cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP, Jalan Professor Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23033622     EISSN : 25487213.     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018): April 2018" : 12 Documents clear
Evaluasi Pelaksanaan Clinical Pathway Pasien Hyperbilirubinemia Neonatus Di Rumah Sakit Hermina Pandanaran Semarang Edwin Sanjaya; Tjahjono Kuntjoro; Henry Setyawan
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.107 KB) | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.75-80

Abstract

Hyperbilirubinemia neonatus adalah suatu kondisi peningkatan kadar bilirubin dalam darah pada bayi baru lahir, baik oleh faktor fisiologik maupun faktor non-fisiologik, yang dapat menyebabkan kematian pada bayi. Lama rawat pasien hyperbilirubinemia neonatus di RS Hermina Pandanaran 4,3 hari (± 0,675) tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan yaitu 3 hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui alasan-alasan tenaga kesehatan melakukan atau tidak melakukan prosedur sesuai dengan clinical pathway.Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang disajikan secara explanatory design. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Informan utama pada penelitian ini adalah 3 dokter spesialis anak dan 3 perawat pelaksana, dan Informan triangulasi yaitu manajer pelayanan medis, kepala instalasi dan kepala perawat ruang perinatologi. Analisis data dilakukan dengan metode content analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 kasus yang diamati, rata-rata kepatuhan sebesar 92,18% (±1,77). Pemeriksaan uji Coomb dan G6PD tidak dilakukan karena pemeriksaan tersebut tidak bisa dilakukan di RS Hermina Pandanaran dan hanya 70% dari dilakukan pemeriksaan ulang bilirubin total karena alasan biaya. Sosialisasi belum berjalan dengan baik karena baru dilakukan di awal saat masuk bekerja. Belum dilakukan pengecekan sarana dan prasarana secara rutin. Tidak ada tim dan Standar Operasional Prosedur untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan Clinical pathway.Disarankan agar pihak Rumah Sakit  mensosialisasikan kembali Clinical Pathway yang telah disusun, membentuk tim monitoring dan evaluasi pelaksanaan Clinical Pathway dan membuat Standar Operasional Prosedur  monitoring dan evaluasi Clinical pathway.
Kebijakan Penyelamatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dan Penurunan Stunting di Kota Semarang Agus Samsudrajat S; Sutopo Patria Jati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.499 KB) | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.1-7

Abstract

Stunting dianggap masalah kronis jika prevalensinya 20% atau lebih. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 stunting Kota Semarang 21%, sedangkan 2016 hanya 16,5%. Peraturan Presiden 42/2013 tentang gerakan nasional percepatan perbaikan gizi mengarahkan pada penyelamatan seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) & penurunan stunting. Sedangkan Kota Semarang memilih untuk mengeluarkan Peraturan Daerah Keselamatan Ibu dan Anak (KIA). Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan penyelamatan 1000 HPK dan penurunan stunting di Kota Semarang.            Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan kualitatif secara deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan utama adalah tujuh informan dari instansi pemerintah tingkat kota. Informan triangulasi terdiri dari lima informan instansi tingkat kota dan kecamatan. Analisis penelitian menggunakan analisis segitiga kebijakan yaitu content, contex dan process.            Hasil penelitian secara content perda KIA belum fokus pada upaya 1000 HPK dan stunting. Konten Perda KIA lebih fokus dan dominan mengatur upaya intervensi spesifik terkait pelayanan kesehatan. Sedangkan sektor non kesehatan untuk intervensi sensitif belum banyak diatur dan masuk ke Perda. Upaya penyelamatan 1000 HPK dan stunting ditemukan pernah dibahas dalam kajian Rencana Aksi Daerah (RAD), tetapi tidak tuntas. Secara context politik, ekonomi dan sosial budaya, perda KIA belum fokus, tidak berhubungan langsung, dan belum melibatkan semua intervensi untuk penyelamatan 1000 HPK dan stunting. Secara process baik formulasi hingga evaluasi perda KIA belum melibatkan semua lintas sektor, memasukan dan mengevaluasi intervensi sensitif dan spesifik non kesehatan yang bermuara pada 1000 HPK dan stunting. Kebijakan 1000 HPK dan penurunan stunting sudah diarahkan kepada kajian RAD, tetapi belum ada koordinasi lintas sektor dan kajian berhenti di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transaksional Terhadap Kinerja dan Kepuasan Perawat pada Layanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Puri Asih Salatiga Hidayat Waluyo; Sutopo Patria Jati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.60-74

Abstract

Faktor yang dapat mempengaruhi baik buruknya kinerja  karyawan salah satunya adalah gaya kepemimpinan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah gaya kepemimpinan transaksional memiliki pengaruh terhadap kinerja dan kepuasan kerja sebagai intervining, pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja perawat RSU. Puri Asih Salatiga. Populasi yang digunakan adalah perawat rawat inap sebanyak 60 orang. Analisa data dengan SEM (Structure Equation Modeling) pengujian dilakukan dengan software smart PLS. Hasil yang didapat pada penelitian ini: (1) Gaya kepemimpinan transaksional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, (2) Gaya kepemimpinan transaksional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, (3) Kepuasan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, (4) Gaya kepemimpnan transaksional tidak bepengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan sebagai intervining. Saran menggunakan sistem remunerasi agar kepuasan tercapai lebih baik.Kata kunci ; Kepemimpinan Transaksional, Kinerja karyawan, Kepuasan karyawan; Pustaka : 36 (1990–2014) Factors that can affect both the poor performance of employees one of which is the style of leadership. This study was conducted to determine whether transactional leadership style has influence on performance and job satisfaction as intervining, the influence of job satisfaction on nurse performance RSU. Puri Asih Salatiga. Populasi used is inpatient nurses as many as 60 people. Data analysis with SEM (structure equation modeling) testing is done with smart software PLS. The results obtained in this study: (1) Transactional leadership style has positive and significant impact on job satisfaction, (2) Transactional leadership style has a positive and significant effect on employee performance, (3) Satisfaction does not affect to employee's performance, (4) Transactional leadership style does not affect to employee performance through satisfaction as intervining. Suggestion to use the remuneration system in order to achieve better satisfaction.Keywords: Transactional  Leadership, Employee Performance, Employee Satisfaction; Library: 36 (1990-2014)
Pengaruh Film Pendek melalui Peer Educator terhadap Perilaku Remaja SMA terkait Kesehatan Reproduksi di Kota Semarang Wahyu Ratri Sukmaningsih; Sri Achadi Nugraheni; Apoina Kartini
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.50-59

Abstract

Permasalahan seksualitas pada remaja terjadi karena rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan umur berpacaran pertama kali pada umur 15-17 tahun, sehingga dikhawatirkan mereka berisiko melakukan perilaku seks pranikah yang berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual, dan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh film pendek melalui peer educator terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik remaja SMA terkait kesehatan reproduksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental, pendekatan kuasi eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Design. Populasi yaitu seluruh siswa kelas XI SMA Negeri di Kota Semarang berdasarkan kriteria. 100 sampel kelompok perlakuan dan 100 sampel kelompok tanpa perlakuan diambil secara Purposive Sampling. Variabel bebas adalah pemberian film pendek melalui peer educator dan variabel terikat adalah tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik. Uji Mann Whitney digunakan sebagai analisis data. Diperoleh hasil ada perbedaan tingkat pengetahuan (p= 0,001), sikap (p= 0,023), dan praktik (p= 0,001) remaja SMA terkait kesehatan reproduksi setelah diberikan media antara kelompok perlakuan dan kelompok tanpa perlakuan. Ada perbedaan perubahan tingkat pengetahuan (p= 0,004), sikap (p= 0,019), dan praktik (p= 0,001) remaja SMA terkait kesehatan reproduksi antara kelompok perlakuan dan kelompok tanpa perlakuan. Nilai rata-rata pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian film pendek melalui peer educator dan leaflet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik remaja SMA terkait kesehatan reproduksi dibandingkan dengan pemberian leaflet. Perubahan praktik responden dapat dilihat dalam waktu minimal dua bulan. Metode dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko ini diharapkan dapat diterapkan di sekolah.
Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Katarak Peserta BPJS Di Semarang Eye Center (SEC) RSI. Sultan Agung Semarang Aldila, Rr Farah
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.%p

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk termasuk peserta BPJS. Rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan dituntut untuk memperhatikan kepuasan pasien peserta BPJS dengan meningkatkan kualitas layanannya.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan kesehatan terhadap tingkat kepuasan pasien katarak peserta BPJS di Semarang Eye Center (SEC) RSI. Sultan Agung Semarang.Jenis penelitian ini kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode confirmatory factor analysis untuk menguji indikator dalam variabel.  Responden dalam penelitian ini 100 orang (30% laki-laki dan 70% perempuan). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh bermakna antara dimensi kualitas pelayanan keandalan, daya tanggap, jaminan serta empati terhadap kepuasan pasien. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Peningkatan kualitas pelayanan akan meningkatkan kepuasan pasien.
Analisis Penerimaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit menggunakan Technology Acceptance Model di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan Imaniar Sevtiyani; Eko Sediyono; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.14-21

Abstract

Implementasi SIM RS di Indonesia diatur dalam Permenkes No.1171 tahun 2011 dan UU No.14 tahun 2008. Salah satu faktor penting dalam kesuksesan implementasi SIM RS adalah kesiapan pengguna. RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan telah mengimplementasikan SIM RS sejak tahun 2015, namun implementasi SIM RSUD Kajen belum berjalan optimal. Tujuan penelitian ini adalah meganalisis SIM RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan dengan metode Technology Acceptance Model (TAM).Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian adalah 44 staff RSUD Kajen yang menggunakan SIM RSUD Kajen sesuai dengan kriteria yang ditentukan yang dipilih dengan metode sensus. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software smartPLS.Hasil penelitian implementasi SIM RSUD Kajen menunjukkan norma subjektif berpengaruh langsung dan signifikan terhadap niat menggunakan SIM RSUD Kajen (T=3,275), kepercayaan diri responden berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap persepsi kemudahan penggunaan SIM RSUD Kajen (T=7,857), persepsi responden terkait kemudahan penggunaan SIM RSUD Kajen berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap persepsi responden terkait manfaat SIM RSUD Kajen (T=3,227) dan niat menggunakan SIM RSUD Kajen (T=2,034). Rekomendasi untuk perbaikan SIM RSUD Kajen adalah pembuatan kebijakan penggunaan SIM RS, peningkatan pengetahuan dan keterampial staff serta monitoring dan evaluasi berkala penggunaan SIM RS. 
Analisis Spasial Kematian Ibu Dengan Metode Network Analyst Di Kabupaten Pemalang Wahyudi, Andi Febrian
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.%p

Abstract

Sistem rujukan pelayanan persalinan di Kabupaten Pemalang belum berjalan optimal, kematian ibu masih terjadi di rumah dan jalan, sehingga perlu mendeteksi kasus kematian ibu secara spasial kaitannya dengan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui distribusi spasial kasus kematian ibu di Kabupaten Pemalang tahun 2015. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian case study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling berjumlah 32 kasus. Penggunaan Metode Network Analyst pada penelitian ini bertujuan untuk memperhitungkan jarak terdekat fasilitas kesehatan dari lokasi kasus dan Service Area fasilitas kesehatan. Hasil analisis data spasial kasus kematian ibu menunjukkan pola menyebar. Rute rujukan kasus kematian ibu menunjukkan bahwa banyak rujukan yang terjadi tidak pada fasilitas kesehatan terdekat. Service Area fasilitas kesehatan dengan radius 3 KM belum mampu mencakup semua wilayah Kabupaten Pemalang. Hasil penelitian ini adalah membuat pemodelan rujukan secara spasial pelayanan persalinan, mengingat sistem rujukan pelayanan persalinan menjadi bagian dari tulang punggung sistem pelayanan secara keseluruhan.
Analisis Pengaruh Dimensi Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Peserta BPJS Kesehatan di Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. H. Soewondo Kendal Nur Widyastuti; Bagoes Widjanarko; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.39-49

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah ada pengaruh antara dimensi kualitas pelayanan yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy terhadap kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan di instalasi rawat jalan RSUD dr. H. Soewondo Kendal.Penelitian ini menggunakan metode  pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional . Populasi penelitian adalah pasien rawat jalan peserta BPJS Kesehatan di poli rawat jalan RSUD dr. H. Soewondo Kendal, sedangkan subyeknya adalah pasien peserta BPJS Kesehatan di poli rawat jalan yang telah pernah periksa minimal 2-3 kali dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Pengumpulan data menggunakan cara Non Probability Sampling. Data diolah dan dianalisisi dengan analisis Smart PLS. Besar sampel sejumlah 100 orang responden dan menggunakan teknik Purposive Sampling untuk pengambilan sampel.   Berdasarkan analisis dengan Smart PLS hasil penelitian menunjukkan bahwa tangible / bentuk fisik  mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai t-hitung 3,043 > 1.96 , reliability / keandalan mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai t-hitung 2,571 > 1.96, responsiveness / daya tanggap  mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai t-hitung 3,101 > 1.96, assurance / jaminan tidak mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai t-hitung 1,491 < 1.96, dan empathy / perhatian  mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai t-hitung 3,469 > 1.96. Hasil uji hipotesis ini menunjukkan bahwa tidak semua dimensi kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan.Kesimpulan penelitian ini adalah empat dari lima dimensi kualitas pelayanan yang diteliti mempunyai pengaruh positip secara signifikan terhadap kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan di Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. H. Soewondo. Dimensi mutu tangible, reliability, responsiveness dan emphaty mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan di Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. H. Soewondo dan dimensi assurance tidak mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pasien.
Pengaruh Pendidikan Buklet Kesehatan Terhadap Perilaku Ibu Hamil Terkait Upaya Pencegahan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Kota Semarang (Studi Kasus di Puskesmas Tlogosari wetan dan Puskesmas Genuk) luluk faizatul azizah; Sri Achadi Nugrahaeni; Cahyono Hadi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.22-28

Abstract

Latar belakang dan tujuan:   Angka kematian bayi akibat Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Kota Semarang masih tinggi. Dari 509 bayi BBLR dengan 36.6% mengalami kematian pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui buklet terhadap perilaku ibu hamil terkait upaya pencegahan BBLR di Kota Semarang. Metode:   Penelitian eksperimen semu dengan desain pre post test with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Kota Semarang pada Agustus – September tahun 2017. Subjek peneltian sejumlah 82 ibu hamil yang dipilih secara simple purposive sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis dengan  Mann whitney.Hasil:   Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan pada kelompok intervensi dari 8,4 ± 2,1 (5-14) menjadi 13,4 ± 1,1 (11-15) dengan nilai p=0,001, sedangkan pada kelompok kontrol dari 7,3 ± 2,0 (3-11) menjadi  11,1 ± 1,3 (9-13) dengan nilai p=0,001. Peningkatan rerata skor sikap dari 37,5 ± 2,3 (28-41) menjadi 51,9 ± 3,2 (43-60) dengan nilai p=0,001, sedangkan pada kelompok kontrol dari 36,1 ± 2,2 (28-41) menjadi 37,2 ± 2,7 (28-43) dengan nilai p=0,001. Peningkatan rerata skor praktik dari 13,4 ± 1,9 (8-18) menjadi 18,1 ± 1,3 (13-20) dengan nilai p=0,001 sedangkan kelompok kontrol dari 14 ± 2,7 (7-18) menjadi 17,3 ±1,7 (12-19) dengan nilai p=0,018. Peningkatan skor pengetahuan (p<0,05), peningkatan sikap (p<0,05) dan praktik (p<0,05) pada kelompok intervensi lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Simpulan:     Pendidikan buklet kesehatan yang dilaksanakan di Kota Semarang meningkatkan perilaku ibu hamil terkait upaya pencegahan BBLR. Diharapkan buklet kesehatan menjadi penambahan sarana pendidikan pada ibu hamil.
Pengembangan Sistem Informasi Surveilans Leptospirosis Di Dinas Kesehatan Kota Semarang Charisna Neilal Muna; Farid Agushybana; Mursid Raharjo
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.8-13

Abstract

Kasus leptospirosis masih menjadi perhatian terutama di negara tropis, seperti Indonesia. Kota Semarang menjadi salah satu kota dengan kejadian leptospirosis yang mengalami peningkatan dalam 2 tahun terakhir. Surveilans epidemiologi dilakukan dalam rangka pengendalian leptospirosis. Permasalahan yang terjadi dalam surveilans leptospirosis, yaitu manajemen data yang kurang lengkap, informasi dan pemetaan kasus kurang informatif, serta akses pengguna terhadap ketersediaan data yang kurang memadai. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan sistem informasi surveilans leptospirosis dengan SIG dalam mendukung pengendalian berdasarkan faktor risiko lingkungan di Dinas Kesehatan Kota Semarang. Metode penelitian adalah research action dengan pendekatan kualitatif, serta pengembangan sistem dengan metode FAST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas informasi yang dihasilkan menurut aspek kemudahan, kelengkapan, ketersediaan, keakuratan, dan ketepatan waktu telah dinilai lebih baik dan mampu mengatasi permasalahan yang ada sebelumnya untuk mendukung tindakan pengendalian. Sistem informasi surveilans leptospirosis dapat diaplikasikan di sarana pelayanan kesehatan untuk melaporkan kasus secara langsung agar jangkauan data dan informasi lebih luas, akurat, dan efisien.

Page 1 of 2 | Total Record : 12