cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Magister Ilmu Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 23020172     DOI : -
Core Subject : Economy,
Magister ilmu Ekonomi merupakan suatu bidang ilmu yang terus berkembang melalui proses pengkajian, pengujian dan perbaikan. Salah satu tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya terutama di bidang ilmu ekonomi adalah publikasi hasil penelitian dan penerapannya. Oleh karena itu, Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala (PPs-Unsyiah) menyediakan wadah publikasi segala bentuk hasil penelitian di bidang Ilmu Ekonomi melalui Jurnal Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Unsyiah. Jurnal ini dilahirkan untuk meningkatkan kompetensi para pelaku pendidikan. Untuk menambah meningkatkan mutu dan kwantitas informasi yang hendak disampaikan, jurnal ini terbuka untuk seluruh pelaku pendidikan. Jurnal ini diharapkan akan menyajikan perkembangan penelitian dan aplikasi dari ilmu Ekonomi yang up to date. Jurnal ini dikelola oleh Program Pascasarjana Unsyiah bagian (SJM) dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: Mei 2015" : 10 Documents clear
PENGARUH NILAI KURS TERHADAP NERACA PERDAGANGAN MINYAK BUMI INDONESIA. Safriyati, Sofyan Syahnur, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.363 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of the exchange rate on the trade balance of petroleum Indonesia. The data used in this research is secondary data obtained from the World Bank Publications, 2013, in the form of time series data (time series) of the year 1990-2012. This study uses a simple linear regression method with the approach of ordinary least square (OLS). Results of the analysis that the exchange rate and significant positive effect on trade in petroleum Indonesia during the period 1990-2012. This research can be a material consideration in the planning reference and petroleum Indonesia increased trade in general. Keywords : Value Exchange Rate to Balance of Trade. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai kurs terhadap neraca perdangan minyak bumi Indonesia. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Publikasi World Bank 2013, berupa data runtun waktu (time series) dari tahun 1990-2012. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier sederhana dengan pendekatan ordinary least square (OLS). Hasil analisis bahwa nilai kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap perdagangan minyak bumi Indonesia selama periode 1990-2012. Penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan dan pertimbangan dalam perencanaan peningkatan perdagangan minyak bumi Indonesia secara umum. Kata kunci : Nilai Kurs Terhadap Neraca Perdagangan.
PENGARUH PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI KABUPATEN PIDIE. Rusydi, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.628 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the influence of the Family Hope Program (PKH) for Improving the Quality of Human Resources in Pidie district. The sample in this study were selected very poor households that receive assistance Indrajaya Sub District, Mutiara Timur Sub District and Pidie Sub district. Sampling was done randomly by using the "stratisfield random sampling" as much as 10 percent of the 1498 total population in the three sub districts with a sample of 150 respondents. The results showed PKH aid given to improve the quality of human resources in Pidie district is PKH able to explain / influence index of the quality of human resources in Pidie District of 84.90 percent and the remaining 15.10 percent is influenced by other variables outside the model this research. Further examination is proof variable indices assistance programs and health education to the quality of human resources in Pidie District with partial test. In this case use the t-test on the same level of confidence (Convidence Interval 95%). For variable assistance and health education respectively - each successively obtained t-hit at 9.035 and 2.331 greater than t-table is 1.96, meaning that the variable assistance and health education is partially significant effect on the index of quality of human resources in Pidie district. The provision of assistance should be targeted CCT and really aimed to improve the quality of his being a mother and child. This is important, because it is only temporary relief and more focused to break the cycle of poverty. Keywords: Human resources (HR), Family Assistance Program. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Pidie. Sampel dalam penelitian ini adalah Rumah Tangga Sangat Miskin terpilih yang menerima bantuan PKH di Kecamatan Indrajaya, Kecamatan Mutiara Timur dan Kecamatan Pidie. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan menggunakan metode ”stratisfield random sampling” sebanyak 10 persen dari jumlah 1498 total populasi dalam tiga kecamatan tersebut dengan sampel sebanyak 150 responden. Hasil penelitian menunjukkan dana bantuan PKH yang diberikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie adalah PKH mampu menjelaskan/mempengaruhi indeks kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie sebesar 84,90 persen dan sisanya sebesar 15,10 persen di pengaruhi oleh variabel lainnya diluar model penelitian ini. Selanjutnya juga dilakukan pengujian pembuktian variabel program bantuan indek pendidikan dan kesehatan terhadap kualitas sumberdaya manusia di Kabupaten Pidie dengan uji parsial. Dalam hal ini digunakan uji-t pada tingkat kepercayaan yang sama (Convidence Interval 95%). Untuk variabel bantuan bidang pendidikan dan kesehatan masing – masing secara berturut-turut diperoleh t-hit sebesar 9,035 dan 2,331 lebih besar dari t-tabel yaitu 1,96, artinya variabel bantuan pendidikan dan kesehatan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap indeks kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie. Pemberian bantuan PKH hendaknya tepat sasaran dan benar-benar ditujukan untuk meningkatkan kualitas ibu dan anak. Hal ini penting, karena bantuan tersebut hanya bersifat sementara dan lebih terfokus untuk memutuskan mata rantai kemiskinan. Kata Kunci : Sumber daya manusia (SDM), Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).
PENGARUH UPAH MINIMUM TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI INDONESIA. Sari Nurmalisa Sungkar, Nazamuddin, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.812 KB)

Abstract

Abstract: Minimum wage has been believed as an effective tool to reduce income inequality. As an institutional policy it does not only provide general wage floor, but also affcet wages well up the income ladder and have an important impact on reducing poverty and income inequality. This study attempts to show the relationship and the impact of minimum wage on income inequality in Indonesia by using Ordinary Least Square (OLS) and autoregressive methods. The result show that both variables siginificanly have positive corelation, wich means that increasing on minimum wage will lead to agreater income inequality or a worse situation of income gap. Keywords : minimum wage, income inequality, etc Abstrak: Upah minimum telah diyakini sebagai alat yang efektif untuk menekan kesenjangan pendapatan. Sebagai sebuah kebijakan lembaga, upah minimum tidak hanya menjadi batas minimum upah secara umum, tetapi juga mempengaruhi kenaikan pendapatan dan memiliki dampak penting dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Penelitian ini berupaya untuk menunjukkan hubungan dan pengaruh upah minimum terhadap kesenjangan pendapatan di Indonesia dengan menggunakan metode Ordinary Least Square dan autoregressive. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua variabel dalam penelitian ini secara signifikan memiliki hubungan yang positip, yang atinya peningkatan upah minimum akan menaikkan angka kesenjangan pendapatan atau memperbesar kesenjangan pendapatan. Kata kunci : upah minimum, kesenjangan pendapatan.
ANALISIS KETERKAITAN REGIONAL KABUPATEN/KOTA DALAM PEMBENTUKAN KLASTER PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH PROVINSI ACEH (PENDEKATAN ANALISIS SPASIAL). Zedi Saputra, Said Muhammad, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.069 KB)

Abstract

Abstract: Decentralization policy in Aceh does not show a better socio-economic indicator achievement for Aceh. The economic development gap among districts/cities in Aceh Province is also another indicator of not optimal of the decentralization policy. Regional cooperation among districts/cities through Aceh Trade and Distribution Center (ATDC) is one of Aceh Goverment program to improve the Aceh socio-economic state in the next 30 years. This research focus on the development of economic clusters by raising main local product of the district/city which is expected to become a good strategy in supporting Aceh Goverment policy. The reseach analyzes the best regional corelation and cooperation model among the districts/cities through statistical and spatial analysis approach. Based on the average Location Quotient (LQ) index, three sectors of the economy most superior in Aceh are (1) agriculture, livestock, forestry and fisheries (2) electricity, gas and clean water supply (3) services sector. According to Spatial Autocorrelation analysis using key factor of region economic base, LQ index, it is found that spatial correlation pattern among districts/cities in Aceh is very weak. By using Global Moran (Moran’s I) and Local Indicator of Spatial Autocorrelation (LISA) analysis, agriculture, livestock, forestry and fisheries are the only potential sector which have significant correlation among the Aceh districs in term of spactial pattern formation. Keywords : Regional coorperation, economic cluster, Location Quotient (LQ) index, Spatial Autocorrelation, Moran’s I. Abstrak: Kebijakan desentralisasi di Aceh belum menunjukkan indikator capaian sosial ekonomi Aceh yang lebih baik. Terjadinya kesenjangan pembangunan ekonomi antar kabupaten/kota di Provinsi Aceh merupakan indikator lain dari belum optimalnya pemberlakukan kebijakan desentralisasi. Bentuk kerjasama regional antar kabupaten/kota melalui Aceh Trade and Distribution Center (ATDC) merupakan kebijakan Pemerintah Aceh dalam jangka panjang, diharapkan akan mampu untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi Aceh dalam masa 30 tahun mendatang. Dalam penelitian ini dilakukan analisis bentuk keterkaitan antar kabupaten/kota dan pola kerjasama regional yang lebih tepat dan terukur melalui pendekatan statistik dan analisis spasial, dengan menggunakan pembobot indeks LQ. Berdasarkan rata-rata indeks Location Quotient (LQ), 3 sektor ekonomi paling unggul secara rata-rata kabupaten/kota di Aceh adalah (1) sektor pertanian peternakan kehutanan dan perikanan (2) sektor listrik gas dan air bersih dan (3) sektor jasa-jasa. Berdasarkan analisis Spatial Autocorrelation dengan menggunakan pembobot sektor basis ekonomi wilayah, indeks LQ, menunjukkan masih lemahnya pola keterkaitan spasial antar kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Hasil analisis Global Moran (Moran’s I) dan hasil analisis Local Indicator of Spatial Autocorrelation (LISA), hanya sektor pertanian peternakan kehutanan dan perikanan yang berpotensi dan signifikan dalam membentuk pola keterkaitan spasial antar kabupaten/kota di Aceh. Kata kunci : Kerjasama regional, Sektor unggulan, Location Quotient, Analisis Spasial, Spatial Autocorrelation, Moran’s I.
ANALISIS KETIMPANGAN PENDIDIKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH. Dedi Saputra, Mohd. Nur Syechalad, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.563 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to analyze how much inequality of education and what are the dominant factors that influence it and how much the influence on economic growth in province of Aceh. The data used in this research is secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics, Bappeda Aceh and the Directorate General of Fiscal Balance - The Ministry of Finance of the Republic of Indonesia and the publication of previous research results which relevant to this study. Data analysis method used is the Gini index of Education, panel data regression analysis with pooled EGLS techniques. The results showed that the inequality of education in the province of Aceh is at a low level of inequality that is an average of 0.262. In the first regression model known that the independent variable levels of poverty and population impact positively and significantly to the educational inequality, while the independent variables education sector government expenditure has a negative and significant effect on educational inequality. In the second regression model known that the independent variables educational inequality has a negative and significant effect on economic growth in the province of Aceh. Results are expected to be a reference for the next course of a study and consideration in development planning in the province of Aceh. Keywords: Educational inequality, poverty, population, education sector government expenditure and gross regional domestic product (GRDP). Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalis seberapa besar ketimpangan pendidikan dan faktor-faktor apa saja yang dominan mempengaruhinya serta seberapa besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Bappeda Aceh dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan-Kementerian Keuangan Republik Indonesia serta publikasi hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan adalah Indeks Gini Pendidikan, analisis regresi data panel dengan teknik pooled EGLS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ketimpangan pendidikan di Provinsi Aceh berada pada tingkat ketimpangan rendah yaitu rata-rata 0,262. Pada model regresi pertama diketahui bahwa variabel independen tingkat kemiskinan dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendidikan, sedangkan variabel independen pengeluaran pemerintah sektor pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendidikan. Pada model regresi kedua diketahui bahwa variabel independen ketimpangan pendidikan mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi penelitian selanjutnya dan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan di Provinsi Aceh. Kata Kunci: Ketimpangan Pendidikan, tingkat kemiskinan, jumlah penduduk, Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
PENGARUH PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN DAN BANTUAN KEUANGAN PEUMAKMUE GAMPONG TERHADAP PENANGULANGAN KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH. Sayed Syahril, Abubakar Hamzah, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.893 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to examine the effect of national program for community empowerment in rural (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-PNPM Pedesaan) and Financial Aid for Village Welfare (Bantuan Keuangan Peumakmue Gampong-BKPG) on poverty reduction in Aceh Province. The sample of the research are thirty heads of village chosen by purposive sampling methods, and then the data analyzed by statistics methods of multiple linier regression. The result of research show that national program for community empowerment in rural (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-PNPM Pedesaan) and Financial Aid for Village Welfare (Bantuan Keuangan Peumakmue Gampong-BKPG) are simultaneously and partially have a significant effect on poverty reduction in Aceh Province. This research can provide input particularly for Aceh Government and generally for state government that one of the effort of poverty reduction is community-based program. Keywords: National Program for Community Empowerment (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-PMPN), Financial Aid for Village Welfare (Bantuan Keuangan Peumakmue Gampong-BKPG), Poverty Reduction and Multiple Linier Regression Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan dan bantuan keuangan peumakmue gampong terhadap penanggulangan kemiskinan. Sampel penelitian sebanyak 30 orang kepala desa yang dipilih dengan metode purposive sampling. kemudian data dianalisis dengan menggunakan peralatan statistik regresi linier berganda. Penelitian ini menunjukkan bahwa program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan dan bantuan keuangan peumakmue gampong secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap penanggulangan kemiskinan di Provinsi Aceh. Temuan penelitian ini dapat menjadi masukan kepada pemerintah Aceh pada khususnya dan pemerintah pusat pada umumnya bahwa salah satu upaya pengentasan kemiskinan adalah dengan adanya program berbasis pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan dan Bantuan Keuangan Peumakmue Gampong, Penanggulangan Kemiskinan dan Regresi Linier Berganda.
ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN ACEH TENGAH SEBELUM DAN SESUDAH PEMEKARAN WILAYAH Evaida Ulfha Aunies, Abubakar Hamzah, Mohd. Nur Syechalad.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.977 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the economic growth of Central Aceh District before and after the region proliferation by looking at the effect of Government Expenditure (GE), Population (P), Human Development Index (HDI) and Dummy variable before and after the region proliferation (D) on The Economic Growth and to determine differences in the economic growth of Central Aceh before and after the region proliferation. For purposes of analysis, this study uses time series of annual 20 consisting of 10 years before splitting from 1994 to 2003 and after the region proliferation of 10 years from 2004 until 2013. Multiple regression analysis and test different Independent sample test are used. The results show that the economic growth Central Aceh District before and after the region proliferation is more influenced by government expenditure and HDI. It is seen from the results estimated that government expenditure and HDI variables provide a positive and significant effect, while population and dummy variables provide negative impact and no significant on the economic growth of Central Aceh before and after the region proliferation. The results of different test independent sample test shows that the economic growth of Central Aceh district after the proliferation is not higher than that of before the region proliferation Keywords : Economic Growth, Government Expenditure, Popupation, Human Development Index, Dummy Variable. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Tengah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah dengan melihat pengaruh Pengeluaran Daerah (PD), Jumlah Penduduk (JP), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Dummy variabel (D) sebelum dan sesudah pemekaran (D) terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Tengah sebelum dan sesudah pemekaran. Untuk tujuan analisis, penelitian ini menggunakan data time series sebanyak 20 tahunan yang terdiri dari 10 tahun sebelum pemekaran yaitu tahun 1994 sampai tahun 2003 dan sesudah pemekaran sebanyak 10 tahun dari tahun 2004 sampai tahun 2013. Pengujian data dilakukan dengan analisis regresi berganda dan uji beda independent sample test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Tengah sebelum dan sesudah pemekaran lebih dipengaruhi oleh pengeluaran daerah dan IPM. Hal ini terlihat dari hasil estimasi bahwa variabel pengeluaran daerah dan IPM memberikan pengaruh yang positif dan signifikan, sedangkan variabel jumlah penduduk dan dummy sebelum dan sesudah pemekaran berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Tengah sebelum dan sesudah pemekaran. Hasil uji beda independent sample test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Tengah antara sebelum dan sesudah pemekaran wilayah. Kata kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Pengeluaran Daerah, Jumlah Penduduk, IPM, Variabel Dummy.
ANALISIS TRANSFORMASI STRUKTURAL PEREKONOMIAN ACEH Dedi Sufriadi, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.884 KB)

Abstract

Abstract: The main aims of this observation are 1.to figure out the transformation of structural economy in Aceh; and 2. To analyze the economical sectors which are available to be developed in Aceh. This research was analyzed using Classic Shift Share Analysis, Esteban-Marquillas Shift Share Analysis and Location Quotient (LQ). The results based on the Shift Share Analysis shows that years of 2008-2012 there have been changes in the economic structure of Aceh primary sector to tertier sector and secondary sector. where as years of 2000-2004 and years of 2004-2008 haven`t been changes in the economic structure of Aceh. The economic structural transformation during analysis years in 2008-2012 happened because the contribution from primary sector which is decreasing with the low relative growth, but at the same time the constribution of the tertier sector is increasing with the high relative growth as well as secondary sector. Agriculture sector, mining and quarrying sector and services sector are the basis sectors and can be seeded to be developed on the economy Aceh. It’s expected that the governments, especially in Aceh to pay attention and to develop the economical sectors in Aceh. This can be done by issuing policies that potential for the development of economic sectors and also formulate policies to begin to develop the leading sectors with a focus on sectors which have the advantages as well as synergize with other potesial sector in order to produce a multiplier effect on the communities increased revenue and the acceleration of economic development and multiply again the sectors that potential still to be developed so that the future is expected to be a potentially valuable sector. Keywords: The economic structural transformastion, Specialization, Competitive advantage, Location quotient (LQ). Abstrak: Tujuan utama dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui transformasi struktural ekonomi di Aceh; dan (2) untuk menganalisis sektor-sektor ekonomi yang potensial untuk dikembangkan di Aceh. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Shift Share Klasik, Analisis Shift Share Esteban-Marquillas dan Location Quotient (LQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa perekonomian Aceh mulai terjadi pergeseran dari sektor primer menuju ke sektor tertier dan sektor sekunder pada tahun 2008-2012 sedangkan tahun 2000-2004 dan tahun 2004-2008 belum terjadinya transformasi. Terjadinya transformasi struktural ekonomi pada tahun analisis 2008-2012 karena kontribusi dari sektor primer yang semakin menurun dengan pertumbuhan yang relatif rendah sementara pada saat yang sama kontribusi sektor tertier semakin meningkat dengan pertumbuhan yang relatif tinggi yang diikuti dengan peningkatan dari sektor sekunder juga. Dan sektor pertanian, sektor pertambangan dan pengalian serta sektor jasa-jasa merupakan sektor unggulan (sektor basis) yang potensial untuk dikembangkan di Aceh. Diharapkan kepada pengambil kebijakan terutama di Provinsi Aceh, untuk dapat lebih memperhatikan dan mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang ada di Aceh dapat dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro potensial untuk pengembangan sektor ekonomi dan juga merumuskan kebijakan untuk mulai mengembangkan sektor-sektor unggulan dengan memfokuskan pada sektor-sektor yang memiliki keunggulan serta mensinergikan dengan sektor potesial lainnya agar menghasilkan multiplier effect terhadap peningkatan pendapatan masyarakan dan percepatan pembangunan ekonomi serta mengali lagi sektor-sektor yang masih belum potensial untuk dikembangkan sehingga kedepannya diharapkan akan menjadi sektor yang bernilai potensial. Kata Kunci: Transformasi struktur ekonomi, Spesialisasi, Keunggulan kompetitif, Location quotient (LQ).
DAMPAK PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PENERIMA MANFAAT DI KECAMATAN BLANGPIDIE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA. Hamdi, Raja Masbar, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.52 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to analize the impact of government’s program in poverty alleviation and the factors that influence of beneficiaries income increasing through poverty alleviation program such as women saving and leans program and agri business program Blangpidie sub district on Southwest Aceh. This research used ordinary leas square (OLS) and paired sample t-test techniques. The result shows that the adjusted R2 value is 0,8233it Means 82,33 percent variation variable factors affecting in beneficiaries income increasing can be explained by loans, hours at work, education and age variable. While the remaining 17,67 % is explained by other variable outside this research model. Paired sample correlation show that correlation between two variables is o,879 with probability value (sig) 0,000.it claims that correlation between previous income and after the program has a strong correlation and significant. T- test value is 17,324 at significance 0,000. meaning that the average earnings before and after the program is not the same or significantly different. From the results of this study concluded that the magnitude of the impact of poverty alleviation programs in Sub district Blangpidie can be seen from the level of the average income of respondents after the program is greater than before the program. The need for additional funding for programs to fund more people in need and with the supervision and assistance in distribution so that it can be used fully for the economic improvement of the community, which in turn poverty itself can be eliminated. Keywords: Income, loans, working hours, education, age. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak dari program pemerintah dalam mengentasan kemiskinan dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatan pendapatan penerima manfaat dari program pengentasan kemiskinan itu sendiri yakni program Simpan Pinjam Perempuan dan Program Usaha Agribisnis Pertanian di Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan teknik Ordinary Least Squares (OLS) dan paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Adjusted R2 sebesar 0,8233 artinya bahwa 82,33 persen variasi variabel faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pendapatan penerima manfaat dapat dijelaskan oleh variabel pinjaman, jam kerja, pendidikan dan usia, sedangkan sisanya sebesar 17,67 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar model penelitian. Paired Samples Correlations menunjukkan bahwa korelasi antara dua variabel adalah sebesar 0, 879 dengan nilai probabilitas (sig) 0,000. Hal ini menyatakan bahwa korelasi antara pendapatan sebelum dan sesudah program berhubungan secara nyata yaitu kuat dan signifikan, Nilai thitung adalah sebesar -17.324 dengan signifikansi 0.000, artinya rata-rata pendapatan sebelum dan sesudah program adalah tidak sama atau berbeda nyata. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa besaran dampak program pengentasan kemiskinan di Kecamatan Blangpidie dapat dilihat dari tingkat pendapatan rata-rata reponden setelah program lebih besar jika dibandingkan sebelum program. Perlunya tambahan dana agar program dapat mendanai lebih banyak masyarakat yang membutuhkan dan disertai pengawasan dan pendampingan dalam penyalurannya sehingga dapat dipergunakan sepenuhnya untuk perbaikan ekonomi masyarakat yang pada akhirnya kemiskinan itu sendiri dapat dihilangkan. Kata Kunci : Pendapatan, pinjaman, jam kerja, pendidikan, usia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGELUARAN PEMERINTAH INDONESIA. Asahdi, Abubakar Hamzah, Said Musnadi.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.763 KB)

Abstract

Abstract : This study aimed to analyze the factors that influence the Indonesian government spending for 10 years where economic growth in Indonesia is still in a developmental stage. with the passing of government, government expenditures on activities that include government spending in politics and in the economic field where everything is planned in the State Budget (APBN). In managing resource revenues and government spending, the government is doing good policies in the field of monetary policy or policies fiskal.yang where this policy will impact a major influence on the government in carrying out activities in the field of economy in Indonesia, Indonesia as one of the country which is well underway to promote national development, realizing the importance of development and the welfare of society as well as catch up with other countries that an attempt to improve the standard of living, foreign debt often makes the government less motivated to increase revenue in this negerinya.Hal shown shortcomings in financing government spending in the state budget which is always closed with debt, particularly foreign debt outside the township negeri.Utang often lacking focus and unclear pemanfaatannya.Seperti poverty alleviation programs, policies like raises a big question because the state constitution to relinquish responsibility for the welfare of the poor with run programs donor countries and this situation creates a dependency between countries with the miskin.Hal that should be done is the independence of the poor in the welfare of her with open jobs spacious and easily accessible to the poor and to provide protection to their products. Keywords : The lifeblood of government comes from the people. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Pengeluaran Pemerintah Indonesia selama 10 tahun dimana pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih berada pada tahap perkembangan. seiring dengan berjalannya pemerintahan, pengeluaran pemerintah atas kegiatan-kegiatan pemerintahan yang mencakup pengeluaran di bidang politik maupun di bidang ekonomi yang mana semuanya sudah di rencanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam mengelola sumber pendapatan dan pengeluaran pemerintah, pemerintah dalam ini melakukan kebijakan-kebijakan baik kebijakan di bidang moneter maupun kebijakan fiskal.yang mana kebijakan ini akan memberikan dampak yang berpengaruh besar terhadap pemerintah dalam menjalankan kegiatan di bidang perekonomian di Indonesia, Indonesia sebagai salah satu negara yang tengah giat–giatnya menggalakkan pembangunan nasional, menyadari akan pentingnya pembangunan dan tingkat kesejahteraan masyarakat serta mengejar ketertinggalannya dari negara–negara lain yang merupakan usaha untuk meningkatkan taraf kehidupan, Utang luar negeri sering membuat pemerintah kurang terpacu untuk meningkatkan pendapatan dalam negerinya.Hal ini ditunjukkan kekurangan dalam pembiayaan pengeluaran pemerintah dalam APBN yang selalu ditutup dengan utang, terutama utang luar negeri.Utang luar negeripun sering kurang fokus dan tidak jelas pemanfaatannya.Seperti program pengentasan kemiskinan, kebijakan sejenisnya menimbulkan pertanyaan besar karena Negara melepaskan tanggungjawab dalam konstitusi untuk mensejahterakan kaum miskin dengan menjalankan program negara donor dan situasi ini menciptakan ketergantungan antara negara dengan orang miskin.Hal yang seharusnya dilakukan adalah kemandirian kaum miskin dalam mensejahterakan dirinya dengan membuka lapangan pekerjaan yang luas dan mudah diakses kaum miskin tersebut serta memberikan proteksi terhadap produk yang mereka hasilkan. Kata Kunci : urat nadi pemerintahan berasal dari rakyat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10