cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Bakaba: Jurnal Sejarah Kebudayaan dan Kependidikan
ISSN : 20896808     EISSN : 25979450     DOI : -
Core Subject : Social,
Bakaba: Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan (2089-6808) (2597-9450) is a scientific journal published two times a year. Bakaba: Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidika includes articles on the results of research and scientific work with the scope of History,Culture and Education. Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan is published by STKIP PGRI Sumatera Barat.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 6 Documents clear
Revitalisasi Kawasan Kota Tua Padang Sebagai Salah Satu Alternatif Wisata Sejarah di Kota Padang Refni Yulia; Meri Erawati; Gusti Asnan; Nopriyasman Nopriyasman
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.992 KB) | DOI: 10.22202/bakaba.2017.v6i2.2419

Abstract

Peninggalan sejarah mendatangkan keuntungan besar dalam bidang pariwista sejarah dan budaya. Padang sebagai kota warisan Kolonial Belanda juga memiliki bangunan bersejarah yang sudah dikategorikan sebagai benda cagar budaya. Berdasarkan Keputusan Walikota Padang nomor 3 tahun 1998 terdapat sebanyak 74 buah bangunan yang masuk kagori benda cagar budaya. Dewasa ini jumlah bangunan bersejarah yang masih bertahan semakin berkurang, seiring dengan kurangnya kontrol pemerintah dan juga terjadinya bencana alam. Untuk itu diperlukan keseriusan dan kesadaran sejarah dari semua pihak (stakeholder), baik itu pemerintah maupun jajaran industri pariwisata, termasuk masyarakat kota Padang  untuk mengembangkan dan melesratarikan pariwisata kota tua Padang. Karena potensi wisata yang ada di kota tua Padang sangat beragam dan menjual untuk wisata budaya, agama dan sejarah. Kota tua yang multi etnis dan beragam budaya yang juga eksis menjadi bagian kecil dari potensi wisata yang dapat dijual kepada wisatawan lokal, nasional maupun internasional. Semua itu hanya diperlukan kerjasama yang baik antar semua elemen masyarakat untuk saling menjaga dan melestarikan serta mengembangkan potensi kota tua yang ada. Jika hal itu terwujud pariwisata kota tua Padang akan memberikan kontribusi yang besar bagi pemerintah kota Padang melalui Pendapatan Asli Daerah  (PAD), perbaikan ekonomi bagi masyarakat setempat dan juga bisa menjadi alternatif wisata yang berbudaya, religi dan sejarah bagi Kota Padang. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kulitatif.  
Harmonisasi Antar Etnik Jawa Minang Batak Studi Kasus di Daerah di Jambak Kabupaten Pasaman Barat Meldawati Meldawati
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.992 KB) | DOI: 10.22202/bakaba.2017.v6i2.2420

Abstract

Daerah Pasaman Barat sebelum tahun 2004 masih bahagian dari Pasaman secara umum. Sejak memekarkan diri menjadi kabupaten sendiri kabupaten Pasaman Barat memiliki beberapa kecamatan yang salah satunya kecamatan Luhak Nan Duo. Di Salah satu kecamatan ini terdapat sebuah kenagarian Koto Baru yang memiliki keberagaman masyarakat  Jawa, Minang dan Batak tepatnya di daerah Jambak. Pasaman merupakan Kabupaten yang terletak di Propinsi Sumatera Barat, yang terletak di daerah perbatasan antara daerah budaya Minangkabau dan daerah budaya Mandahiling (Batak). Daerah Pasaman merupakan heterogenitas penduduk yang tinggi di samping didiami oleh orang Minang, di daerah ini juga bermukim sejak abad-abad yang lalu bangsa Batak (Tapanuli).Harmonisasi antar etnik Didaerah Pasaman khususnya di Jambak terjalin atara etnik Jawa, Minang dan Batak. Untuk melihat bagaimana harminisasi hubungan atra ketiga etnik, maka dirumuskanlah masalah tentang bagaimana latarbelakang kedatangan etnik Jawa, Minang dan Batak di daerah Jambak, dan bagaimana harmonisasi hubungan atara etnik Jawa, Minang dan Batak di daerah Jambak. Setelah dilakukan penelitian ditemukan bahwa Kehadiran etnik Jawa di daerah ini erat kaitannya dengan program transmigrasi, baik transmigrasi Angkatan Darat dan transmigran Lokal di Sumatera Barat.Sementara etnik Minang sudah lama juga berada di daerah Luhak Nan Duo, sementara Kedatangan etnik Batak ke Pasaman khususnya kenagarian Koto Baru berbeda dengan istilah merantau pada masyarakat Minangkabau, Pola merantau etnik Batak lebih di kenal dengan Marjajo yaitu adalah suatu bentuk kebiasaan yang digemari oleh pemuda-pemuda Batak untuk melepaskan keinginannya ke daerah lain. Dalam hal ini dilakukan tanpa tujuan yang pasti merupakan kebiasaan yang telah terjadi secara turun temurun.
Filsafat Pancasila Sebagai Landasan Bernegara yang Demokatis Zulfa Zulfa
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.992 KB) | DOI: 10.22202/bakaba.2017.v6i2.2421

Abstract

Filsafat pancasila adalah merupakan hal yang paling penting sebagai landasan bernegara yang demokratis. Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. Penulisan ini berdasarkan pada studi literatur. filsafat merupakan lapangan utama pemikiran dan penyelidikan manusia.  Dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara, filsafat menjadi acuan dalam melaksanakan pembangunan dan pedidikan. Ajaran filsafat yang komprehensif  telah menghantarkannya menduduki status yang tinggi dalam kehidupan kebudyaan manusia, yakni sebagai ideologi. Bangsa dan negara Indonesia yang telah menyatakan bahwa ideologi dan jatidiri bangsa adalah Pancasila tentu harus merujuk segala sistem dan tatanan kehidupan bangsa kepada Pancasila. Ini telah dibuktikan dengan menuangkannya dalam UUD 1945 dan secara perlahan mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kesulitan-Kesulitan Guru IPS Dalam Penilaian Autentik Ranti Nazmi
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.992 KB) | DOI: 10.22202/bakaba.2017.v6i2.2417

Abstract

The objective of the research is to find out the relationships between the performance of the young and sport department with the achievement central education and sport training players (PPLP).The research was conducted at the Nourth Maluku with the totaly sample.The results of the research concludes that there are positive relationship between Performance of the young and sport department with the achievement of central education and sport training players (PPLP). Furthermore, there is positive relationship between performance of the young and sport department and society perception together with the achievement of central education and sport training players (PPLP). 
Kontraversi Sejarah, Adat dan Moralitas di Minangkabau dalam Novel “Ketika Merah Putih Terkoyak” Karya Carl Chairun Dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra Suci Dwinitia; Afrini Rahmi
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.992 KB) | DOI: 10.22202/bakaba.2017.v6i2.2668

Abstract

This research is motivated by a cultural shift that is influenced by cultural development due to globalization.novel as one of the representations of society culture can be a benchmark in seeing the culture shift. The novel "Ketika Merah Putih Terkoyak" saw the development of culture with a different point of view by displaying a living story. Through this work, the author hopes that the young generation, especially the Minangkabau generation, know that great history has occurred in Minangkabau, and Minangkabau has been the center of the Indonesian government, and regional autonomy has actually been a part of history in Minangkabau. The author's hope in this case is not too exaggerated because according to what is expressed by Atmazaki (2005: 73) that the writing of literature is always interesting with the writing of history. Although many scholars claim that literary works cannot be the main ingredient of historical writing, but literary works cannot be ignored by historians. Literary works can be a reflection of the development of culture for the community can be learning materials for learners to understand the culture of a nation.
Buruh Dalam Lingkaran Nasionalisme Indonesia juliandry kurniawan junaidi
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.992 KB) | DOI: 10.22202/bakaba.2017.v6i2.2418

Abstract

Menulusuri gerakan sejarah buruh  Indonesia pada zaman kolonial sangat menarik untuk disimak. Pada zaman kolonial buruh Indonesia hidup dalam sebuah tekanan besar dari pemerintah kolonial disaat kapitalisme sedang tumbuh pesat di Hindia Belanda. Politik rasial yang dijalankan oleh pemerintah Kolonial Belanda turut serta dalam menambah tekanan hidup para buruh. Tuntutan upah layak dan kesejahteraan selalu menjadi tuntutan buruh yang disuarakan kepada rezim kolonial. Hidup dalam suasana terjajah secara langsung juga muncul letutapan – letupan ingin merdeka didalam kerangka nasionalisme. Didalam pergerakannya para buruh tidak hanya menuntut masalah upah tetapi juga ada keinginan untuk melepaskan Indonensia dari negara penjajah. Dalam artikel ini penulis ingin menunjukan sisi lain dari  sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia, yaitu bagaimana peranan kaum buruh dalam usaha mencapai kemerdekaan Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 6