cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MODUS-Jurnal Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 08521875     EISSN : 25493787     DOI : -
Core Subject : Economy,
MODUS Journal published twice a year in March and September. This journal publish empirical and conceptual research in the areas of accounting, economics, business and management and first published in 1983 by the Faculty of Economics, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This journal open to researchers and academics who are interested in writing articles in the fields of accounting, economics, business and management to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 33 No. 2 (2021): MODUS" : 14 Documents clear
ANALISIS DETERMINAN PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DI INDONESIA Yohanes Mario Pratama
Modus Vol. 33 No. 2 (2021): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v33i2.4644

Abstract

ABSTRACTThis research aimed to discuss and obtain empirical evidence about determinants affecting carbon emission disclosure in Indonesia. The independent variables tested in this research consisted of board of commissioner size, women on board members size, board of director size, company size, and institutional ownership. The measurement of carbon emission disclosure using index checklist developed by Choi et al. (2013). Non-financial companies listed on Indonesia Stock Exchange in 2015-2019 were used as the population of this study. In this research, the sample was taken by using purposive sampling method. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that the board of commissioner size, and company size have a positive effect on carbon emission disclosure, while women on board members size, board of director size, and institutional ownership have no effect on carbon emission disclosure. These results are expected to encourage companies to disclose information regarding carbon emission and to reduce carbon emission. Keywords: carbon emission disclosure; board of commissioner size; women on board members size; board of director size; company size; institutional ownership ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris mengenai determinan yang mempengaruhi pengungkapan emisi karbon di Indonesia. Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran dewan komisaris, proporsi anggota dewan wanita, ukuran dewan direksi, ukuran perusahaan, dan kepemilikan institusional. Pengukuran pengungkapan emisi karbon dilakukan dengan menggunakan indeks checklist yang dikembangkan oleh Choi et al. (2013). Perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2015-2019 digunakan sebagai populasi dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan multiple linear regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap pengungkapan emisi karbon, sedangkan proporsi anggota dewan wanita, ukuran dewan direksi, dan kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan emisi karbon. Hasil ini diharapkan dapat mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengungkapkan informasi terkait emisi karbon dan menurunkan emisi karbon. Kata kunci: pengungkapan emisi karbon; ukuran dewan komisaris; proporsi anggota dewan wanita; ukuran dewan direksi; ukuran perusahaan; kepemilikan institusional
KEPEMIMPINAN ADAPTIF DALAM AGILITAS ORGANISASI DI ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Januari Ayu Fridayani
Modus Vol. 33 No. 2 (2021): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v33i2.4654

Abstract

ABSTRACTBeing agile is one of the main keys for organization to be able to survive and grow in the VUCA era. Today, many organizations have begun to form agile teams to produce initiative, innovation or improvement. However, having a large number of agile teams in a company does not mean that the company has become an agile organization. To be agile, a company must transform by developing agile organizational systems and creating adaptive leaders. This study provides a conceptual framework and an analysis that discusses how the adaptive leadership model becomes a relevant leadership model for organizations, especially in the midst of uncertain situations in the new habitual adaptation era. Using literature review method, this study formulates 4 aspects that form an adaptive leadership model, namely aspects of anticipation, articulation, adaptation and accountability. Furthermore, these four aspects are translated into the main characteristics of organizational agility through the 5 key areas of the organization — strategy, structure, processes, people and technology.Keywords: adaptive leadership; organizational agility; new habitual adaptation ABSTRAKMenjadi gesit merupakan salah satu kunci utama organisasi untuk dapat bertahan dan berkembang di era VUCA. Saat ini, banyak organisasi mulai membentuk tim yang gesit untuk menghasilkan inisiatif, inovasi, atau perbaikan. Namun, memiliki tim yang gesit dalam jumlah besar dalam sebuah perusahaan tidak berarti bahwa perusahaan tersebut telah menjadi organisasi yang gesit. Untuk menjadi gesit, perusahaan harus bertransformasi dengan mengembangkan sistem organisasi yang gesit dan menciptakan pemimpin yang adaptif. Penelitian ini memberikan kerangka konseptual dan analisis yang membahas bagaimana model kepemimpinan adaptif menjadi model kepemimpinan yang relevan bagi organisasi, terutama di tengah situasi yang tidak menentu di era adaptasi kebiasaan baru. Dengan menggunakan metode literature review, penelitian ini merumuskan 4 aspek yang membentuk model kepemimpinan adaptif, yaitu aspek antisipasi, artikulasi, adaptasi dan akuntabilitas. Selanjutnya, keempat aspek ini diterjemahkan ke dalam karakteristik utama kelincahan organisasi melalui 5 bidang utama organisasi – strategi, struktur, proses, orang, dan teknologi.Kata kunci: kepemimpinan adaptif; agilitas organisasi; adaptasi kebiasaan baru
ANALISIS PROFITABILITAS, EFISIENSI DAN LEVERAGE TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI, EARNINGS MANAGEMENT SEBAGAI MODERASI Leo Dadyo Pamungkas; Vinola Herawaty
Modus Vol. 33 No. 2 (2021): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v33i2.4656

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the profitability, efficiency and leverage influence on bond rating moderated by earnings management. The type of research used was causal study. This research also used time series and cross sectional data. Purposive sampling was used as data collection method, which resulted in collection of 120 samples from 24 banks during period of 2012-2016. SPSS 20 multivariate logistic regressions analysis was used to analyze data. The results of the research prove that both profitability and efficiency have positive influences on bond rating. Leverage has a negative influence on bond rating. Earnings management strengthens the influence of leverage on bond rating. Earnings management does not have an influence on bond rating. Earnings management does not weaken the influence of profitability on bond rating. Earnings management does not weaken the influence of efficiency on bond rating.  Keywords: profitability; efficiency; leverage; earnings; bond ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas, efisiensi dan leverage terhadap peringkat obligasi dengan earnings management sebagai variabel moderasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah causal study, dimana menurut dimensi waktu penelitian menggunakan data pooling yang merupakan gabungan dari data time series dan cross section. Metode pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling yang menghasilkan obyek 24 bank selama periode tahun 2012-2016 sehingga diperoleh sebanyak 120 sampel. Metode analisis data menggunakan analisis multivariate yaitu regresi logistik dengan bantuan program SPSS 20. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa profitabilitas dan efisiensi berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi. Leverage berpengaruh negatif terhadap peringkat obligasi. Earnings management memperkuat hubungan leverage terhadap peringkat obligasi. Earnings management tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Earnings management tidak memperlemah hubungan profitabilitas terhadap peringkat obligasi. Earnings management tidak memperlemah hubungan efisiensi terhadap peringkat obligasi. Kata kunci: profitabilitas; efisiensi; leverage; earnings; obligasi
ANALISA FRAUD DIAMOND DALAM PENDETEKSIAN TINDAKAN FINANCIAL SHENANIGANS Anggreni Dian Kurniawati
Modus Vol. 33 No. 2 (2021): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v33i2.4658

Abstract

ABSTRACTConflicts of interest between investors as principals and management as agents that often benefit one party, triggering fraud in financial reporting. Fraudulent financial statements can be indicated by the existence of financial shenanigans, namely opportunistic earnings management actions that cause the financial statements presented to be inconsistent with the actual company performance. The study used four components of the fraud diamond that were suspected of causing financial shenanigans to occur in the company. This study will use the earnings manipulation shenanigans. The sample of this research is companies listed on the Indonesia Stock Exchange with the 2016-2018 observation period. Hypothesis testing is done by using multiple regression tests. The results of this hypothesis testing indicate that the two components of fraud diamond, namely pressure proxied by financial targets and rationalization, which is proxied by total accruals, have a positive effect on financial shenanigans. The results of this study fail to prove that the other two components of fraud diamond, namely opportunities that are proxied by nature of industry, have a negative effect on financial shenanigans and the change of directors has no effect on financial shenanigans. The results of this study are expected to be a reference for auditors in detecting fraudulent financial statements that occur because of  financial shenanigans.Keywords:     earning manipulation shenanigans; financial shenanigans; financial statement fraud; fraud diamondABSTRAKKonflik kepentingan antara investor selaku prinsipal dengan manajemen selaku agen yang seringkali menguntungkan satu pihak sehingga memicu terjadinya kecurangan dalam pelaporan keuangan. Kecurangan laporan keuangan dapat ditandai dengan adanya tindakan financial shenanigans yaitu tindakan manajemen laba oportunistik yang menyebabkan laporan keuangan yang disajikan tidak sesuai dengan kinerja perusahaan sebenarnya. Penelitian menggunakan empat komponen fraud diamond yang diduga menyebabkan terjadinya tindakan financial shenanigans yang terjadi di perusahaan. Penelitian ini akan menggunakan earnings manipulation shenanigans. Sampel penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode amatan tahun 2016-2018. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi berganda. Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa dua komponen fraud diamond yaitu tekanan yang diproksikan dengan target keuangan dan rasionalisasi yang diproksikan dengan total akrual berpengaruh positif terhadap financial shenanigans. Hasil penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa dua komponen fraud diamond lainnya yaitu peluang yang diproksikan dengan nature of industry berpengaruh negatif terhadap financial shenanigans dan pergantian direksi tidak berpengaruh terhadap financial shenanigans. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan auditor dalam melakukan pendeteksian terhadap kecurangan laporan keuangan yang terjadi karena adanya tindakan financial shenanigans ini.Kata kunci:     earnings manipulation shenanigans; financial shenanigans; kecurangan laporan keuangan; fraud diamond
AGILE MARKETING SEBAGAI SOLUSI BUSINESS DISRUPTION MENUJU KEBANGKITAN BISNIS UMKM PASCA COVID-19 Fransisca Desiana Pranatasari
Modus Vol. 33 No. 2 (2021): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v33i2.4662

Abstract

ABSTRACTMost of the business organizations in Indonesia experienced business disruption due to the Covid-19 pandemic. Not a few also end up going bankrupt and unable to survive. Business resilience is very necessary in order to achieve a revival of the small and medium enterprises (SME) business because of its strategic role in the national economy. For that, we as marketers need to manage marketing activities that are adaptive and flexible in accordance with the potential of SME themselves through agile marketing. The aim of this research is to formulate a framework for business revival during and after a crisis such as Covid-19. This research allows for making suggestions for effective marketing division procedures for business organizations in dealing with this business disruption. The descriptive qualitative approach was carried out by the researcher to get a picture of the situation experienced by SME. The method of data collection was carried out by interview, observation and documentation with purposive sampling as a method of selecting research sources. Triangulation of sources and triangulation of techniques were chosen by the researcher to ensure the validity of the data. The sources of this research were 5 SME actors (owners). As a result, agile marketing can be used as a business disruption solution. Thus, SME can slowly restore the condition of their business organizations so that they can rise after Covid-19.Keywords:    agile marketing; business disruption; business revival; small and medium enterprises; Covid-19ABSTRAKBanyak organisasi bisnis di Indonesia yang mengalami disrupsi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Tidak sedikit pula yang akhirnya bangkrut dan tidak mampu bertahan. Ketahanan bisnis sangat penting untuk mencapai kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), karena peran penting mereka dalam perekonomian nasional. Untuk itu, para pemasar (marketers) perlu melakukan manajemen aktivitas pemasaran yang adaptif dan fleksibel sesuai dengan potensi dari UMKM melalui agile marketing. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka kerja untuk kebangkitan bisnis selama dan sesudah krisis seperti Covid-19. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan mengenai prosedur divisi pemasaran yang efektif bagi organisasi bisnis di dalam menangani disrupsi bisnis tersebut. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai situasi yang dialami oleh UMKM. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan menggunakan metode purposive sampling dalam memilih sumber penelitian. Metode triangulasi sumber dan triangulasi teknik digunakan dalam penelitian ini untuk memastikan validitas data. Sumber data penelitian ini adalah lima pelaku UMKM (pemilik). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agile marketing dapat digunakan sebagai solusi untuk menghadapi disrupsi bisnis. Dengan demikian, UMKM dapat memulihkan kondisi usaha mereka secara perlahan-lahan dan dapat bangkit kembali setelah pandemi Covid-19.Kata kunci:     agile marketing; disrupsi bisnis; kebangkitan bisnis; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); Covid -19
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN Olvi Rahmadani; Rosinta Ria Panggabean
Modus Vol. 33 No. 2 (2021): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v33i2.4668

Abstract

ABSTRACT A company will always attempt to reach its goal by increasing its efficiency and effectiveness. One of the ways to achieve the goal is by improving its intellectual capital, good corporate governance and financial performance. This study was conducted with the aim of finding empirical evidence about the effect of intellectual capital and good corporate governance on firm’s financial performance measured by Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE) in the consumer goods sector listed on Indonesia Stock Exchange in the period of 2014-2018. The sample used in this study was 23 companies that met several criteria. The data analysis technique used is multiple regression analysis. The results of hypothesis testing show that intellectual capital positively affected firm’s financial performance. In contrast, good corporate governance did not affect positively firm’s financial performance. Keywords:  intellectual capital; good corporate governance; Return on Assets (ROA); Return on Equity (ROE)  ABSTRAK Perusahaan akan selalu berupaya untuk mencapai tujuannya dengan meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan. Salah satu upaya dalam mencapai tujuan adalah dengan meningkatkan intellectual capital, good corporate governance, dan kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh intellectual capital dan good corporate governance terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) pada sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2014-2018. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 23 perusahaan yang memenuhi beberapa kriteria. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa intellectual capital memiliki pengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, good corporate governance tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.  Kata kunci:    intellectual capital; good corporate governance; Return on Assets (ROA); Return on Equity (ROE)
ANTESEDEN DAN KONSEKUENSI KEPUASAN KONSUMEN GO-FOOD (STUDI KASUS DI YOGYAKARTA) Isnanda Zainur Rohman; Dwi Karina Asri
Modus Vol. 33 No. 2 (2021): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v33i2.4670

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of perceived quality and trust variables on consumer satisfaction, also the effect of consumer satisfaction on loyalty for consumers of Go-food services in Yogyakarta. The research method used is purposive sampling with a sample size of 200 people. The respondents are people who used Go-food services in Yogyakarta in the last 3 months (August-October 2020). The data used are primary data using a questionnaire instrument. The analysis technique used is regression using AMOS program. Based on the research results, it is found that perceived quality and trust have positive effects on consumer satisfaction. Then, consumer satisfaction has a positive effect on consumer loyalty. Keywords: perceived quality; trust; consumer satisfaction; consumer loyalty ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel perceived quality dan kepercayaan (trust) terhadap kepuasan konsumen, serta pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas pengguna layanan Go-food pada aplikasi Gojek Indonesia di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 200 orang. Responden merupakan pengguna layanan Go-food di Yogyakarta dalam 3 bulan terakhir (Agustus-Oktober 2020). Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi dengan menggunakan program AMOS. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa perceived quality dan kepercayaan berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Kemudian, variabel kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.Kata kunci: perceived quality; kepercayaan; kepuasan konsumen; loyalitas konsumen
ANALISIS DETERMINAN PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DI INDONESIA Pratama, Yohanes Mario
Modus Vol. 33 No. 2 (2021): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v33i2.4644

Abstract

ABSTRACTThis research aimed to discuss and obtain empirical evidence about determinants affecting carbon emission disclosure in Indonesia. The independent variables tested in this research consisted of board of commissioner size, women on board members size, board of director size, company size, and institutional ownership. The measurement of carbon emission disclosure using index checklist developed by Choi et al. (2013). Non-financial companies listed on Indonesia Stock Exchange in 2015-2019 were used as the population of this study. In this research, the sample was taken by using purposive sampling method. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that the board of commissioner size, and company size have a positive effect on carbon emission disclosure, while women on board members size, board of director size, and institutional ownership have no effect on carbon emission disclosure. These results are expected to encourage companies to disclose information regarding carbon emission and to reduce carbon emission. Keywords: carbon emission disclosure; board of commissioner size; women on board members size; board of director size; company size; institutional ownership ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris mengenai determinan yang mempengaruhi pengungkapan emisi karbon di Indonesia. Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran dewan komisaris, proporsi anggota dewan wanita, ukuran dewan direksi, ukuran perusahaan, dan kepemilikan institusional. Pengukuran pengungkapan emisi karbon dilakukan dengan menggunakan indeks checklist yang dikembangkan oleh Choi et al. (2013). Perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2015-2019 digunakan sebagai populasi dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan multiple linear regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap pengungkapan emisi karbon, sedangkan proporsi anggota dewan wanita, ukuran dewan direksi, dan kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan emisi karbon. Hasil ini diharapkan dapat mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengungkapkan informasi terkait emisi karbon dan menurunkan emisi karbon. Kata kunci: pengungkapan emisi karbon; ukuran dewan komisaris; proporsi anggota dewan wanita; ukuran dewan direksi; ukuran perusahaan; kepemilikan institusional
KEPEMIMPINAN ADAPTIF DALAM AGILITAS ORGANISASI DI ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Fridayani, Januari Ayu
Modus Vol. 33 No. 2 (2021): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v33i2.4654

Abstract

ABSTRACTBeing agile is one of the main keys for organization to be able to survive and grow in the VUCA era. Today, many organizations have begun to form agile teams to produce initiative, innovation or improvement. However, having a large number of agile teams in a company does not mean that the company has become an agile organization. To be agile, a company must transform by developing agile organizational systems and creating adaptive leaders. This study provides a conceptual framework and an analysis that discusses how the adaptive leadership model becomes a relevant leadership model for organizations, especially in the midst of uncertain situations in the new habitual adaptation era. Using literature review method, this study formulates 4 aspects that form an adaptive leadership model, namely aspects of anticipation, articulation, adaptation and accountability. Furthermore, these four aspects are translated into the main characteristics of organizational agility through the 5 key areas of the organization — strategy, structure, processes, people and technology.Keywords: adaptive leadership; organizational agility; new habitual adaptation ABSTRAKMenjadi gesit merupakan salah satu kunci utama organisasi untuk dapat bertahan dan berkembang di era VUCA. Saat ini, banyak organisasi mulai membentuk tim yang gesit untuk menghasilkan inisiatif, inovasi, atau perbaikan. Namun, memiliki tim yang gesit dalam jumlah besar dalam sebuah perusahaan tidak berarti bahwa perusahaan tersebut telah menjadi organisasi yang gesit. Untuk menjadi gesit, perusahaan harus bertransformasi dengan mengembangkan sistem organisasi yang gesit dan menciptakan pemimpin yang adaptif. Penelitian ini memberikan kerangka konseptual dan analisis yang membahas bagaimana model kepemimpinan adaptif menjadi model kepemimpinan yang relevan bagi organisasi, terutama di tengah situasi yang tidak menentu di era adaptasi kebiasaan baru. Dengan menggunakan metode literature review, penelitian ini merumuskan 4 aspek yang membentuk model kepemimpinan adaptif, yaitu aspek antisipasi, artikulasi, adaptasi dan akuntabilitas. Selanjutnya, keempat aspek ini diterjemahkan ke dalam karakteristik utama kelincahan organisasi melalui 5 bidang utama organisasi – strategi, struktur, proses, orang, dan teknologi.Kata kunci: kepemimpinan adaptif; agilitas organisasi; adaptasi kebiasaan baru
ANALISIS PROFITABILITAS, EFISIENSI DAN LEVERAGE TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI, EARNINGS MANAGEMENT SEBAGAI MODERASI Pamungkas, Leo Dadyo; Herawaty, Vinola
Modus Vol. 33 No. 2 (2021): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v33i2.4656

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the profitability, efficiency and leverage influence on bond rating moderated by earnings management. The type of research used was causal study. This research also used time series and cross sectional data. Purposive sampling was used as data collection method, which resulted in collection of 120 samples from 24 banks during period of 2012-2016. SPSS 20 multivariate logistic regressions analysis was used to analyze data. The results of the research prove that both profitability and efficiency have positive influences on bond rating. Leverage has a negative influence on bond rating. Earnings management strengthens the influence of leverage on bond rating. Earnings management does not have an influence on bond rating. Earnings management does not weaken the influence of profitability on bond rating. Earnings management does not weaken the influence of efficiency on bond rating.  Keywords: profitability; efficiency; leverage; earnings; bond ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas, efisiensi dan leverage terhadap peringkat obligasi dengan earnings management sebagai variabel moderasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah causal study, dimana menurut dimensi waktu penelitian menggunakan data pooling yang merupakan gabungan dari data time series dan cross section. Metode pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling yang menghasilkan obyek 24 bank selama periode tahun 2012-2016 sehingga diperoleh sebanyak 120 sampel. Metode analisis data menggunakan analisis multivariate yaitu regresi logistik dengan bantuan program SPSS 20. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa profitabilitas dan efisiensi berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi. Leverage berpengaruh negatif terhadap peringkat obligasi. Earnings management memperkuat hubungan leverage terhadap peringkat obligasi. Earnings management tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Earnings management tidak memperlemah hubungan profitabilitas terhadap peringkat obligasi. Earnings management tidak memperlemah hubungan efisiensi terhadap peringkat obligasi. Kata kunci: profitabilitas; efisiensi; leverage; earnings; obligasi

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2021 2021