cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
ISSN : 08520720     EISSN : 25023616     DOI : 10.30821
MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman is a peer reviewed academic journal, established in 1976 as part of the State Islamic University of North Sumatra Medan (see: video), dedicated to the publication of scholarly articles in various branches of Islamic Studies, by which exchanges of ideas as research findings and contemporary issues are facilitated. MIQOT is accredited as an academic journal by the Ministry of Education and Culture, Republic of Indonesia (SK Dirjen Dikti No. 040/P/2014) valid through February 2019. Miqot welcomes contributions of articles in such fields as Quranic Studies, Prophetic Traditions, Theology, Philosophy, Law and Economics, History, Education, Communication, Literature, Anthropology, Sociology, and Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 42, No 1 (2018)" : 12 Documents clear
INTEGRATION OF ISLAM AND LOCAL CULTURE: Tandhe’ in Madura Mohammad Hidayaturrahman
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v42i1.477

Abstract

Abstract: Religion with culture often has a collision. But in Madura, between religion and culture can walk together. This research analyzes how the integration between local culture in Madura especially tandhe’ culture with Islam, as well as what role local actors in realizing a harmonious life. The theory used in this research is the theory of cultural integration of Emile Durkheim. This research method using phenomenology, with descriptive qualitative approach. This research was conducted by observation and interview. There is an integration between Muslims and the local culture of tandhe’, in the form of presenting a culture of tandhe’ in marriage activities conducted in an Islamic way. There is the role of actors in creating a harmonious life between Muslims and the culture of tandhe’, ranging from religious leaders, and people involved in tandhe’.Abstrak: Integrasi Islam dengan Budaya Lokal: Tandhe’ in Madura. Agama dengan budaya seringkali mengalami benturan. Tetapi di Madura, antara agama dengan budaya bisa berjalan bersama. Penelitian ini menganalisis bagaimana integrasi antara budaya lokal di Madura khususnya budaya tandhe’ dengan Islam, serta seperti apa peran aktor lokal dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori integrasi budaya Emile Durkheim. Metode penelitian ini menggunakan fenomenologi (phenomenology), dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengamatan/observasi dan wawancara. Ditemukan adanya integrasi antara kaum Muslim dengan budaya lokal tandhe’, dalam bentuk menghadirkan budaya tandhe’ dalam kegiatan pernikahan yang dilakukan secara islami. Ada peran para aktor dalam menciptakan kehidupan harmonis antara kaum Muslim dengan budaya tandhe’, mulai dari tokoh agama dan orang-orang yang terlibat di dalam tandhe’.Keywords: local culture, integration, harmonious, Madura, tandhe’
FATWA METHODOLOGY OF NATIONAL SHARIA BOARD OF INDONESIAN ULAMA COUNCIL IN ISLAMIC ECONOMICS Iiz Izmuddin
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v42i1.499

Abstract

Abstract: This study aims to find out the methodology of DSN-MUI fatwa in response to the problems of Muslims in Indonesia related to economy. The DSN-MUI comes by issuing its fatwa with a distinctive fatwa methodology, called mutawassitah (moderation) between the mutasâhil (liberal) method and the mutasyaddid (textualist) method. There are about 116 fatwas issued by DSN-MUI from 2000 to present time (2017). The first fatwa on Giro 01/DSN-MUI/IV/2000 and the latest fatwa No. 116/DSN-MUI/II/2017 on Uang Elektronik Syariah. The approach in this study is the mashlahah approach, the jurisprudence (fiqh) principles and madhhab comparison especially mutasyaddid (texstualist) and mutasâhil sects (liberal). This study concludes that the methodology of the DSN-MUI fatwa declaring with moderation methodology is in fact closer to the mazhab of mutasâhil even though the approach of fiqhiyah approaches more closely to the textualist but the subtance is closer to the madhhab mutasâhil.Abstrak: Moderasi Metodologi Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dalam Perkembangan Ekonomi Syariah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui model metodologi fatwa DSN-MUI dalam menjawab persoalan umat Islam di Indonesia yang berkaitan dengan ekonomi. DSN-MUI hadir dengan mengeluarkan fatwanya dengan metodologi fatwa yang khas, yaitu dengan jalan mutawassitah (moderasi) antara metode mutasâhil (liberal) dan metode mutasyaddid (tekstualis). Ada sekitar 116 fatwa yang dikeluarkan oleh DSN-MUI dari tahun 2000 sampai sekarang (2017). Fatwa pertama tentang Giro bernomor 01/DSN-MUI/IV/2000 dan fatwa terakhir bernomor 116/DSN-MUI/II/2017 tentang Uang Elektronik Syariah. Pendekatan dalam studi ini adalah pendekatan mashlahah, kaidah-kaidah fikih dan perbandingan mazhab terutama mazhab mutasyaddid (tekstualis) dan mazhab mutasâhil (liberal). Studi ini menyimpulkan bahwa metodologi fatwa DSN-MUI yang mendeklarasikan dengan metodologi moderasi, kenyataannya lebih mendekati kepada mazhab mutasâhil walaupun proses pendekatan fiqhiyah lebih mendekati mazhab tekstualis, akan tetapi subtansinya lebih mendekati mazhab mutasâhil.Keywords: moderation, fatwa, DSN-MUI, Islamic economic
GATHER THE SCATTERED IN KAILI LAND: Pluralism, Religiosity, and Integration of Central Sulawesi Society Andriansyah Andriansyah; Syakir Mahid; Ismail Suardi Wekke
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v42i1.523

Abstract

Abstract: Based on the ethnic division of the population, Central Sulawesi Province consists of 12 ethnics groups “original,” and many tribal immigrants such as Bugis, Makassar, Java, Bali, and other tribes that have implications for the differentiation of indigenous communities and immigrant communities. The diversity of the tribes is also accompanied by the diversity of their historical background, religion, and culture which might cause friction one another. Based on the existing historical reality, it is showed that the Central Sulawesi region is often hit by ethnic, economic, and religious violences with different intensity. If the diversity among the people of Central Sulawesi is not properly managed, it can lead to disintegration. This article would identify the existence of the plural society in Central Sulawesi and try to formulate the integration efforts of the people of Central Sulawesi.Abstrak: Mengumpul yang Berserak: Pluralisme, Religiositas, dan Integrasi Masyarakat Sulawesi Tengah. Berdasarkan pembagian etnis penduduk, Provinsi Sulawesi Tengah terdiri atas dari 12 etnis asli, dan banyak juga suku pendatang seperti Suku Bugis, Makassar, Jawa, dan Bali yang berimplikasi pada diferensiasi masyarakat asli dan masyarakat pendatang yang berpotensi menimbulkan gesekan antara satu dengan lainnya. Realitas historis menunjukkan bahwa wilayah Sulawesi Tengah sering dilanda kekerasan bermotif etnis, ekonomi dan agama dengan intensitas yang berbeda-beda. Keanekaragaman pada masyarakat Sulawesi Tengah, apabila tidak ditata dengan baik dapat mengakibatkan disintegrasi. Tulisan bertujuan menganalisis keberadaan masyarakat plural Sulawesi Tengah dan mencoba merumuskan upaya integrasi masyarakatnya.Keywords: pluralism, religiosity, Central Sulawesi, integration
DISKURSUS DAN KRITIK TERHADAP TEOLOGI PLURALISME AGAMA DI INDONESIA Ahmad Khoirul Fata
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v42i1.393

Abstract

Abstrak: Klaim kebenaran mutlak dalam agama sering dianggap sebagai sebab konflik dan kekerasan bernuansa agama. Anggapan ini kemudian melahirkan perlunya penyebaran gagasan pluralisme agama di tengah umat beragama, khususnya umat Islam. Sebagai puncak dari tiga sikap beragama, pluralisme diyakini mampu mem-bawa umat beragama ke kehidupan yang damai dan harmonik karena meyakini adanya kebenaran dalam setiap agama dan keyakinan yang ada. Namun persebaran gagasan ini mengalami kontroversi dan penolakan dari kalangan agamawan sendiri sehingga menjadi tidak efektif dan mengalami titik balik. Tulisan ini mencoba melihat secara kritis gagasan pluralisme agama dan membangun perspektif baru bahwa untuk menjalin harmoni hidup beragama tidak harus meyakini keberadaan kebenaran pada agama dan keyakinan lain. Sikap beragama yang eksklusif juga potensial menjadi dasar hidup harmoni karena sesungguhnya agama (Islam) telah menyiapkan seperangkat doktrinal agar umatnya tetap ramah dan hidup damai bersama umat lain dengan tetap meyakini eksklusivitas kebenaran Islam.Abstract: Discourse and Critique of Religious Pluralism Theology in Indonesia. The claim of absolute truth of religions is usually considered as the cause of social conflict and violence. From this assumption, many scholars think that we need to spread a religious pluralism theology to the religious communities, especially to Muslim society. As the apex of three religious attitudes, they believe that religious pluralism could make peace and harmony interaction among religious communities. Because of pluralism theology contains a faith that every religions inherent in it equal truth. But the dissemination of religious pluralism was oppossed by religious scholars (theologians), and become controversial within society. This article propose to build a new paradigm in religions theology. This research argues that community can live harmoniously with the others, and at the same time, they believe constantly in absolute truth of their religions. I call this as a exclusive-tolerant theology. In addition, the author argues that Islam has potencies to be an exclusive-tolerant religion, since Islam have given theological basis to harmonious life with different religious groups.Kata Kunci: teologi, agama-agama, pluralisme, eksklusivisme, relativisme
GERAKAN KEAGAMAAN DAN PETA AFILIASI IDEOLOGIS PENDIDIKAN ISLAM DI LOMBOK Saparudin Saparudin
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v42i1.506

Abstract

Abstrak: Pendidikan Islam yang sejatinya menjadi wadah keilmuan cenderung lebih merepresentasikan gerakan keagamaan yang menaunginya. Kondisi ini membawa madrasah dan sekolah Islam sebagai instrumen untuk memperkuat eksistensi dan ideologi masing-masing. Kecenderungan ini bersamaan dengan demokratisasi yang dijalankan sejak reformasi 1998, di mana gerakan keagamaan memperoleh ruang dan momentum. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan kecenderungan dinamika pendidikan Islam di Lombok yang direpresentasikan oleh tiga gerakan keagamaan, masing-masing Nahdlatul Wathan, Muhammadiyah dan Salafi. Sesuai fokus kajian, dipandang relevan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis dijadikan sebagai cognitive framework dalam analisis hasil penelitian. Studi ini mem-buktikan bahwa hubungan kelompok keagamaan dengan pendidikan bersifat dialektis. Keragaman gerakan keagamaan menentukan corak ideologis pendidikan Islam. Sebaliknya, pendidikan Islam berkontribusi dalam memperkuat perbedaan dan jarak antar kelompok keagamaan.Abstract: Religious Movement and Ideological Afiliation of Islamic Education in Lombok. Islamic education as scientific means tend to represent more as Islamic movement that supervise them. This problem bring madrasah and Islamic education as the instrument to strengthening their existence and ideology respectively. The fenomena is a long with a democratication which began since reformation era in 1998, wherein Islamic movement gained space and momentum. The aim of this paper is to analyse and map the dynamics of Islamic education in Lombok represented by such three religious movements, as Nahdlatul Wathan, Muhammadiyah and Salafi. This study utilizes qualitative methode with a sociological approach as cognitive framework. This paper argues that the relationship between the Islamic groups with Islamic education is dialectis. The diversity of religious movements determines the ideological pattern of Islamic Education. Conversely, Islamic education contributes to strengthening differences and distance between among denominations.Kata Kunci: Nahdlatul Wathan, Muhammadiyah, Salafi, pendidikan Islam, Lombok
TAFSIR TARJUMÂN AL-MUSTAFÎD KARYA ‘ABD AL-RAUF AL-FANSHURI: Diskursus Biografi, Kontestasi Politis-Teologis dan Metodologi Tafsir Arivaie Rahman
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v42i1.419

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengkaji tafsir Tarjumân al-Mustafîd karya ‘Abd al-Rauf al-Fanshuri. Penelitian ini difokuskan pada surah al-Fâtihah dan surah al-Baqarah yang menghabiskan setidaknya lima puluh halaman dari tafsir Tarjumân al-Mustafîd. Pendekatan deskriptif dan kuantitatif dalam penelitian ini sangat perlu dilakukan untuk menggapai hasil yang tepat sesuai dengan fakta dan realitas yang ada. Tafsir ini ditulis ketika ‘Abd al-Rauf menduduki jabatan mufti di kerajaan Aceh yang waktu itu dipimpin oleh empat orang sultanah secara bergantian. Meskipun begitu, hampir dapat dikatakan nuansa politis itu tidak meresap ke dalam penafsirannya. Sisi keunikan tafsir ‘Abd al-Rauf ini, ia sangat kontiniu dalam menggunakan kata kunci tertentu untuk mengawali sebuah penafsiran, ditambah lagi dengan bahasa dan aksara yang melekat dalam tafsir semakin menambah kekayaan khazanah tafsir Nusantara yang jarang dimiliki oleh tafsir lain.Abstract: ‘Abd al-Rauf al-Fanshuri’s Tarjumân al-Mustafîd: Biography, Political and Theological Contestation and Tafsir Methodology. This article is an attempt to provide insight to the reader on the interpretation of Tarjumân al-Mustafîd by ‘Abd al-Rauf al-Fanshuri focusing on the sura al-Fâtihah and sura al-Baqarah which consumes at least fifty pages of the Tarjumân al-Mustafîd tafsir. This commentary was written when ‘Abd al-Rauf assumed the position of mufti in the kingdom of Atjeh, which was then led by four sultanahs in turn, although, it is almost arguable that the political nuance did not seep into his interpretation. The unique aspect of the interpretation of ‘Abd al-Rauf, he constantly uses certain keywords to start an interpretation, coupled with the language and script inherent in the interpretation increasing the wealth of the wealth of interpretation of the Nusantara that is rarely owned by other exegetes.Kata Kunci: Nusantara, Aceh, tafsir, ‘Abd al-Rauf al-Fanshuri, Tarjumân al-Mustafîd
CILUKBA: Popular Learning dan Akhlak Inklusif dalam Majalah Anak Islam Okta Nurul Hidayati
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v42i1.500

Abstract

Abstrak: Tulisan ini merupakan upaya untuk memahami pola pendidikan Islam sehari-hari dalam rubrik majalah Cilukba. Pendidikan Islam yang diajarkan di sekolah selama ini cenderung dengan doktrinasi buku-buku pelajaran. Sementara di luar sekolah, media populer berkembang pesat seperti Cilukba sebagai representasi majalah anak Islam yang inklusif yang dapat menjadi alternatif media pembelajaran keseharian untuk anak-anak. Namun, di sisi lain majalah Cilukba dapat mengkonstruksi doktrin baru bagi anak. Tulisan ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan teknik analisis konten majalah Cilukba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah Cilukba berisi materi-materi pembelajaran Islam keseharian seperti pembela-jaran adab, akhlak dan keteladanan yang tergambarkan dalam rubrik-rubrik dalam majalah, dengan tampilan desain yang modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa majalah Cilukba mengkonstruksi pendidikan melalui visualisasi idealisme Islam. Pemahaman terhadap isi rubrik Cilukba memberikan edukasi alternatif yang ber-gandengan tangan dengan pendidikan formal Islam di Indonesia.Abstract: Cilukba: Popular Learning and Inclusive Character in Muslim Child Magazine. This paper is an effort to understand the pattern of daily Islamic education Cilukba magazine. Islamic education in Indonesia has continuously taught students in the schools by providing the doctrines of textbooks, whereas popular media significantly increases such as Cilukba that represents Islamic children magazine. On one hand, the existence of Cilukba magazine can be an alternative media for daily learning for children, on the the other hand, however, it might construct a new doctrine for children. This paper uses a qualitative descriptive approach with content analysis techniques Cilukba magazine. The results showed that Cilukba magazine contains daily Islamic learning materials, such as learning adab, morals and exemplary are described in the rubrics in the magazine, with a modern design look. The author argues that Cilukba magazine constructs education through visualizing of Islamic idealism. In addition, Cilukba rubrics provides an alternative education which run hand in hand with formal Islamic education in Indonesia. Kata Kunci: pendidikan, majalah, anak, agama, akhlak
WACANA ISLAMOPHOBIA DAN PERSEPSI TERHADAP ISLAM INDONESIA MELALUI STUDI BAHASA DI KALANGAN MAHASISWA POLANDIA Jauharoti Alfin; Ach. Muhibbin Zuhri; Zudan Rosyidi; Dorotea Moni Stelmachowska
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v42i1.547

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengkaji persepsi mahasiswa Adam Mickiewicz of University tentang Islam di Indonesia. Pengetahuan menjadi variabel yang berperan dalam mempersepsikan Islam di Indonesia melalui proses perkuliahan BIPA. Melalui keterampilan berbahasa Indonesia, mahasiswa ini memiliki kemampuan memperoleh informasi yang pada akhirnya membentuk pengetahuan tentang Islam Indonesia. Kombinasi antara pengetahuan dan bahasa inilah yang menjadikan ide dan gagasan mereka tentang Islam di Indonesia, baik lisan maupun tulisan, dapat terbaca dan dianalisis oleh penulis. Secara implisit ancangan analisis wacana kritis digunakan sebagai kerangka untuk mengembangkan tulisan ini. Pendekatan ini menempatkan teks berbahasa tidak dalam kerangka interpretif namun lebih bersifat kontekstual.Abstract: Islamophobia Discourse and Perceptions of Indonesian Islam Through Language Studies among Polish Students. This article analyzes the perception of Adam Mickiewicz of University students about Islam in Indonesia. Knowledge becomes a variable that plays an important role in perceiving Islam in Indonesia through BIPA lecture process. With Indonesian language skills, this student has the ability to obtain information that ultimately forms the knowledge of Indonesian Islam. The author analyzes the combination of knowledge and language both oral and written that he claims to have contributed to the creation of ideas as well as ideas about Islam in Indonesia. The Critical Discourse Analysis is implicitly used as a framework for developing this paper. This approach places language texts not in an interpretive framework but rather in a more contextual character.Kata Kunci: Islamophobia, Islam Indonesia, mahasiswa Polandia
KONSTELASI KUASA TUBUH PEREMPUAN DALAM PENGUJIAN UUP NO. 1 TAHUN 1974: Analisa Dekonstruksi Pemikiran Islam Mohammed Arkoun Masthuriyah Sa'dan
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v42i1.402

Abstract

Abstrak: Tulisan ini merupakan kajian atas penjelasan Majelis Ulama Indonesia ketika pengajuan uji materi UUP No. 1 tahun 1974 ke Mahkamah Konstitusi untuk merevisi usia minimum perkawinan perempuan dari 16 tahun menjadi 18 tahun. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mendekonstruksi keterangan MUI dalam pengujian UUP No. 1 Tahun 1974. Kajian dalam tulisan ini adalah kajian pustaka dan menggunakan pendekatan epistemologi Islam analisa dekonstruksi Mohammed Arkoun. Hasil kajian menemukan bahwa alasan MUI terkait konsep balig yang merupakan pandangan fikih Imam Syâfi‘i memiliki dua maksud keinginan, yaitu keinginan yang tidak terkatakan oleh institusi MUI adalah laki-laki ingin menjadi yang superior di atas perempuan. Sedangkan keinginan yang terkatakan adalah MUI membawa argumentasi agama dalam hal ini fikih Imam Syâfi‘i untuk menguatkan pandangan dalam penjelasan uji materi di Mahkamah Konstitusi. Abstract: The Constellation of Woman Power in Judicial Review of Marriage Law No. 1 of 1974: Constructional Analysis of Mohammed Arkoun’s Islamic Thought. This paper analyzes about Indonesian Ulama Council explanation in testing a judicial review of UUP No. 1 of 1974 to the Constitutional Court to revise the minimum age of women marriage from 16 years to 18 years. The formulation of the problem in this research is how to deconstruct MUI information in the testing of UUP No. 1 of 1974. The study in this paper is a literature review using the Islamic epistemology approach of deconstruction analysis Mohammed Arkoun. The study finds that the reason for the MUI related to the concept of bâligh which is the view of fiqh of Imam Shâfi‘i has two intentions. First, the unspeakable desire by the institution of the MUI that men want to be superior over women. Second, while the stated wish is that MUI brings religious argument in this case uses Imam Shâfi‘i’s fiqh to strengthen the view in the explanation of material testing in the Constitutional Court.Kata Kunci: perempuan, Arkoun, MUI, hukum, undang-undang
PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEBANGSAAN: Studi Tentang Buku al-Difâ‘ ‘ani al-Wathân min Ahammi al-Wâjibât ‘ala Kulli Wâhidin Minnâ Karya Kiai Muhammad Said Rustam Ibrahim
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v42i1.489

Abstract

Abstrak: Kelompok radikal kerap menyerang ormas Islam yang tidak sependapat dengan mereka, termasuk pesantren. Pemahaman kebangsaan pesantren dengan kaum radikal bertolak belakang. Kaum radikal anti nasionalisme, sedangkan pesantren sangat erat dengan nasionalisme. Dalam hal ini, Pesantren Lirboyo memiliki sebuah kitab yang berjudul al-Difâ‘ ‘ani al Wathân min Ahammi al-Wâjibât ‘ala Kulli Wâhidin Minnâ. Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang konsep, aplikasi, dan urgensi pendidikan kebangsaan pada kitab tersebut. Berdasarkan penelitian, konsep pendidikan kebangsaan adalah media dan sarana untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Aplikasi pendidikan kebangsaan adalah menerapkan kaidah pendidikan kebangsaan, yaitu memperkokoh persatuan, memperkuat keamanan, menegakkan kemaslahatan, dan menanamkan rasa cinta tanah air.Abstract: Pesantren and Education of Nationality: Study Against al-Difâ‘ ‘ani al Wathân min Ahammi al-Wâjibât ‘ala Kulli Wâhidin Minnâ by Kiai Muhammad Said. Radical group often attacks against Islamic organizations that disagree with them, including pesantren. The understanding of pesantren with radical groups in the concept of nationality is contradictory. Radical group is anti nationalism, while pesantren is very close with nationalism. In this case, Pesantren Lirboyo has a book entitled al-Difâ‘ ‘ani al Wathân min Ahammi al-Wâjibât ‘ala Kulli Wâhidin Minnâ. This paper is the result of a research on the concept, application, and urgency of nationality education in the book of al-Difâ‘. Based on the research, the concept of nationality education is the media to maintain the unity of the Unitary State of the Republic of Indonesia. The application of nationality education is applying the rules of nationality education, namely strengthening unity, strengthening security, upholding benefits, and instilling a sense of loving the homeland.Kata Kunci: radikalisme, negara, politik, pendidikan, pesantren

Page 1 of 2 | Total Record : 12