cover
Contact Name
Riris Triyustiana
Contact Email
riris.triyustiana@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejournal.unita@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal BONOROWO
ISSN : 23027533     EISSN : 23390352     DOI : -
Core Subject : Education,
BONOROWO terbit 2 kali setahun yaitu Juli dan Desember. Menerima naskah bidang Ekonomi, Hukum, Pertanian, Sosial Politik dan Kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014)" : 8 Documents clear
EVALUASI ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG INVENTARIS KANTOR (Studi pada Kantor Dinas Pendapatan Kabupaten Tulungagung) Hariyanti, Tiwuk Puji
Jurnal BONOROWO Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.95 KB)

Abstract

Abstrak Salah satu mata anggaran pengeluaran yang terdapat dalam Anggaran Belanja Rutin dalam APBN/APBD adalah belanja barang inventaris kantor.Pada pelaksanaannya,pengadaan barang inventaris kantor juga tidak lepas dari kemungkinan penyimpangan penyalahgunaan anggaran. Oleh larena itu, sistem pengendalian intern atas pelaksanaan pengadaan barang inventaris kantor mutlak diperlukan.Hasil analisa menunjukkan bahwa (1) untuk menerapakan unsur pengendalian intern yang baik, harus ada pemisahan fungsi antara fungsi pemakai/penyimpan, fungsi operasi dan fungsi akuntansi dalam pelaksanaan pengadaan barang inventaris kantor (2) kelengkapan struktur organisasi berpengaruh terhadap tugas wewenang dan tanggungjawab masing-masing bagian (3) sistem wewenang dan prosedur pencatatan pelaksanaan pengadaan barang inventaris Kantor Dinas Pendapatan Kabupaten Tulungagung secara global sudah berlangsung baik, akan tetapi masih ada kekurangan yang masih harus diperbaiki lagi, antara lain (a) bagian penerima dokumen tidak mengarsip dokumen yang diterima dan seksi lain (b) pengarsipan tidak tersusun rapi (c) pendelegasian wewenang masih setengah-setengah (d) terdapat kemiripan tugas panitia penerimaan barang dengan petugas rumah tangga (e) bendahara rutin hanya mencatat transaksi dengan single entry, tidak ada jurnal untuk mencatat transaksi       (4) untuk menjamin adanya praktek sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi pelaksanaan pengadaan barang inventaris kantor, Kantor Dinas Pendapatan Kabupaten Tulungagung sudah melakukan (a) pemeriksaan mendadak oleh aparat terkait (b) pemeriksaan berkala kekayaan/catatan kas bendahara pengeluaran oleh kepala kantor (c) pertanggungjawaban bagian rumah tangga atas penyaluran barang. (5) Evaluasi atas mutu pegawai pelaksanaan tugas di Kantor Dinas Pendapatan Kabupaten Tulungagung mengatakan bahwa instansi ini belum sepenuhnya melakukan unsur pengendalian internAbstract One of the expenditure budget items contained in the Budget Routine in Budget / budget is shopping items of office equipment. In practice, the procurement of office equipment is also not free from the possibility of misuse of budget deviation. Therefore, the system of internal control for the implementation of the procurement of office equipment is absolutely necessary.The analysis shows that (1) for applying the elements of good internal control, there should be a separation of functions between the user function/storage, operating functions and accounting functions in the implementation of the procurement of office equipment              (2) completeness of the organizational structure affects the assignment of authority and responsibility of each each section (3) authority systems and procedures for recording the procurement of goods inventory Revenue Service Office of Tulungagung globally has been going well, but there are still shortcomings that still need to be repaired again, among others, (a) the recipient of the document is not part of archive documents received and Another section (b) is not well-organized filing (c) the delegation of authority is still patchy (d) there are similarities duty officer admissions committee with household goods (e) routine treasurer just recording transactions with a single entry, no journal to record transactions ( 4) to ensure a healthy practice in carrying out the duties and functions of the implementation of the procurement of office equipment, office Tulungagung Revenue Service has done (a) spot checks by the relevant authorities (b) periodic checks of wealth / treasurer treasury notes by the head office expenses (c) accountability section on the distribution of household goods.   (5) Evaluation of the quality of employee performance in Tulungagung District Revenue Office say that this agency has not fully perform elements of internal control.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (Studi Empiris pada Koperasi di Kabupaten Tulungagung) Minarni, Eni; Sisdiyantoro, Krisan
Jurnal BONOROWO Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.159 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sumber daya manusia, komitmen dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap implementasi SAK ETAP di Tulungagung. Obyek dalam penelitian ini adalah karyawan koperasi di Tulungagung. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer sebanyak 99 orang wakil koperasi dari populasi sebanyak 915 koperasi. Data primer ditentukan melalui hasil kuesioner dengan skala likert kemudian dianalisis secara statistik. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan analisis metode asumsi klasik, regresi berganda, uji F dan uji T dengan alat bantu Window SPSS 17. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa kompetensi sumber daya manusia, komitmen dan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap implementasi SAK ETAP di Tulungagung pada tingkat siqnifikansi 0,05. Persamaan regresi yang dihasilkan : Y =  4,950 + 0,406X1 + 0,290X2 + 0,795X3. Nilai adjusted R Square sebesar 0,268 or 26,8%. Nilai ini mengondikasikan bahwa 26,8% faktor yang mempengaruhi implementasi SAK ETAP berasal dari variabel independen dalam penelitian ini, sedang sisanya sebesar 73,2% ditentukan oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini.Abstract The purpose of this study was to find out the influence of human resource competence, commitment and utilization of information technology on SAK ETAP implementation in cooperations at Tulungagung. Object of research is staff at Cooperations in Tulungagung. The type of data in this study are primary data sample used by as many as 99 people in cooperations of the population in 915 cooperations. The primary data was obtained by using questionnaire then the data was analyzed statistically by using Likert scale. This study applied quantitative method with classical assumption method Multiple Reggression, F test and t-test (partial) was conducted by using SPSS 17.0 for Windows.   The results of this study showed that the competence of human resources, commitment, utilization of information technology influence the implementation of SAK ETAP in Cooperations in Tulungagung with a significance level of <0.05. Reggresion analizing equation was: Y =  4,950 + 0,406X1 + 0,290X2 + 0,795X3. On the other hand, the Adjusted R Square value is equal to 0.268 or 26,8%. This value indicated that 26,8% of factors that affect the implementation of SAK ETAP was explained by the independent variables in this study, while the remaining of 73,2% factors was explained by the other factors outside of this study. 
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (STUDI KASUS DI SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) DI TULUNGAGUNG) Wahyuandari, Weni; Rahmawati, Desi
Jurnal BONOROWO Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.101 KB)

Abstract

AbstrakPendidikan  multikultural bertujuan pada alasan gagasan bahwa sistem pendidikan gagal untuk mengurangi konflik antara kelompok dan masyarakat.Pendidikan antar budaya mengesampingkan nilai-nilai dari minoritas walaupun menyajikan penilaian sosial dan budaya.Pendidikan multikultural diharapkan untuk memperkuat perilaku peduli dan sikap rela untuk memahami atau pengenalan politik dari budaya minoritas.Penelitian ini bertujuan pada pengembangan standar kompetensi minimum yang terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar dimana siswa dapat menerima untuk menghargai dan menghormati perbedayaan budaya.Penelitian ini adalah sebuah analisa dari kebutuhan untuk mendesain dan analisis faktor variable- variable yang diterapkan di Tulungagung, melibatkan tenaga ahli, para siswa dan guru sebagai sampel penelitian.mendesain dan analisis faktor variable- variable yang diterapkan di Tulungagung, melibatkan tenaga ahli, para siswa dan guru sebagai sampel penelitian.Abstract The multicultural education is purposed on the reason of the idea that the intercultural educational failed to reduce conflicts between groups and communities. Intercultural education the cultural neglects the values of minority, even preserving the social and cultural prejudices. Multicultural education, instead , is expected to cultivate an attitude of caring and willing to understand or political recognition of cultural minorities. This study aims at the development of Minimum Competency Standards ( SKM ) consisting of Competency Standards and Basic Competency which allows learners to appreciate and respect the cultural pluralism (cultural diversity ) . The final form of this research is a lattice of multicultural education syllabus in accordance with the needs of the academic and socio - cultural students.This study is an analysis of the need to design and multivariate factor analysis was conducted in Tulungagung, involving expert, students and teachers as the study sample .  
ANALISIS PERTUMBUHAN KEWIRAUSAHAAN DAN EFEKTIFITAS KELEMBAGAAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Sartono, Sawal; Sutrismi, Sri; Wahyuandari, Weni
Jurnal BONOROWO Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.842 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan kewirausahaan dan efektifitas kelembagaan di Kabupaten Tulungagung terhadap perkembangan kewirausahaan di Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan studi kualitatif dan kuantitatif dan menggunakan alat analisa stastistik untuk mengetahui tingkat pertumbuhan kewirausahaan dengan menghitung rata-rata pertumbuhan pertahun, dari tahun 2010 sampai dengan 2012. Dari hasil analisa data diketahui rata-rata pertumbuan kewirausahaan di Tulungagung adalah sebesar untuk IKKR tingkat pertumbuhan rata-ratanya adalah  0,49%, Industri Sedang adalah  1,6 %, dan Industri Besar tingkat pertumbuhan rata-ratanya adalah  2,7 %. , secara keseluruhan tingkat pertumbuhan kewirausahaan yang terdaftar adalah sebesar 0,75%.  Efektifitas kelembagaan  diperoleh nilai skor 356 yang termasuk dalam kategori cukup efektif yang dapat diartikan peran kelembagaan cukup membantu pertumbuhan di Kabupaten Tulungagung.Abstract This research aims find out the entrepreneurship growth and the effectiveness of the institutions in Tulungagung regency. Research methodology using qualitative and quantitative approach and statistic tools to finds  entrepreneurship growth, from 2010 until 2012. From data analysis  entrepreneurship growth at Tulungagung is  0,74 % for IKKR , mid industry   0,27 %, and  big industry growth  0,47 %. , total entrepreneurship growth which registered are 0,75 %.  Total score for the institutions effectiveness 356 is categorize in moderate effective  which have meaning the Tulungagung Institutions support the growth of entrepreneurship in Tulungagung. 
ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PANTAI PRIGI KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK Hariyanto, Slamet
Jurnal BONOROWO Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.666 KB)

Abstract

Abstrak Rendahnya pendapatan nelayan di Prigi salah satunya dipengaruhi oleh faktor kondisi alam. Sehingga proses penangkapan ikan tidak berlangsung sepanjang tahun. Pada periode tertentu nelayan tidak melaut karena angin kencang, gelombang besar dan arus laut yang kuat. Kondisi seperti ini disebut dengan musim paceklik yaitu suatu musim yang dimana nelayan tidak beraktivitas sama sekali. Guna mencukupi kebutuhan hidup nelayan harus mencari pinjaman kepada pedagang atau menjual barang-barang yang dimilikinya.  Pinjaman akan dibayar saat musim sudah membaik dan hasil tangkapan ikan melimpah. Konsekuensi  yang harus dipenuhi adalah ketika musim ikan nelayan harus menjual hasil tangkapan dengan harga yang telah ditentukan oleh juragan atau pedagang. Dampak dari hubungan kurang baik  antara nelayan dengan juragan atau pedagang ini adalah pada saat musim ikan datang nelayan tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Dan akibatnya, pinjamannya sering kali tidak bisa dilunasi dan menumpuk karena pada musim paceklik berikutnya nelayan meminjam lagi.Untuk meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat nelayan di pesisir Prigi yang demikian, diperlukan program pemberdayaan yang dapat diwujudkan melalui kemandirian masyarakat nelayan. Program pemberdayaan yang dilakukan harus mampu menjawab semua masalah yang di hadapi masyarakat nelayan di Prigi, selain itu program yang dilakukan harus melibatkan masyarakat sebagai peran utama dalam pemberdayaan masyarakat nelayan di Prigi. Keberhasilan program pemberdayaan bergantung pada stakeholders yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat nelayan dengan menempatkan masyarakat nelayan sebagai subyek dan objek pembangunan.Dengan adanya pendekatan pembangunan yang berpusat pada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, baik fisik maupun non fisik.Abstract The low income of fishermen in  Prigi beach influenced by natural conditions, so  the process of fishing does not take place throughout the year. At certain periods the fishermen not to fish because strong wind,big waves and strong ocean currents.These conditions are referred to the famine that is a season in which the fishermen do not move at all. In order to meet the needs of fishermen borrow merchants or sell its goods.Debt is paid when the season is getting better and abundant fish catches. the term conditions  is the fisherman has to sell the catch at a price which determined by the skipper or middlemen. The impact of this bad relationship between fisherman with skipper or middlemen when  during the fishing season does not get satisfactory results. And consequently,  the debt can’t be repaid and being accumulate  because the next famine season fishermen would borrow again.To improve living conditions in the coastal fishing communities in Prigi, needs empowerment program that can be realized through independence fishing communities. Empowerment programs should be able to answer all the problems faced by fishing communities in Prigi, besides that the programs undertaken should involve the community as the main actor in the empowerment of fishing communities in Prigi. The success of the empowerment program depends on  stakeholders which involved in the fishing community empowerment by placing the fishing communities as the subject and object of development. With the approach centered on community development can improve the welfare of fishermen, both physical and non-physical.   
PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B TULUGAGUNG Cahyono, Anang Sugeng
Jurnal BONOROWO Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.509 KB)

Abstract

Abstrak Permasalahan sosial merupakan problem yang hampir setiap hari dijumpai masyarakat di Indonesia. Berbagai macam kompleksitas perbedaan stratifikasi sosial dimasyarakat sering mengakibatkan kecemburuan yang berujung pada tindak kriminalitas. Dari pemetaan sosial yang penulis lakukan di Kabupaten Tulungagung, menunjukkan bahwa masalah kemiskinan dan penurunan tingkat kualitas sumberdaya manusia sebagian besar menjadi pemicu lahirnya permasalahan yang dapat membawa pada tindakan kriminalitas. Grafik  kriminalitas di Kabupaten Tulungagung dapat diketahui dengan besarnya jumlah Tahanan/Narapidana pada Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIB Tulungagung. Sampai pada saat peneliti melakukan penelitian ini, jumlah warga binaan di LP Kelas IIB Tulungagung sebanyak 273 orang. Jumlah tersebut masih relevan dengan ruang/kapasitas bangunan.Berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia diKabupaten Tulungagung senantiasa dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung. Hal tersebut ditunjukkan dari beberapa kegiatan yang dikembangkan oleh para warga binaan dengan pihak LP sebagai fasilisator. Upaya nyata ini dilakukan tidak hanya untuk mengisi kegiatan di LP akan tetapi kemampuan para warga binaan tersebut dapat terus berkembang ketika mereka sudah selesai menjalani masa binaan. Berbagai produk unggulan seperti keset, matras, meja lipat dan berbagai hasil olahan berbahan dasar kayu telah dihasilkan oleh para warga binaan. Dengan kata lain pemberdayaan melalui kegiatan positif diharapkan mampu menciptakan enterpreneur baru tanpa memandang status artifisialnya. Tujuan besar dari upaya ini adalah menciptakan sumberdaya manusia baru yang mampu adaptif melalui jalur kewirausahaan. Pada tahapan pelaksanaannya LP Kelas IIB Tulungagung memiliki beberapa kendala. Diantaranya keterbatasan sumberdaya manusia khususnya petugas pada bagian keterampilan (binker) dan modal untuk pengembangan usaha pemberdayaan keterampilan bagi warga binaan. Akan tetapi kendala tersebut tidak menyurutkan LP Kelas IIB Tulungagung untuk terus mengembangkan dan memberdayaan keterampilan bagi warga binaannya.AbstractSocial problems is a problem that almost every day found in Indonesian society . Various kinds of complexity of social stratification difference in the community often lead to jealousy that led to the crime . From a social mapping by the author in Tulungagung , show that the problem of poverty and reduction of quality of human resources largely to trigger the birth of the problems that could lead to criminal acts.Graph criminality in Tulungagung can be identified by the large number of detainees/inmates at the Correctional Institution (LP) Class IIB Tulungagung.Until the time researchers conducted the study,the number of inmates in prison Class IIB Tulungagung 273 people .The amount is still relevant to the space/capacity building.Various efforts in improving the quality of human resources in Tulungagung always done by the Penitentiary Class IIB Tulungagung.It is evident from some of the activities developed by the inmates at the prison as a facilitator . Real effort is made not only to fill in the LP activity but the ability of the inmates can continue to grow when they are finished serving his target . A wide range of excellent products such as mats , mattresses , folding tables and a variety of processed products made from wood has been produced by the inmates.In other words empowerment through positive activities are expected to create new entrepreneurs regardless artificial status.The objective of this effort is to create a new human resources capable of adaptively through entrepreneurship.In the implementation phase II LP Class B Tulungagung has some constraints.Among the limitations of human resources,especially officers in the skills (binker) and capital for business development empowerment skills for inmates. However, these obstacles did not deter the LP Class IIB Tulungagung to continue to develop skills for the citizens and the empowerment of proxies .
KOMITMEN PUS TENTANG PELAKSANAAN PAP SMEAR UNTUK MENCEGAH KANKER SERVIKS di PUSKESMAS NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2014 Handayani, Ernawati Tri; Ningtiyasari, Nunik
Jurnal BONOROWO Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.094 KB)

Abstract

Abstrak Jumlah kasus kanker serviks di Kabupaten Tulungagung masih tinggi  dan  cenderung  meningkat  yaitu: pada tahun 2011 sebanyak 53 kasus sedangkan pada  tahun 2012 berjumlah 65 kasus. Kanker servik bias dicegah secara dini dengan pemeriksaan pap smear secara rutin dan dapat disembuhkan jika segera diobati pada stadium dini.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komitmen PUS tentang pelaksanaan pap smear untuk mencegahkan kanker servik di Puskesmas Ngunut Kabupaten Tulungagung.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi.Informanutama adalah 12 istri PUS,dan informantriangulasi 12 suami PUS, 3 Bidan desa serta 1 bidan koordinator Puskesmas Ngunut.Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan selanjutnya dilakukan analisa data dengan metode content  analisis.Hasil penelitian ini menunjukkan istri PUS yang sudah melakukan pemeriksaan pap smear pengetahuannya baik tentang pap smear,hal tersebut berkaitan dengan frekwensi dan lama kurun waktu pemeriksaan pap smear yang pernah dijalani, sedangkan sikapnya juga baik berkaitan dengan pengetahuannya tentang pemeriksaan pap smear, untuk motivasi juga baik,hal ini berkaitan dengan pengetahuan dan sikap informanutama tentang pap smear, serta dukungan yang baik dari suami/keluarga, kebijakan tempat informanutama bekerja tentang pap smear, rasa takut terkena penyakit kanker serviks menjadi motivasi melakukan pemeriksaan pap smear.Sedangkan pada istri PUS yang belum melakukan pap smear didapatkan pengetahuannya baik dan kurang hal ini berkaitan dengan pengalaman pernah mengantar saudaranya melakukan pemeriksaan pap smear,dan pernah melakukan pemeriksaan inspekulo karena keputihan serta kontrol IUD.Untuk sikapnya juga positip tentang pap smear hal ini berkaitan dengan pengetahuan, pengalaman dani nformasi yang ia dapatkan.Sedangkan motivasinya baik dan pernah mendapatkan dukungan dari suami, tetapi tidak mau melakukan pemeriksaan pap smear dengan alasan rasa takut, malu dan biaya serta takut diketahui penyakitnya mempengaruhi mereka untuk tidak melakukan pemeriksaan pap smear. Pelayanan kesehatan sangat mendukung keberadaannya dalam pelaksanaan pap smear tetapi sayang hal tersebut belum didukung dengan kebijakan pemerintah daerah serta belum adanya dana khusus untuk pelaksanaan pap smear dari pemerintahan taupun Dinas Kesehatan setempat.Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung untuk menyediakan fasilitas pelatihan untuk menunjang proses sosialisasi pap smear pada masyarakat, menyediakan dana dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait baik steak holder dan pemangku kebijakan untuk membuat suatu kebijakan dan mengadakan dana agar mendukung pemeriksaan pap smear.Abstract The number of cerviks cancer cases in the Tulungagung district still high and likely to increase, such as: in 2011 as many as 53 cases, while in 2012 amounted to 65 cases. Cerviks cancer can be prevented early with regular pap smears and can be healty if promptly treated at an early stage. The purpose of this research to know the the commitment couples of fertile age couples pap smear for cerviks cancer prevention in health centers Tulungagung Ngunut district.This research is descriptive qualitative research through in-depth interviews and observation. The main informant was the wife 12 wifes of couples of fertile age and informant triangulation husband 12 couples of fertile age, 3 midwives and one midwife coordinator Ngunut health centers. Data were collected by in-depth interviews and subsequent analysis of data by the method of analysis contains.These results indicate wife couples of fertile age who already perform pap smears good knowledge about Pap smear, it is related to the frequency and duration of the period of pap smears that ever lived, while also good attitude with regard to his knowledge of Pap smear, for motivation also good, this is related to knowledge and attitudes about Pap key informants, fear of cancer of the cervix into the motivation perform pap smears. as well as good support from the husband or family, a policy key informants working on a pap smear, fear of cancer of the cervix into the motivation perform pap smears. while at an early age couples wife who has not been doing well pap smears obtained knowledge and less, this is related to the experience never drove his brother perform pap smears, and never do a inspekulo because whiteness and control IUD. To also positive attitude about pap smears it relates to the knowledge, experience and information that he got. whereas both the motivation and the support of her husband, but did not want to do pap smears by reason of fear, shame and cost constraints as well as the fear of an unknown illness affects them not to perform pap smears. Strongly supports the existence of health services in the implementation of pap smears, but unfortunately, it has not been supported by government policies and the lack of a special fund for the implementation of government pap smear or local health department.It is recommended to the district health office Tulungagung to provide training facilities to support the socialization process pap smears in the community, providing funding and coordinating with related instantsi good and stakeholders to create a policy and hold the funds in order to support a pap smears.
KEMITRAAN DUKUN BAYI DAN BIDAN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK Maryam, Siti; Rustiana, Ernik
Jurnal BONOROWO Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.11 KB)

Abstract

Abstrak Kepercayaan/kebiasaan masyarakat  dari segi kemampuan biaya dengan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan masih sangat rendah. Dimana masyarakat lebih memilih dukun bayi yang memberi pertolongan karena masyarakat menilai lebih murah di bandingkan dengan pelayanan kesehatan. Angka kematian ibu (AKI) sebagai salah satu indikator kesehatan ibu yang sampai sekarang ini masih tinggi dibandingkan dengan AKI dinegara ASEAN lainnya. Salah satu indicator dalam menurunkan AKI adalah bidan menjalin kemitraan dan kerjasama dengan dukun bayi dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Tujuan penelitian Membuktikan Bagaimana kemitraan  Dukun Bayi dan Bidan Terhadap Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan observasional, tehnik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, dengan wawancara mendalam. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dukun bayi yang ada di desa wilayah kerja puskesmas sendang yang berjumlah 5 dukun bayi dan 5 bidan sebagai mitra, 2 masyarakat sebagai informan dan 1 KUPT. Bentuk kemitraan antara dukun bayi dan bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di desa wilayah puskesmas sendang meliputi rujukan kehamilan maupun persalinan tepat waktu, perawatan masa nifas dan bayi sudah berjalan dengan baik, namun dalam hal pemberian penyuluhan kepada ibu hamil, nifas dan keluarga masih terbatas pada salah satu dukun bayi yang sudah melakukan. Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi, mengahargai, pelatihan /pembinaa, reaward, dan fasilitas.Abstract Belief/habit costs society in terms of the ability of the behavioral health service utilization is still very low. Where people prefer traditional birth attendants who provide help for assessing community is cheaper in comparison with health care. The maternal mortality rate (MMR) as one indicator of the health of the mother which until now is still high compared with other ASEAN country AKI. One of the indicators in reducing the MMR was midwife to establish a partnership and cooperation with traditional midwives in improving maternal and child health. The purpose of the study Proving How Shamanspartnership Babies and Midwives Against Maternal and Child Health Services.Qualitative research with observational approach, the sampling technique used was purposive random sampling, with in-depth interviews. The population in this study are all traditional birth attendants in the village health center spring working area totaling 5 5 TBAs and midwives as a partner, 2 community as informants and 1 KUPT.Form partnerships between TBAs and midwives in maternal and child health services in rural health centers spring region include referral of pregnancy and childbirth on time, care during childbirth and the baby is going well, but in terms of providing counseling to pregnant women, childbirth and the family is still limited on one of the traditional birth attendants who are already doing. Efforts are being made include coordination, training, reaward, and facilities. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8