cover
Contact Name
Erie Hariyanto
Contact Email
erie@iainmadura.ac.id
Phone
+62817311445
Journal Mail Official
alihkam@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Office Faculty of Sharia IAIN Madura Institut Agama Islam Negeri Madura Jl. Raya Panglegur km 04 Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia 69371
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial
Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial is a high-quality open- access peer-reviewed research journal published by the Faculty of Sharia, Institut Agama Islam Negeri Madura, Pamekasan, East Java, Indonesia. The focus is to provide readers with a better understanding of Islamic Jurisprudence and Law concerning plurality and living values in Indonesian and Southeast Asian society by publishing articles and research reports. Al-Ihkam specializes in Islamic Jurisprudence and Indonesian and Southeast Asian Islamic Law and aims to communicate original research and relevant current issues. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. It aims primarily to facilitate scholarly and professional discussion over current developments on Islamic Jurisprudence and Law concerning Indonesian and Southeast Asian plurality and living values. Publishing articles exclusively in English or Arabic since 2018, the journal seeks to expand boundaries of Indonesian Islamic Law discourses to access broader English or Arabic speaking contributors and readers worldwide. Hence, it welcomes contributions from international legal scholars, professionals, representatives of the courts, executive authorities, researchers, and students. Al-Ihkam basically contains topics concerning Jurisprudence and Indonesian and Southeast Asian Islamic Law society. Novelty and recency of issues, however, are the priority in publishing. The range of contents covers established Jurisprudence, Indonesian and Southeast Asian Islamic Law society, local culture, to various approaches on legal studies such as comparative Islamic law, political Islamic Law, and sociology of Islamic law and the likes.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2012)" : 13 Documents clear
MENEROPONG KONSEP PERTUMBUHAN EKONOMI (Telaah atas Kontribusi Sistem Ekonomi Islam atas Sistem Ekonomi Konvensional) Zainal Abidin
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v7i2.334

Abstract

Manusia sebagai makhluk yang memiliki berbagai kebutuhanyang harus dipenuhi untuk mempertahankan kelangsunganhidupnya. Untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan dasartersebut, manusia harus berusaha untuk mendapatkannyamelalui berbagai bidang termasuk di bidang ekonomi. Dalampandangan ekonomi konvensional, pertumbuhan ekonomisecara garis besar ditujukan untuk kesejahteraan materi. Islamjuga memandang bahwa pertumbuhan ekonomi merupakansatu sarana untuk menjamin tegaknya keadilan sosial secarakekal. Faktor-Faktor pertumbuhan ekonomi adalah sumbersumberinvestasi yang identik dengan modal, sumber dayamanusi yang identik dengan tenaga kerja, enterpreneurship (jiwawirausaha) dan kemajuan teknologi. Semua faktor tersebut jugadikenal dalam Islam dan tidak ada pertentangan bahkandukungan dari konsep Islam terhadap faktor-faktor tersebut.Pengukuran pertumbuhan ekonomi dalam ekonomi Islamadalah sama dengan ekonomi konvensional, hanya saja adatambahan unsur Zakat dalam proses perhitungannya GNP.Pertumbuhan ekonomi dalam perspektif Islam harusmemasukkan aspek aksiologis (nilai, moral) agar pertumbuhanekonomi tidak hanya diorientasikan kepada kesejahteraanmateri saja melainkan memasukkan juga aspek ruhaniyah.
PARADIGMA UTILITARIANISTIK DALAM ISTINBÂTH HUKUM ISLAM Ahmad Zayyaduz Zabidi
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v7i2.335

Abstract

Dalam perjalanan sejarahnya, hukum Islam merupakan suatukekuatan yang dinamis dan kreatif. Dengan berlalunya waktu, iakemudian menjelma ke dalam kristalisasi madzhab-madzhabfiqh yang akhirnya mengarah pada penutupan pintu ijtihâd.Tentu saja, penutupan pintu ijtihâd ini secara logis mengarahkankepada kebutuhan taqlid. Keadaan menimbulkan kesadaranpara fuqahâ’ menuju kebutuhan akan pembukaan kembali pintuijtihâd. Dalam pada itu, muncul tiga pendekatan dalam kajiandan istinbâth hukum Islam, yaitu pendekatan tekstualis, liberalis,dan kontekstualis. Pendekatan terakhir ini, yangmengembangkan paradigma utilitarianistik, lahir sebagai akibatkegagalan tektualisme dan kesewenang-wenangan dalampenafsiran al-Qur’ân sebagaimana yang dilakukan oleh kaumliberal. Namun demikian, paradigma utilitarianistik terbagi kedalam dia bagian, yaitu utilitarianistik-literal, yangberpandangan bahwa kemaslahatan selalu ditundukkan dibawah hegemoni teks dan paradigma utilitarianistik-liberalyang memosisikan peran akal secara besar-besar dalammenentukan mashlahah.
ISLAM WAHIDIYAH (Ajaran dan Pengamalan Shalawât Wahidiyah dalam Mainstream Islam Masyarakat Madura) Moh. Zahid
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v7i2.336

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang pokok-pokokAjaran Wahidiyah yang berintikan upaya untuk taqarrub ilaAllâh (pendekatan diri kepada Allah) melalui pengamalanShalawât Wahidiyah karya KH. Abdoel Madjid Ma’ruf,pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo Kediri. Ciri khas ritualpengamalan Shalawât Wahidiyah adalah tangis dalammujâhadah (kesungguhan), nidâ’ (panggilan-menyeru) denganberdiri menghadap empat arah, tasyaffu’ (permohonan syafaat),dan istighrâq (pemusatan pikiran dan perasaan kepada Allah).Pada aspek Ajaran Islam Wahidiyah tidak ditemukan aqîdahyang secara menyakinkan bertentangan dengan syarî'ahmeskipun sebagian kiai mempersoalkan keabsahannya.Sedangkan pada aspek pemahaman dan pengamalannyaditemukan ada penyimpangan dari pokok Ajaran Wahidiyahdan oleh sebagian kiai dan pemuka masyarakat dianggap telahmembahayakan dan bertentangan dengan syarî'ah baik aqidah,amaliyah dan khuluqiyah serta dipandang meresahkanmasyarakat dari sisi ritual pengamalan ajaran maupunterhadap keharmonisan praksis keberagamaan.

Page 2 of 2 | Total Record : 13