cover
Contact Name
Moh Syahri Sauma
Contact Email
syahrima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
annidasby@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/I. Kec Mulyorejo. Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25984012     EISSN : 23546328     DOI : -
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2018): September" : 6 Documents clear
Studi Surah Al-qalam tentang Sistematika Pendidikan Akhlak Dalam Tafsîr Al-munîr Karya Wahbah al-Zuhaily Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian in dilatarbelakang oleh beberapa alasan : (1) Surah al-Qalam mengandung  pendidikan akhlaq secara sistematis, mendasar dan komprehensif, (2) penelitian terdahulu tentang sistematika pemdidikan akhlaq dalam surah al-Qalam secara keseluruhan dari awal surah sampai akhir surah dalam kitab al-Tafsir al-Mun?r  karya wahbah al-Zuhaili belum penulis temukan, (3) kerusakan akhlaq semakin parah di mana mana yang wajib segera mendapatkan perhatian dan solusi kongkrit dari berbagai pihak. Berdasarkan alasan di atas maka jurnal dengan judul: Studi Surah al-Qalam Tentang  Sistematika Pendidikan Akhlaq dalam Kitab al-Tafsir al-Mun?r  karya Wahbah al-Zuhaily layak diteliti. Tujuan penelitian ini untuk menemukan sistematika pendidikan akhlaq yang difokuskan pada semua ayat dalam surah al-Qalam (ayat 1 sd 52) dalam kitab al-Tafsir al-Mun?r  karya Wahbah al-Zuhaily. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Tafsir al-Mun?r  karya Wahbah al-Zuhaily. Sumber sekunder berupa  kitab-kitab tafsir lain yang relevan, kitab-kitab akhlaq dan buku-buku pendidikan akhlak yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang sistematika pendidikan akhlak dalam surah al-Qur?an dalam kitab al-Tafsir al-Mun?r  karya Wahbah al-Zuhaily.
Dakwah Antarbudaya Diperlintasan Zaman Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Islam dari masa permulaan hingga abad modern seperti sekarang ini tidak lepas dari semangat dakwah para pengikutnya. Sejarah telah mencatat bahwa Islam yang awalnya diturunkan di bangsa Arab mampu menembus sekat sekat budaya, tradisi, adat istiadat, kesukuan yang ada di seluruh belahan dunia. Islam mampu eksis dan diterima oleh sebagian besar penduduk dunia. Kesuksesan tersebut tidak lepas dari konsep Islam sebagai ?Rahmatan lil alamin? yang memberikan kedamaian dan ketenangan bagi seluruh alam. Sehingga kegiatan dakwah yang dilakukan oleh para pelaku dakwah selalu menggunakan pendekatan pendekatan budaya yang dianut oleh calon mad?unya. Selaras dengan FirmanNya ?Kami tidak mengutus seorang rasulpun melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia bisa memberi penjelasan dengan baik kepada mereka?. Dalam tulisan ini penulis akan membahas tentang perjalalan potret dakwah antarbudaya dari masa ke masa. Yaitu dari jaman permulaan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Kemudian pembahasan tentang dakwah antarbudaya yang dilakukan oleh Walisongo di bumi Nusantara khususnya pulau Jawa. Pembahasan terakhir yaitu tentang dakwah antar budaya pada jaman modern yang penuh dengan kemajuan teknologi. Dimana pada jaman now ini kearifan lokal hampir hampir berubah menjadi kearifan global. Dimana akulturasi budaya terjadi begitu gencar dan cepatnya. Nilai nilai budaya lokal, tradisi, kesukuan, dan segala sesuatu yang ada didalamnya bercampur padu di alam maya menjelma menjadi budaya POP. Kesimpulan pada tulisan ini menunjukkan bahwa tersebarnya Islam ke seluruh penjuru dunia tidak lepas dari konsep Islam ?Rahmatan lil alamin? yang mengajarkan kedamaian dan ketentraman. Sehingga dakwah damai dengan pendekatan dakwah antarbudaya yang merupakan manifestasi dari ?Rahmatan lil alamin? menjadi pegangan bagi setiap da?i dalam menjalankan dakwahnya. Perjalanan dakwah antarbudaya menemukan sedikit perubahan bahkan bisa dikatakan menemukan bentuk barunya di era modern yaitu dengan pendekatan dakwah lewat media massa.
Psikologi Dakwah Qur’an Moh Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

al Qur?an sebagai sumber agama Islam, memberikan dorongan kepada manusia untuk memikirkan tentang dirinya sendiri, tentang keajaiban penciptaan dirinya, dan kepelikan struktur kejadiaannya. Ini mendorong manusia untuk mengadakan pengkajian tentang jiwa dan rahasia-rahasianya. Dengan demikian, al Qur?an juga mendorong manusia mempelajari urgensi psikologi untuk kepentingan pengembangan ajaran Islam.             Tingkah laku manusia, menunjukkan sifat-sifat manusia (human nature), baik dan tidaknya seseorang dapat dilihat dari sifat asal tersebut, meskipun masih harus melibatkan pengetahuan sosialnya (social science) dan kemanusiaan. Karenanya, psikologi dakwah berusaha menganalisis gejala-gejala kejiwaan, baik da?i ataupun mad?u yang terlibat dalam proses dakwah. Maka bagi seorang da?i diperlukan pengetahuan tentang sisi kejiwaan dari seorang mad?u yang menjadi sasaran kegiatan dakwahnya.             Kajian psikologi dakwah perspektif al Qur?an meliputi sebuah kajian analisis ontologi, epistemologi dan aksiologi. Ketiganya merupakan satu kesatuan. Ontologi, membicarakan hakikat (segala sesuatu); ini berupa pengetahuan tentang hakikat segala sesuatu. Epistemologi, cara memperoleh pengetahuan itu; dan Aksiologi, membicarakan guna pengetahuan itu sendiri. Adapun ontologi psikologi dakwah membicarakan hakikat kejiwaan manusia baik da?i maupun mad?u. Epistemologi psikologi dakwah terletak pada adanya beberapa faktor antara lain; Edukatif, motivatif, sugesti dan persuasi seorang da?i dan mad?u. Kajian aksiologi psikologi dakwah adalah untuk mengabdi pada Allah dan RasulNya dalam arti untuk mengembangkan ajaran Islam dengan pendekatan psikologi. Maka, disini kehadiran psikologi yang sesuai dengan ajaran-ajaran Islam sangat diperlukan guna mencapai kebahagiaan hidup manusia di dunia maupun akhirat.
Realitas Komunikasi Pembangunan Dalam Aktivitas Dakwah Miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan komunikasi pembangunan perlu dikaji terus, karena perjalanan kehidupan pun terus berlangsung, dan semua orang ingin sejahtera secara materiel, juga memiliki ketentraman secara spiritual, sehingga hidup di dunia menyenangkan, dan pelaksanaan aktivitas dakwah yang bersifat spiritual pun lebih optimal. Program pembangunan merupakan agenda utama yang terus dilaksanakan tiap Negara, baik Negara maju, Negara berkembang apalagi Negara terbelakang. Dengan pembangunan kredibilitas  kehidupan bisa ditingkatkan,  baik aspek materi maupun non materi. Bertolak dari sinilah maka  gagasan pembangunan senantiasa dikomunikasikan, sehingga pada gilirannya mencuat apa yang  diistilahkan dengan komunikasi pembangunan. Dalam prakteknya ia menggunakan media massa secara  dominan, sebab memang media ini dipandang efektif. Secara sederhana, komunikasi dikatakan efektif bila pesan seperti yang dimaksudkan oleh komunikator/da?i berkaitan erat dengan pesan seperti yang ditangkap dan diteri oleh komunikan/mad?u. Efektivitaskomunikasi dengan erat hubungannyadengan tujuannya, biasanya kita mengharap satu hasil atau lebih sebagai tujuan komunikasi. Mencermati essensi, tujuan dan mekanisme komunikasi pembangunan; ternyata ada titik  singgung cukup besar yang mempertemukannya dengan dakwah. Dengan demikian untuk operasionalisasi komunikasi pembangunan di Indonesia khususnyaakan lebih berhasil bila mana memanfaatkan dakwah. Mengingat hakekat aktivitas dakwah adalah menghadapi?realitas?, maka setiap pendukung dakwah, apakah sebagai praktisi atau sebagai penentu kebijakan , harus benar-benar memahami bahwa perubahan itu sendiri sebuah ?realitas?.
“A Common Word” Muslim And Christian Understanding Dialog Antar Agama Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian hubungan Islam dan Nasrani telah dimulai sejak Nabi Muhammad SAW hadir sebagai Nabi dan Rasul. Sejak saat itu telah terjadi dialog antara Rasulullah dengan masyarakat Quraisy yang menganut kepercayaan selain Islam. Warisan agama yang dibawa oleh nabi sebelumnya, masih nampak pada sebagian masyarakat Quraisy Arab saat itu. Pada awalnya kehadiran Islam sebagai agama terakhir memiliki misi untuk mengembalikan kondisi masyarakat Quraisy yang jahiliyah dengan perilaku menyimpangnya menjadi masyarakat Quraisy yang beradab.  Dalam perkembangan berikutnya sampai era kontemporer saat ini, Islam telah menjadi  salah satu agama besar di dunia, selain Kristen dan agama lainnya. Islam dan Kristen menjadi populasi separuh penduduk bumi. Dimana dari sekitar 7 miliar penduduk bumi, separuhnya atau sekitar 3,5 miliar adalah penganut Islam dan Kristen. Bila hubungan Islam dan Kristen tidak harmonis, akan bisa menimbulkan ?kegoncangan dunia?. Atas dasar ini, maka hubungan Islam dan Kristen harus harmonis dan bisa membangun kerjasama demi keberlangsungan hidup masyarakat yang saling menghargai dan menghormati satu dengan lainnya. Karenanya kajian tentang ?A Common Word? Muslim and Christian Understanding menjadi penting, sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan harapan tersebut. Dalam tulisan ini akan difokuskan pada kajian Dialog Antar Agama sebuah elaborasi pemikiran Waleed El-Ansary dan dibarengi dengan solusi dialog antar agama di Indonesia.
Pendekatan Semiotika Dalam Studi Al-Qur’an Nasrul Syarif
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dialektika studi al-Qur?a>n dari masa ke masa menunjukkan pengembangan dari berbagai perspektif kajian. Pendekatan linguistik atau kebahasaan yang di dalamnya juga termasuk pendekatan semiotika dan pendekatan sejenis lainnya seperti pendekatan semantik dan filologi masih menjadi salah satu alternatif dalam melakukan eksplorasi kajian studi al-Qur?an. Pendekatan semiotik sendiri merupakan bagian kajian yang dibahas ilmuan kontemporer termasuk M. Syahrur. Dalam kajian tafsir al-Qur?an pendekatan strukturalisme linguistiknya M. Syahrur[1] memposisikan pendekatan semiotik sejajar dengan linguistik dan hermeneutik. Hal ini menunjukkan pendekatan semiotik dalam studi al-Qur?an memiliki peran strategis dalam dinamika studi al-Qur?an dan tafsir. Dalam tulisan singkat dan sederhana ini akan dibahas pendekatan semiotika dalam studi al-Qur?an yang meliputi beberapa kajian yaitu definisi pendekatan semiotika, kajian semiotika dalam studi Al-Qur?an, implikasi pendekatan semiotika dalam studi Al-Qur?an dan tafsir, serta kritik dan rekomendasi pendekatan semiotika dalam studi Al-Qur?an dan tafsir.   [1] Lihat Ahmad Zaki Mubarok, Pendekatan Strukturalisme Linguistik dalam Tafsir Al-Qur?an Kontemporer ?ala? M. Syahrur. el SAQ Press dan TH Press. Yogyakarta. 2007

Page 1 of 1 | Total Record : 6