Falah : Jurnal Ekonomi Syariah
FALAH: Jurnal Ekonomi Syariah is managed by Department of Islamic Economic, Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Malang (p-ISSN 2502-3918, e-ISSN 2502-7824) This journal published two times a year (Pebruary and August) since 2016. The journal presents the results of research in the field of Islamic Economic, Islamic Banking, Islamic Management and so on.
Articles
217 Documents
Khiyār (hak untuk memilih) dalam Transaksi On-Line: Studi Komparasi antara Lazada, Zalara dan Blibli
Muhammad Majdy Amiruddin
Falah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jes.v1i1.2695
Khiyār (hak untuk memilih) dalam Transaksi On-Line:Studi Komparasi antara Lazada, Zalara dan BlibliMuhammad Majdy AmiruddinAlumnus Master Muamalat Administration (MMA),Universiti Sains Islam Malaysia (USIM)E-mail: majdy@gmail.comABSTRAKKhiyar atau pilihan adalah hak yang diberikan kepada pembeli dan penjual apakah akan melanjutkan atau membatalkan transaksi mereka. Dalam transaksi online, konsumen tidak memiliki kontak langsung dengan pedagang dan tidak bisa dengan mudah memverifikasi kualitas barang, sehingga menciptakan situasi di mana para pelaku transaki tidak pada kekuatan tawar yang sama. Oleh karena itu, penerapan khiyar akan membantu dalam melindungi hak-hak konsumen di dunia maya. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis jenis khiyar dan aplikasinya terhadap bisnis online yang sedang menjamur di Indonesia serta membandingkannya terhadap lazada, zalora dan blibli. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa khiyar aib diaplikasikan oleh ketiga situs tersebut, sedangkan khiyar ru’yah hanya diaplikasikan oleh lazada. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersumber pada rujukan-rujukan yang sesuai dengan melakukan pendekatan komparatif kepada ketiga situs tersebut.Kata Kunci: Jual beli, Khiyar, Bisnis On-line
Perilaku Bisnis Islami Tao Zhu Gong : Sebuah Pembelajaran (‘Ibrah)
Wiwid Aditya Nugroho
Falah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jes.v1i1.2697
Perilaku Bisnis Islami Tao Zhu Gong :Sebuah Pembelajaran (‘Ibrah)Wiwid Aditya NugrohoMagister Manajemen,Sekolah Pascasarjana Universitas HAMKA, JakartaE-mail: wiwidnugroho@yahoo.comABSTRAKBisnis sudah menjadi bagian kehidupan orang Cina yang tidak dapat terpisahkan. Hal ini pula yang menjadikan mereka sebagai salah satu sumber ilmu bisnis terpercaya karena kesuksesannya telah terbukti diseluruh dunia. Salah satunya adalah Tao Zhu gong yang mempunyai nama asli Fan li merupakan orang kepercayaan kaisar yue, yaitu Gou jian sekitar abad 500 SM. Tao Zhu-gong seorang ahli strategi militer yang mengundurkan diri dari kedudukan tinggi seorang perdana mentri untuk menjadi seorang pebisnis dan milyuner pertama di China. Karyanya yang terkenal adalah Kaidah emas keberhasilan Bisnis. Penelitian ini mencoba untuk membahas tentang 12 prinsip bisnis menurut Tao Zhu-gong. serta bagaimana 12 prinsip bisnis Tao Zhu-gong dalam perspektif Islam. Dengan menggunakan metode dokumentasi dan metode pendekatan historis (historical approach) penulis berkesimpulan bahwa sebagian dari 12 prinsip bisnis menurut Tao Zhu-gong mengandung nilai-nilai Islam, dan sebagian lainnya tidak sesuai dengan nilai Islam, disebabkan ketiadaan nilai spiritual didalamnya.Kata Kunci: Prinsip, Bisnis Islam, Pembelajaran (‘Ibrah)
Aplikasi Gadai Emas Syari’ah: Studi Kasus Pada BRI Syari’ah Cabang Pekanbaru
Ahmad Maulidizen
Falah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jes.v1i1.2698
Aplikasi Gadai Emas Syari’ah: Studi KasusPada BRI Syari’ah Cabang PekanbaruAhmad MaulidizenProgram Magister Ekonomi Islam,Universiti Malaya, MalaysiaE-mail: ahmadzen682@gmail.comABSTRAKProduk Pembiayaan Secara Islam telah mulai berkembang pesat dalam arus industri perbankan dan keuangan pada masa ini. Keadaan ini diantaranya dapat dilihat melalui pertambahan aset perbankan Islam beberapa tahun, disamping penyertaan lebih banyak isntitusi yang menawarkan produk secara Islam. Produk Gadai Emas Syariah adalah penyerahan marhun (barang jaminan) dari rahin (nasabah yang menggunakan pembiayaan gadai) kepada bank sebagai jaminan sebagian atau seluruh hutang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi pembiayaan gadai emas syariah pada Bank BRI Syariah cabang pekanbaru menurut perspektif fatwa DSN No.25 dan 26/DSN-MUI/III/2002. Dengan menggunakan pendekatan lapangan (field research) dan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi dalam pengumpulan data. Penulis berkesimpulan bahwa pelaksanaan pembiayaan gadai emas syariah pada Bank BRI Syariah cabang Pekanbaru telah sesuai dan ada beberapa hal yang harus dilakukan perbaikan agar tidak bertentangan dengan prinsip syariah.Kata kunci: Pembiayaan Gadai Emas, Bank Syariah, dan Fatwa DSN
Transmisi Kebijakan Moneter Syariah: Sebuah Analisa
Daniar .
Falah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jes.v1i1.2700
Transmisi Kebijakan Moneter Syariah:Sebuah AnalisaDaniarProgram Doktor Ilmu Ekonomi Islam,Universitas Airlangga, SurabayaE-mail: daniar@yahoo.comABSTRAKKebijakan moneter syariah sangat erat kaitannya dengan berbagai hal kegiatan ekonomi dalam upaya pencapaian pembangunan ekonomi yang memberikan kesejaheteraan bagi masyarakat. Makalah ini berusaha untuk menganalisa mekanisme instrumen moneter syariah dengan dua tujuan; pertama mengidentifikasi mekanisme kebijakan moneter syariah beserta alur transmisi kebijakannya. Kedua, melihat sejauh mana penerapan mekanisme kebijakan moneter syariah di Indonesia. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti berkesimpulan bahwa; mekanisme instrumen kebijakan moneter syariah masih perlu dikembangkan kembali dengan menggunakan akad-akad lainnya selain wadi’ah dalam SWBI dan ju’alah dalam SBSI. Selanjutnya, dibandingkan dengan negara Islam lainnya, Indonesia termasuk negara yang telah menjalankan instrumen kebijakan moneter syariah bersama dengan beberapa negara-negara lainnya. Namun bila dilihat dari progresnya Indonesia termasuk mengalami perlambatan dibandingkan Negara- negara lainnya.Kata Kunci: Kebijakan transmisi, Moneter Syari’ah, Transaksi Syari’ah
Diversifikasi Penghasilan Kontemporer Sebagai Alternatif Sumber Dana Zakat
Imamul Hakim
Falah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jes.v1i1.2701
Diversifikasi Penghasilan Kontemporer Sebagai Alternatif Sumber Dana ZakatImamul HakimProgram Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam,Universitas Muhammadiyah MalangE-mail: imamulhakim@gmail.comABSTRAKZakat is not worship or a doctrine could not be changed, but zakat is financial-related worship should be studied and expanded base on current reality. In reality today, many current economic activities are capable of yielding good return, probably higher than those of the traditional sources of zakat. Thus zakat should also be considered on these wealth, where zakat base should not be limited only on the traditional sources but also should be expanded to other sources. This study attempts to identify the statute and fatwa of contemporary sources of zakat in Indonesia.Zakat bukanlah bentuk ibadah atau doktrin baku yang tidak dapat diubah, tetapi zakat merupakan ibadah maliyah yang harus dikaji dan dikembangkan berdasarkan realitas keadaan dan waktu (perkembangan zaman). Pada kenyataan sekarang, banyak aktifitas ekonomi yang dapat menghasilkan keuntungan yang menjanjikan, bahkan lebih besar dari pada sumber zakat tradisional. Dengan demikian zakat juga harus mempertimbangkan berbagai kekayaan tersebut, dimana zakat tidak hanya berdasarkan sebatas sumber-sumber tradisional tetapi juga harus diperluas pada sumber-sumber yang lain. Kajian ini mencoba untuk mengidentifikasi undang-udang dan fatwa sumber-sumber zakat kontemporer di Indonesia.Kata Kunci: Penghasilan Kontemporer, Zakat, Fiqh Zakat, Ibadah Maliyyah, Undang-undang Zakat.
Penerapan Etika Bisnis Islam di Koppontren La Tansa Pondok Modern Darussalam Gontor, Tahun 2015
Ahmad Lukman Nugraha
Falah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jes.v1i2.3678
Discussion in ethics of business activity poped out to minimize cheating and fraud. But actually, business ethics felt difficult to apply in practice. Modern Islamic Boarding School Darussalam Gontor as one of the self-help Islamic Boarding Schools supported by cooperatives in pesantren (koppontren) in their activities. This paper aims to understand the application of Islamic buseness ethic in Koppontren La-Tansa Gontor. This research uses mix method which is sequential explanatory design and case study, questionnaires, interviews, observation and documentation used to collecting data in this research. Data analysis was performed through data reduction, data display, and data verification. The results of this research can be explained as: first, La-Tansa cooperatives sector Gontor can run the business activities with the implementation of business ethics according to the Qur’an and Sunnah values. Appear from the height understanding of the business to the axiom business ethics and the height application in business activities in each business sector. Second, the character of kyai and business unit supervisor are high. According to the data, showed that a level of the heigh direction is 80 persent and control on the application of business ethics is 72 percent. Thus, the Islamic buseness ethic can be applied on firm’s and goverment’s law with height understanding and controlling.
Pendekatan Kritis Implementasi Akad Wadi’ah pada Perbankan Syariah Indonesia
Muslih Candrakusuma
Falah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jes.v1i2.3679
As a natural situation, the Islamic banking industry not only have a chance, but also the various problems such as problem on products giro and saving syariah based on wadi’ah. In wadi’ah saving, bank syariah receive trustful saving from the client and distributing it to use it optimally. Actually, the use of trustful saving (wadi’ah) is forbidden, but what is applied in the banking industry is wadi’ah used to any project of business. From this point of view, this kind of application more relevant to qard contract than wadi’ah. The purpose of Islamic law (maqasid al-shari’ah) is to ensure the wealth (hifz al-mal) embodied in the product save deposit box. In save deposit box, wealth entrusted in bank, stored in a special place, that are guarded by the bank. At the level of primary (al-daruriyah), safeguarding the wealth is a basic need for Muslim. So that, the sustainability of safeguarding of wealth should be championed.
Perlindungan Konsumen Perpektif Keagamaan dalam Penggunaan Bahan Berbahaya pada Makanan
Imamul Hakim
Falah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jes.v1i2.3680
To fulfill of human need along with progress in science and engineering, appear various development in business, especially in food and beverage indutry. As efforts to meet the increase in needs, appear respons among supplier, with the various way, to meet various needs. In this context , done the addition of a chemical substance on the material food often known with food additive. But with progress, the hazardous materials that should not was suitable to consume added into food processing and drink. On the other hand, for a profit maximization, entrepreneurs didn’t see risk resulting from food products. The government had done various regulation to protect the consumer from the use of dangerous materials in food production. But the fact, the widespread a breach that occurs demanding a different approach to fix them. In order to alleviate this problem, the religion call a concept in different sides, spiritual element be important aspect to presented in the territories of material business to affect attitude the people of the activities daily life
Model Pemberdayaan Masyarakat Perspektif Islam
Adib Susilo
Falah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jes.v1i2.3681
Welfare become the trending topic of the economy from the country. One of the reasons why the country exist is to ensure welfare, just and equality for its citizens. To achieve welfare, required a symbiotic mutalisme between the government as a society and the state. Hence, direct assistance shaped material from the government to public is not a solution. Thus community empowerment is required. Islam as komperhensif teaching which implemented community empowerment since the first time. Where the messenger united between supporters and emigrants and empower them in order to achieve prosperity. The type of this research is library research with the normative descriptive methods. The result shows that the people in community empowerment evenly distributed in some principle which has been implemented by the messenger in an effort to da’wah Islamiyyah. Those principle are: justice, equality, participation, award, and helping others (ta’awun). The model of empowerment, used approach parsial-kontinu and a structural approach so as to achieve three dimensions the Muslim community, which is: faith dimensions, science dimensions and the social dimension.
Pengelolaan Wakaf Produktif di Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) Surakarta
Dimas Reza Rifai
Falah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jes.v1i2.3682
The wealth in the Islamic perspective has an important roles to support the worship of human beings. Wealth is not the only goal, but one of the facilities for and provision to serve Allah. For human life in the world, one of the really matters is wealth, where wealth is all things owned a man, it has value and can be utilized for it to meet the life which included money used as the means of payment. Endowments have rooted in the Islamic community, and become supporter to the development Ummah. This can be seen on the fact that almost all of the worship, Islamic universities and religious Islamic institutions be built in land endowments.