cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Perpustakaan
ISSN : 08531544     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Perpustakaan merupakan sarana komunikasi informasi bagi pustakawan Universitas Islam Indonesia (UII) dan pustakawan dari luar UII. Media ini berfungsi untuk menampung, mendorong, melatih, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan menulis bagi para pustakawan. Selain itu Buletin Perpustakaan ini juga berfungsi untuk mengembangkan perpustakaan yang bernuansa Islami dan berwawasan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "No. 58 (2017): Buletin Perpustakaan" : 7 Documents clear
Manfaat Literasi Informasi Untuk Program Pengenalan Perpustakaan Bambang Hermawan
Buletin Perpustakaan No. 58 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas dalam acara pengenalan kampus atau orientasi mahasiswa yang dilakukan pada saat ini oleh mahasiswa baru hanyalah sebatas pada pengenalan bangunan kampus dan juga unit kegiatan mahasiswa saja. Kehadiran internet membawa dampak yang saat ini dapat dirasakan yaitu tersedianya berbagai sumber informasi yang tersebar luas meliputi berbagai disiplin ilmu. Pihak perpustakaan mengharap pada universitas dalam acara pengenalan kampus atau orientasi mahasiswa baru diberi kesempatan mengadakan Literasi Informasi dalam acara pengenalan perpustakaan, apapun bentuk perpustakaan yang ada di universitas, baik perpustakaan pusat ataupun fakultas setidaknya diberikan materi Literasi Informasi kepada pemustaka khususnya mahasiswa baru. Literasi informasi disebut juga melek informasi, yakni kesadaran akan kebutuhan informasi seseorang, mengidentifikasi, pengaksesan secara efektif efisien, mengevaluasi, dan menggabungkan informasi secara legal ke dalam pengetahuan dan mengkomunikasikan informasi itu (Lasa Hs 2009:190). Tujuannya adalah agar koleksi bahan perpustakaan, fasilitas, serta jasa dan layanan yang ada di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa. Metode yang digunakan adalah observasi dan Studi Literatur. Melalui literasi informasi diharapkan pemustaka dapat mengetahui informasi bagaimana cara mencari literatur yang cepat, efektif dan juga mengetahui tentang perpustakaan lebih efektif dan efesien. Dapat disimpulkan bahwa perpustakaan perlu melakukan literasi informasi secara rutin agar informasi (koleksi) perpustakaan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga kredibilitas perpustakaan dan pustakawan meningkat dimata pemustaka.
Perpustakaan Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Ugm 2013-2016: Inovasi Kegiatan Dan Impak Maryatun Maryatun
Buletin Perpustakaan No. 58 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era global salah satunya ditandai dengan pesatnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di semua bidang, termasuk di perpustakaan. Inovasi dan kolaborasi menjadikan perpustakaan tetap tangguh menjawab tantangan jaman. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui inovasi kegiatan yang telah dilakukan perpustakaan selama tahun 2013-2016 hasil koordinasi dan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait serta impaknya bagi sivitas akademika. Inovasi yang telah dilakukan meliputi integrasi sistem informasi, pembangunan Database Economics and Business Digital Library (EBDL), pengembangan sumber daya manusia, dan pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan. Kegiatan yang dilakukan memberikan impak semakin banyak sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran oleh sivitas akademika. Format tersedia dalam betuk cetak maupun elektronik yang dapat diakses cepat, mudah, dan akurat serta meningkatnya kenyamanan dan keamanan pemustaka dalam pemanfaatan sumberdaya informasi.
Aspek Fundamental dalam Pengelolaan Arsip Warisan Budaya Henny Surya Akbar Purna Putra
Buletin Perpustakaan No. 58 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan makna arsip warisan budaya (2) mendeskripsikan lembaga yang berhak dalam pengelolaan arsip warisan budaya (3) mendeskripsikan aspek-aspek krusial dalam perencanaan kebijakan pengelolaan arsip warisan budaya (4) mendeskripsikan aspek-aspek krusial dalam pemeliharaan dan pengawetan arsip warisan budaya.  Metode, yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan studi kepustakaan (library research).  Sumber data pada penelitian ini mengacu sumber data primer dan sumber data sekunder, yang dimana sumber data primer adalah sumber data yang orisinal, sedangkan sumber data sekunder adalah penelitian yang tidak secara lansung ada dan berpartisipasi dalam obyek penelitian, hanya sebatas kritisi atau mengkomparasikan teori-teori sebelumnya. Pengumpulan data secara literer yaitu mengumpulkan bahan-bahan perpustakaan yang berkesinambungan dan selaras dengan obyek penelitian. Data, bahan-bahan pustaka tersebut diolah dengan tiga tahap, editing, organizing, dan penemuan hasil penelitian. Analisis data, yang digunakan adalah dengan menganalisis isi (content analisis) dari berbagai bahan perpustakaan yang relevan dengan pembahasan obyek penelitian
Pembinaan Karir Perspektif Pengembangan Skill Sungadi Sungadi
Buletin Perpustakaan No. 58 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan karir melalui pengembangan skill (keterampilan) menjadi modal dasar untuk mencapai puncak karir. Pengembangan skill dapat diperoleh melalui pembelajaran seumur hidup lewat pendidikan formal, non formal, dan informal. Menjaga sikap, melakukan pembelajaran sepanjang hayat adalah kunci sukses di dunia karir. Belajar terus menerus dan mengembangkan keterampilan bagi seorang pegawai memerlukan identifikasi keterampilan yang dibutuhkan untuk pengembangan karir. Pembelajaran. Tulisan ini membahas tentang formasi pembinaan karir yaitu dengan rasio 70:20:10. Tujuh puluh persen (70%) perkembangan karir berasal dari aktivitas di tempat kerja dan aktivitas pembelajaran. Selanjutnya 20% perkembangan karir berasal dari interaksi dengan orang lain. Ini termasuk memiliki mentor, menjadi mentor, coaching, berpartisipasi dalam komunitas profesi, melayani sebagai pemimpin dalam sebuah organisasi dan staf, dan lain lain. Sementara 10% perkembangan karir berasal dari pelatihan, termasuk lokarya, seminar, workshop, konferensi, dan lain lain.
Kematangan Karir Pustakawan Perguruan Tinggi Di DIY Sungadi Sungadi
Buletin Perpustakaan No. 58 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kematangan karir yang dikembangkan oleh D.E. Super (Sharf, 2006) dan Crites (Gonzalez, 2008). Kematangan karir oleh Super ditentukan oleh beberapa komponen antara lain menyangkut perencanaan karir, eksplorasi karir, pengambilan keputusan, informasi kerja dunia, dan pengetahuan tentang kelompok kerja yang diutamakan. Komponen lainnya adalah orientasi karir total, merupakan kombinasi yang menggambarkan dari subskala. Konsep lain merupakan bagian dari definisi Super tentang kematangan karir, tapi itu tidak diuji oleh inventaris pengembangan karir, yaitu realisme. Menurut Crites ada dua dimensi dalam kematangan karir, yaitu dimensi sikap dan dimensi kognitif. Dimensi sikap meliputi: keterlibatan, bimbingan, kebebasan, pilihan, dan komitmen. Sementara dimensi kognitif terdiri dari: penyelesaian masalah, perencanaan, seleksi sasaran, dan penilaian kinerja sendiri. Problematika yang dihadapi Pustakawan Perguruan Tinggi (PPT) Daerah Istimewa Yogyakarta adalah: (1) tidak adanya persiapan sebelum menentukan pilihan menjadi pustakawan; (2) sebanyak 90.63% pustakawan diangkat pertama kali melalui inpassing, sehingga dalam perjalanannya banyak mengalami kendala; (3) terdapat 44,03% Pustakawan PPT DIY lebih dari 4 tahun tidak mengajukan DUPAK, dan 37% diberhentikan sementara dari Jabatan Fungsional Pustakawan, karena tidak mampu mengumpulkan Angka Kredit yang diperlukan; (4) masih adanya pustakawan yang berpendidikan SLTA dan non ilmu perpustakaan sebesar 29,56%.
Pengelolaan Jurnal Elektronik Terpadu Sebagai Bagian Dari Knowledge Management Center Di Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Muhammad Jamil
Buletin Perpustakaan No. 58 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan tentang proses revitalisasi jurnal elektronik terpadu UII yang dilakukan dengan mengoptimalkan pengelolaannya dan menjadi bagian dari knowledge management center di perpustakaan Universitas Islam Indonesia. Tahapan pelaksanaannya meliputi: penggunaan aplikasi Open Journal System (OJS); pembenahan administrasi dan kelengkapan pengelolaan jurnal seperti terkait ISSN dan informasi lain terkait penerbitan seperti informasi kebijakan, ruang lingkup jurnal dan publication ethics, editorial board, pedoman penulisan dan templatenya, pedoman untuk editor; melengkapi back issue; pencantuman DOI untuk setiap artikel dan pengindeksan baik skala nasional maupun internasional.
Peran Pustakawan Dalam Literasi Informasi Bagi Pemustaka Ismanto Ismanto
Buletin Perpustakaan No. 58 (2017): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan derasnya arus informasi di berbagai pusat informasi menjadikan tantangan tersendiri bagai Perpustakaan maupun pustakawan dalam membantu, membimbing, mengarahkan pemustaka agar selalu memanfaatkan sumber-sumber informasi dan fasilitas yang ada di perpustakaan. Salah satu cara adalah literasi informasi, karena dengan cara ini sangat membantu pemustaka dalam menelusur berbagai sumber informasi di perpustakaan yang diperlukan. Hal ini telah dilaksanakan oleh Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia kepada Mahasiswa baru. Setelah mengikuti literasi informasi, pemustaka lebih senang dalam menelusur sumber informasi tanpa bantuan pustakawan dibandingkan bagi pemustaka yang belum mengikuti literasi informasi. Disamping itu juga sangat membantu dan meringankan pustakawan dalam kinerjanya, karena pemustaka sudah familiar dalam mencari dan menelusur sumber informasi di perpustakaan tanpa bantuan pustakawan. Ini merupakan indikator bagi perpustakaan dan pustakawan dalam memberikan kontribusi nyata dan dapat dirasakan secara langsung oleh pemustaka. Peran pustakawan dalam memberikan literasi informasi sangat ditunjukkan oleh pustakawan sebagai tenaga yang professional. Literasi informasi ini dapat dilakukan dengan cara ceramah, konseling, penyebaran buku panduan, pamplet, brosur maupun cara promosi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7