cover
Contact Name
Muh. Idris
Contact Email
idristin@gmail.com
Phone
+6282333231990
Journal Mail Official
stailsby@gmail
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1 Mulyorejo, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ta'dibi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 23546301     EISSN : 25024035     DOI : -
Focus Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Manajemen Pendidikan Islam baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. Scope Jurnal ini berisi kajian Manajemen Pendidikan yang meliputi Kepemimpinan, Kurikulum, Sarana, Keuangan dan Evaluasi Pendidikan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2021): Maret" : 6 Documents clear
Perilaku Pemimpin, Keterampilan Manajerial dan Kinerja Guru Ulil Multazam
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku pemimpin akan menentukan mutu sebuah institusi terlebih lembaga pendidikan. Perilaku pemimpin akan menjadi teladan dan mampu memotivasi para bawahan untuk selalu mengikuti dan meningkatkan kualitasnya. Aspek penting dari peran kepemimpinan dalam sekolah adalah bagaimana memberdayakan para guru dan memberikan wewenang yang luas untuk meningkatkan kompetensinya, sehingga kinerjanya bisa maksimal. Perilaku kepemimpinan adalah salah satu faktor yang dapat memotivasi guru dalam meningkatkan kinerjanya. Faktor lain yang mungkin bisa mempengaruhi peningkatan kinerja guru adalah keterampilan manajerial. Pemimpin sebagai top manqjer bertanggung jawab terhadap kualitas mutu yang ada di lembaganya, keterampilan manajer yang diperlukan adalah keterampilan teknis, keterampilan manusiawi, dan konseptual. Keterampilan manajerial diperlukan untuk mempertahankan eksistensi lembaga, disamping usaha-usaha untuk peningkatan mutu lembaga. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memaparkan kajian perilaku kepemimpinan, keterampilan manajerial dan implikasinya bagi kinerja guru. Tulisan ini merupakan jenis riset kepustakaan (library research) atau juga disebut studi pustaka, karena penulis mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat dan mengolah dari berbagai sumber, sumber data utama adalah dari buku, hasil penelitian dan jurnal. Tulisan ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi pemerhati yang tertarik mengkaji tentang kepemimpinan dan keterampilan manajer.
Kegiatan Ekstra Kurikuler dalam Menumbuhkan Bakat Memimpin Siswa Faishal
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakat merupakan kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud dan terelisasikan dengan nyata. Salah satu bakat yang harus dikembangkan pada masing-masing peserta didik adalah bakat memimpin. Dalam menelusuri dan memetakan bakat tersebut dibutuhkan pendampingan dan kerja sama dari berbagai pihak, baik pribadi anak tersebut, orang tua maupun lembaga pendidikan sebagai tempat dia belajar. Dalam lembaga pendidikan terdapat salah satu kegiatan yang akan membantu siswa menemukan dan mengasah bakat yang mereka miliki yaitu melalui kegiatan ekstra kurikuler. Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk mendeskripsikan upaya menumbuhkan bakat memimpin siswa melalui kegiatan ekstra kurikuler. Tulisan ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) atau juga disebut studi pustaka, karena penulis mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat dan mengolah dari berbagai sumber, sumber data utama adalah dari buku dan jurnal. Tulisan ini diharapkan bisa memberikan manfaat dalam menumbuh kembangkan bakat memimpin siswa melalui berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang ada agar lahir output lembaga pendidikan yang siap untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang.
Budaya Media Dan Reduksi Nilai Adab : Kajian Perilaku Generasi X,Y,Dan Z Dalam Bermedia Nur Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi melenial memiliki ciri dan karakter khas yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya dan sesudahnya, seperti narsis, materialistik, pribadi liberal, dan pendukung kesetaraan hak. masalah muncul ketika karakter tersebut menjadi hal yang dimaklumi sebagai sebuah realita yang wajar sebagai akibat dari pengaruh lingkungan sosial yang ada. Penilaian “wajar” ini membawa konsekwensi pada permakluman dan pembenaran. Padahal karakter tersebut harus disembuhkan dan diperbaiki. Tulisan ini memberikan gambaran tentang perilaku bermedia kaum milenial, gen X dan gen Z dan bagaimana publik memakluminya. Bahaya stigma ini dibiarkan dan dilestarikan karena banyak kepentingan yang mendapat keuntungan dari perilaku ini Adanya pola pandang barat yang menjadikan fenomena sosial sebagai bagian dari perjalanan panjang manusia yang menjadi landasan teori fenomena sesudahnya. Padahal fenomena yang buruk harusnya dilakukan perbaikan. Mereka menyamakan fenomena sosial dengan fenomena alam. Dari sini perlu solusi dari sudat pandang pendidikan Islam terhadap kegamangan dalam mensikapi fenomena tersebut. Solusi sesungguhnya kembali pada aktifasi akhlaq yang mulia dalam bermedia. Karena nilai akhlaq akan terus berperan dalam perbaikan kehidupan manusia sampai kapan pun, meskipun teknologi komunikasi terus mengalami perkembangan.
Manajemen dan Produktivitas Kerja di Sekolah Mohammad Nurul Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen sangat penting untuk kehidupan yang terorganisir dan diperlukan untuk menjalankan semua bentuk organisasi. Manajemen yang baik adalah tulang punggung organisasi yang sukses. Mengelola kehidupan berarti menyelesaikan sesuatu untuk mencapai tujuan hidup dan mengelola suatu organisasi berarti menyelesaikan sesuatu dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuannya. Rendahnya produktivitas sekolah disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor utama yang diidentifikasi Depdiknas bersama UNESCO dan Bank Dunia yaitu tentang kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekataan education production function atau input-ouput analysis yang tidak dilaksanakan secara konsokuen. Penyelenggara pendidkan selama ini terlalu menekankan pada input, dan kurang serius memperhatikan proses. Ketersediaan input tentu saja tidak secara otomatis menghasilkan output sebagaimana yang di kehendaki, ketiadaannya iklim sekolah yang kondusif dapat menurunkan mutu pendidikan. Aspek lain yang mempengaruhi produktivitas adalah iklim sekolah, dalam suhu yang tidak sehat, seperti konflik yang berkepanjangan antar anggota, tidak disiplin, dan lemahnya etos kerja menjadi counter produktif terhadap upaya kepemimpinan dalam meningkatkan kualitas sekolah. Mewujudkan iklim sekolah untuk menciptakan sekolah sehat sebagai organisasi pembelajar sejati menjadi nilai inti “manajemen” sekolah bermutu. Karena kurangnya manajement dan produktivitas kerja disekolah, Maka penulis perlu mengetahui bagaimana proses manajement manajement apa saja dan produktivitas kerja di sekolah? tujuannya agar penulis mengetahui gambaran upaya peningkatan kinerja guru disekolah. Jadi, untuk mengatasi itu semua maka penulis, perlu mengadakan proses manajemen dan peningkatan kinerja sekolah agar efektif dan efisien dalam mencapai tujuan sekolah.
Sistem Perekrutan SDM dalam q.s. Al qashas ayat 20-28 (Studi Tafsir Pendidikan) Damanhuri
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini mencoba memberikan pemaparan tentang sistem perekrutan SDM yang terdapat dalam QS Al Qashas ayat 20-28, dimana pada ayat tersebut menggambarkan kisah Nabi Musa AS yang pergi ke negeri Madyan dan kemudian direkrut oleh Nabi Syu’aib AS untuk menggarap sawahnya. Tulisan ini merupakan bentuk interpretasi pendidikan terhadap ayat-ayat Al Quran atau yang lebih dikenal dengan studi tafsir tarbawi. Kajian serupa terkait tafsir pendidikan ini, penulis mengambil inspirasi dari QS Al Kahfi yang menggambarkan kisah Nabi Musa AS dengan hamba Alloh yang disebut para ahli tafsir dengan Nabi Khidir AS. Dari kajian QS Al Kahfi ini, dirumuskan konsep pembinaan peserta didik sedangkan pada kajian ini QS Al Qashas tentang sistem perekrutan SDM. Pendekatan tafsir tarbawi dengan fungsi epistemology digunakan sebagai analisa pada kajian ini. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana konsep perekrutan SDM dalam QS Al Qashah ayat 20-28. Sehingga tujuan dalam kajian ini adalah menemukan dan merumuskan konsep perekrutan SDM yang terdapat dalam QS Al Qashas ayat 20-28. Kajian ini penulis, batasi pada ayat-ayat tertentu dalam QS Al Qashas artinya bahan kajian tidak semua ayat dalam QS Al Qashas disebabkan keterbatasan penulis dalam melakukan kajian ini. Bagaimana konsep perekrutan SDM dalam QS Al Qashas ayat 20-28 secara details penjelasannya bisa diikuti dalam uraian-uraian berikutnya.
Pengembangan Kurikulum Dengan Pendekatan Model Taksonomi Bloom Dua Dimensi Muh Idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia menggunakan model taksonomi Bloom sebagai acuan dalam menentukan kurikulum, tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, maupun evaluasi pembelajaran. Taksonomi Bloom merupakan salah satu model taksonomi yang digunakan, karena model ini dipandang lebih unggul dibading model traksonomi yang lain. Namun belum banyak diketahui bahwa, taksonomi Bloom domain kognitif ini telah direvisi oleh Lorin W. Anderson dan David R. Krathwohl yang kemudian disebut taksonomi Bloom dua dimensi. Anderson dan Krathwohl melihat rumusan tujuan pendidikan dari dua dimensi, yaitu dimensi proses kognitif (cognitive process) dan dimensi pengetahuan (types of knowledge). Istilah cognitive process digunakan pada taksonomi Bloom dua dimensi sebagai pengganti behavior yang diperkenalkan dalam model taksonomi Bloom. Hal ini untuk menghindari kerancuan, karena perspektif psikologi kognitif semakin luas digunakan di dunia pendidikan dibanding perspektif psikologi behavioristik. Dimensi proses kognitif merupakan hasil revisi dari taksonomi Bloom ranah kognitif. Proses kognitif diklasifikasikan menjadi lima kategori, yaitu ingatan (remember), pemahaman (understand), aplikasi (apply), analisis (analyze), evaluasi (evaluate), dan kratifitas (create). Dimensi proses kognitif merupakan hasil revisi taksonomi Bloom ranah kognitif. Dimensi pengetahuan diklasifikasi menjadi empat kategori, yaitu pengetahuan faktual (factual knowlwdge), pengetahuan konseptual (conceptual knowledge), pengetahuan prosedural (procedural knowledge), dan pengetahuan metakognisi (metacognitive knowledge) (Anderson et. al., 2001). Misalkan rumusan tujuan khusus pembelajaran berikut “siswa dapat membedakan syarat sah sholat dan rukun sholat”. Kata kerja “membedakan” dikategorikan sebagai proses kognitif “analisis”, sedangkan kata benda “syarat sah sholat” dan “rukun sholat” dikategorikan sebagai pengetahuan “konseptual”.

Page 1 of 1 | Total Record : 6