cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP, Jalan Professor Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23033622     EISSN : 25487213.     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020): Agustus 2020" : 7 Documents clear
Analisis Faktor Determinan Stunting di Desa Pesa Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Rostinah Suherman; Nurhaidah Nurhaidah
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.2.2020.120-126

Abstract

Negara Indonesia menempati peringkat ke 5 dunia dengan jumlah anak pendek terbanyak. Hasil Riskesdas Tahun 2018, prevalensi berat badan anak umur dibawah 5 Tahun sebesar 19,6% dan Stunting 37,2%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor utama yang menyebabkan Stunting di Desa Pesa Kecamatan Wawo Kabupaten Bima karena berdasarkan observasi awal didapatkan data Stunting pada anak sekolah dasar di Kota Bima sebesar 40%. Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner dan observasi untuk mencari faktor-faktor penyebab Stunting yaitu gizi, Personal Hygene, Keamanan Pangan, Sanitasi Lingkungan, dan penyakit infeksi sehingga dapat diidentifikasi faktor dominan yang menyebabkan Stunting pada balita di Desa Pesa Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian 55,9% berada pada kondisi stunting (pendek). Faktor gizi, penyakit infeksi, hygene/sanitasi, keamanan pangan atau pemberian makan berhubungan dengan kejadian balita stunting (ρ<0,05). Penelitian ini menunjukkan faktor yang berhubungan  empat faktor yang secara bersama-sama mempengaruhi stunting (pendek) di Desa Pesa Kabupaten Wawo yaitu Faktor gizi, penyakit infeksi, hygene/sanitasi, keamanan pangan atau pemberian makan. Faktor yang paling dominan adalah keamanan pangan atau pemberian makan (POR=37,242). Risiko keamanan pangan atau pemberian makan yang tidak baik berisiko 37 kali pada balitanya menderita stunting bila dibandingkan dengan balita yang memiliki keamanan pangan atau pola pemberian makan baik.
Implementasi Manajemen Lean di Unit Farmasi Rumah Sakit Islam Surabaya A. Yani Budhi Setianto; Agus Aan Adriansyah; Akas Yekti Pulih Asih
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.2.2020.81-87

Abstract

Dampak era uncertainty ini membuat rumah sakit harus cepat dalam mengambil keputusan dan melakukan efisiensi diberbagai sumber pembiayaan. Saat ini, selisih biaya operasional dengan pendapatan di RSI Surabaya A. Yani hanya 15%-17%, sedangkan kebijakan direksi menginginkan selisih bisa mencapai 30%. Untuk mewujudkan hal tersebut, efisiensi harus dilakukan diberbagai sumber pembiayaan, salah satunya di unit farmasi. Salah satu metode memperbaiki proses efisiensi pelayanan adalah manajemen lean. Tujuan penelitian adalah melakukan implementasi manaje-men lean di unit farmasi RS Islam Surabaya A. Yani. Desain peneltiian adalah studi observasional dengan pendekatan exiperimental melalui 2 tahapan. Tahap pertama dilakukan identifikasi masalah, dan tahap kedua dilakukan implementasi manajemen lean per tahap pelayanan farmasi yakni perencanaan, pengadaan dan pembelian, penyimpanan, penyiapan dan distribusi dan pengembalian. Selanjutnya menyusun hasil monitoring dan evaluasi implement-tasi manajeman lean serta mengukur secara kuantitatif dan kualitatif hasil implementasi manajeman lean per tahap pelayanan. Hasil yang diperoleh adalah implementasi manajemen lean di unit farmasi RS Islam Surabaya A Yani dapat dilakukan mulai tahap perencanaan, pengadaan dan pembelian, penyimpanan, penyiapan serta distribusi dan pengem-balian. Saran yang diberikan adalah implementasi manajemen lean dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diterapkan di unit lain serta diikuti dengan pembenahan SIMRS dalam menunjang proses efisiensi pelayanan, melakukan monitoring pelaksanaan perencanaan perbekalan, meningkatkan peran manaje-men dalam penyusunan kontrak, evaluasi kerjasama, evaluasi kepatuhan pelabelan, menghitung cost benefit peresepan elektronik, menerapkan resep elektronik, melakukan komunikasi mendalam dan terus menerus, meningkatkan peran Komite Medis dalam evaluasi dan peningkatan mutu clinical pathway serta  memberi motivasi staf dalam implementasi metode distribusi Unit Dose Dispensing
Analisis Perbandingan Komitmen Bidan Koordinator dalam Pencatatan dan Pelaporan PWS KIA di Kabupaten Kapuas Kristie Hapsari Primaharini; Sutopo Patria Jati; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.2.2020.88-97

Abstract

The midwife's commitment in recording the PWS KIA is a form of responsibility in reporting the PWS KIA and contributing to the achievement of the PWS KIA target. The lack of data and information on PWS KIA can lead to achievement of low and not low targets and cause PWS KIA problems to be resolved. Observation results of the PWS KIA Kapuas report found problems, namely; the report is incomplete, only partially filled in, even the number of formats sent is different for each puskesmas.This research is a qualitative research. Methods of data collection using questionnaires, observation of documents and in-depth interviews. The object of this study was the coordinating midwife and the Head of the Yankesdas Section as the person in charge of PWS KIA in Kapuas Regency.The results of the study are of 2 categories: coordinator midwives with "high commitment" of 17 health centers and "low commitment" of 9 health centers. Midwife coordinator with high commitment supported, among others; long work experience, has the attitude and responsibility for the trust that was stabbed, SK was appointed as a coordinating midwife, had a SOP supporting document PWS KIA report, received support from kapus and coworkers as well as the monev from the Kapuas District Health Office where the condition was not obtained from coordinating midwives with "low commitment". It is recommended to increase support for all coordinating midwives in the recording and reporting of PWS KIA in the form of supervision of the Kapuas District Health Office with quality activities, both the time and the material delivered.Keywords: Commitment, Midwife Koordinaor, PWS KIA
Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas: Studi Kasus di Kabupaten Pekalongan Fitria Qotrotun Nada; Hanifa Maher Denny; Yuliani Setyaningsih
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.2.2020.98-104

Abstract

Background: The regulation of “PERMENKES NO. 52/2018” stipulates that a health care service institution is requied to implement the occupational health program for its employees.Methods: This study utilized qualitative methods to explain the implementation of occupational safety and health in a health care setting. The main informants were 5 people and triangulantions were 2 people. The instruments in this study used indepth interview guidelines and observation sheets. The study site was conducted in pekalongan district.Results: The result indicated that Delegation or SK, Resources , Waste Treatment, Incident Reporting, Occupational Disease Reporting, Health care and  Emergency Response accordance with the regulation. However, OSH Policy, Annual Work Plan, The level of compliance with OSH implementation and The Socialization of SOP didn’t accordance with the regulation.Conclusion: Based on the results of research on the implementation of 10 indicators of success OSH Primary Health Care, there are 4 variables (OSH Policy, Annual Work Plan, The level of compliance with OSH implementation and The Socialization of SOP) must be improved.
Identifikasi Potensi Modus Kegagalan Yang Dapat Menghambat Kelancaran Proses Pelayanan Rawat Jalan Menggunakan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Di Rumah Sakit BM Jakarta Barat Achmaddudin Sudiro
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.2.2020.105-113

Abstract

Outpatient services hosted by the hospital have never been absent from public visits. In fact, every year an outpatient visitor is always increasing. This research intends to identify potential failure mode that can  inhibit of every flow of service in the outpatient care unit using the Failure Mode Effect Analysis (FMEA) method. Qualitative research plan using an observation survey approach and in-depth interviews with the outpatient service head Coordinator conducted in February 2020 on the hospital outpatient unit service process. The results of this study Indicate the potential failure mode that has the value of the RPN above the value of cut off point 180 as many as six out of ten failure modes. Firstly, the check is not on schedule (360), secondly, the patient lags a turn call order Check (270), third, Specific drug failure is not available (245), fourth, general patient protests with the price of the drug (224), fifth, the patient is void to poly (196), the sixth patient registrant online missed sequence number queue (180). Based on the results of the research, hospitals are expected to follow up with the results of this research by conducting a redesign of the process that occurs today using the FMEA to maintain service quality.
Nilai-Nilai Spiritual yang Mencerminkan Budaya Organisasi Berdampak terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan di Rumah Sakit YARSI Irwan Kusnanda; Rokiah Kusumapradja
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.2.2020.114-119

Abstract

Performance appraisal for employee usually based on the job description that has been designed by organization. Therefore, the result of employee’s performance appraisal will be considered based on employee’s capability to complete all the tasks from their job description. The objective of this research is to analyze and identify the effect of compensation benefit, organizational commitment and organizational culture towards employee’s performance in YARSI Hospital. The method of this research is using causality design method based on time dimension, one short study; the measurement towards dependent and independent variable at the same interval. The sampling technic in this research using Cluster random Sampling. Analyzed unit is data analysis using Regression. The result of this partial test revealed that employee’s performance affected to organizational commitment, compensation benefit, organizational culture and the result of this simultaneous test showed that the most significant effect is compensation benefit. Surprisingly, Researcher finds that in YARSI Hospital spread over the spiritual values proved that all employee remain working hard even though the compensation benefit system has not been implemented at the finest condition.
Pengaruh Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Bidan dalam Pemanfaatan Buku KIA Selama Periode Antenatal terhadap Deteksi Dini Ibu Hamil Berisiko Tinggi (Studi Kasus di Kecamatan Solokan Jeruk dan Paseh Kabupaten Bandung) Nely Bonita; Nanan Sekarwana; Dinan S. Bratakoesoemo
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.2.2020.67-80

Abstract

Buku KIA adalah buku yang berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin, nifas) dan anak (neonatus, bayi, balita) yang dipakai sebagai salah satu alat untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Bidan sebagai salah satu petugas pelaksana sangat besar peranannya dalam pemanfaatan buku KIA. Oleh karena itu, bidan harus memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku tentang pemanfaatan buku KIA agar dapat mendeteksi lebih dini ibu hamil berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, dan perilaku bidan dalam pemanfaatan buku KIA selama periode antenatal terhadap deteksi dini ibu hamil berisiko tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan desain penelitian potong lintang (cross sectional). Jumlah sampel sebanyak 44 bidan yang diambil menggunakan teknik total sampling. Jenis sumber data primer menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari buku instrumen evaluasi petugas kesehatan pasca orientasi buku KIA di tempat pelayanan dari Depkes RI dan Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Hasil penelitian diketahui 47,7% berusia >39 tahun, 65,9% bekerja >9 tahun, 84,1% pernah mengikuti pelatihan. Analisis bivariat dengan uji Chi Square diketahui variabel yang berhubungan dengan deteksi dini yaitu pengetahuan (p=0,042), sikap (p=0,018), dan perilaku (p=0,008). Analisis multivariat dengan uji regresi logistik berganda menunjukkan sikap (p=0,031) dan perilaku (p=0,008) berpengaruh terhadap deteksi dini, sedangkan pengetahuan (p= 0,070) tidak berpengaruh terhadap deteksi dini. Ada pengaruh bersama-sama variabel pengetahuan, sikap dan perilaku bidan dalam pemanfaatan buku KIA terhadap deteksi dini ibu hamil berisiko tinggi dengan nilai signifikansi 0,001 dan R² 0,435, berarti 43,5% variabel deteksi dini dapat dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel tersebut. Dapat disimpulkan bahwa sikap dan perilaku merupakan variabel dominan yang berpengaruh terhadap deteksi dini ibu hamil berisiko tinggi. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7