cover
Contact Name
Mohammad Subhan Zamzami
Contact Email
mszamzami@iainmadura.ac.id
Phone
+6281232684323
Journal Mail Official
islamuna@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Madura Jalan Raya Panglegur KM. 4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : http://doi.org/10.19105/islamuna
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2020)" : 5 Documents clear
THE CONTEMPORARY THOUGHT ON THE QUR’AN: The Discourse of Muhammad Syahrûr’s al-Kitâb wa al-Qur’ân Eko Zulfikar
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i1.2542

Abstract

New methodologies and approaches in the study of the Qur’an are very much carried out by contemporary reviewers. This is actually influenced by the understanding of the Qur’an which always experiences dynamics in the times. This paper specifically addresses Muhammad Syahrûr’s contemporary thinking about the Qur’an in al-Kitâb wa al-Qur’ân. By descriptive-analytical study, the writer concludes understanding the Qur’an according to Syahrûr can be done by contextualizing the Quranic verses with a linguistic structure and scientific, philosophical, historical, psychological, and sociological approaches. He wants the content of the Qur’an to be in harmony with current social dynamics, the readers always actualize themselves extensively by not resting on the products of classical thought that have been considered established and sacred, and the Qur’an as if it had just been revealed, so that it can deconstruct and reconstruct the scientific knowledge of the Qur’an which has been considered final.[Metodologi dan pendekatan baru dalam studi Al-Qur’an marak dilakukan oleh para pengkaji kontemporer. Hal ini sejatinya dipengaruhi pemahaman tentang Al-Qur’an yang selalu mengalami dinamika dalam perkembangan zaman. Artikel ini secara spesifik mengulas pemikiran kontemporer Muhammad Syahrûr tentang Al-Qur’an dalam al-Kitâb wa al-Qur’ân. Dengan telaah deskriptif-analitis, penulis menyimpulkan bahwa pemahaman Al-Qur’an menurut Syahrûr dapat dilakukan dengan cara mengkontekstualisasikan Al-Qur’an dengan struktur linguistik serta pendekatan saintifik, filosofis, historis, psikologis, dan sosiologis. Dia menginginkan kandungan Al-Qur’an selaras dengan dinamika sosial kekinian, para pembaca senantiasa mengaktualisasikan diri secara ekstensif dengan tidak berpijak pada produk pemikiran Islam klasik yang telah dianggap mapan dan sakral, dan memosisikan Al-Qur’an seakan-akan baru saja diwahyukan, sehingga dapat mendekonstruksi sekaligus merekonstruksi tradisi keilmuan Al-Qur’an yang selama ini telah dianggap final]
ISLAMIZATION, SHIA, AND IRAN: The Historical Background of Shia-Iran Sensitive Issues Arafah Pramasto
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i1.2629

Abstract

After the Syrian civil war broke out in the year 2011, many news outlets around the world have accused the Iranian Shia regime of interfering in the region by means of promoting sectarian violence. The chain of issues can be tracked back to emergence of Iran as an Islamic Republic in 1979 after which many countries including Pakistan and Indonesia feared revolutions like Iran. This resulted in negative perceptions of the Iranian regime. This Research shows that negative perceptions about the current Iranian regime among many Sunnite-Majority countries exist because of past conflicts between the Sunnite and the Shia. Islamization of present-day Iran or Persia in the past along with spread of Islam in Iran by Arabs in the early days of Islam has always caused conflicts between Arabs and Persians e.g. Shiasization of Persia under Shah Ismail I of Safavid Dynasty and atrocities against Sunnis.[Setelah perang saudara Suriah pecah pada tahun 2011, banyak outlet berita di seluruh dunia menuduh rezim Syiah-Iran mencampuri wilayah tersebut dengan cara mempromosikan kekerasan sektarian. Rantai masalah dapat dilacak kembali pada kemunculan Iran sebagai Republik Islam pada tahun 1979 setelah banyak negara, termasuk Pakistan dan Indonesia, takut pada revolusi seperti Iran. Ini menghasilkan persepsi negatif tentang rezim Iran. Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi negatif tentang rezim Iran saat ini di antara banyak negara mayoritas Suni ada karena konflik masa lalu antara Suni dan Syiah. Islamisasi Iran di masa kini atau Persia di masa lalu yang bersamaan dengan penyebaran Islam di Iran oleh orang Arab di masa awal Islam selalu menyebabkan konflik antara orang Arab dan Persia seperti Syiasisasi Persia di bawah Shah Ismail I dari Dinasti Safawi dan kekejaman terhadap orang-orang Suni]
INTERNALIZATION OF MODERATE VALUES OF ISLAM IN THE DEVELOPMENT OF COMMUNITY–BASED VILLAGE COMMUNITY LITERATION: A Case Study of Kita Belajar Mandiri Literacy Community Ahmad Sholeh; Sigit Priatmoko
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i1.2762

Abstract

This study aims to comprehensively reveal the construction of moderate values of Islam developed by Kita Belajar Menulis (KBM) literacy community in Bojonegoro and how these values were internalized to their members. This research employed a case study design. Data were collected using observation, interviews, and documentation techniques. The data collected was analyzed using an interactive analysis model that included data collection, data reduction, data display, and concluding. The results showed that the moderate values of Islam developed by KBM in Bojonegoro were based on equality values. Then it developed into pluralism, authenticity, brotherhood, tolerance, and progressiveness. To internalize these values, KBM used four strategies that included giving reinforcement, modeling, habituation, and discussion, so that the moderate values of Islam are properly internalized.[Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara komprehensif konstruksi nilai-nilai moderat Islam yang dikembangkan oleh komunitas literasi Kita Belajar Menulis (KBM) di Bojonegoro dan bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasikan kepada anggotanya. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderat Islam yang dikembangkan oleh KBM di Bojonegoro berlandaskan pada nilai kesetaraan. Kemudian berkembang menjadi pluralisme, autentisitas, persaudaraan, toleransi, dan progresif. Untuk menginternalisasikan nilai-nilai tersebut, KBM menggunakan empat strategi yang meliputi pemberian reinforcement, modeling, pembiasaan, dan diskusi, sehingga nilai-nilai moderat Islam terinternalisasi dengan baik]
ISLAMIC EDUCATION IN INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0 ERA: Considering Fazlur Rahman’s Thought about Islamic Education Modernization Imron Maulana
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i1.3012

Abstract

Islamic education always intersects with the movement of dynamic times. Islamic education is currently in the industrial revolution 4.0 era. which involves industrial competition. With cyber-based, this competition makes Islamic education at a crossroads. This article efforts to express the thought of Islamic education by considering Fazlur Rahman’s thought and its relevance to education in the industrial revolution 4.0 era. With the descriptive-analysis method, this article shows that Fazlur Rahman is concerned about strengthening the education system and strengthening the quality of Islamic education output through the renewal of Islamic education. Islamic education must be able to answer the needs in modernity, because surviving the old tradition is an intellectual suicide process, so that it is relevant to the industrial revolution 4.0 era.[Pendidikan Islam selalu bersinggungan dengan gerak zaman yang dinamis. Pendidikan Islam saat ini berada pada era revolusi industri 4.0. yang melibatkan persaingan industri. Dengan berbasis cyber, persaingan ini membuat pendidikan Islam berada pada persimpangan jalan. Artikel ini berupaya mengungkapkan pemikiran pendidikan Islam Fazlur Rahman dan relevansinya dengan pendidikan di era revolusi industri 4.0. Dengan metode analisis-deskriptif, artikel ini menunjukkan bahwa Fazlur Rahman memerhatikan penguatan sistem pendidikan serta penguatan kualitas output pendidikan Islam melalui pembaharuan pendidikan Islam. Pendidikan Islam harus mampu menjawab kebutuhan zaman, karena bertahan pada tradisi lama merupakan proses bunuh diri intelektual, sehingga ia relevan dengan era revolusi industri 4.0]
ISLAMIC ECONOMICS AND PARTIAL–TOTAL RELIGIOSITY: A Case Study of Majlis Taklim in Banjarmasin Muhammad Syarif Hidayatullah
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i1.3308

Abstract

In Banjarmasin, most of majlis taklim are dominated by the study of sufism. If there is a discussion of fiqh (Islamic jurisprudence), it is more inclined about fiqh al-‘ibâdah (fiqh of worship). Meanwhile fiqh al-mu‘âmalah (fiqh of social interaction) is not a study that is considered important, so that the majlis taklim by the study fiqh al-mu‘âmalah are few. Based on participant observation, there are two majlis taklims who carry out da’wa of islamic economics through the study fiqh al-mu‘âmalah, they are Darul Ma‘arif and Ar-Rahmat. Using interactive data analysis, this field research indicates that the two majlis taklims carry out da‘wa of islamic economics by presenting fiqh al-mu‘âmalah contemporary material through a discussion of mu‘âmalah which is associated by economic issues and modern financial. Considering that study fiqh al-mu‘âmalah is still few, it is necessary to initiate transformative da‘wa as an effort to build a comprehensive Islamic paradigm including worship and social interaction, so that the partial religiousity phenomenon in Banjarmasin become a total religiousity.[Majlis taklim di Kota Banjarmasin didominasi materi pengajian sufism. Jika ada pembahasan fikih, ia lebih cenderung kepada pembahasan fikih ibadah. Sedangkan fikih muamalah tidak menjadi kajian yang dianggap penting, sehingga majlis taklim dengan kajian fikih muamalah (fikih ekonomi syariah) terbatas. Berdasarkan observasi partisipan, ada dua majlis taklim yang melaksanakan dakwah ekonomi syariah melalui pengajian fikih muamalah, yaitu Majlis Taklim Darul Ma‘arif dan Majlis Taklim Ar-Rahmat. Penelitian lapangan yang menggunakan analisis data interaktif ini menunjukkan bahwa dua majlis taklim tersebut melaksanakan dakwah ekonomi syariah dengan penyajian materi fikih muamalah kontemporer melalui pembahasan muamalah yang dikaitkan dengan isu-isu ekonomi dan keuangan modern. Karena pengajian fikih muamalah masih sedikit, dakwah transformatif perlu digagas sebagai upaya membangun paradigma Islam komprehensif yang mencakup ibadah dan muamalah, sehingga fenomena religiusitas parsial di Banjarmasin berubah menjadi religiusitas total] 

Page 1 of 1 | Total Record : 5