharty
SOCIETAL Vol 7, No 1 (2020): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Fungsi Kepemimpinan Kepala Desa, indikator pendorong kepemimpinan yang diterapkan Kepala Desa dan Peningkatan Pelyanan Aparat terhadap Masyarakat di Desa Kali Baru : (1) Manfaat Teoritik dan (2) Manfaat Praktis. Penentuan informan pada penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu penelitian langsung menentukan informan yang akan diwawancarai. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu 12 (dua belas) orang yaitu  terdiri dari 1 (satu) orangKepala Desa, 6 (enam) Aparat Desa,  dan ditambah 5 (Sembilan) orang masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kepala Desa Kali Baru menjalankan beberapa fungsi dalam kepemimpinannya yaitu 1. Fungsi Instruktif 2. Fungsi Partisipatif 3. Fungsi Konsultatif 4. Fungsi Delegasi 5. Fungsi Pengendalian, adapun Indikator Pendorong Kepemimpinan Kepala Desa Kali Baru adalah 1. Sifat Leadersif 2. Bertanggung Jawab 3. Mendapatkan Kepercayaan dari Bawahan 4. Membuka Ruang Diskusi dengan Bawahannya. Dan Aparat desa bekerja sesuai dengan Prosedural yang ada dan  mematuhi perintah dan arahan dari Kepala Desa Kali Baru.
MODEL PENYELESAIN KONFLIK KELUARGA DALAM UPAYA MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA (Studi di Desa Tambolosu Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan) Hj. Ratna Supiyah, Susi Sulanti
SOCIETAL Vol 7, No 1 (2020): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor-faktor  yang menyebabkan terjadinya konflik dalam institusi keluarga yang dapat menggangu keharmonisan keluarga di Desa Tambolosu. (2) untuk mengetahui dan menganalisis model penyelesaian konflik keluarga dalam upaya menjaga keharmonisan keluarga di Desa Tambolosu. Pendekatan  penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif sehingga data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi di tambah analisis data. Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik dalam institusi keluarga yaitu: Pertama, kurangnya keterbukaan masalah keuangan, dalam keluarga merupakan suatu hal yang penting dalam kebutuhan keluarga. Kedua, perselingkuhan diakibatkan karena salah satu pasangan suami istri mengalami ketidak puasan oleh pasangannya. Ketiga, kurangnya tanggung jawab hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran akan peran masing-masing. Keempat, perjudian yaitu keluarga di bangun dengan penuh kasih sayang akan tetapi jika sang suami lupa diri pada judi inilah yang akan merenggut sendi-sendi keharmonisan keluarga. Model Penyelesaian Konflik Dalam Keluarga yaitu : Pertama, kompromi yaitu dilakukan oleh pasangan suami istri tanpa melibatkan orang ketiga pasangan suami istri mencoba mendiskusikan masalah yang terjadi dalam rumah tangga. Kedua, Mediasi adalah upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yaitu yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian yang diterima kedua bela pihak.
PERAN ISTRI NELAYAN BAJO DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA DI DESA LAMANGGAU KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI Dewi Anggraini, Aliyasi
SOCIETAL Vol 7, No 1 (2020): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji peran sosial ekonomi istri nelayan bajo dalam memenuhi kebutuhan keluarga di Desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. 2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mndorong peran sosial ekonomi istri nelayan bajo dalam memenuhi kebutuhan keluarga di Desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui data primer yaitu diperoleh langsung dari lapangan melalui metode observasi dan wawancara dengan 15 orang informan yakni 10 orang berprofesi sebagai istri nelayan bajo, 4 orang suami dari istri nelayan, dan Kepala Desa Lamanggau. Data sekunder berupa cacatan-cacatan dari dokumen yang terdapat di Kantor Desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan peran istri nelayan bajo dalam memenuhi kebutuhan keluarga pada Desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi, dimana pertama, peran sosial yang meliputi: 1) Peran domestik, yaitu antara lain: a. Mengurus rumah tangga (dimna para istri melakukan pekerjaan yakni memasak, mencuci, membersihkan rumah), b. Mengurus anak (mendidik anak, memberikan nasehat, dan motivasi terhadap anak). 2) Partisipasi dalam lingkungan sosial, yaitu antara lain: a. Partisipasi dalam acara pesta, b. Partisipasi dalam acara duka. Peran sosial istri terbentuk dimana status istri nelayan bajo yang memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat telah terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap aktifitas sosial di Desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi, 3) Peran dalam pendidikan (pendidikan formal, nonformal dan informal), 4) Peran dalam kesehatan, 5) Peran dalam agama, 6) Peran dalam hubungan sosial. Dan kedua, peran ekonomi dimana meliputi: 1) Pengelolaan ikan hasil tangkap suami (mulai dari kegiatan menimbang, mencuci, memotong, mengeringkan serta memanggang ikan dan mengolahnya sehingga menjadi nilai uang), 2) Mengikat rumput laut (meluangkan waktu untuk melakukan pengikatan rumput laut di kala ada tetangga yang membutuhkan tenaga kerja, dan pekerjaan ini tanpa harus memiliki keterampilan), dan 3) Pemasaran ikan (dengan cara membawanya langsung ke pelanggan tetap, melakukan penjualan keliling di masyarakat, serta membawa ke pasar untuk dijual), yang dimana dari ketiga peran ini telah memberikan kontribusi pendapatan ekonomi terhadap keluarga. Faktor-faktor yang mempengaruhi istri nelayan bajo dalam peran sosial ekonomi di Desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi, yang meliput: 1) Faktor ekonomi (pendapatan suami rendah dan kebutuhan yang terus meningkat), 2) Faktor Tradisi (sudah tertanam kebiasaan dalam keluarga, dimana seluruh anggota keluarga turut terlibat dalam proses produksi), dan 3) Faktor dukungan suami (kaum pria tidak memberi batasan pekerjaan-pekerjaan yang boleh dilakukan oleh perempuan sepanjang mereka dapat mengatur waktu kerjanya).
NILAI-NILAI PADA UPACARA ADAT PORIWANGAA BAGI MASYARAKAT KULISUSU Aryunia Salpiana Jabar, Yusrina
SOCIETAL Vol 7, No 1 (2020): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pada upacara adat Poriwangaa yang ada di daerah Kulisusu dan upaya masyarakat dalam mempertahankan upacara adat Poriwangaa pada masyarakat Kulisusu di Desa Rombo Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan studi lapangan.Selanjutnya hasil pnelitian dianalisis melalui metode analisis deskriptif, dimana menggambarkan secara sistematis dan akurat mengenai nilai-nilai yang trkandung dalam upacara adat Poriwangaa dan upaya masyarakat dalam mempertahankan upacara adat Poriwangaa bagi masyarakat Kulisusu. Menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Di dalam penelitian ini yang menjadi informan penelitian adalah satu orang tokoh adat dan dua orang tokoh masyarakat selaku informan kunci. Sedangkan informan pendukung terdiri dari satu orang Kepala Desa, satu orang perangkat Desa dan satu orang anggota masyarakat.Jumlah keseluruhan informan dalam penelitian ini adalah 6 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Nilai-nilai pada upacara adat Poriwangaa bagi masyarakat Kulisusu meliputi: Nilai Religius, Nilai Budaya, Nilai Gotong Royong dan Nilai Seni. Sedangkan  Upaya masyarakat dalam mempertahankan upacara adat Poriwangaa pada masyarakat Kulisusu yaitu: Melibatkan generasi muda, Melalui lembaga keluarga, Lembaga adat dan lembaga pemerintah bekerjasama.

Page 1 of 1 | Total Record : 8