cover
Contact Name
Muhammad Mahsun
Contact Email
jpw@walisongo.ac.id
Phone
+6285876365599
Journal Mail Official
jpw@walisongo.ac.id
Editorial Address
Kantor FISIP Jl. Prof. Dr. HAMKA, Km. 2 Kampus 3 Ngaliyan Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JPW (Jurnal Politik Walisongo)
ISSN : 25033190     EISSN : 25033204     DOI : https://doi.org/10.21580/jpw
Core Subject : Social,
The article was developed in JPW (Jurnal Politik Walisongo) is research and the study of Political Islam, politics to Indonesian, Middle East Politics, science of government, state and public administration.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023)" : 6 Documents clear
Pengaruh Sosialisasi Politik Partai Islam Terhadap Perilaku Pemilih Pada Pemilu 2019 di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Nur Amanah; Nevy Rusmarina Dewi
JPW (Jurnal Politik Walisongo) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jpw.v5i1.17929

Abstract

Islamic political parties in Indonesia have colored the post-reform democratic party. Between parties are trying to persuade people who are predominantly Muslim to vote for them, but the phenomenon is that these parties are fighting over the masses with nationalist parties that have taken root in the hearts of the people. This paper will discuss how the political socialization of Islamic parties is carried out in the 2019 elections in Undaan Kudus District and what factors influence the low vote acquisition of Islamic parties in Undaan District. The research method in this paper uses qualitative research and is presented descriptively. The results of the research show that the Islamic Party in Undaan District has a lower vote share than the nationalist party. Islamic parties in Undaan carry out political socialization through socialization agents, namely family, social groups and mass media, namely internet social media. Apart from that, they use other methods of conveying political socialization, such as the use of political props (billboards, banners, etc.) and also Islamic parties partner with Kiai as a means of conveying political socialization. The low number of votes acquired by Islamic parties in the context of voting behavior is influenced by the tendency shown by the people of Undaan District who vote rationally are not too interested in political concepts, but more in the benefits they get. 
Personal Branding Anies Baswedan dalam Membangun Citra pada Pilpres 2024 di Instagram Adinda Nur Sulastri; Pia Khoirotunnisa
JPW (Jurnal Politik Walisongo) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jpw.v5i1.16743

Abstract

Kontestasi pemilihan umum (pemilu) merupakan implementasi dari adanya sistem demokrasi di Indonesia, sekaligus sebagai suatu wadah untuk menampung suara masyarakat dalam menentukan pemimpin untuk beberapa tahun ke depan. Menjelang pesta demokrasi biasanya para kandidat berlomba-lomba membangun personal branding agar mampu merebut atensi masyarakat dan tentunya agar mencapai elektabilitas yang tinggi di pemilihan pemilu 2024. Peningkatan penggunaan media sosial saat ini memberikan peluang kepada para kandidat untuk melakukan kampanye politik dan membangun citra diri. Para kandidat dapat dengan mudah mempersuasi masyarakat dengan menyebarkan visi dan misi melalui media sosial. Seperti yang dilakukan oleh salah satu kandidat dari partai Nasdem, Anies Baswedan yang memanfaatkan media sosial Instagram sebagai media kampanye untuk membangun citra diri. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pendekatan deskriptif kualitatif seduai dengan tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk melihat personal branding yang merupakan bagian dari kampanye politik yang dilakukan oleh Anies Baswedan di media sosial Instagram. Sumber data penelitian ini adalah dari akun instagram probadi Anies Baswedan yaitu @aniesbaswedan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa Anies Baswedan memenuhi tiga elemen utama dalam membangun personal branding. Yaitu persoality values, promise, dan relationship.
Dinamika Personalisasi Partai Politik Dalam Rekrutmen Bakal Calon Walikota Solo 2020 (Studi Kasus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Mochamad Atami Ridwan; Fatkhuri Fatkhuri
JPW (Jurnal Politik Walisongo) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jpw.v5i1.16789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang adanya dinamika yang terjadi di dalam proses rekrutmen bakal calon Walikota Solo pada pilkada serentak 2020. Dinamika tersebut dipengaruhi adannya personalisasi di internal partai yang ditandai dengan dominasi ketua umum serta lemahnya organisasi partai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan data primer serta sekunder diantaranya berupa wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dinamika di dalam fungsi rekrutmen bakal calon Walikota Solo diantaranya terdapat intervensi dari Ketua Umum Partai akibat dari dominasinya yang begitu kuat di dalam partai politik sehingga struktur partai di tingkat lokal yaitu DPC PDI-P Kota Surakarta tidak dapat menerapkan skema bottom-up dengan mengusung calon berdasarkan hasil penjaringan. Lemahnya kelembagaan partai juga terlihat dari peraturan partai tentang rekrutmen kepala daerah yang tidak diimplementasikan dengan baik, tidak tercermin prinsip demokrasi di internal partai, ketidakmandirian struktur partai di tingkat lokal, hingga sifat pragmatisme partai dengan mengusung calon walikota solo berdasarkan latar belakang sosial calon tersebut yang merupakan putra Putra Presiden Joko Widodo yang sedang menjabat saat ini.
Peran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pemilihan Presiden 2024: Analisis Terhadap Pemilih Pemula Nur Rohman
JPW (Jurnal Politik Walisongo) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jpw.v5i1.18330

Abstract

Pemilihan presiden di Indonesia adalah peristiwa politik yang krusial dan dipantau dengan cermat oleh masyarakat dan pengamat politik. Dalam konteks ini, peran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah menarik perhatian yang signifikan, terutama dalam hubungannya dengan pemilih pemula. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran PSI dalam pemilihan presiden dengan fokus khusus pada dampaknya terhadap pemilih pemula. PSI adalah salah satu partai politik baru yang muncul dalam lanskap politik Indonesia. Penelitian ini menggunakan berbagai sumber, termasuk survei opini publik, wawancara dan analisis data sekunder, untuk mengidentifikasi bagaimana PSI telah mempengaruhi pemilih pemula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSI telah berhasil menarik perhatian pemilih pemula dengan platform politik yang segar, terutama terhadap isu-isu sosial, lingkungan, digitalisasi. Partai ini memanfaatkan media sosial dan komunikasi dengan efektif untuk mencapai pemilih muda. Penulis juga menyoroti peran PSI dalam memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula, meningkatkan partisipan mereka dalam proses politik, dan mendorong mereka untuk berperan aktif dalam pemilihan presiden. PSI telah berperan aktif dalam pemilihan presiden. PSI telah berperan dalam memotivasi pemilih pemula untuk mendukung kandidat yang sesuai dengan nilai-nilai aspirasi mereka. Mereka telah mengusung pesan yang segar, inovatif, dan fokus pada aspirasi generasi muda. Partai ini secara aktif memanfaatkan media sosial dan strategi kampanye modern untuk mencapai pemilih pemula dan memenangkan dukungan mereka. Meskipun PSI memiliki dampak positif pada pemilih pemula, penelitian ini juga mencatat beberapa kritik dan tantangan yang dihadapi oleh partai PSI, seperti ketidakmampuan mereka untuk mengatasi isu-isu ekonomi yang lebih substansial dan kurangnya pengalaman dalam pemerintahan. Dalam artikel ini, kami menyelidiki bagaimana PSI mempengaruhi pemilih pemula melalui kampanye, komunikasi, dan pendekatan politiknya. Penulis juga menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilih pemula dalam memilih dan mendukung PSI, termasuk ideologi, kepemimpinan partai, dan isu-isu kampanye. Selain itu, penulis mengevaluasi dampak partisipasi pemilih pemula dalam pemilihan presiden dan bagaimana kontribusi PSI memengaruhi hasil pemilihan. Dengan demikian, artikel ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran penting PSI dalam menggerakkan pemilih pemula dalam politik Indonesia. Melalui penelitian ini, penulis menggambarkan kontribusi PSI dalam politik Indonesia, potensi pemilih pemula sebagai kelompok pemilih yang signifikan, dan implikasi dari interaksi ini terhadap pemilihan presiden mendatang. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran PSI dalam menggalang dukungan pemilih pemula, penulis dapat merencanakan strategi politik yang lebih efektif dan inklusif dalam masa depan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang peran PSI dalam pemilihan Presiden 2024, terutama dalam konteks pemilihan pemula. Penelitian ini dapat menjadi sumber informasi yang berharga bagi para pengambil keputusan politik yang sedang terjadi di Indonesia, terutama dalam hal keterlibatan pemilih pemula dalam proses demokrasi.
Peran Pemerintah Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang Dalam Menangani Kasus Human Trafficking (Prostitusi) di Desa Karang Serang Gefarina Djohan; Hafizh Maulana Assuyuthi Burhani
JPW (Jurnal Politik Walisongo) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jpw.v5i1.17081

Abstract

Peran pemerintah Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang dalam menangani kasus human trafficking (Prostitusi) di Desa Karang Serang dengan menggunakan empat bentuk peran yakni peran sosialisasi dan pembinaan, peran regulator, peran fasilitator dan peran dinamisator menunjukkan terlaksana dengan baik. Meskipun demikian ternyata hasil penelitian menunjukkan masih terdapat adanya faktor penghambat, sehingga tidak optimal. Peran yang dilaksanakan oleh pemerintah Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang yang memiliki otoritas penuh dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada khususnya di Desa Karang Serang terlihat belum mencapai hasil yang menggembirakna, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam terhadap persoalan-persoalan di lapangan sebagaimana penelitian ini dilakukan.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisa deskriptif terkait dengan peran pemerintah Kecamatan Sukadiri dan pihak pendukung lainnya dalam penanganan kasus human trafficking (prostitusi) di Desa Karang Serang. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui proses wawancara sebagai data primer dan studi pustaka sebagai data sekunder. Kerangka teori dalam skripsi ini menggunakan teori peran selain menggunakan konsep fungsi peran oleh Iyas Yusuf, Soerjono Soekanto, J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto gun menjelaskan peran pemerintah Kecamatan Sukadiri, faktor penghambat dan faktor pendukung. Selain itu peneliti juga menggunakan teori human trafficking (Perserikatan Bangsa-bangsa) dan teori pemerintah daerah oleh Harson. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Kecamatan Sukadiri dalam menangani kasus human trafficking (prostitusi) ternyata efektif sehingga hasilnya belum optimal.
Tingginya Angka Calon Tunggal Pemilihan Kepala Daerah dan Melemahnya Demokrasi di Indonesia Kontemporer Abd Hannan
JPW (Jurnal Politik Walisongo) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jpw.v5i1.17499

Abstract

Meningkatnya angka calon tunggal dalam gelaran Pilkada serentak di Indonesia menuai ragam polemik, salah satunya adalah adanya anggapan bahwa Pilkada calon tunggal telah menyebabkan proses sirkulasi kepemimpinan daerah berjalan tidak sehat, memperlemah sistem demokrasi, dan cenderung memperkokoh praktik monopoli kekuasaan di tingkat daerah. Studi ini mengkaji fenomena meningginya calon tunggal dalam gelaran pemilihan kepala daerah, dampak dan pengaruhnya terhadap sistem demokrasi dan dinasti kekuasaan di Indonesia. Dengan melakukan analisa berdasarkan perspektif sosiologi hukum dan sosiologi politik, studi ini mendapati temuan bahwa sejak diterapkannya Pilkada serentak pada tahun 2015, praktik Pilkada calon tunggal mengalami peningkatan. Meningginya jumlah calon tunggal tersebut disebabkan oleh adanya pragmatisme politik di level elit, tidak optimalnya partai politik menjalankan fungsinya, serta diterapkannya syarat ambang batas pencalonan. Pada tataran praktiknya, Pilkada calon tunggal telah mereduksi prinsip esensial pemilihan umum, khususnya prinsip partisipasi, kompetisi, danprinsip kontestasi sehingga membuat bangunan demokrasi Indonesia melemah. Selain itu, Pilkada calon tunggal juga dinilai telah membuat dinasti kekuasaan di tingkat daerah semakin menguat. Faktanya, dari jumlah 25 calon tunggal yang bertarung pada Pilkada serentak 2020, sebanyak 23 calon merupakan incumbent baik sebagai calon kepaladaerah atau wakil kepala daerah, dan 10 di antaranya merupakan kepala daerah yang kembali maju dengan pasangan calon yang sama.

Page 1 of 1 | Total Record : 6