cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
register@ft.unipdu.ac.id
Editorial Address
Kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, East Java, Indonesia, 61481
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi
ISSN : 25030477     EISSN : 25023357     DOI : https://doi.org/10.26594/register
Core Subject : Science,
Register: Scientific Journals of Information System Technology is an international, peer-reviewed journal that publishes the latest research results in Information and Communication Technology (ICT). The journal covers a wide range of topics, including Enterprise Systems, Information Systems Management, Data Acquisition and Information Dissemination, Data Engineering and Business Intelligence, and IT Infrastructure and Security. The journal has been indexed on Scopus (reputated international indexed) and accredited with grade “SINTA 1” by the Director Decree (1438/E5/DT.05.00/2024) as a recognition of its excellent quality in management and publication for international indexed journal.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019): July" : 14 Documents clear
Implementasi algoritma Floyd dalam menentukan rute terpendek transportasi pariwisata Rifanti, Utti Marina; Arifwidodo, Bongga
Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi Vol 5, No 2 (2019): July
Publisher : Information Systems - Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/register.v5i2.1683

Abstract

The implementation of Floyd algorithm in determining the shortest routes for tourism transportationPariwisata merupakan penyumbang kontribusi yang cukup signifikan bagi kemajuan perekonomian suatu daerah. Sarana transportasi umum khusus pariwisata dapat menjadi penyokong kemajuan pariwisata. Sarana transportasi tersebut diperuntukkan bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi objek-objek wisata, sehingga mereka dapat melakukan perjalanan wisata dengan mudah, efektif, dan efisien. Dalam pembangunan rute transportasi yang efektif dan efisien, dibutuhkan kontribusi ilmu pengetahuan yang mempelajari hal tersebut, misalnya teori graf. Teori graf mempunyai berbagai aplikasi dalam kehidupan manusia, termasuk bidang transportasi. Salah satu algoritma dalam teori graf yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan rute suatu model transportasi adalah algoritma Floyd. Studi kasus dari penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rute bus wisata yang dapat menjangkau objek-objek wisata di Kabupaten Banyumas dengan rute terpendek menggunakan algoritma Floyd. Hasil penelitian ini diperoleh rute yang dapat dilalui oleh bus wisata agar dapat menempuh jarak terpendek. Perancangan rute transportasi ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Banyumas, baik wisatawan asing maupun wisatawan nusantara. Tourism is a significant contributor to the development of the regional economy. Public transportation specially designed for tourism may well support the development of tourism. Such means of transportation is designed for tourists who would like to visit tourism objects so that they can travel easily, effectively, and efficiently. In developing effective and efficient transportation routes, the contribution of science, such as graph theory, is necessary. Graph theory has been applied in various fields of human life, including in the field of transportation. One of the algorithms in the graph theory that can be used to optimize the route of a transportation model is Floyd algorithm. This research was a case study in Banyumas Regency. It was aimed at designing tour bus routes heading for the tourism objects in Banyumas Regency by displaying the shortest routes using Floyd algorithm. Through this research, it was obtained the shortest routes that could be traveled by tour buses. The routes were expected to increase the number of visitors, both foreign and domestic tourists, to Banyumas Regency.
Pengenalan alat musik tradisional Bangka dengan Marker-Based Augmented Reality Juniawan, Fransiskus Panca; Sylfania, Dwi Yuny; Pradana, Harrizki Arie; Laurentinus, Laurentinus
Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi Vol 5, No 2 (2019): July
Publisher : Information Systems - Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/register.v5i2.1498

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi, kesadaran akan pentingnya alat musik tradisional menjadi berkurang. Demikian juga dengan alat musik tradisional Bangka yang mulai kehilangan popularitasnya. Kondisi saat ini, para remaja di Bangka kebanyakan tidak dapat memainkan alat musik tradisionalnya. Begitu juga dengan anak-anak yang belum mengetahui dan bahkan tidak mengenal alat musik tradisional daerah mereka. Jika kondisi ini dibiarkan, dikhawatirkan keberadaan alat musik tradisional Bangka akan hilang, begitu juga dengan sumber daya manusia yang dapat memainkannya. Untuk menghindari hal tersebut, dibuatlah aplikasi pengenalan alat musik tradisional Bangka menggunakan Augmented Reality (AR). AR dipilih karena dapat memberikan gambaran alat musik secara real time dalam bentuk 3D sesuai dengan pergerakan kamera smartphone yang dinamis. Empat objek 3D alat musik yakni dambus, rebab, rebanatamborin, dan gong yang dibuat menggunakan Autodesk Maya. AR yang dibangun menggunakan metode berbasis marker. Metode ini dipilih agar lebih mudah digunakan oleh pengguna yang mayoritasnya adalah anak-anak. Selain itu, kelebihan metode ini memiliki tingkat akurasi posisi yang sangat tinggi. Unity sebagai engine untuk penerapan AR 3D modelling pada sistem Android dan Vuforia SDK sebagai engine pembentuk marker augmented reality. Pengujian fungsional memiliki hasil 100% dengan sistem yang berjalan baik. Hasil pengujian kinerja deteksi objek AR berdasarkan intensitas cahaya diketahui bahwa smartphone yang memiliki dua kamera di bagian belakang dapat mendeteksi objek dengan intensitas cahaya 0 Lux pada malam hari dengan kondisi gelap, sedangkan yang hanya memiliki satu kamera tidak dapat mendeteksi objek. Pengujian warna marker mendapatkan hasil modifikasi warna marker pink, kuning, dan hitam yang masih memungkinkan untuk pendeteksian objek, walaupun objek yang tampil tidak stabil. Dari pengujian kertas marker diketahui bahwa jenis kertas tidak berpengaruh terhadap pendeteksian objek. Pengujian beta dilakukan dengan cara membagikan kuesioner terkait pengalaman pengguna dalam penggunaan sistem. Hasil survei diketahui pengguna merasa sangat setuju dengan nilai sebesar 80%, bahwa penggunaan sistem dapat membantu mereka dalam mengenal alat musik tradisional Bangka.   With the incessant development of technology, awareness on the importance of traditional musical instruments has declined. Similarly, teenagers living in Bangka no longer play their traditional musical instruments, and children are not exposed to their cultural heritage. However, if this continues, it is feared that the existence of traditional Bangka musical instruments will soon go extinct. To avoid this, researchers have proposed an application to identify this media using Augmented Reality (AR). This technique was chosen due to its ability to provide visuals of musical instruments in real time using 3D models in accordance with the dynamic movement of smartphone cameras. This comprises of four 3D objects namely dambus, rebab, rebanatamborin, and gong, which were designed and developed using Autodesk Maya. AR is built using marker-based methods, which was chosen for easy use because majority of its users are children, and its high level of accuracy. Unity was utilized as an engine for its implementation in the Android system, and Vuforia SDK as augmented reality marker-builder engine. Functional testing showed 100% results which means that the system is running well. From the results of the AR object detection performance test based on light intensity it is known that a smartphone with two cameras in the backside has the ability to detect objects with a light intensity of 0 Lux in dark rooms, while the other smartphone with one camera failed to detect the objects. Color testing obtained a modification of marker colors comprising of pink, yellow, and black which are still able to detect objects, although not stable. The paper test marker has no effect on object detection. Beta testing questionnaires were used to obtain information related to user experience. From the survey results, it is known that users strongly agree (80%) that the use of the system helps them to recognize traditional Bangka musical instruments.
Pengembangan mekanisme grid based clustering untuk peningkatan kinerja LEACH pada lingkungan Wireless Sensor Network Fallo, Kristoforus; Wibisono, Waskitho; Pamungkas, Kun Nursyaful Priyo
Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi Vol 5, No 2 (2019): July
Publisher : Information Systems - Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/register.v5i2.1708

Abstract

Development of a grid-based clustering mechanism to improve LEACH performance in the Wireless Sensor Network environmentLow Energy Adaptive Clustering Hierarchy (LEACH) merupakan algoritma routing pada Wireless Sensor Network (WSN) berbasis cluster. LEACH memilih sebuah node sebagai cluster head (CH) yang tugasnya untuk melakukan komunikasi dengan sink maupun guna mengumpulkan data dari member node. Persebaran CH pada LEACH yang dikatakan acak, kadang mengalami masalah mengingat rumus probabilitas pada tiap round. Hal ini akan menyebabkan CH yang terpilih bisa berada di tepi area, juga terjadinya pemborosan energi karena jalur yang terbentuk akan menjadi panjang. Oleh karena itu, kami ingin mengembangkan routing protocol G-LEACH menggunakan teknik merge CH dalam suatu area (grid) disertai beberapa parameter yang relevan, seperti posisi node, node dengan sisa energi terbesar, dan jarak yang dihitung dalam tiga jarak yaitu jarak node menuju cluster center, jarak node menuju merge CH, dan jarak merge CH menuju sink. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan menggabungkan cluster (merge CH) pada transmisi data menuju sink pada protokol G-LEACH dapat menghasilkan masa hidup jaringan yang lebih lama pada seluruh operasi node, energi yang dibutuhkan pada semua node lebih rendah, dan lebih banyak paket data yang dikirim dan diterima oleh sink. Low Energy Adaptive Clustering Hierarchy (LEACH) is a routing algorithm in a cluster-based Wireless Sensor Network (WSN). LEACH selects a node as a cluster head (CH) whose responsibility is for communicating with sinks and collect data from the node members. The distribution of CH on LEACH, which is basically random, sometimes has a problem in remembering the probability formula on each round. This may make the selected CH on the edge of the area as well as generate energy waste because the pathway formed will be lengthy. Therefore, we would like to develop the G-LEACH routing protocol using a merge CH technique in one area (grid) with several relevant parameters, such as the position of the node, the node with the largest remaining energy, and the distance calculated in three distances: the distance of the node to the clustercenter, the distance of the node to the merge CH, and the distance of the merge CH to the sink. The test result showed that combining clusters (merge CH) in the data transmission to the sink in the G-LEACH protocol could produce a longer network life on all node operations, lower energy required for all nodes, and more data package sent and received by the sink.
Penerapan materi ilmu pengetahuan alam pada serious game sosialisasi mitigasi bencana berbasis model teori aktivitas dan taksonomi bloom Nugroho, Fresy; Yuniarno, Eko Mulyanto; Hariadi, Mochamad
Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi Vol 5, No 2 (2019): July
Publisher : Information Systems - Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/register.v5i2.1479

Abstract

Penelitian ini merupakan kombinasi antara materi hiburan dan pendidikan untuk meningkatkan pemahaman tentang bencana alam, terutama bencana vulkanik. Desain yang diusulkan menggabungkan model Teori Aktivitas dan Taksonomi Bloom. Metode ini dapat menghemat biaya dan waktu. Titik fokus dari penelitian ini adalah materi Ilmu Pengetahuan Alam berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini adalah langkah pertama untuk mengintegrasikan unsur-unsur pendidikan, hiburan, dan teknologi sebagai media pembelajaran untuk pengurangan risiko bencana. Kemampuan siswa dieksplorasi dengan menerapkan tiga aspek pembelajaran. Hasil tes menunjukkan bahwa kemampuan siswa meningkat 14,2% setelah bermain sepuluh kali dan meningkat menjadi 29,48% setelah siswa bermain 25 kali, dibandingkan dengan skor pretest.  This research is a combination of entertainment and education material to improve an understanding of natural disasters, especially volcanic eruptions. The proposed design combines Bloom's Taxonomy and Activity Theory models. The method reduces cost and time. The focal point of the research is the natural sciences material based on the 2013 curriculum. This research is the first step to integrate the elements of education, entertainment, and technology as a learning media for disaster risk reduction — students' abilities explored by applying three aspects of learning. The test results show that students' abilities are increased by 14.2% after play for ten times and increased to 29.48% after playing for 25 times, compared to the pretest scores.

Page 2 of 2 | Total Record : 14