cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Perpustakaan
ISSN : 08531544     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Perpustakaan merupakan sarana komunikasi informasi bagi pustakawan Universitas Islam Indonesia (UII) dan pustakawan dari luar UII. Media ini berfungsi untuk menampung, mendorong, melatih, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan menulis bagi para pustakawan. Selain itu Buletin Perpustakaan ini juga berfungsi untuk mengembangkan perpustakaan yang bernuansa Islami dan berwawasan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan" : 9 Documents clear
Profesionalisme Pustakawan Putera Mustika
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang profesionalisme pustakawan, tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pustakawan tentang penjabaran dari konsep profesionalisme pustakawan, sehingga mereka bisa memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi. Dengan dimilikinya tingkat profesionalisme yang tinggi, diharapkan pustakawan bisa memberikan kontribusi maksimal bagi perkembangan perpustakaan yang mereka kelola, maupun bagi perkembangan profesi pustakawan secara umum. Ciri-ciri profesionalisme seorang pustakawan dapat dilihat berdasarkan karakteristik seperti : (1) menjunjung tinggi kode etik pustakawan, (2) memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan keahlian yang mumpuni dalam bidangnya, (3) memiliki tingkat kemandirian yang tinggi, (4) memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dan bekerja sama, (5) senantiasa melihat ke depan atau berorientasi pada masa depan.
Fakultas Ekonomi Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016: perspektif kesiapan sumber daya manusia Sri Rejeki
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MEA merupakan pasar tunggal yang memungkinkan satu negara menjual barang atau jasa dengan mudah ke negara-negara di Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat. Bisa dibilang juga bahwa setiap orang dari berbagai negara akan dengan mudah keluar masuk mencari pekerjaan. Tentu mereka memiliki kompetensi yang mumpuni di bidangnya. Insinyur, arsitek, tenaga pariwisata, akuntan, dokter gigi, tenaga survei, praktisi medis, perawat kesehatan merupakan profesi yang akan terkena dampak kebijakan pasar bebas yang tertuang dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA). Profesi-profesi ini telah memiliki standar dan kompetensi yang diperlukan di kancah ASEAN (Adityo,2014). Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia sebagai agen perubahan untuk majunya sebuah perguruan tinggi perlu meningkatkan daya saingnya, karena era globalisasi menuntut tingkat intelektualitas karyawan yang tinggi. Oleh karena itu pelaksanaan MEA akan muncul perubahan yang semakin cepat, maka uji kompetensi secara mandiri dan berkelnjutan bagi karyawan menjadi keharusan dan tidak dapat ditolak. “titik awal keberhasilan, dimulai dari mimpi besar”. Istilah dari mimpi inilah dapat sebagai motivasi dan dapat menciptakan perubahan hidup untuk memulai perjuangan dengan etos kerja yang luar biasa. Merry Riana, penulis buku best seller “Mimpi Sejuta Dollar” yang menjadi motivator sekaligus pengusaha sukses, memberikan 3 (tiga) prinsip untuk memaksimalkan kesuksesan. Prinsip tersebut adalah partisipasi, pikiran terbuka, dan aksi. Jika diterapkan untuk karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, partisipasi berarti setiap karyawan harus proaktif mengambil bagian untuk siap menghadapi MEA, sehingga tidak hanya sebagai komentator atau penonton rekan karyawan lain yang mungkin lebih hebat. Karyawan fakultas ekomomi hendaknya senantiasa berpartisipasi aktif dalam kegiatan kekaryawanan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia maupun mampu berkiprah secara nyata untuk memajukan Universitas Islam Indonesia agar bermanfaat di tengah-tengah masyarakat (rahmatan lil’alamin). Pikiran terbuka diartikan sebagai membuka pikiran kita terhadap kemungkinan bahwa “sesuatu” itu bisa benar atau salah. Hal ini diperjelas bahwa era MEA justru dapat menyadarkan karyawan fakultas ekonomi untuk berpikir luas sehingga memunculkan hasrat untuk memperbaiki diri maupun mengembangkan diri, berbenah dan bersaing positif. Intinya dengan pikiran yang terbuka akan menstimulus munculnya gagasan baru yang akan membantu karyawan fakultas untuk berfikir lebih rasional tentunya dengan melihat berbagai aspek dari kondisi lingkungan yang ada.
Resistensi Dan Kebijakan Pimpinan Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan: Optimalisasi peran, fungsi dan kedudukan perpustakaan Gaib Suwasana
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan menjadi sarana penunjang yang sangat penting dalam pendidikan tinggi karena merupakan sumber informasi yang sangat diperlukan dalam mendukung proses pembelajaran di lembaga perguruan tinggi. Dilematika perpustakaan perguruan hingga sekarang ini belum dapat dimanfaatkan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Hal tersebut karena berbagai faktor yang mempengaruhi antara lain faktor tempat, faktor koleksi, sumber daya manusia , faktor pengguna, sistem, fasilitas dan dukungan lembaga induk organisasi. Keberadaan sumber daya manusia yang terampil selaku pengelola perpustakaan menjadi sangat penting untuk mengembangkan dan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai penyedia dan penyebar informasi. Untuk itu sumber daya manusia di perpustakaan harus selalu aktif mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuannya dibidang kepustakaan sebagai penunjang kualitas pelayanan informasi perpustakaan. pustakawan harus selalu membuka wawasan baru, berkreasi dan berinovasi terhadap perkembangan. Bila perpu melakukan kolaborasi untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam kerangka teknologi informasi, agar tetap eksis dalam informasi global. Untuk itu perlu terobosan-terobosan baru dalam menjalin kerja sama berkaitan dengan penyediaan berbagai fasilitas penunjang demi tercapainya tujuan pendidikan di perguruan tinggi. Langkah pimpinan dalam mengkoordinasi antar bagian, antar divisi, antar unit dalam organisasi harus selalu ada untuk mencari perbaikan-perbaikan dan peningkatan dalam mencapai tujuan bersama. Dinamisasi terhadap perubahan baik sisi teknologi informasi dan koleksi perpustakaan sangat membutuhkan kepedulian berbagai unsur sivitas akademika perguruan tinggi untuk merealisasikan.
Mengenal Perpustakaan Perguruan Tinggi Lebih Dekat Sri Rahayu
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu sarana penunjang yang didirikan untuk mendukung kegiatan civitas akademik suatu perguruan tinggi. Pada buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 tahun 1980 tentang pokok-pokok organisasi universitas atau institute disebutkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi termasuk kedalam unit pelayanan teknis (UPT), yaitu sarana penunjang teknis yang merupakan perangkat kelengkapan universitas atau institute dibidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat (Pawit, 1991:102- 103). Sebagai kegiatan penunjang Tri Dharma perguruan tinggi perpustakaan mempunyai beberapa fungsi diantaranya fungsi edukasi, sumber informasi, riset, rekreasi, publikasi.
Pengembangan Koleksi Untuk Memenuhi Kebutuhan Informasi Di Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia AD, Suharti
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan koleksi di suatu perpustakaan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dan harus dilakukan. Perpustakaan adalah suatu lembaga yang mempunyai tugas pokok sebagai penyedia informasi baik dalam bentuk cetak ataupun elektronik. Informasi terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka, maka Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (DP UII) harus senantiasa mengembangkan koleksinya. Pengembangan koleksi bisa dilakukan melalui pembelian, hibah, hadiah, sumbangan, titipan ataupun tukar menukar. Koleksi yang dimiliki DP UII berupa koleksi cetak, seperti: buku, jurnal, majalah, skripsi, tesis, disertasi dan koleksi non cetak, seperti: ejournal, ebook, compact disk.
Strategi Pustakawan Sukses Uji Sertifikasi Sukirno Sukirno
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Permenpan dan RB No. 9 Tahun 2014 pada Bab X Pasal 33, pada ayat (1) disebutkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, pustakawan yang akan naik jabatan harus mengikuti dan lulus uji kompetensi. Sedangkan pada ayat (2) disebutkan dikecualikan dari uji kompetensi sebagaimana ayat (1) bagi pustakawan yang telah memiliki sertifikasi kompetensi. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pustakawan dengan mengacu Permenpan dan RB No. 9 yaitu melakukan sertifikasi pustakawan. Uji sertifikasi pustakawan merupakan proses menguji pustakawan untuk setiap unit kompetensi yang sudah ditetapkan dalam standar kompetensi. Pustakawan yang akan menghadapi uji sertifikasi agar saat diasesmen oleh asesor dapat dinyatakan kompeten atau lulus, maka ada beberapa strategi yang perlu dilakukan pustakawan, yaitu: (1) memilih klaster sesuai dengan kemampuan atau tugas, (2) memahami Kreteria Unjuk Kerja (KUK) sesuai dengan klaster yang telah dipilih sesuai dengan SKKNI, (3) menjaga kesehatan badan saat asesmen, dan (4) membangun kepercayaan diri siap mengikuti ujian.
Penerapan Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001: 2008 Di Perpustakaan Perguruan Tinggi Ismanto Ismanto
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 penting bagi sebuah perpustakaan, karena pada era globalisasi dan informasi persaingan semakin meningkat dan ketat sehingga keberadaan organisasi atau lembaga termasuk di dalamnya perpustakaan perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan mutu agar dapat bersaing dengan unit lain dimana perpustakaan itu berada. Apabila pandangan perguruan tinggi sebagai lembaga induknya telah berubah, maka secara manajemen perpustakaan sebagai unsur penunjang juga ikut berbenah dan meningkat kinerjanya. Untuk meningkatkan mutu kinerja perpustakaan perguruan tinggi seluruh komponen yang ada perlu memahami bakuan mutu yang telah ditentukan, termasuk bakuan mutu yang ditentukan oleh SMM ISO 9001: 2008 yakni standar mutu yang memenuhi kualifikasi sertifikasi organisasi tersebut, termasuk di dalamnya perpustakaan. Tujuan diterapkan SMM di perpustakaan adalah untuk mendapatkan sertifikat, sehingga pengakuan publik yang selama ini dirasa kurang baik akan meningkat dan untuk perbaikan secara terus menerus dan berkelanjutan. Disamping itu manfaat penerapan SMM SNI ISO 9001: 2008 untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja perpustakaan dalam upuya memuaskan pemustaka.
Perubahan Paradigma Perpustakaan Sungadi Sungadi
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan telah mengalami perubahan dalam 3 zaman antara lain era tradisional, era otomasi, dan era digital. Era tradisional ditandai dengan koleksi berbasis kertas dengan alat temu kembali berupa katalog kartu. Era otomasi, koleksi masih berbasis kertas tetapi ditandai dengan alat bantu temu kembali berupa katalog terpasang di komputer yang dikenal dengan OPAC (Online Public Access Catalog). Era digital bercirikan koleksi berupa file-file digital yang dapat diakses menggunakan internet. Dari sisi layanan, perpustakaan tradisional dalam melayani pemustaka dilakukan secara manual demikian juga perpustakaan terotomasi juga masil manual dalam melayani pengguna. Berbeda dengan perpustakaan digital, segala bentuk layanan dapat dilakukan dengan bantuan komputer, bahkan peminjaman/pengembalian koleksi dapat dilakukan secara mandiri oleh pemustaka. Pertumbuhan informasi oleh Floridi dinyatakan bahwa, pada tahun 2003, para peneliti di Berkeley School of Information Management and Systems dan memperkirakan bahwa manusia memiliki akumulasi sekitar 12 exabyte data (1 exabyte setingkat dengan 10 bytes atau setara dengan pemutaran video selama 50.000 tahun). Mengingat ukuran populasi dunia pada tahun 2002, ternyata hampir 800 megabyte (MB) dari data yang tercatat telah dihasilkan per orang. Hal ini seperti dinyatakan bahwa setiap bayi yang baru lahir datang ke dunia akan membawa buku sepanjang 30 kaki (9 meter), setara dengan 800 MB buku kertas. Dari data tersebut, 92% disimpan di magnetik media, terutama di hard disk, sehingga menyebabkan belum pernah terjadi sebelumnya ‘demokratisasi’ informasi: lebih banyak orang memiliki lebih banyak data daripada sebelumnya. Eskalasi eksponensial tersebut tiada henti. Menurut sebuah penelitian terbaru antara tahun 2006 dan 2010 kuantitas global data digital akan meningkat lebih dari enam kali lipat, dari 161 exabyte ke 988 exabyte. 
Pelestarian Informasi Koleksi Langka: Digitalisasi, Restorasi, Fumigasi Neneng Asaniyah
Buletin Perpustakaan No. 57 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Salah satu cara agar koleksi langka tetap dapat dimanfaatkan oleh pemustaka yaitu dengan melestarikan koleksi langka. Permasalahan yang dialami oleh perpustakaan dalam hal pemanfaatan koleksi adalah rusaknya koleksi tercetak yang berbahan kertas. Usia koleksi cetak yang semakin tua membuat kualitas koleksi yang berbahan kertas rentan akan kerusakan sehingga mengharuskan dilakukan tindakan pelestarian. Koleksi langka merupakan koleksi penting sehingga perlu dilestarikan. Pelestarian koleksi dilakukan untuk menyelamatkan isi kandungan informasi agar koleksi tetap dapat dimanfaatkan oleh pemustaka, disamping fisik koleksi aslinya. Beberapa cara dalam melestarikan koleksi langka adalah dengan cara digitalisasi, restorasi dan fumigasi. Digitalisasi merupakan proses untuk mengalih mediakan dari bentuk cetak ke bentuk digital atau elektronik. Tujuan digitalisasi koleksi langka yaitu agar koleksi buku langka tetap lestari sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. Digitalisasi koleksi langka dilakukan dengan cara mengalih mediakan isi kandungan koleksi ke media lain, yaitu penyimpanan melalui perangkat komputer. Digitalisasi koleksi sebaiknya dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian dibidangnya, sehingga digitalisasi dapat dilakukan dengan baik, produktif dan dapat mewujudkan tujuan dilakukannya digitalisasi koleksi. Restorasi merupakan kegiatan memperbaiki koleksi langka yang sudah rusak agar dapat dimanfaatkan lagi oleh pemustaka. Sedangkan fumigasi merupakan upaya pencegahan agar koleksi langka tidak rusak. Cara fumigasi ini dilakukan dengan cara pengasapan dengan menggunakan bahan kimia sehingga hewan yang dapat menyebabkan kerusakan pada buku langka dapat dimusnahkan. Dengan demikian koleksi langka akan tetap terjaga kelestariannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 9