cover
Contact Name
Moh Syahri Sauma
Contact Email
syahrima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
annidasby@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/I. Kec Mulyorejo. Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25984012     EISSN : 23546328     DOI : -
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2017): September" : 6 Documents clear
Stigma Islam Dalam Pemberitaan Terorisme Ali Nurdin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya wacana stigma Islam sebagai agama terorisme di media massa pasca kasus Bom Mega Kuningan Jakarta 17 Juli 2009. Wacana ini terus berkembang dan meresahkan masyarakat, khususnya masyarakat Islam yang terkesan disudutkan sebagai teroris. Berawal dari permasalahan ini, peneliti mencoba melakukan penelitian terhadap teks berita koran sebagai salah satu jenis media massa. Dalam hal ini adalah koran Jawa Pos dan Kompas keduanya merupakan koran berskala Nasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui bagaimana stigma Islam dikonstruksi oleh Harian Jawa Pos dan Kompas dalam pemberitaan tentang terorisme selama tanggal 18 Juli 2009 hingga 18 Agustus 2009. Selain itu, penelitian ini juga menjawab perbedaan konstruksi berita terorisme antara Harian Jawa Pos dan Kompas.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian analisis framing dengan model Pan dan Kosicki. Proses analisis menurut model ini adalah dengan menganalisis struktur Sintaksis, Skrip, Tematik dan Retoris yang terdapat dalam teks berita. Dalam penelitian ini digunakan bebapa teori dalam ilmu komunikasi. Di antaranya teori Konstruksi Sosial, Teori Kritik Media, dan Teori Analisis Framing. Teori-teori tersebut digunakan untuk membantu peneliti dalam menganalisis data. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa stigma Islam sebagai terorisme dikonstruksikan oleh Jawa Pos dan Kompas dengan penyebutan beberapa hal yang identik dengan Islam. Seperti, penyebutan nama teroris  yang identik dengan nama Islam secara berulang-ulang, penyebutan identitas teroris dengan identitas keislaman seperti berjenggot, rajin berjama?ah, mengaitkan teroris dengan pesantren dan mengaaitkan simbol-simbol jihad dengan terorisme.
Tantangan Dakwah Antar Budaya di Media Massa Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesuksesan dakwah Islam dalam menjalankan visi misinya tidak lepas dari konsep Islam sebagai ?Rahmatan lil amamin? yang memberikan kedamaian dan ketenangan bagi seluruh alam. Sehingga kegiatan dakwah yang dilakukan oleh para pekalu dakwah selalu menggunakan pendekatan pendekatan budaya yang dianut oleh calon mad?unya. Pergerakan dunia dakwah menemukan babak barunya ketika perkembangan teknologi informasi di era modern seperti sekarang ini mencapai puncaknya. Khususnya adalah perkembangan media massa. Dimana informasi dengan begitu cepat tersebar keseluruh penjuru dunia hanya dengan hitungan detik saja.realita tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dunia dakwah khususnya dakwah antar budaya. Focus pembahasan pada kajian kali ini,penulis mencoba melihat tantangan yang dihadapi dakwah antar budaya dalam menyampaikan pesan pesannya melalui media massa. Dimana kegiatan dakwah antar budaya lewat media massa merupakan keniscayaan. Tantangan ini menjadi penting karena media massa adalah ?mahluk? baru yang pertumbuhannya sangat cepat sekali. Bila dunia dakwah tidak mampu menahlukannya maka ?mahluk? tersebut akan semakin tidak terkendali dan cenderung menyesatkan. Dari uraian uraiannya kemudian penulis menyimpulkan ada beberapa tantangan yang dihadapi.Adapun tantangan dakwah antar budaya lewat media massa meliputi pertama, banyaknya media massa mainstream yang sekuler dan anti Islam. Kedua, masih minimnya dukungan pemerintah. Ketiga, masih minimnya tenaga ahli media massa dari kalangan umat Islam. Tantangan yang terakhir adalah, kebutuhan dan kepuasan masyarakat berbeda beda. Hal ini mengakibatkan persaingan media massa yang begitu hebatnya.
Konsep Ilmu Komunikasi Dalam Al-Qur’an Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang  komunikasi dalam Al-Qur?an telah banyak dibahas oleh para ilmuan, baik dalam bentuk hasil penelitian maupun hasil pemikiran langsung berupa konsep yang dibangun atas dasar norma-norma ilmiah yang berlaku. Multi-varian hasil kajian tersebut memberikan khazanah baru dalam kajian ilmu komunikasi dalam Al-Qur?an.  Kehadiran tulisan ini juga berusaha memberikan corak baru dalam kajian dimaksud, khususnya dalam upaya memberikan konstruksi prinsip-prinsip komunikasi efektif dalam Al-Qur?an. Substansi tulisan ini berisi uraian konsep ilmu komunikasi dengan beberapa ruang lingkup sub-kajiannya, juga membahas tentang prinsip-prinsip komunikasi efektif dalam Al-Qur?an. Dari beberapa uraian dan konsep tentang konsep ilmu komunikasi dalam Al-Qur?an ini diharapkan bisa menjadi bahan kajian lebih jauh tentang prinsip-prinsip komunikasi efekftif perspektif Al-Qur?an. Akhir dari tulisan ini berisi konstruksi prinsip-prinsip komunikasi efektif dalam al-Qur?an mengandung ucapan (komunikasi) yang memiliki nilai: kebenaran, kejujuran, keadilan, kebaikan, lurus, halus, sopan, pantas, penghargaan, khidmat, optimis, indah, menyenangkan, logis, fasih, terang, tepat, menyentuh hati, selaras, mengesankan, tenang, efektif, lunak, dermawan, lemah lembut, dan rendah hati.
Perencanaan Strategi Komunikasi Pemasaran Sekolah Islam di Surabaya Rudi Trianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari masifnya berbagai media promosi sekolah Islam berupa spanduk, brosur, iklan, baliho, banner setiap kali memasuki tahun ajaran baru, selain memerlukan biaya tinggi juga menimbulkan kesan membabi buta. Perlu dikembangkan langkah baru untuk memasarkan sekolah Islam yang lebih efektif, efisien, dan professional. Hal ini tentu memerlukan perencanaan dan penyusunan strategi komunikasi yang tepat untuk memasarkan produk sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendiskripsikan temuan dari hasil pengamatan dan keterlibatan langsung peneliti. Perencanaan merupakan langkah awal dalam menentukan keberhasilan dalam pencapaian suatu target.  Sedangkan strategi komunikasi adalah kegiatan atau kampanye komunikasi yang sifatnya informasional maupun persuasive. Perencanaan strategi komunikasi pemasaran Sekolah Integral Luqman Al Hakim Surabaya menggunakan fase-fase: 1) Formative Research Phase (fase riset formatif/ riset strategis), 2) Strategy Phase (fase Strategi), 3) Tactic Phase (Fase Taktik), dan 4) Evaluative Research Phase (Fase Riset Evaluasi). Dapat disimpulkan bahwa perencanaan strategi komunikasi SDILH dimulai dengan riset dan diakhiri dengan riset pula.
Dakwah: Integral, Sinergis dan Holistik Moh. Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Dalam perspektif komunikasi, dakwah termasuk dalam kategori komunikasi persuasif (persuasive communication), yakni komunikasi yang membujuk, mengajak, atau merayu, semakna dengan makna dasar dakwah, yakni mengajak atau menyeru, sedangkan komunikasi dakwah secara sederhana dapat diartikan sebagai segala bentuk komunikasi yang berisi pesan ajakan kepada jalan Tuhan atau ajakan berbuat baik dan meninggalkan keburukan.. Umumya, penentuan komunikasi dakwah didasarkan pada pada suasana yang melikupinya. Dengan kata lain bahwa komunikasi dakwah harus bertumpu pada suatu pandangan human oriented dengan menempatkan penghargaan yang mulia atas diri manusia. Maka, komunikasi dakwah yang terfokus pada psikologi mad?u  adalah dengan menggunakan bidang-bidang kehidupan sosial kemasyarakatan. Komunikasi dakwah dengan cara ini meliputi: pendekatan dakwah integral, sinergis dan holistik dengan perspektif konsep komunikasi (qawlan) dalam al-Qu?an.      al-Qur?an menggambarkan manusia (mad?u) dengan segala kepribadiannya yang sangat kompleks. Sebab, begitu luasnya aspek kepribadian manusia sehingga usaha untuk mengungkap hakikat manusia merupakan pekerjaan yang sukar. Manusia memiliki dua potensi yang saling berlawanan, yaitu potensi baik dan potensi buruk. Dua potensi ini lantas memilah manusia ke dalam tiga kategori, yaitu mukmin, kafir, dan munafik. Pembinaan kepribadian manusia lewat pendidikan yang baik akan menuntun manusia agar bisa memperkokoh potensi baiknya sehingga ia bisa memaksimalkan tugas utamanya untuk beribadah kepada Allah dan menjadi khalifah Allah di muka bumi.
Marketing Dakwah Nasrul Syarif
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah Islam merupakan aktivitas yang diwariskan Nabi Muhammad Saw kepada umatnya. Kita tentu harus menjaga dan memeliharanya demi keberlangsungan Islam di tengah-tengah kita. Seandainya tidak melalui perjuangan dakwah, Islam tidak mungkin memiliki kekuatan;tidak mungkin akan tersebar luas; tidak mungkin dapat dijaga; dan tidak mungkin pula hujjah Allah bisa ditegakkan atas para makhluk-Nya. Dengan perjuangan dakwah Islam, kemuliaan, kekuatan, dan eksistensi Islam bisa dikembalikan sebagaimana terjadi di masa lalu.Betapa kita amat membutuhkan semua itu pada saat ini. Dengan perjuangan dakwah Islam, Islam bisa disebarkan di tengah-tengah manusia seluruhnya, sehingga agama seluruhnya hanya milik Allah. Betapa dunia membutuhkan hal semacam ini pada saat ini.Dengan perjuangan dakwah Islam pula, hujjah umat Islam demikian nyata hingga mampu memporakporandakan hujjah orang-orang kafir, sehingga tidak ada alasan atau dalih apa pun yang bisa menjustifikasi kebolehan untuk mencampakkan Islam. Dalam makalah ini, penulis akan membahas apa saja yang harus dilakukan oleh Gerakan dakwah  dengan pendekatan marketing dakwah - sales magic dikaitkan dengan shirah Rasulullah SAW. Ada empat tahap dalam sales magic for dakwah :1.Building Trust.2.Building Need.3.Give solution.4.Close the Sales.

Page 1 of 1 | Total Record : 6