Ahmad Sholeh
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTERNALIZATION OF MODERATE VALUES OF ISLAM IN THE DEVELOPMENT OF COMMUNITY–BASED VILLAGE COMMUNITY LITERATION: A Case Study of Kita Belajar Mandiri Literacy Community Ahmad Sholeh; Sigit Priatmoko
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i1.2762

Abstract

This study aims to comprehensively reveal the construction of moderate values of Islam developed by Kita Belajar Menulis (KBM) literacy community in Bojonegoro and how these values were internalized to their members. This research employed a case study design. Data were collected using observation, interviews, and documentation techniques. The data collected was analyzed using an interactive analysis model that included data collection, data reduction, data display, and concluding. The results showed that the moderate values of Islam developed by KBM in Bojonegoro were based on equality values. Then it developed into pluralism, authenticity, brotherhood, tolerance, and progressiveness. To internalize these values, KBM used four strategies that included giving reinforcement, modeling, habituation, and discussion, so that the moderate values of Islam are properly internalized.[Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara komprehensif konstruksi nilai-nilai moderat Islam yang dikembangkan oleh komunitas literasi Kita Belajar Menulis (KBM) di Bojonegoro dan bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasikan kepada anggotanya. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderat Islam yang dikembangkan oleh KBM di Bojonegoro berlandaskan pada nilai kesetaraan. Kemudian berkembang menjadi pluralisme, autentisitas, persaudaraan, toleransi, dan progresif. Untuk menginternalisasikan nilai-nilai tersebut, KBM menggunakan empat strategi yang meliputi pemberian reinforcement, modeling, pembiasaan, dan diskusi, sehingga nilai-nilai moderat Islam terinternalisasi dengan baik]
Manajemen Pendidikan Islam Dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mengurangi Pengangguran: Studi Kasus di Rumah Gemilang Indonesia Yogyakarta Ceni Amalia Ayu Lestari; Akhmad Fatkhul Wahhab; Figo Zulfan Alfaraby; Ahmad Sholeh
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3308

Abstract

Membangun pendidikan yang sesuai harapan dan tujuannya, diperlukan manajemen pendidikan yang tepat dalam pengelolaan. Untuk menganalisis manajemen yang ada di dalamnya, peneliti menggunakan teori manajemen dari Deming, yakni PDCA (Plan, Do, Check,Act) dengan berdasarkan manajemen pendidikan Islam. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis manajemen pendidikan Islam dalam program pemberdayaan di RGI Yogyakarta sehingga dapat mengurangi pengangguran. Dimana dalam penelitian ini diharapkan menambah wawasan, serta menjadi contoh bagi lembaga lain, untuk ikut serta memerdayakan masyarkat sekitar. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menggunakan struktur manajemen sebagai subjek penelitian di Rumah Gemilang Indonesia Yogyakarta, seperti; kepala/pimpinan lembaga, tenaga didik, guru Pengampu, guru keagamaan, siswa, dan alumni. Teknik yang digunakan dalam menentukan subjek penelitian, menggunakan Purposive Sampling yang diikuti dengan Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menjelaskan bahwa manajemen pendidikan Islam yang diterapkan di Rumah Gemilang Indonesia Yogyakarta, dapat dikategorikan baik. Hal ini dilihat dari Input, Proses, Output, Outcame, dan Impact yang ada di lembaga tersebut. Program yang terdapat di RGI Yogyakarta terbukti mengurangi pengangguran, serta sesuai dengan visi misi yang dijalankan. Berdasarkan penelitian, program ini dapat menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan dalam keterampilan, berakhlak mulia, serta siap berusaha dan mandiri.
Strategi Guru Dalam Mengembangkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran SKI Melalui Metode Cooperative Script di Kelas III MI Hidayatul Anam Pamekasan Ach. Khoiril Anam; Akhmad Nurul Kawakip; Ahmad Sholeh
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4866

Abstract

Students’ learning interest plays an important role in achieving effective learning outcomes, particularly in Islamic Cultural History (SKI) subjects at the Madrasah Ibtidaiyah level. This study aims to analyze teachers’ strategies in developing students’ learning interest through the implementation of the Cooperative Script method in the third grade of MI Hidayatul Anam Pamekasan. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects consisted of one teacher and third-grade students selected purposively. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through triangulation techniques. The results showed that the teacher’s strategies were implemented through three stages: planning, implementation, and evaluation. In the planning stage, the teacher prepared learning tools adjusted to students’ characteristics. In the implementation stage, the teacher combined the lecture method with the Cooperative Script method to encourage active and participatory learning. In the evaluation stage, the teacher assessed both the learning process and outcomes comprehensively. The application of the Cooperative Script method created an active, interactive, and communicative learning environment, which contributed to increasing students’ learning interest, as reflected in their attention, participation, enthusiasm, and self-confidence. However, challenges such as differences in students’ abilities and limited instructional time were identified. In conclusion, the teacher’s strategy through the Cooperative Script method is effective in enhancing students’ learning interest and can be used as an alternative instructional strategy in SKI learning at the elementary level.