cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 2 (2011)" : 5 Documents clear
Metodologi Perhitungan Required Rate of Return berdasarkan Cumulative Prospect Theory: Studi Kasus Proyek Investasi Jalan Tol Andreas Wibowo
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 2 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.2.1

Abstract

Abstrak. Salah satu faktor mendasar yang perlu dipertimbangkan saat menawarkan proyek-proyek jalan tol ke sektor swasta adalah bahwa proyek tersebut harus layak secara finansial. Dalam konteks yang lebih sempit, keatraktivan biasanya diukur dari NPV atau IRR. Dengan demikian isu menentukan tingkat diskonto atau minimum acceptable/attractive rate of return yang tepat menjadi salah satu isu yang sangat krusial. Tulisan ini menawarkan metodologi perhitungan required rate of return (RRR) yang sistematis untuk proyek infrastruktur berbasis total risk approach yaitu risiko sistematis dan risiko non-sistematis. Capital asset pricing model dan certainty equivalent method yang dikombinasikan dengan cumulative prospect theory diaplikasikan untuk mengestimasi premium risiko sistematis dan risiko non-sistematis. Tiga proyek jalan tol yang diselenggarakan dengan kontrak build, operate, transfer dijadikan studi kasus dalam makalah ini untuk keperluan ilustrasi aplikasinya dengan hasil RRR untuk masing-masing proyek. Abstract. One of the underlying factors needing to be considered when offering toll road projects to the private sector is that they must be financially feasible. In the narrower context, the attractiveness of a project is usually measured via NPV or IRR. Accordingly, the issue of determining the correct discount rate or minimum acceptable/attractive rate of return becomes one of the critical issues. This paper presents a systematic computational methodology for determining the required rate of return (RRR) of infrastructure projects based on the total risk approach i.e. systematic and non-systematic risks. The capital asset pricing model and the certainty equivalent method combined with the cumulative prospect theory are applied to estimate systematic and non-systematic risk premium. A total of three toll road projects implemented under build, operate, transfer (BOT) contracts are taken as case studies for application illustrations with individual required rate of return resulted for each project.
Metode Memperkirakan Debit Air yang Masuk ke Waduk dengan Metode Stokastik Chain Markov (Contoh Kasus: Pengoperasian Waduk Air Saguling) Yeni Nuraeni
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 2 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.2.2

Abstract

Abstrak. Salah satu usaha yang dapat ditempuh untuk mengoptimasi penggunaan sumber daya air, terutama untuk menghasilkan energi, ialah dengan melakukan optimasi terhadap pengelolaan suatu waduk. Masalah yang tersulit dalam memanfaatkan kelebihan debit dan mengoptimalkan pengelolaan waduk terletak pada ketidakmampuan untuk mengantisipasi besarnya debit air pada masa yang akan datang, maka perlu dibuat model untuk memperkirakan debit inflow dengan menggunakan model "Kontinu Hujan Debit Regresi Linier Ganda" dan "Model Diskrit Chain Markov". Hasil dari kedua model selanjutnya dapat digunakan pada model optimasi waduk dengan Program Dinamik Bellman. Dalam model Chain Markov dilakukan penyederhanaan besaran debit air yang masuk waduk dengan membaginya menjadi 3 klas yang digunakan untuk menelusuri runtun kejadian debit air pencatatan historik. Dari hasil proses komputerisasi yang didasarkan pengujian sensitifitas model optimasi Bellman terhadap debit sintetis hasil model kontinu Regresi Linier Ganda dan Diskrit Chain Markov, maka trayek optimum yang paling aman dipergunakan adalah trayek optimum pada kondisi ekstrim kering (klas 0), karena dengan menggunakan trayek tersebut dapat mengatasi kondisi waduk dalam keadaaan kritis (defisit air), sedangkan trayek optimal pada kondisi debit normal dan debit ekstrim basah tidak dapat mengatasi kondisi waduk dalam keadaan kritis.Abstract. One way reached is to determine mulberry of water volume in reservoir, especially to produce energy, by accomplishing optimization to manage reservoir. Difficult problem to utilize flow surplus and optimal to manage water reservoir is placed in uncapability to anticipate mulberry of water discharge in future. Remember such problem it can made prediction model of flow of water using "Flow of Water Rain Continue of Multiple Linear Regrestion model and "Discret Chain Markov Model", so it can predict flow of water that enter Saguling Reservoir in next month based on data of hydrology and unit previously. Result from both model is examined to optimization model of Bellman Dynamic Program. In Chain Markov model is performed simplicity mulberry of water debit which enter to reservoir and divide it become 3 class. From result of computerization proses based on sensitivirty testing using Bellman Optimization model to synthesis flow of water by continue model of Linear Regression and Discret Chain Markov model, so the protected optimum route that using is the optimum route in extreme dry condition (Class 0), because by using such route can undertake critical reservoir condition (water deficit), whereas the optimal route in normal flow of water condition and extreme wet flow of water condition is not finish a critical reservoir condition.
Perilaku Deformasi Pemecah Gelombang Kantong Pasir Tipe Tenggelam Ferry Fatnanta; Widi Agoes Pratikto; Haryo Dwito Armono; Wahyudi Citrosiswoyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 2 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.2.3

Abstract

Abstract. Breakwater is one of coastal structures to overcome problems of abrasion. Due to difficulties in obtaining rock material at the coast area, so the using of sandbags as a breakwater providing advantages in utilizing local materials. Therefore, the problem of the rock material supply can be overcome. The environmentally oriented conservation of the coastal protection is necessarily built without damaging the beauty of the coast itself. That is why this research on behavior of the stability of submerged sandbag breakwater is carried out this experimental research conducted in 2-D physical model and take place on the flume tank of Laboratory Ocean Engineering Department, ITS Surabaya for stability test, it shows that the deformation of the sandbags is influenced by the elasticity of sandbags which depends on its dimension and density. The sandbags size influences the grip zone. As a result, the deformation of sandbag depends on the wave forces, as a consequence of the change of slope and cross areas due to sandbags shape and formation type. The formation of SK1 has relatively high stability; the structure with mild slope is more stable, and the sandbag shapes B1 more stable than B2 Abstrak. Pemecah gelombang merupakan salah satu struktur pantai yang digunakan untuk mengatasi permasalahan abrasi. Namun sering sulit ditemukan material batuan di lokasi tersebut, maka penggunaan kantong pasir sebagai pemecah gelombang menguntung karena menggunakan material lokal. Sehingga permasalahan suplai material batuan dapat terselesaikan. Pengaman pantai yang berwawasan lingkungan sangat diperlukan untuk mengamankan pantai tanpa merusak pemandangan pantai. Oleh sebab itu penelitian ini melakukan studi mengenai perilaku stabilitas pemecah gelombang kantong pasir tipe tenggelam.Penelitian ini berbentuk pengujian model fisik 2-D skala lab, yang dilakukan di Flume Tank Laboratorium Jurusan Teknik Kelautan, ITS Surabaya. Pada uji stabilitas menunjukkan bahwa respon kantong pasir dipengaruhi oleh elastisitas kantong pasir, sedangkan elastisitas kantong pasir tergantung pada dimensi kantong dan kepadatan kantong. Ukuran kantong berpengaruh terhadap zona jepitan, dimana zona jepitan ini dipengaruhi oleh perbandingan panjang dan tebal kantong. Perilaku deformasi kantong pasir tergantung pada elastisitas kantong. Sesuai hasil pengujian, deformasi kantong pasir tergantung pada gaya yang bekerja pada kantong, jadi deformasi kantong dipengaruhi oleh kemiringan dan luas penampang kantong, sebagai akibat perubahan bentuk kantong dan jenissusunan. Jenis susunan SK1 mempunyai stabilitas relatif tinggi; struktur dengan kemiringan landai lebih stabil, dan bentuk kantong B1 lebih stabil dibandingkan bentuk B2 untuk susunan yang sama.
Development of Bearing Capacity Factor in Clay Soil with Normalized Undrained Shear Strength Behavior using The Finite Element Method Aswin Lim
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 2 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.2.4

Abstract

Abstract. This paper presents a development of bearing capacity factor chart for strip footing laying on clay soil with normalized undrained shear strength using finite element method. Since stress history and normalized soil engineering properties concept were introduced in 1974 by Ladd and Foot, the new approach of design for clays has evolved. In order to accommodate this new approach, a study is conducted to see the effect of the normalized soil properties on bearing capacity factor, especially footings on clays. The results show that the effect of normalized undrained shear strength is more sensitive for soft clays rather than stiff clays. Abstrak. Makalah ini menyajikan pengembangan grafik faktor daya dukung untuk pondasi lajur pada tanah lempung dengan normalisasi kuat geser tak terdrainase tanah menggunakan metode elemen hingga. Sejak konsep historik tegangan dan normalisasi properti teknik tanah yang diperkenalkan pada tahun 1974 oleh Ladd dan Foot, pendekatan baru untuk perencanaan untuk tanah lempung telah berevolusi. Untuk mengakomodasi pendekatan baru ini, sebuah studi dilakukan untuk mempelajari efek dari normalisasi properti tanah pada faktor daya dukung, khususnya pondasi pada tanah lempung. Hasil studi menunjukkan bahwa efek normalisasi kuat geser tak terdrainase lebih sensitif terhadap lempung lunak dibandingkan lempung teguh.
Kerusakan Bangunan Hotel Bumi Minang Akibat Gempa Padang 30 September 2009 Febrin Anas Ismail; Abdul Hakam; Fauzan Fauzan
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 2 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2011.18.2.5

Abstract

Abstrak. Bangunan Hotel Bumi Minang merupakan bangunan bertingkat tertinggi di kota Padang yang mengalami kerusakan akibat Gempa bumi 7,6 SR tanggal 30 September 2009 yang berpusat di laut 100 km dari kota Padang. Survey untuk mendata kerusakan yang terjadi pada bangunan dilakukan beberapa hari setelah terjadinya gempa. Makalah ini mengungkapkan penyebab kerusakan serta rekomendasi perbaikannya. Berdasarkan hasil observasi lapangan, diketahui beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan. Untuk mengetahui penyebab kerusakan, analisis ulang terhadap perilaku struktur akibat gempa selanjutnya dilakukan dengan menggunakan simulasi numerik. Kompilasi terhadap hasil survey dan analisis struktur menunjukkan bahwa kerusakan pada bangunan terutama diakibatkan oleh bentuk denah bangunan yang tidak simetris. Selanjutnya simulasi numerik untuk menganalisis tindakan perbaikan juga dilakukan. Hasil studi menunjukkan bahwa bangunan ini secara umum dapat diperbaiki dengan beberapa opsi tindakan yaitu merubah bentuk denah bangunan, memperkuat dengan tambahan dinding geser pada beberapa bagian bangunan dan tindakan kombinasi.Abstract. Bumi Minang hotel is the tallest multi-stories building in Padang City experiencing structural damage due to 30 September earthquake with epicenter 100 km offshore of Padang City. Survey has been conducted to assess the damage of the building a few days after the earthquake. The paper explains the cause of the damage and recommendation for retrofitting. Base on field observation, some parts of the building have been damage. To know the cause of the damage, re-analysis of structure was conducted using numerical simulation. Compilation between numerical simulation and field survey showed that the main factor causing the damage is unsymmetrical of building plan. Numerical simulation was also conducted to find out the retrofitting recommendation. The study showedthat the building can be retrofitted using some methods, that is, changing the plan, strengthening by using additional shear wall in some parts of the building and combination.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue