cover
Contact Name
Arsyad Ramadhan Darlis
Contact Email
arsyad@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jte.itenas@itenas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika
ISSN : 23388323     EISSN : 24599638     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ELKOMIKA diterbitkan 3 (tiga) kali dalam satu tahun pada bulan Januari, Mei dan September. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya pada Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Elektronika.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Published July - December 2016" : 9 Documents clear
Penerapan Metoda Serial Peripheral Interface (SPI) pada Rancang Bangun Data Logger berbasis SD card SUSANA, RATNA; ICHWAN, MUHAMMAD; PHARD, SAVERO AL
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2: Published July - December 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.208

Abstract

ABSTRAKSerial Peripheral Interface (SPI) adalah protokol komunikasi yang dapat digunakan sebagai interface komunikasi antara mikrokontroler dengan SD Card. Dengan menerapkan metoda SPI pada data logger berbasis SD Card, maka dapat diketahui karakteristik protokol komunikasi SPI antara mikrokontroler dengan SD Card. SD Card diformat dengan tipe FAT 16, dan data di dalam SD Card berupa sekumpulan paket data sensor yang diambil secara periodik dan disimpan dalam bentuk file dengan format.csv. Berdasarkan format paket data sensor yang dibuat, dapat dihitungwaktu perekaman data yang diperlukan agar kapasitas SD Card terisi penuh oleh data sensor. Hasil penelitian menunjukkan,bahwa metoda SPI yang diterapkan pada penelitian ini memiliki sifat akan melakukan pemeriksaan berulang pada pin MISO terhadap command yang dikirimkan oleh mikrokontroler melalui pin MOSI. Proses read/write data pada SD Card data logger memiliki keberhasilan 100%, karena SD Card telah terinisialisasi dalam mode SPI melalui perintah reset dan init SD Card. Komunikasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan crystal 4 Mhz – 20 Mhz. Untuk pengujian konfigurasi SPI, hanya Independent Slave Configuration yang dapat digunakan pada komunikasi SPI dengan 2 SD card sebagai slave. Kata kunci: Serial Peripheral Interface (SPI), Data Logger, SD card, FAT16ABSTRACTSerial Peripheral Interface (SPI) is a communication protocol that can be applied as a communication interface between microcontroller to SD Card. By implementing the SPI method to a data logger based on SD Card, it can be known the characteristics of the SPI communications protocol between microcontroller to SD Card. SD Card formatted in FAT 16 type, and data on the SD Card is the form of sensor data packets collection which be captured periodically and saved in .csv format file. Based on the sensor data packet format is created, it can be calculated recording time data required so that the SD Card capacity completely filled by the sensor data. Research results show, that the SPI method applied in this study has the properties will do repeated testing on MISO pin to the command sent by the microcontroller through the MOSI pin. The read / write data on the SD Card data logger has a 100% success, because the SD Card has been initialized in SPI mode through the reset and init SD Card command.  This communication can be established using crystal 4 Mhz - 20 Mhz. At SPI configuration testing, only the Independent Slave Configuration can be used in SPI communication with 2 SD card as a slave.Keywords: Serial Peripheral Interface (SPI), Data Logger, SD card, FAT16
Desain dan Implementasi Antena Mikrostrip VSAT Bergerak pada Frekuensi Downlink Ku Band MADIAWATI, HANNY; SURYANA, JOKO
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2: Published July - December 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.160

Abstract

ABSTRAKKebutuhan sistem komunikasi satelit bergerak pada pita Ku sekarang ini mulai berkembang di Indonesia. Ku-band memiliki ketersediaan lebar pita yang besar dan memilikipanjang gelombang yang lebih pendek. Panjang gelombang yang pendek berpengaruh pada dimensi perangkat yang lebih kecil.Pada umumnya antena satelit untuk sistem yang bergerak menggunakan parabola namun penggunaannya pada kendaraanterkendalaberatnya masa keseluruhan sistem sehingga diperlukan sistem kendali motor dengan harga mahal. Oleh karena itu, penggunaan antena mikrostrip dengan metode antena susun (array) menjadi solusi yang dapat memungkinkan kendaraan tetap bergerak dengan baikdengan tetap menjaga kelangsungan hubungan telekomunikasi selama bergerak.Pada penilitian ini, suatu antena mikrostrip penerima dengan menggunakan metode array dengan jumlah patch2x16 yang mampu bekerja pada pita Ku-Band telah dirancang dan direalisasikan. Antena ini bekerja pada frekuensi 11,9 GHz dengan gain sebesar18,69 dB.Kata kunci: komunikasi satelit, Ku-Band, antena mikrostrip, antena mikrostrip array.ABSTRACTNeeds of mobile satellite communication system at Ku Band are currently being widely grown in Indonesia. Ku-band has a large bandwidth availability and has a shorter wavelengt. The short wavelength effect on the smaller device dimensions. In general, satellite antennas for mobile system uses parabolic antenna but if its use on vehicles the obstacle is weighing of the whole system so it takes motor control system with an expensive price. Therefor, the use of microstrip antenna by using antenna array is a solution that can allow the vehicle to keep moving well while maintaining the continuity of telecommunication links during the move. In this research, a microstrip antenna array receiver using the patch number 2x16 are able to work in the Ku-band has been design dan realized. The antenna work at 11.9GHz with a gain 18,69dB.Keywords: satellite communication, Ku-Band, microstrip antenna, array microstrip antenna.
Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang -, - INDEKS
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2: Published July - December 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.

Abstract

Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang
Perancangan Prototipe Transmitter Beacon Black Box Locator Acoustic 37.5 kHz Pingers RUSTAMAJI, RUSTAMAJI; SAWITRI, KANIA; GUNAWAN, RUDI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2: Published July - December 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.170

Abstract

ABSTRAKPingers transmitter berfungsi untuk memancarkan sinyal atau getaran pulsa akustik pada black box. Frekuensi sinyal yang dipancarkan sebesar 37,5 kHz yang dimodulasikan oleh pulsa dengan durasi 10 ms setiap interval 1 second. Modulasi yang digunakan adalah modulasi on off keying. Dalam penelitian ini dibuat perancangan pingers transmitter yang tersusun atas rangkaian osilator, timer, inverter, switch dan rangkaian amplifier. Frekuensi 37,5 kHz tersebut dibangkitkan oleh rangkaian osilator colpitts, sedangkan lebar pulsa dengan durasi 10 ms dan pengulangan pulsa setiap interval 1 second dibangkitkan oleh rangkaian timer. Berdasarkan perancangan yang telah dibuat, output sinyal yang dihasilkan oleh prototipe pingers transmitter tersebut sebesar 37,69 kHz dengan lebar pulsa 9,8 ms setiap interval 1 second.Kata kunci: Black box, pingers transmitter, on off keying. ABSTRACTPingers transmitter is used to emits a signal or pulse of acoustic vibrations  in black box. The frequency of the transmitted signal is 37.5 kHz which is modulated by pulses with a duration of 10 ms every interval 1 second. The modulation that used this research is on off keying modulation. In this research, made the design of pingers transmitter which arrange of the oscillator circuit,timer, inverter, switch, and amplifier circuit. The 37.5 kHz frequency is generated by the colpitts oscillator circuit, while the pulse width with a duration of 10 ms,and each pulse repetition interval of 1 second generated by timer circuit. Based on the design that have made, signal output from the pingers transmitter prototype is 37.69 kHz, with the pulse width 9.8 ms every 1 second interval.Keywords: Black box, pingers transmitter, on off keying.
Analisis Performansi Algoritma Routing First Contact dengan Stationary Relay Node pada Delay Tolerant Network YOVITA, LEANNA VIDYA; RESTU, JODI NUGROHO
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2: Published July - December 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.123

Abstract

ABSTRAKAlgoritma routing pada jaringan klasik dapat berjalan jika hubungan end-to-end selalu ada.Algoritma routing ini bekerja dengan menggunakan informasi mengenai seluruh jalur yang tersedia.Untuk itu, pada jaringan dengan kondisi ekstrim seperti ini diperlukan algoritma routing yang sesuai.Salah satu algoritma routing yang dapat dijalankan pada Delay Tolerant Network (DTN) adalah First Contact.Algoritma iniakanmelakukan penggandaan pesan yang dibawanyauntuk kemudian diberikan kepada node lainnya yang pertama kali ditemui.Dalam penelitian ini ditambahkan stationary relay node untuk meningkatkan delivery probability.Dengan penambahan stationary relay node diperoleh peningkatan delivery probability 2 hingga 6% dibandingkan dengan jaringan tanpa stationary relay node. Parameter overhead ratio meningkat  sebesar 7-18% dibandingkan jaringan tanpa Stationary relay node. Algoritma First Contact dengan tambahan Stationary relay nodejuga memberikan tambahan average latency, 118 – 171 detik.Nilaiini berbanding lurus dengan jumlah mobile node DTN yang ada pada area tersebut.Kata kunci: Delay Tolerant Network, first contact,Stationaryrelaynode, routing algorithm, delivery probability, overhead ratio, average latency.ABSTRACTClassical routing algorithms only works if there is end to end connection.This algorithms uses the information about every available path, and then choose the best path related to spesific metric.. For the networks with the extreme condition, it is needed the suitable routing alorithms. One of the routing algorithms that is able to be applicated in Delay Tolerant Network (DTN) is First Contact. This algorithm will make a single copy message and then forward it to the first encountered node. In this research, the stationaryrelaynodes were added to improve delivery probability. The effect of adding stationary relay node is increasing the delivery probability about 2-6%, compared to networks without stationary relay node. The overhead ratio increased about  7-18% compared to networks without stationary relay node. First Contact algorithm with stationary relay node gives bigger average latency, 118 – 171 second. This value is directly proportional to the number of mobile DTN nodes that exist in the area.Keywords: Delay Tolerant Network, first contact, Stationaryrelaynode, routing algorithm, delivery probability, overhead ratio, average latency.. 
Pemurnian Biogas untuk meningkatkan Nilai Kalor melalui Adsorpsi Dua Tahap Susunan Seri dengan Media Karbon Aktif SUPRIANTI, YANTI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2: Published July - December 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.185

Abstract

ABSTRAKPemerintah menargetkan peningkatan peran energi terbarukanhingga mencapai 24% pada tahun 2050. Biogas sebagai salah satu dari sumber energi terbarukan harus memiliki nilai kalor yang memadaiagar dapat bersaing dengan sumber energi fosil. Zat yang memiliki kontribusi terbesar dalam menentukan nilai kalor biogas adalah Metana (CH4). Namun, biogas juga memiliki kandungan Karbon dioksida (CO2) yang bersifat tidak terbakar. Upaya untuk meningkatkan nilai kalor biogas dapat ditempuh dengan menurunkan kandungan CO2, salah satunya melalui proses adsorpsi. Penelitian ini menggunakan kolom adsorpsi seri berukuran 2,43 L untuk meningkatkan waktu kontak antara adsorben karbon aktif dengan gas-gas kontaminan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan CO2 dapat ditekan hingga di bawah 14% pada waktu adsorpsi 10 menit,dan diperoleh kandungan CH4 hingga minimal 78,73%. Hasil optimum kinerja kolom adsorpsi seri yaitu pada laju alir 2,4 L/menit dan waktu adsorpsi 10 menit, mampu memurnikan biogas hingga mengandung CH4 91,60%. Pada kondisi optimum tersebut, efektifitas kolom adsorpsi adalah sebesar 98,31%.Kata kunci: biogas, pemurnian, karbon aktif, waktu adsorpsi, efektifitas kolom adsorpsi.ABSTRACTIndonesian government had targettedthe role of renewable energy, up to 24% in 2050. Biogas, as one of renewable energy, should have sufficient calorific valuein order to be efficiently used and competitive compared to fossil fuels. Methane (CH4) in biogas is the most important substance that determine biogas calorific value. On the other hand, another component of biogas, Carbon dioxide (CO2), the one that inhibit combustion process must be reduced. One of the methods to reduce CO2 content can be conducted through adsorption process. This research utilized serial adsorption column to increase contact between activated carbon as adsorbent and contaminant gases. The result showed that CO2 content can be suppressed below 14% in 10 minutes adsorption time, so that CH4 content can be upgraded above 78.73%. The optimum performance of serial adsorption column obtained at 2.4 lpm of biogas flow in 10 minutes adsorption time, able to purify biogas to 91.60% of CH4 content. In optimum condition, serial adsorption column effectiveness was 98.31%.Keywords: biogas, purification, activated carbon, adsorption time, serial adsorption column effectiveness.
Desain dan Implementasi Virtual Laboratory Materi Osilator Analog berbasis IC OP-AMP FUADA, SYIFAUL; WIBOWO, AJI WIDHI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2: Published July - December 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.134

Abstract

ABSTRAK Laboratorium virtual merupakan salah satu platform laboratorium modern yang dapat mendukung kegiatan praktikum yang berjalan secara tradisional (Hand-on Laboratory).Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan mengimplementasikan Virtual Laboratory pada materi pembangkit sinyal dengan subtopik: Wien Bridge sebagai osilator RC, Hartley dan Colpitts sebagai osilator LC dan Astable Multivibrator sebagai osilator relaksasi,yang dibangun berbasis IC Operational Amplifier (OP-AMP).Jenis penelitian ini merupakan R&Dyang terdiri dari enam tahapan, yaitu:konsep, desain, pengumpulan bahan, pembuatan, pengujian dan pendistribusian. Aplikasi perangkat lunak berbasis dekstop ini telah diuji secara fungsional dengan 6 (enam) aspek parameter yakni:uji polaritas kapastor; uji wiring; uji mode frekuensi dan mode perioda pada alat ukur frequency generator; uji specific decission pada trainer kit osilator hartley dan colpitts; uji kesesuaian antara frekuensi ouput dari masing-masing osilator dengan perhitungan teorema dan hasil percobaan sesungguhnya; dan uji kualitas media. Hasil secara keseluruhan telah sesuai dengan ekspektasi didalam story board. Kata kunci: IC OP-AMP, Osilator analog, Laboratorium virtualABSTRACTThe Virtual Laboratory is as one of modern laboratory platform which able to supportthe hand-on worklab. The goal of this research are for designing and implementing a Virtual Laboratory of signal generator material with subtopics i.e. the Wien Bridge as an RC oscillator, the Hartley and Colpitts as LC oscillator and the astable multivibrator as relaxation oscillator which assembled based on Operational Amplifier Integrated Circuit (OP-AMP).This research is R&D type which consists of six stages, i.e. concept, design, materials collection, assembling, testing and distribution. This desktop-based software application has been functionally tested with six aspect of parameters such as: capacitor polarity testing; wiring testing; testing of frequency mode and period mode in frequency counter instrument; Specific decission test of the hartley and colpitts oscillator; fit-test for comparasion results between output frequency from each of oscillators with theorem calculations and actual experimental results; and quality test of media. The overall results was in line in expectations based on the story board.Keywords: Analog oscillator, IC OP-AMP, Virtual Laboratory
Kajian Implementasi Alokasi Frekuensi Komunikasi untuk Pelayaran Rakyat di Indonesia RIZA, TENGKU AHMAD
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2: Published July - December 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.197

Abstract

ABSTRAKPada saat ini pelayaran di Indonesia melakukan komunikasi antar nelayan pada pelayaran rakyat menggunakan frekuensi yang tidak resmi dengan alasan perangkat komunikasi lebih murah dan mudah didapat. Dalam penelitian ini dilakukan kajian implementasi alokasi spektrum frekuensi yang digunakan khusus untuk pelayaran rakyat di Indonesia. Alokasi spektrum frekuensi ini dapat digunakan oleh nelayan untuk melakukan komunikasi antar nelayan dengan menggunakan frekuensi yang resmi. Dimana untuk menetapkan frekuensi digunakan dengan melakukan studi literatur. Hasil kesimpulan yang diperoleh adalah untuk komunikasi antar nelayan dari satu kapal ke kapal lainnya dapat menggunakan frekuensi VHF (Very High Frequency) 30 – 300 MHz dengan pertimbangan jarak jangkauan.Frekuensi yang dimungkinkan untuk digunakan oleh pelayaran rakyat adalah 2170-2173,5 KHz, 2190-2194 KHz, 8100-8195 KHz, 18780-18900 KHz, 25070-25210 KHz, 159.05 MHz, 159.075 MHz dan 172-173 MHz.Kata kunci: Spektrum Frekuensi, Pelayaran Rakyat, Perangkat Komunikasi, Komunikasi, nelayanABSTRACTAt this time a cruise in Indonesia communication between fishermen on the cruise people using unofficial frequencies by reason of communication devices are cheaper and accessible. In this research, the study of the allocation of the frequency spectrum used specifically for cruise people in Indonesia. The allocation of the frequency spectrum can be used by fishermen for communication between fishermen using official frequency. Where to set the frequency used by the study of literature. The conclusion obtained for communication between fishermen from one ship to another fist using VHF frequencies (Very High Frequency) 30-300 MHz frequency range and distance considerations in the possible to be used by the cruise people are from 2170 to 2173.5 KHz , 2190 -2194 kHz , 8100-8195 kHz , 18780-18900 kHz , 25070-25210 kHz , 159.05 MHz , 159 075 MHz and 172-173 MHz Keywords: Frequency Spectrum, Civil marine, Communication Peripheral, Communication, Fisherman.
Optimal Design Of Renewable Energy Systemusing Genetic Algorithm Case Study In Parangtritis UTAMI, SRI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2: Published July - December 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.148

Abstract

ABSTRAKAndil pariwisata terhadap perkembangan regional sangat besar begitu juga andilnya terhadap permasalahan lingkungan. Untuk mengurangi aspek negatif terhadap lingkungan serta meningkatkan penghematan, sistem energi terbarukan menempati prioritas penting dalam bidang pariwisata. Konfigurasi optimal sistem energi terbarukan direncanakan menggunakan Algoritma Genetika. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimasi sistem energi terbarukan di Parangtritis, Kretek, Bantul, Jawa Tengah. Sistem yang dirancang terdiri dari sel surya dan turbin angin, sedangkan sistem penyimpanannya menggunakan baterai dan fuel cell. Algoritma ini meminimisasi fungsi objektif biaya total yang terdiri dari biaya investasi, biaya penggantian serta biaya operasi dan perawatan. Kehandalan sistem dievaluasi menggunakan indeks Equivalent Loss Factor (). Indeks ini memberikan informasi jumlah energi yang tidak dapat dipasok oleh sistem energi terbarukan. Hasil simulasi memperlihatkan jumlah optimal sistem energi terbarukan dicapai dengan jumlah sel surya sebanyak 3, baterai 48,turbin angin sebanyak 36, elektroliser sebanyak 3, tangki hidrogen 2 dan fuel cell sebanyak 8. Nilai ELF yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0.01.ABSTRACTTourism has a massive contribution to regional development and shares environmental issues. Reducing reliances on fossil fuel, it is not still adequating energy consumption yet to cause development of renewable energy in crucial position for tourism desicition. An optimal configuration of renewable energy system was planned by Genetic Algorithm in this work. This research conducted to optimize renewable  energy system in Parangtritis, Kretek, Bantul Central Java. The system consisted of solar cells and wind turbines, and the batteries and fuel cells were as storage system. The algorithm minimize objective function of total cost consisted of investment, replacement as well as operating and maintenance costs. A reability evaluation of the system was given by Equivalent Loss Factor (). This index inform an insufficient energy in the systems. The simulation showed an optimum size of the system, achieved by size of PV, battery, wind turbine, electrolizer, hidrogen tank and fuel cell were  3, 48, 36, 3, 2, 8 respectively. The ELF used in this simulation was 0.01. Keywords: fossil fuel,  renewable energy, tourism, Equivalent Lost Factor 

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4: Published November 2025 Vol 13, No 3: Published July 2025 Vol 13, No 2: Published April 2025 Vol 13, No 1: Published January 2025 Vol 12, No 4: Published October 2024 Vol 12, No 3: Published July 2024 Vol 12, No 2: Published April 2024 Vol 12, No 1: Published January 2024 Vol 11, No 4: Published October 2023 Vol 11, No 4 (2023): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektr Vol 11, No 3: Published July 2023 Vol 11, No 2: Published April 2023 Vol 11, No 1: Published January 2023 Vol 10, No 4: Published October 2022 Vol 10, No 3: Published July 2022 Vol 10, No 2: Published April 2022 Vol 10, No 1: Published January 2022 Vol 9, No 4: Published October 2021 Vol 9, No 3: Published July 2021 Vol 9, No 2: Published April 2021 Vol 9, No 1: Published January 2021 Vol 8, No 3: Published September 2020 Vol 8, No 2: Published May 2020 Vol 8, No 2 (2020): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2020): ELKOMIKA Vol 8, No 1: Published January 2020 Vol 7, No 3 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 3: Published September 2019 Vol 7, No 2: Published May 2019 Vol 7, No 2 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1: Published January 2019 Vol 6, No 3: Published September 2018 Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 2: Published May 2018 Vol 6, No 2 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 1: Published January 2018 Vol 6, No 1 (2018): ELKOMIKA Vol 5, No 2 (2017): ELKOMIKA Vol 5, No 2: Published July - December 2017 Vol 5, No 1: Published January - June 2017 Vol 5, No 1 (2017): ELKOMIKA Vol 4, No 2: Published July - December 2016 Vol 4, No 2 (2016): ELKOMIKA Vol 4, No 1: Published January - June 2016 Vol 4, No 1 (2016): ELKOMIKA Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Elkomika Vol 3, No 2 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Elkomika Vol 3, No 2: Published July - December 2015 Vol 3, No 1: Published January - June 2015 Vol 3, No 1 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Elkomika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Elkomika Vol 2, No 2 (2014): ELKOMIKA Vol 2, No 2: Published July - December 2014 Vol 2, No 1 (2014): ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Elkomika Vol 2, No 1: Published January - June 2014 Vol 1, No 2 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 2: Published July - December 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Elkomika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Elkomika Vol 1, No 1 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 1: Published January - June 2013 More Issue