cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1: Maret 2016" : 20 Documents clear
Application of Genetic Algorithm to Minimize Harmonic in Multilevel Inverter Firmansyah Nur Budiman; Novie Ayub Windarko; Son Kuswadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.25 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.192.2016

Abstract

In inverter design, harmonic voltage is the main issue which affects the performance of the inverter. Generally, the harmonic minimization problem complexity is influenced by the number of harmonic orders to be minimized. This paper presents the utilization of genetic algorithm (GA) to solve harmonic minimization problem in multilevel inverter. The objective is to find relationship between the number of minimized harmonic orders and the results of total harmonic distortion (THD). The inverter to investigate is 11-level, but it is also applicable to multilevel inverters with any number of levels. The results show that harmonic contained in the output voltage has a small dependence on the number of harmonic orders that are minimized. However, the best results are still satisfied even though involving higher number of harmonics. The best-obtained THD, evaluated until 19th harmonic, is 2.76%, which is fairly low and thus acceptable.Keywords : Harmonic, genetic algorithm, multilevel inverter and optimization.Abstrak—Dalam desain inverter, harmonisa tegangan merupakan permasalahan utama yang mempengaruhi performa inverter. Pada umumnya, kompleksitas permasalahan minimisasi harmonisa dipengaruhi oleh jumlah orde harmonisa yang akan diminimisasi. Paper ini membahas utilisasi algoritman genetika untuk menyelesaikan persoalan minimisasi harmonisa di inverter multilevel. Tujuannya adalah untuk menemukan hubungan antara jumlah orde harmonisa yang diminimisasi dan total harmonic distortion (THD) yang dihasilkan. Inverter yang diinvestigasi adalah inverter 11-level, akan tetapi studi ini bisa diaplikasikan ke inverter multilevel dengan jumlah level yang lain. Hasil studi menunjukkan bahwa harmonisa di tegangan keluaran inverter memiliki keterkaitan yang kecil terhadap jumlah orde harmonisa yang diminimisasi. Akan tetapi, hasil yang paling bagus tetap masih didapatkan ketika jumlah harmonisa yang diminimisasi banyak. THD terbaik yang diperoleh, dievaluasi hingga harmonisa ke-19, adalah 2,76%, dimana angka ini cukup kecil dan dapat diterima.Kata Kunci : Harmonisa, algoritma genetika, inverter multilevel dan optimisasi.
Rekonfigurasi Jaringan Distribusi untuk Meminimisasi Rugi-Rugi pada Penyulang Kabut di Gardu Induk Teluk Betung Menggunakan Metode Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) Osea Zebua; I Made Ginarsa
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.825 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.198.2016

Abstract

Distribution network reconfiguration is needed to minimize losses, especially in densely populated areas. Various reconfiguration methods and techniques have been proposed for the purpose of minimizing power losses. This paper presents a reconfiguration of the distribution network using the binary particle swarm optimization (BPSO) with a case study in Kabut feeder at the Teluk Betung substation. Reconfiguration is performed only by creating new lines without changing the number of lines. The results showed that with the planned four new lines, BPSO method can find new configuration to further minimizes losses. Active power losses resulting from the new configuration is 47.1043 kW or decreased by 1.81% of active power losses before the reconfiguration, i.e. 47.9477 kW. Voltage profile on each bus is better than those of before reconfiguration, where the minimum voltage obtained is 0.98603 per unit compared with a minimum voltage of 0.98597 per unit prior to reconfiguration. However, the selection of the best initial position of the whole of particle swarms outside loop configuration formed by new lines may cause a failure to find the best configuration.Keywords : Reconfiguration, distribution network, loss minimization, BPSO, feederAbstrak—Rekonfigurasi jaringan distribusi sangat diperlukan untuk mengurangi rugi-rugi khususnya pada daerah yang berpenduduk padat. Berbagai metode dan teknik rekonfigurasi telah diusulkan untuk tujuan meminimalkan rugi-rugi daya. Makalah ini menyajikan rekonfigurasi jaringan distribusi dengan menggunakan metode binary particle swarm optimization (BPSO) dengan studi kasus penyulang Kabut di gardu induk Teluk Betung. Rekonfigurasi dilakukan hanya dengan membuat saluran baru tanpa merubah jumlah saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan merencanakan empat saluran baru, metode BPSO dapat menemukan konfigurasi baru yang lebih meminimalkan rugi-rugi. Rugi-rugi daya aktif yang dihasilkan dari konfigurasi baru sebesar 47,1043 kW atau berkurang sebesar 1,81% dari rugi-rugi daya aktif sebelum rekonfigurasi, yakni 47,9477 kW. Profil tegangan pada setiap bus juga lebih baik dari tegangan sebelum rekonfigurasi, dimana tegangan minimum yang diperoleh adalah sebesar 0,98603 per unit dibandingkan dengan tegangan minimum 0,98597 per unit sebelum rekonfigurasi. Namun pemilihan posisi awal terbaik dari seluruh kumpulan partikel di luar lup konfigurasi yang dibentuk oleh saluran baru dapat menyebabkan kegagalan untuk menemukan konfigurasi terbaik.Kata Kunci : Rekonfigurasi, jaringan distribusi, minimisasi rugi-rugi, BPSO, penyulang
Enkripsi dan Dekripsi File dengan Algoritma Blowfish pada Perangkat Mobile Berbasis Android Siswo Wardoyo; Zaldi Imanullah; Rian Fahrizal
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.923 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.199.2016

Abstract

Cryptography is one of the ways used to secure data in the form of a file with encrypt files so that others are not entitled to know the file is private and confidential. One method is the algorithm Blowfish Cryptography which is a symmetric key using the algorithm to perform encryption and decryption. Applications that are built can perform file encryption-shaped images, videos, and documents. These applications can be running on a mobile phone that has a minimal operating system Android version 2.3. The software used to build these applications is Eclipse. The results of this research indicate that applications built capable of performing encryption and decryption. The results file encryption makes files into another unknown meaning. By using the keys numbered 72 bits or 9 character takes 1,49x108 years to break it with the speed it’s computation is 106 key/sec. Key length and secrecy key affecting the level of security files.Keywords: cryptography, algorithm Blowfish, symmetric key, Android, encryption, decryptionAbstrak - Kriptografi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengamankan data dalam bentuk file dengan mengenkripsi file sehingga orang lain tidak berhak mengetahui file yang sifatnya pribadi dan rahasia. Salah satu metode kriptografi adalah algoritma Blowfish yang merupakan algoritma yang menggunakan kunci simetris untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Aplikasi yang dibangun ini dapat melakukan enkripsi file berbentuk gambar, video, dan dokumen. Aplikasi ini dapat berjalan pada ponsel yang minimal memiliki sistem operasi Android versi 2.3. Perangkat lunak yang digunakan untuk membangun aplikasi ini adalah Eclipse. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun mampu melakukan enkripsi dan dekripsi dengan baik. Hasil enkripsi file membuat file menjadi tidak diketahui lagi maknanya. Dengan menggunakan kunci berjumlah 72 bit atau 9 karakter dibutuhkan waktu  1,49x108  tahun untuk membongkarnya dengan kecepatan komputasinya adalah 106 key/sec. Kata kunci: kriptografi, algoritma Blowfish, kunci simteris, Android, enkripsi, dekripsi.
Analisis Performansi Routing Protocol OLSR Dan AOMDV Pada Vehicular Ad Hoc Network (VANET) Rianda Anisia; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.577 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.204.2016

Abstract

Vehicular Ad-Hoc Network (VANET) is a development of the Mobile Ad-Hoc Network (MANET), which makes the vehicle as its nodes. VANET technology is expected to improve the security of drivers while driving on a highway between the others, with the map location, traffic information, warning if there will be a collision, and internet access in the vehicle. However, VANET has the characteristics of a network rapidly changing due to the rapid movement of nodes that need to have a routing protocol that is considered suitable and efficient so that data transmission can be optimally lasts. This research will be simulated and analyzed the comparative performance of Optimized Link State Routing Protocol (OLSR) and Ad Hoc On-demand Multipath Distance Vector (AOMDV) using urban conditions (urban). The environment will be tested in speed changes and the effect of the number of nodes nodes. This simulation was done using NS-equipped with SUMO 0.12.3 2:34. as mobility MOVE as a script generator and generator Performance was measured using parameters such as Average throughput comparison, Packet Delivery Ratio, Average End-to-end delay, Normalized Routing Load, and Routing Overhead. Results of analysis in environmental VANET, routing protocols AOMDV superior routing protocol than OLSR. Because almost all parameters tested in scenarios of changes in the number of nodes and node speed AOMDV have better performance so AOMDV more efficient use on urban environmental conditions.Keywords : VANET, NS-2, OLSR, AOMDV, SUMO, MOVEAbstrak— Vehicular Ad-Hoc Network (VANET) merupakan pengembangan dari Mobile Ad-Hoc Network (MANET) yang menjadikan kendaraan sebagai node nya. Teknologi VANET diharapkan dapat meningkatkan keamanan pengemudi saat berkendara di jalan raya antara lain dengan adanya map location, informasi lalu lintas, peringatan jika akan terjadi tabrakan, dan akses internet pada kendaraan. Namun, VANET memiliki karakteristik jaringan yang cepat berubah karena pergerakan node yang cepat sehingga perlu dipilih protokol routing yang dinilai cocok dan efisien sehingga pengiriman data dapat berlangsug secara maksimal. Pada penelitian ini akan disimulasikan serta dianalisis perbandingan kinerja Optimized Link State Routing Protocol (OLSR) dan Ad Hoc On demand Multipath Distance Vector (AOMDV) menggunakan kondisi urban (perkotaan). Di lingkungan tersebut akan diuji perubahan kecepatan node dan pengaruh jumlah node. Simulasi ini dilakukan dengan menggunakan NS-2.34 dilengkapi dengan SUMO 0.12.3. sebagai mobility generator dan MOVE sebagai script generator Performansi diukur menggunakan parameter perbandingan berupa Average throughput, Packet Delivery Ratio, Average End-to-end delay, Normalized Routing Load, dan Routing Overhead. Hasil analisis di lingkungan VANET, protokol routing AOMDV lebih unggul dibandingkan protokol routing OLSR. Karena hampir pada semua parameter yang diujikan pada skenario perubahan jumlah node maupun kecepatan node AOMDV memiliki performansi yang lebih baik sehingga AOMDV lebih efisien digunakan pada kondisi lingkungan perkotaan.Kata Kunci : VANET, NS-2, OLSR, AOMDV, SUMO,MOVE
Analisis Performansi Algoritma Penjadwalan Log Rule dan Frame Level Schedule Skenario Multicell Pada Layer Mac LTE Ridwan .; Indrarini Dyah Irawati; Ridha Muldina Negara
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.601 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.205.2016

Abstract

Mobile telecommunications technology gradually evolved to support better services such as voice, data, and video to users of telecommunications services. LTE (Long Term Evolution) is a network based on Internet Protocol (IP) standardized by 3rd Generation Partnership Project (3GPP). To support it, LTE requires a mechanism that can support. One of them by applying methods of scheduling packets in each service. Scheduling is a different treatment to packets that come in accordance with the priorities of the scheduling algorithm. In this research, to analyze the performance of LTE with paramater delay,  packet loss ratio,  throughput  and fairness index uses a scheduling algorithms Frame Level Schedule (FLS) and Log Rule on LTE-Simulator with scenarios using Voip traffic, Video and Best Effort (BE). The results is scheduling algorithms FLS is better than log rule in term of throughput values, while of scheduling algorithms log rule is better than FLS in terms of delay based on the number and speed of the users. This indicates that both scheduling algorithms suitable for use in LTE networks within conditions of traffic real time services, but not for non real time services such as BE.Keywords LTE, Scheduling, QoS, Triple Play Services, Log Rule dan FLS. Abstrak — Teknologi telekomunikasi selular berkembang guna mendukung layanan triple play yaitu voice, data, dan video yang lebih baik kepada pengguna jasa telekomunikasi. LTE (Long Term Evolution) adalah suatu jaringan berbasis IP (Internet Protokol) yang distandarisasi oleh 3GPP (3rd Generation Partnership Project). Untuk mendukung hal itu, LTE memerlukan suatu mekanisme yang dapat mendukungnya. Salah satunya dengan menerapkan metode penjadwalan paket di tiap layanan. Penjadwalan adalah perlakuan terhadap paket yang datang sesuai dengan prioritas dari masing-masing algoritma penjadwalan. Pada penelitian ini, menganalisis performansi LTE dengan parameter Delay, Packet loss, Throughput dan Fairness Index menggunakan algoritma penjadwalan FLS (Frame Level Schedule)  dan Log Rule pada LTE-Simulator dengan skenario menggunakan trafik VoIP, Video dan BE (Best Effort). Hasil yang didapatkan adalah penjadwalan algoritma FLS lebih baik dibandingkan Log Rule dalam hal throughput sedangkan penjadwalan algoritma Log Rule lebih baik dibandingkan FLS dalam hal delay berdasarkan perubahan jumlah dan kecepatan user di setiap layanan real time. Hal ini menandakan kedua algoritma ini sangat cocok digunakan untuk jaringan LTE dengan kondisi trafik layanan real time, tetapi tidak untuk layanan seperti non real time yakni BE.Kata Kunci : LTE, Scheduling, QoS, layanan triple play, Log Rule dan FLS.
Implementasi Cloud Computing Menggunakan Openvz dalam Perkuliahan Praktikum Sistem Operasi Muhammad Arif Fadhly Ridha
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.737 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.207.2016

Abstract

Cloud computing is the latest technology that are built using virtualization service that makes server becomes abstract and can be accessed from anywhere. One of the virtualization technology that can be used to build a cloud network is OpenVZ on Linux operating system. Currently the lab lectures operating systems generally use desktop virtualization software such as VMWare or Vritualbox that often cause problems such as the threat of viruses, loss of data and configuration. Therefore, a centralized system using cloud computing and virtualization designed and implemented so that such problems can be avoided. Cloud Computing systems are made using OpenVZ so that each student will have a virtual server account on the cloud system. Results from the research showed that the use of Cloud Computing in the lab can be applied to operating system course and can solve error plobems than using Virtual Machine Application.Keywords : Cloud Computing, OpenVZ, Operating System, VirtualizationAbstrak—Cloud computing merupakan teknologi masa kini yang dibangun menggunakan layanan virtualisasi sehingga membuat server menjadi abstrak dan dapat diakses darimana saja. Salah satu teknologi virtualisasi yang dapat digunakan untuk membangun jaringan cloud adalah OpenVZ pada sistem operasi linux. Saat ini perkuliahan praktikum sistem operasi umumnya menggunakan aplikasi virtualisasi desktop seperti VMWare atau Vritualbox yang sering menimbulkan masalah seperti ancaman virus, kehilangan data dan konfigurasi. Oleh karena itu sebuah sistem terpusat menggunakan cloud computing dan virtualisasi dirancang dan diterapkan agar masalah tersebut dapat dihindari. Sistem Cloud Computing yang dibuat menggunakan OpenVZ sehingga setiap mahasiswa akan memiliki sebuah account virtual server pada sistem cloud. Hasil dari penelitan menunjukkan bahwa penggunaan Cloud Computing dalam praktikum sistem operasi dapat diterapkan dan mampu mengatasi masalah error yang terjadi pada aplikasi Virtual Machine.Kata Kunci : Cloud Computing, OpenVZ, Sistem Operasi, Virtualisasi
Navigasi Berbasis Behavior dan Fuzzy Logic pada Simulasi Robot Bergerak Otonom Rendyansyah .; Kemahyanto Exaudi; Aditya Putra Perdana Prasetyo
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.633 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.212.2016

Abstract

Mobile robot is the robotic mechanism that is able to moved automatically. The movement of the robot automatically require a navigation system. Navigation is a method for determining the robot motion. In this study, using a method developed robot navigation behavior with fuzzy logic. The behavior of the robot is divided into several modules, such as walking, avoid obstacles, to follow walls, corridors and conditions of u-shape. In this research designed mobile robot simulation in a visual programming. Robot is equipped with seven distance sensor and divided into several groups to test the behavior that is designed, so that the behavior of the robot generate speed and steering control. Based on experiments that have been conducted shows that mobile robot simulation can run smooth on many conditions. This proves that the implementation of the formation of behavior and fuzzy logic techniques on the robot working well.Keywords : behavior, fuzzy logic, mobile robot]Abstrak—Mobile robot merupakan mekanisme robot yang mampu bergerak otomatis. Pergerakan robot secara otomatis memerlukan suatu sistem navigasi. Navigasi adalah metode untuk menentukan gerak robot. Pada penelitian ini navigasi robot dikembangkan menggunakan metode behavior (perilaku) dengan logika fuzzy. Perilaku robot dibagi menjadi beberapa modul, seperti berjalan, menghindari halangan, mengikuti dinding, koridor maupun kondisi u-shape. Pada penelitian ini dirancang simulasi mobile robot di dalam pemrograman visual. Robot dilengkapi dengan tujuh sensor jarak dan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menguji perilaku yang dirancang, sehingga perilaku robot menghasilkan pengaturan kecepatan dan steering. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa simulasi mobile robot dapat berjalan mulus (smooth) pada berbagai kondisi. Hal ini membuktikan bahwa implementasi pembentukan behavior dan teknik logika fuzzy pada robot bekerja dengan baik.    Kata Kunci : behavior, logika fuzzy, mobile robot
Rancang Bangun Low Power Elektric Surgery (Pisau Bedah Listrik) pada Frekuensi 10 KHz Teguh Firmansyah; Rocky Alfanz; Windra Bagus Suwandidan
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.142 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.213.2016

Abstract

In this study, It is proposed a design of electric surgery on 10 KHz. This device consists of a power supply circuit, a voltage regulator, and a frequency counter. The purpose of this study is expected to minimize the occurrence of spark overs and the occurrence of burns. The measurement results show that LPES is working with a power of 26 watts and a frequency of 11.16 KHz. Electric surgery was tested against buffalo meat, mutton and beef. In beef by applying a voltage of 28.7 volts takes 51 seconds, using a voltage of 28.1 volts takes 53 seconds, using a voltage of 27.8 volts takes 57 seconds. In goat meat by using a voltage of 28.7 volts takes 30 seconds, using a voltage of 28.1 volts takes 41 seconds, using a voltage of 27.8 volts takes 49 seconds. In buffalo meat by using a voltage of 28.7 volts takes 52 seconds, using a voltage of 28.1 volts takes 56 seconds, using a voltage of 27.8 volts takes 59 seconds.  Compare to another electric surgery, this study had low power and low frequency, so as to minimize the occurrence of spark over with good speed cutting process.Keywords : Electric surgery, low power, spark over, speed cutting.Abstrak— Pada penelitian ini diusulkan rancang bangun low power elektro surgery (LPES), pisau bedah listrik, pada frequency 10KHz yang digunakan dalam pengujian daging. Alat ini terdiri dari rangkaian power supply, regulator tegangan, dan  pencacah frequency. Tujuan penelitian ini diharapkan meminimalisir terjadinya spark over dan terjadinya luka bakar. Hasil pengukuran menunjukan bahwa alat ini bekerja dengan daya sebesar 26 Watt dan frekuensi sebesar 11,16 KHz. Electric surgery ini diuji coba terhadap daging kerbau, daging kambing, dan daging sapi. Pada daging sapi dengan menggunakan tegangan 28,7 Volt membutuhkan waktu 51 detik, dengan menggunakan tegangan 28,1 Volt membutuhkan waktu 53 detik, dengan menggunakan tegangan 27,8 Volt membutuhkan waktu 57 detik. Pada daging kambing dengan menggunakan tegangan 28,7 Volt membutuhkan waktu 30 detik, dengan menggunakan tegangan 28,1 Volt membutuhkan waktu 41 detik, dengan menggunakan tegangan 27,8 Volt membutuhkan waktu 49 detik. Pada daging kerbau dengan menggunakan tegangan 28,7 Volt membutuhkan waktu 52 detik, dengan menggunakan tegangan 28,1 Volt membutuhkan waktu 56 detik, dengan menggunakan tegangan 27,8 Volt membutuhkan waktu 59 detik. Jika dibandingkan dengan hasil penelitian lainnnya, penelitian ini memiliki daya rendah dan frekuensi rendah, sehingga dapat meminimalisir terjadinya spark over dengan kecepatan proses pemotongan yang baik.Kata Kunci : Pisau bedah listrik, low power, spark over, kecepatan pemotoangan.
Perancangan dan Implementasi Sistem Monitoring Produksi Biogas pada Biodigester Rocky Alfanz; Agus Nurhadi; Joddy Arya Laksmono
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.141 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.216.2016

Abstract

Biogas is one of the flammable natural gas. The most observed content of biogas in this study is methane (CH4), hydrogen (H2) and carbon dioxide (CO2). Therefore, biogas can be developed and used as an alternative energy. Nowadays, the used of plant biodigester, as the biogas producer, is still in very simple design. So, the system design should be developed to assist the monitoring process of biogas production. In this study, a system is design which can do the data acquisition using MQ4 sensor of methane, MQ8 sensor of hydrogen and MG811 sensor of carbon dioxide also the parameter which influencing to the process of biogas production such as temperature, humidity and pressure. Based on the measurement of methane, it is spotted that the highest point of methane production occured at 10:00 a.m. The details were the temperature 34 °C, humidity 67% RH, and pressure 100,6 kPa which can produce 95.672 ppm of methane. In the measurement of hydrogen, it is figured out that the highet point of hydrogen production occured at 02:00 p.m. The details were the temperature 34 °C, humidity 74% RH, and a pressure of 100,4 kPa to produce 4,738 ppm of hydrogen. Then, the highest point of the measurement of carbon dioxide production occurred at 11:00 a.m. The details were temperature 33 °C, humidity 68% RH, and a pressure of 100,5 kPa to 16,89 ppm of carbon dioxide.Keywords : Biodigester, Monitoring System, Biogas, DAQAbstrak— Biogas merupakan salah satu gas alam yang dapat terbakar, kandungan yang paling banyak diobservasi dalam penelitian ini adalah gas metana (CH4), hidrogen (H2) dan karbon dioksida (CO2), hal inilah yang menjadikan biogas dapat dikembangkan dan digunakan sebagai energi alternatif. Namun pada umumnya plant biodigester yang digunakan untuk memproduksi biogas masih sangat sederhana, sehingga dibutuhkan perancangan sistem yang dapat membantu proses monitoring produksi biogas. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem yang dapat melakukan proses akuisisi data menggunakan sensor gas metana MQ4, sensor gas hidrogen MQ8 dan sensor gas Karbon dioksida MG811 serta parameter yang berpengaruh pada proses produksi biogas seperti suhu, kelembaban dan tekanan. Berdasarkan pengukuran terhadap gas metana, didapatkan titik tertinggi produksi gas terjadi pada pukul 10:00 dengan kondisi pengukuran suhu: 34°C, kelembaban: 67%RH, dan tekanan: 100,6 kPa menghasilkan gas metana sebesar 95.672 ppm. Untuk pengukuran gas hidrogen didapatkan titik tertinggi produksi gas terjadi pada pukul 14:00 dengan kondisi pengukuran suhu 34°C, kelembaban 74%RH, dan tekanan 100,4 kPa menghasilkan gas hidrogen sebesar 4,378 ppm. Pada pengukuran gas karbondioksida titik tertinggi produksi gas terjadi pada pukul 11:00 dengan kondisi pengukuran suhu 33°C, kelembaban 68%RH, dan tekanan 100,5 kPa menghasilkan gas karbondioksida sebesar 16,89 ppm.Kata Kunci : Biodigester, Sistem Monitoring, Biogas, DAQ
Pengaruh Pemasangan Static Var Compensator pada Sistem Transmisi Tenaga Listrik (Studi Kasus: Sistem Transmisi Tenaga Listrik 150 Kv Sumbagut) Syiska Yana; Zulkarnaen Pane; Sandro Levi Panggabean
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.04 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.220.2016

Abstract

This paper discussed about the influence of Static VAR Compensator (SVC) in transmission system 150 kV, Sumbagut region. Transmission system and SVC parameters in this study is simulated by using computer. Purpose of simulation was to show voltage profile of the system before and after installed SVC. Based on simulation for the condition before installed SVC, there were four Buses; Aek Kanopan, Kuala Tanjung, Kisaran and Rantau Prapat which have critical voltages sequentially 89,92%; 89,92%; 89,97%; and 89,96%. After installed SVC, voltage profile of the busses increased sequentially 91,7%; 91,74%; 91,7%; dan 91,73%. Based on simulation result, SVC improved voltage profiles in transmission system.   Keywords : Static Var Compensator, Voltage, TransmissionAbstrak—Studi ini membahas tentang pengaruh pemasangan Static VAR Compensator (SVC) pada sistem transmisi tenaga listrik 150 kV Sumbagut. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah simulasi menggunakan komputer dan perhitungan untuk mendapatkan parameter-parameter SVC yang akan disimulasikan. Simulasi dilakukan untuk melihat profil tegangan pada sistem sebelum dan sesudah dipasang SVC. Dari hasil simulasi sebelum pemasangan SVC diperoleh data Bus yang memiliki tegangan kritis atau dibawah standar. Bus yang mengalami tegangan yang dibawah standar atau kritis adalah Bus Aek Kanopan, Kuala Tanjung, Kisaran dan Rantau Parapat. Besar tegangan masing-masing Bus berturut-turut 89,92%; 89,92%; 89,97%; dan 89,96%. Setelah pemasangan SVC nilai tegangan pada Bus berubah menjadi 91,7%; 91,74%; 91,7%; dan 91,73%. Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa pemasangan SVC berdampak pada perbaikan profil tegangan sistem  transmisi.Kata Kunci : Static Var Compensator, Tegangan, Transmisi

Page 2 of 2 | Total Record : 20