cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abied76@gmail.com
Editorial Address
Street Pramuka 156. Po. Box. 116 Ponorogo 63471, East Jawa, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : 10.21154/muslimheritage
Core Subject : Humanities, Art,
Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas, is a double-blind peer-reviewed academic journal published by the Postgraduate of State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes Islamic education, Islamic law, and Islamic economic. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of education, law,and economic.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage" : 10 Documents clear
Manajemen Partisipatif Warga Sekolah Dalam Pengembangan Budaya Religius Peserta Didik Rubiati Rubiati
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.711 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.598

Abstract

Abstract: The religious culture is a form of religious teaching values that appear in the way a person behaves. In the context of educational institutions, religious culture appear in the organizational culture, followed by all the people in the school. So that the religious culture need to be developed through effective participative (participatory) management. Participative management is intended to empower the school community to the fullest involvement in the management of religious culture development programs. This study aimed to describe, analyze and explain the application of school community participative management in the development of religious culture of students in SMAN I Kwadungan. This study produced three findings: first, the development program of religious culture of learners are formulated based on the vision and mission of the school, which is further manifested in the six activities, namely: Islamic clothing (uniforms), giving smile, a greeting, obligatory prayer in congregation, Friday prayer, reading Al-Qur'an and infaq. Second, the application of participative management school community in the development of religious culture was done by involving people in schools ranging from decision-making, implementation, benefit to the evaluation. Thirdly, By applying participative management, school community gives a good response in the form of positive attitudes and actions, and fully contribute to supporting the development of religious culture.Abstrak: Budaya religius merupakan wujud nilai-nilai ajaran agama yang tampak dalam cara berperilaku seseorang. Dalam konteks kelembagaan pendidikan, budaya religius tampak dalam budaya organisasi yang diikuti oleh seluruh warga di sekolah. Agar budaya religius benar-benar menjadi cara berperilaku baik individu maupun organisasi, perlu dikembangkan melalui manajemen partisipatif yang efektif. Manajemen partisipatif dimaksudkan untuk memberdayakan keterlibatan warga sekolah secara maksimal dalam pengelolaan program-program pengembangan budaya religius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menjelaskan tentang penerapan manajemen partisipatif warga sekolah dalam pengembangan budaya religius peserta didik di SMAN I Kwadungan. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan: pertama, program pengembangan budaya religius peserta didik dirumuskan berdasar pada visi dan misi sekolah, yang selanjutnya diwujudkan dalam enam kegiatan, yaitu: busana (seragam) Islami, memberi senyum, menyapa, sholat fardhu berjamaah, sholat jumat, membaca Al-Qur’an dan infaq.  Kedua, penerapan manajemen partisipatif warga sekolah dalam pengembangan budaya religius dilakukan dengan melibatkan warga sekolah mulai dari proses pengambilan keputusan, pelaksanaan, memperoleh manfaat sampai dengan evaluasi. Ketiga, Dengan menerapkan manajemen partisipatif,  warga sekolah memberikan respon yang baik yang berupa sikap dan tindakan positif, serta berkontribusi dalam mendukung pelakasnaan pengembangan budaya religius peserta didik.
Manajemen Konflik Di Tengah Dinamika Pondok Pesantren Dan Madrasah Bashori Bashori
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.262 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.604

Abstract

Abstract: In the dynamics of Islamic education institutions, certainly there will be any turmoil or conflict, either conflict between individual or conflict between groups. Recognized or not, the Islamic educational institutions, particularly pondok pesantren and madrasah, have the possibility of conflict is quite high compared with other educational institutions. From that assumption, this article aims to analyze the role of conflict management in resolving conflicts in the scope of Islamic educational institutions. Based on the study of theory, it can be concluded that the conflict management to be very central in developing the conflicts that exist in educational institutions Islamic school as a way to develop Islamic educational institutions for the better. In addition, because it has become a necessity that the conflict can not be avoided, then controlling the conflict becomes imperative in order to achieve objectives in Islamic educational institutions Abstrak: Dalam dinamika lembaga pendidikan Islam, pasti munsul gejolak atau konflik, baik konflik secara individu maupun konflik secara kelompok. Diakui atau tidak, lembaga pendidikan Islam khususnya pondok pesantren dan madrasah, memiliki kemungkinan konflik yang cukup tinggi dibandingkan dengan lembaga pendidikan yang lain. Dari asumsi itulah tulisan ini bertujuan menganalisis peranan manajemen konflik dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di lingkup lembaga pendidikan Islam. Berdasarkan kajian teori, dapat disimpulkan bahwa manajemen konflik menjadi sangat sentral dalam mengembangkan konflik yang ada di lembaga pendidikan pondok pesantren dan madrasah sebagai cara dalam mengembangkan lembaga pendidikan Islam menjadi lebih baik. Selain itu, karena sudah menjadi keniscayaan bahwa konflik tidak dapat dihindari, maka mengendalikan konflik menjadi keharusan demi mencapai tujuan dalam lembaga pendidikan Islam.
Manajemen Madrasah Berbasis Nilai Pesantren Di MTs al-Islam Joresan Ni’mah, Uswatun
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.49 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.599

Abstract

Abstract: Modernization with various impacts should be anticipated the educator by mastering two competences, science and technology competency and spiritual competency. A weakness in one of those competences makes the students’ development is not balanced which finally lead to their split personality. Therefore, the human potential includes both of competences  must be internalized and developed in students simultaneously. In that context, this research conducted to discuss the implementation of school management based on the pesantren value which is developed at MTs Al – Islam Joresan Mlarak Ponorogo. The approach of this research is qualitative on case study. The results of this research conclude that: (1) Pesantren value developed at MTs Al – Islam Joresan Mlarak Ponorogo is the essential value defined in Five Spirits of Madrasah, (2) The Teachers’ Management at MTs Al – Islam Joresan Mlarak Ponorogo includes: Planning, Recruitment, Selection, Training, Teachers Development, Evaluation of Work Performance, and Compensation, (3) The curriculum management at MTs Al – Islam Joresan covered: the subject planning, curriculum organizing, curriculum implementation, and evaluation of Madrasah programs.Abstrak: Modernisasi dengan berbagai macam dampaknya perlu dipersiapkan pendidik yang memiliki dua  kompetensi sekaligus; yakni Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan nilai-nilai spiritual keagamaan (IMTAQ). Kelemahan di salah satu kompetensi tersebut menjadikan perkembangan anak tidak seimbang, yang akhirnya akan menciptakan pribadi yang pincang (split personality), sebab itu potensi-potensi insani yang meliputi kedua hal tersebut secara bersamaan harus diinternalisasikan dan dikembangkan pada diri anak didik. Dalam konteks itulah penelitian ini berupaya mengupas implementasi manajamen madrasah berbasis nilai-nilai pesantren yang dikembangkan MTs al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Hasil penelitian, menyimpulkan: (1) Nilai-nilai pesantren yang di kembangkan di MTs al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo adalah nilai esensial yang dirumuskan dalam panca jiwa. (2) Pengelolaan Guru di MTs al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo meliputi: Perencanaan, rekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan guru, penilaian prestasi kerja, dan kompensasi. (3) Pengelolaan kurikulum di MTs al-Islam Joresan mencakup: perencanaan  mata pelajaran, pengorganisasian kurikulum, pelaksanaan kurikulum, dan Evaluasi terhadap program-program Madrasah.
Model Manajemen Pendidikan Karakter Religius Di SDIT Qurrota A’yun Ponorogo Khusnul Khotimah
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.214 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.605

Abstract

Abstract: The function of religious character for children is to build awareness about their relationship with God and creator. In the context of a school curriculum, the religious character education is required to deliver learners become faithful and devoted, have good morals, and discipline in accordance with existing regulations, courtesy of the teachers and parents, as well as care for the environment. Therefore, this article will discuss the Religious Character Education Management Model in Integrated Islamic Primary Schools (SDIT) Qurrota A'yun. SDIT Qurrota A'yun Ponorogo is one of the schools with a religious character education through habituation to the students' everyday activities and religious worship. Based on the analysis of the study, concluded that: 1) The values of the religious character developed in SDIT Qurrota A'yun includes a number of Islamic values. 2) Planning a religious character education in SDIT Qurrota A'yun through the structuring vision and mission, curriculum and lesson plans, and the Draft Cultural Religious School. 3) Implementation of a religious character education in SDIT Qurrota A'yun through Teaching and Learning Activities (KBM), the implementation of a school culture with the exemplary method and habituation, and within self development activities. 4) Evaluation of the religious character education in SDIT Qurrota A'yun performed using instruments of observation / observation class teacher, the book link provided by the school as a means of control student activities outside of school, and student journal.Abstrak: Karakter religius berfungsi untuk membangun kesadaran anak tentang adanya Tuhan  dan  hubungannya  dengan  pencipta. Dalam konteks kurikulum  sekolahan, pendidikan karakter religius diperlukan untuk menghantarkan peserta  didik  menjadi  insan yang beriman  dan  bertaqwa,  berakhlak  mulia,  tertib  dan  disiplin  sesuai  dengan peraturan yang ada, sopan santun  terhadap guru dan orang tua, serta peduli terhadap lingkungannya. Oleh karena itu, Artikel ini akan membahas Model Manajemen Pendidikan Karakter Religius Di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Qurrota A’yun. SDIT Qurrota A’yun Ponorogo merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pendidikan karakter religius melalui pembiasaan keseharian siswa dengan aktifitas-aktifitas ibadah dan keagamaan.  Berdasarkan hasil analisis kajian, disimpulkan bahwa: 1) Nilai-nilai karakter religius yang dikembangkan di SDIT Qurrota A’yun mencakup sejumlah nilai agama Islam. 2) Perencanaan pendidikan karakter religius di SDIT Qurrota A’yun melalui penyusunan struktur Visi dan Misi, Kurikulum dan RPP, dan Draf Budaya Religius Sekolah. 3) Pelaksanaan pendidikan karakter religius di SDIT Qurrota A’yun melalui Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), pelaksanaan budaya sekolah dengan metode keteladanan dan pembiasaan, dan memalui kegiatan pengembangan diri. 4) Evaluasi pendidikan karakter religius di SDIT Qurrota A’yun dilakukan dengan menggunakan instrumen observasi/pengamatan wali kelas, buku penghubung yang disediakan sekolah sebagai alat kontrol kegiatan siswa diluar sekolah, dan jurnal siswa.
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan Dalam Meningkatkan Daya Saing SDIT Ar Rahmah, Pacitan Arif Nur Cahyo
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.353 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.600

Abstract

Abstract: In this era of globalization, everything tends to be viewed from the perspective of materialistic and komersialistis because of the strong dominance of economic factors. The impact of social life is becoming increasingly competitive. Every individual and oeganisasi racing to do the best to achieve the best. Educational institutions were also forced to be the best by implementing several programs of which the quality management of human resources with the hope of being able to compete with its competitors.  This study aims to describe about human resource management education in SDIT Ar Rahmah, Pacitan. This study produced some findings such (1) Quality planning in SDIT Ar Rahmah always pay attention to Democratic values, analytical involving school and Foundation itself. (2) Recruitment and selection done through the standard procedure to produce reliable and professional human resources (3) Training and development, can be done by a regular basis, periodic and work with various competent parties (4) Compensation system has been implemented in ideal system, it means use a minimum standards (UMR), and additional a variety of subsidy, design for pension funds, as well as the value that is not cashed can be a role model that needs to be replicated as compensation system in other schools.Abstrak: Dalam era globalisasi, segala sesuatu cenderung dilihat dari perspektif materialistis dan komersialistis karena kuatnya dominasi faktor-faktor ekonomi. Dampaknya kehidupan sosial menjadi semakin kompetitif. Setiap individu dan oeganisasi berlomba untuk berbuat yang terbaik untuk mencapai yang terbaik. Lembaga pendidikan juga dipaksa menjadi yang terbaik dengan menerapkan beberapa program di antaranya manajemen mutu sumber daya manusia dengan harapan mampu bersaing dengan kompetitornya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan di SDIT Ar Rahmah. Penelitian ini menghasilkan temuan (1) Perencanaan SDM di SDIT Ar Rahmah senantiasa memperhatikan nilai-nilai demokratis, analitis dengan melibatkan berbagai pihak, baik pihak sekolah maupun yayasan. (2) Rekruitmen dan seleksi dilakukan melalui prosedur yang standar untuk menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan profesional (3) Pelatihan dan pengembangan, dilakukan secara rutin, berkala dan bekerja sama dengan berbagai pihak yang berkompeten (4) Sistem kompensasi sudah menerapkan sistem yang ideal artinya sesuai standar minimal (UMR), dan tambahan berbagai tunjangan, rancangan untuk dana pensiun, serta nilai yang tidak diuangkan dapat menjadi role model yang perlu ditiru sebagai sistem kompensasi di sekolah lain.
Gaya Kepemimpinan Dalam Pengambilan Kebijakan Di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Intan Wijayanti
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.094 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.606

Abstract

Abstract: Although pesantren are faced with globalization and modernization, some pesantren still maintain the old traditions rigidly which is are considered still sophisticated, ie leadership of pesantren that are dynastic, centralized and hierarchical centered to the kiyai. In pesantren, kiyai has absolute power and authority. Charismatic-individualistic leadership pattern of Kyai cause to destruction pesantren. Therefore, the pattern of a single leadership needs to be transformed into a pattern of leadership that involves a lot of people in the ranks of leadership, to jointly run the organization of pesantren, which is known as the concept of collective leadership. This leadership system changes will affect how the kiyai formulated the policy that will impact on the survival of pesantren in the future. This study will explore the system of Collective Leadership in Policy Making in Universities Islam Pondok Tremas Pacitan.Abstrak: Meskipun pesantren dihadapkan pada arus globalisasi dan modernisasi yang penuh dengan perubahan dan pembaharuan, beberapa pesantren masih ada yang secara rigid mempertahankan tradisi lama yang dianggapnya masih sophisticated, yaitu kepemimpinan pesantren yang bersifat dinasti, sentralistik dan hierarkis yang berpusat pada kiyai. Dalam pesantren, kiyai memiliki power and authority mutlak. Pola kepemimpinan kyai yang karismatik-individualistik ini menyebabkan pesantren rawan terhadap kehancuran. Oleh karena itu, pola kepemimpinan tunggal tersebut perlu ditransformasi menjadi pola kepemimpinan yang melibatkan banyak orang dalam jajaran kepemimpinan, untuk bersama-sama menjalankan roda organisasi pesantren, yang dikenal dengan konsep kepemimpinan kolektif. Perubahan sistem kepemimpinan ini akan mempengaruhi bagaimana ia merumuskan dan mengambil kebijakan-kebijakan yang akan berdampak pada kelangsungan pesantren di masa depan. Kajian ini akan mengupas sistem Kepemimpinan Kolektif dalam Pengambilan Kebijakan di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan.
Dinamika Peninjauan Kurikulum Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal (MDTA) Gontor Lutfi Najamul Fikri
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.934 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.601

Abstract

Abstract: Curriculum as the educational design has a central position in a learning activity. The curriculum greatly influence the success of the process and learning outcomes. Therefore, the curriculum should be developed according to the students environment, the demands of work, the development of today's life and future. According to the importance of the curriculum, this research focuses on the dynamics of curriculum development in MDTA Gontor Mlarak Ponorogo. By using a qualitative approach, this study produced three findings: (1) A review of the curriculum in MDTA Gontor is a strategic implementation to achieve the vision, mission, and goals of the institution. (2) The dynamics of the curriculum since the founding of MDTA Gontor from year to year is evolutionary which takes place gradually. (3) A review of the curriculum in MDTA Gontor consists of three Phase. The first plan includes: the formulation of the vision, mission and objectives, curriculum material selection or determination of the structure of the curriculum. Second, implementation of the curriculum with emphasis on strengthening cognitive (mind) psychomotor (physical) and affective (spiritual) students. Thirdly, evaluation which includes four dimensions: the use of the curriculum by teachers, curriculum design, learning outcomes of students and the curriculum system.Abstrak: Kurikulum sebagai rancangan pendidikan memiliki kedudukan yang sangat sentral dalam sebuah kegiatan pembelajaran. Kurikulum sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses dan hasil belajar. Oleh karena itu, kurikulum hendaknya dikembangkan sesuai dengan lingkungan murid, tuntutan pekerjaan, perkembangan  kehidupan masa kini dan masa yang akan datang. Mengingat pentingnya kurikulum tersebut, penelitian ini memfokuskan pada dinamika pengembangan kurikulum di  MDTA Gontor Mlarak Ponorogo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menghasilkan temuan: (1) Peninjauan kurikulum di MDTA Gontor merupakan implementasi strategi pencapaian visi, misi, dan tujuan lembaga. (2) Dinamika kurikulum sejak tahun berdirinya MDTA Gontor dari tahun ke tahun bersifat evolusioner yang berlangsung secara secara bertahap. (3) Peninjauan kurikulum di MDTA Gontor terdiri dari tiga Tahap. Pertama perencanaan yang meliputi: perumusan visi, misi dan tujuan, pemilihan materi kurikulum atau penetapan struktur kurikulum. Kedua, Pelaksanaan kurikulum dengan menekankan penguatan aspek kognitif (akal) psikomotorik (jasmani) dan afektif (rohani) siswa. Ketiga, evaluasi yang meliputi empat dimensi: penggunaan kurikulum oleh guru, desain kurikulum, hasil belajar peserta didik dan sistem kurikulum.
Manajemen Pendidikan Keterampilan (Vocational Skill) Di MAN Kembangsawit Zumrotul Masruroh
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.813 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.607

Abstract

Abstract: One part of Life Skill concept is strengthening Vocational skills. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun since 2007 has developed a curriculum with vocational skills as added value. The aims of adding vocational skills is to facilitate learners in order to channel the interests and talents. This article discusses the implementation of vocational skills management in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun. From the study and the data analysis is concluded that: 1) Execution vocational skiil a response to the expectations of people who want learners are not only capable in science but also have the skills for the provision of life skills in the community. 2) Management skills education program in MAN Kembangsawit, consists of three phases: planning, implementation, and evaluation.Abstrak: Salah satu bagian dari konsep Life Skill adalah penguatan ketrampilan kerja (Vocational skill). Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun sejak 2007 telah mengembangkan kurikulumnya dengan menyelenggarakan program pendidikan keterampilan (vocational skill). Program Keterampilan ini bertujuan untuk memfasilitasi peserta didik agar dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Artikel ini membahas implementasi manajemen pendidikan kecakapan keterampilan (vocational skill) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun.  Dari kajian dan analisis data disimpulkan bahawa: 1) Pelaksanan vocational skiil merupakan jawaban dari harapan masyarakat yang menginginkan peserta didik tidak hanya mampu dalam  ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki kecakapan ketrampilan untuk bekal kehidupan di masyarakat. 2) Pengelolaan Program pendidikan ketrampilan di MAN Kembangsawit, terdiri dari tiga tahap: Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Pendidikan Keagamaan Islam Dan Manajemen Kenabian Hasbi Indra
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.563 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.602

Abstract

Abstract: Islamic religious education is part of the national education system that play a role in the development of Indonesian nation in the future. Among the variants of Islamic religious education is the education of al-Quran, madrasah diniyah and pesantren. Referring to the quality of national education which is currently at the lowest level under the Southeast Asian countries such as Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam and the Philippines, it can be said the quality of Islamic religious education also can not be said to be satisfactory. Therefore, there should be efforts to improve the quality of religious educational institutions have to be able to compete with the future of education in developed countries. Graduates of Islamic religious education should equip themselves with a vast knowledge, professional attitude and mentally strong. One effort that should be considered in improving the quality of Islamic religious educational institutions is to implement the management of prophethood.Abstrak: Pendidikan keagamaan Islam merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang berperan dalam pembangunan bangasa Indonesia dimasa yang akan datang. Diantara varian pendidikan keagamaan Islam adalah pendidikan al-Quran, madrasah diniyah dan pesantren. Merujuk pada kualitas pendidikan nasional yang saat ini berada di tingkat terbawah di bawah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Filipina, maka dapat dikatakan kualitas pendidikan keagamaan Islam juga belum bisa dikatakan memuaskan. Oleh karena itu perlu ada upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas  lembaga pendidikan keagamaan ini ke depan agar mampu berkompetisi dengan pendidikan di negara-negara maju. Lulusan pendidikan keagamaan Islam harus membekali diri dengan pengetahuan yang luas, sikap profesional dan mental yang kuat. Salah satu upaya yang patut dipertimbangkan dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan keagamaan Islam adalah dengan mengimplementasikan manajemen kenabian.     
Tata Kelola Mahasiswa Terhadap Integritas Akademik Dan Plagiarisme Abid Rohmanu
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.109 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.603

Abstract

Abstract: This research would like to see how the instituion of Postgraduate Program (PPs) STAIN Ponorogo to manage about the scholars academic integrity and plagiarism, and how ideal the respond of PPs STAIN Ponorogo about that scholars’ attitude is. This research is quite important because of many things. First, the scientific writing in short paper (makalah) is the entry point of education and teaching in PT. Second, in other side, PPs STAIN Ponorogo is immediately charged to address and respond an indication of plagiarism di the scholars level, and it needs the research as its basis. This research basically is survey quantitatively toward active scholars in Sharia Economic Study amount of 37 scholars. Instrument used is questionnaire with analysis technique of descriptive statistic. This research concludes that as many as 53% of respondents accustomed to cite exactly what words, phrase, sentence say from reference even though not in the context of direct citation (word for word plagiarism). According to it, so the implication of policy can be taken is socialization about academic integrity in any kind and forum, integrating strict rule about plagiarism in the academic guide, shaping an institution “Language Service (Layanan Bahasa)”, and “ Assembly of Academic Consideration (Majelis Pertimbangan Akademik)” which concern about plagiarism and software of plagiarism detector, and no less important is building academic culture which is full of integrity holistically.Abstrak: Penelitian ini ingin melihat bagaimana pengelolaan mahasiswa PPs STAIN Ponorogo terhadap integritas akademik dan plagiarisme, dan bagaimana idealnya respon kebijakan PPs STAIN Ponorogo terhadap sikap mahasiswa tersebut. Penelitian ini dirasa cukup penting karena beberapa hal. Pertama, penulisan karya ilmiah dalam bentuk makalah merupakan ujung tombak pendidikan dan pengajaran PT. Kedua, di sisi yang lain, PPs STAIN Ponorogo dituntut untuk segera menyikapi dan merespon gejala plagiarisme di tingkat mahasiswa, dan ini membutuhkan penelitian sebagai basisnya. Penelitian ini pada dasarnya adalah penelitian survey yang bersifat kuantitatif terhadap mahasiswa aktif Program Studi Ekonomi Syariah yang berjumlah 37 mahasiswa. Instrumen yang dipakai adalah angket dengan teknik analisis statistik deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebanyak 53% dari responden terbiasa untuk mengutip secara persis kata, frase dan kalimat dari sumber rujukan walaupun bukan dalam konteks kutipan langsung (word for word plagiarism). Berdasar hal tersebut, maka implikasi kebijakan yang bisa diambil adalah sosialisasi tentang integritas akademik dalam berbagai bentuk dan forum, mengintegrasikan aturan tegas tantang plagiarisme dalam pedoman akademik, membentuk lembaga “Layanan Bahasa”, dan “Majelis Pertimbangan Akademik” yang konsen pada persoalan plagiarisme dan penyediaan software pendeteksi plagiarisme, dan yang tidak kalah penting adalah membangun kultur akademik yang penuh integritas secara holistik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10