cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Mei 2019" : 6 Documents clear
KONDISI LAMUN BERDASARKAN DISTRIBUSI SPASIAL TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI PERAIRAN DESA TANJUNG TIRAM KABUPATEN KONAWE SELATAN Wali, Ado; Afu, La Ode Alirman; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 2: Mei 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i2.8324

Abstract

Perairan Desa Tanjung tiram mengalami perubahan yang sangat kompleks akibat perubahan pemanfaatan lahan di darat dan berdampak pada kondisi lamun. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi lamun berdasarkan distribusi spasial total Suspended Solid (TSS) di Perairan Desa Tanjung Tiram, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 - April 2019. Penentuan titik stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling berdasarkan keberadaan ekosistem lamun. Jumlah stasiun sebanyak 3 stasiun dengan 4 titik sampling pada masing-masing staisun. Metode pengambilan data kerapatan lamun menggunakan transek kuadrat 1x1 m2 dengan transek garis sepanjang 100 m secara tegak lurus ke arah laut pada saat surut terendah. Analisis sampel TSS menggunakan metode gravimetri dan distribusi spasial TSS diperoleh melalui interpolasi menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lamun dengan kerapatan sangat jarang berada pada daerah dermaga (Stasiun II) dengan kandungan TSS memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata 1,546 mg/L, sedangkan kondisi lamun dengan kerapatan agak rapat berada pada daerah yang dekat daratan (Stasiun III) dengan kandungan TSS terendah dengan nilai rata-rata 1,45 mg/L.Kata Kunci: KondisiLamun, TSS, Desa Tanjung Tiram
LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LAMUN HASIL TRANSPLANTASI DI PERAIRAN TELUK KENDARI Syawal, Andi Muhammad; Ira, .; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 2: Mei 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i2.8325

Abstract

Transplantasi lamun merupakan salah satu upaya untuk mengatasi degradasi ekosistem padang lamun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup lamun hasil transplantasi di Perairan Teluk Kendari. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Kendari (stasiun 1) dan Bungkutoko (stasiun 2) selama delapan bulan, yaitu sejak bulan Agustus 2018 sampai Mei 2019. Metode transplantasi yang digunakan adalah metode polybag dan plugs dengan jenis lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii. Parameter lingkungan yang diperoleh saat penelitian, yakni salinitas 35‰, pH 6-7, suhu 30-31⁰C, substrat berlumpur dan berpasir, kedalaman perairan 180-220cm, kecerahan 85-100%, nitrat 0,0233-0,0534 mg/L, dan fosfat 0,0013-0,0025 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan lamun hasil transplantasi tertinggi berada pada stasiun 1 dengan jenis lamun   E. acoroides dengan metode polybag sebesar rata-rata 1,25mm dan tingkat laju pertumbuhan lamun hasil transplantasi terendah berada pada stasiun 2 dengan jenis T. hemprichii dengan metode plugs sebesar rata-rata 0,20mm. Tingkat keberhasilan lamun hasil transplantasi tertinggi berada pada stasiun 2 dengan jenis lamun E. acoroides yang menggunakan metode polybag sebesar 68% dan tingkat keberhasilan lamun hasil transplantasi terendah berada pada stasiun 1 dengan jenis lamun E. acoroides yang menggunakan metode plugs sebesar 16%.Kata Kunci: Laju pertumbuhan, Lamun, Teluk Kendari, Transplantasi.
POLA SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI (MPT) DI PERAIRAN MUARA SUNGAI LA BALANO KABUPATEN MUNA Safarudin, .; Yasir Haya, La Ode Muhammad; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 2: Mei 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i2.8326

Abstract

Perairan di sekitar Muara Sungai La Balano terdapat kegiatan pemanfaatan ruang seperti pemukiman, budidaya tambak, perkebunan dan pertanian yang diperkirakan berperan besar pada terjadinya penurunan kualitas air. Konsentrasi Material Padatan Tersuspensi (MPT) yang berlebihan di muara sungai dapat menyebabkan kekeruhan dan ancaman pendangkalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi MPT, perubahan pola arus dan pola sebaran MPT saat kondisi pasang dan surut di Perairan Muara Sungai La  Balano Kab. Muna. Metode penentuan titik stasiun menggunakan purposive sampling. Pengambilan data sampel air dan pengukuran parameter fisika oseanografi dilakukan saat kondisi air pasang dan air surut. Analisis sampel MPT menggunakan metode Gravimetri. Peta Pola sebaran MPT diinterpolasi menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi MPT di Perairan Muara Sungai La Balano saat kondisi pasang berkisar antara 13.90 – 14.46 mg/l dan kondisi surut berkisar 13.87 – 14.50 mg/l, dengan pola arus yang didominasi oleh arus pasut yaitu terjadi bolak-balik. Pola sebaran MPT di Muara Sungai La Balano terlihat bahwa saat kondisi pasang terjadi penumpukan sedimen di sekitar jety dan saat kondisi surut terjadi penumpukan sedimen di muara sungai. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebaran MPT mengikuti pergerakan arus pasang surut sedangkan konsentrasinya lebih besar bersumber dari daratan.Kata Kunci : Material Padatan Tersuspensi, Pasang Surut, Pola Sebaran, Muara Sungai La Balano 
KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN MEGABENTOS BERDASARKAN PERSENTASE TUTUPAN KARANG DI PERAIRAN DESA BUTON, KECAMATAN BUNGKU SELATAN, KABUPATEN MOROWALI, SULAWESI TENGAH Bangapadang, Messy; Emiyarti, .; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 2: Mei 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i2.8327

Abstract

Bulu babi, bintang laut biru, teripang, kima, lola, siput drupella, lobster, dan bintang laut berduri merupakan organisme  megabentos yang berasosiasi dengan terumbu karang. Terumbu karang adalah habitat bagi ribuan biota, baik yang hidup sementara maupun menetap selamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan keanekaragaman megabentos serta untuk mengetahui hubungan persentase tutupan karang dengan kepadatan dan keanekaragaman jenis megabentos di Perairan Desa Buton, Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2019, yang meliputi pengambilan data dan pengolahan data. Pengambilan data megabentos dilakukan dengan menggunakan metode Belt Transect yang ditarik sejajar garis pantai dengan luasan 150 m2. Untuk pengambilan data persentase tutupan karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) dengan menarik transek sejajar garis pantai sepanjang 60 m2. Nilai kepadatan megabentos yang tertinggi dengan nilai 2,37 ind/m2berada pada kondisi karang yang baik dengan nilai tutupan persentase 73,03% dan yang terendah dengan nilai 2,13 ind/m2berada pada kondisi karang yang sedang dengan nilai tutupan persentase 48,32%. Hasil indeks keanekaragaman jenis megabentos pada kondisi karang yang baik diperoleh 1,73, untuk kategori kondisi karang yang sedang diperoleh nilai 1,59, danuntuk kategori karang yang buruk diperoleh nilai 1,32. Hasil perhitungan korelasi kepadatan megabentos dengan persentase tutupan karang diperoleh nilai r = 0,57 dengan kategori hubungan sedang, sedangkan untuk hubungan keanekaragaman jenis dengan persentase tutupan karang sangat kuat diperoleh nilai r = 0,99.Kata Kunci: Megabentos, Kepadatan,  Keanekaragaman, Desa Buton
HUBUNGAN ANTARA KONDISI TUTUPAN KARANG HIDUP DENGAN KELIMPAHAN IKAN CHAETODONTIDAE DI PERAIRAN LALANU, KECAMATAN SOROPIA, KABUPATEN KONAWE Saputra, Muh. Tino; Sadarun, Baru; Rahmadani, .; Subhan, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 2: Mei 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i2.8323

Abstract

Secara ekologis terumbu karang berfungsi sebagai penyangga bagi kehidupan biota pesisir dan lautan seperti ikan dan invertebrate. Salah satu ikan karang yang hidup di terumbu karang adalah ikan Chaetodontidae yang merupakan jenis pemangsa karang yang memiliki hubungan positif dengan persentase karang hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi terumbu karang, mengetahui kelimpahan Ikan Chaetodontidae, serta untuk mengetahui hubungan antara persentase tutupan karang hidup dengan kelimpahan ikan Chaetodontidae di Perairan Lalanu. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus 2018 di tiga stasiun penelitian. Pengambilan data karang dilakukan dengan menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) dan metode pencacahan visual bawah air (Underwater Visual Sensus) untuk pengambilan data ikan Chaetodontidae dengan panjang garis transek 70 m dengan luas area pengamatan seluas 350m2, sebanyak dua kali pengulangan pada setiap stasiun pengamatan. Hasil penelitian ditemukan sebanyak dua genus dan terdiri dari delapan spesies ikan famili Chaetodontidae, yaitu Chaetodon kleinii, C. vegabundus,  C. trifasciatus, C. lunulatus, C. auriga, C. melannotus, Heniochus acuminatus, dan H. varius, dengan total 160 individu. Kelimpahan jenis tertinggi ditemukan pada staiun tiga (0.0457 Ind/m2) dan terendah pada Stasiun satu (0.0329 Ind/m2). Persentase kategori Life Coral tertinggi terdapat pada Stasiun tiga (37,55%) dan terendah terdapat pada Stasiun satu (29,62%). Kelimpahan dan keragaman jenis ikan Chaetodontidae memiliki hubungan yang kuat terhadap persentase tutupan karang hidup pada stasiun penelitian di perairan Lalanu dengan nilai  (R²) sebesar 0,9171 dengan determinan sebesar r = 0.9576.Kata kunci:  Kelimpahan Jenis, Chaetodontidae, Karang, Perairan Lalanu.
KELIMPAHAN DAN PREVALENSI PENYAKIT KARANG DI PERAIRAN LANGARA, KONAWA KEPULAUAN, SULAWESI TENGGARA Hasma, Siti; Sadarun, Baru; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 2: Mei 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i2.8328

Abstract

Penyakit karang adalah gangguan terhadap kesehatan karang yang menyebabkan hilang atau rusaknya jaringan karang. Biota karang yang terinfeksi penyakit telah diidentifikasikan sebagai salah satu faktor utama yang memperburuk tutupan terumbu karang secara global. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan prevalensi penyakit karang di Perairan Langara, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Pengambilan data dilakukan di bulan April 2018 pada tiga stasiun penelitian. Metode pengambilan data kelimpahan dan prevalensi penyakit karang menggunakan metode belt transect (transek sabuk) dengan luas area transek 350 m2, yang ditarik sejajar garis pantai. Hasil penelitian menyebutkan bahwa penyakit karang yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 8 jenis [Black Band Disease (BBD), Dark Spots Disease (DSD), Ulcerative White Spots (UWS), White Band Disease (WBD), Explained Growth Anomalies (EGA), White Syndrom (WS), Bleacing (BL) dan Yellow Band Disease (YBD)]. Kelimpahan dan prevalensi penyakit karang yang tertinggi terdapat di stasiun II, dimana nilai kelimpahan yaitu 0.063 koloni/m2 dan nilai prevalensi yaitu 92.187%. Jenis penyakit karang yang mendominasi di lokasi penelitian secara berturut-turut adalah UWS, BBD dan WS.Kata Kunci: Kelimpahan; Penyakit Karang; Perairan Langara; Prevalensi

Page 1 of 1 | Total Record : 6