cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
IPTEKMA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 8, No. 2, Agustus 2019" : 7 Documents clear
Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Plasticizer Terhadap Karakteristik Bioplastik Maizena Purba, Dillon Marichman; Harsojuwono, Bambang Admadi; Hartiati, Amna
IPTEKMA Volume 8, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/iptekma.2019.v08.i02.p02

Abstract

PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PLASTICIZER TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK MAIZENA. Maizena adalah tepung jagung yang mengandung 24 - 26 persen amilosa dan 74 - 76 persen amilopektin memiliki sifat kaku dan mudah rapuh sehingga perlu ditambahkan plasticizer untuk meningkatkan karakteristik maizena bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi plasticizer terhadap karakteristik maizena bioplastik, dan mengetahui jenis dan konsentrasi plasticizer yang dapat menghasilkan karakteristik maizena bioplastik terbaik. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor I adalah jenis plasticizer yang terdiri dari gliserol, sorbitol dan propilen glikol. Faktor II adalah konsentrasi plasticizer terdiri dari tiga level yaitu 0,5 g; 1 g; dan 1,5 g. Percobaan menghasilkan 9 kombinasi pengobatan dan dikelompokkan menjadi 2 kelompok untuk mendapatkan 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi plasticizer memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kekuatan tarik, perpanjangan putus, elastisitas dan pembengkakan. Sedangkan interaksi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kekuatan tarik dan pembengkakan dan memiliki pengaruh signifikan terhadap elastisitas maizena bioplastik. Karakteristik maizena bioplastik terbaik ditemukan pada perlakuan plasticizer propilen glikol dan konsentrasi 1 g dengan karakteristik kekuatan tarik 2,325 MPa, perpanjangan putus 14,5 persen, modulus muda 16,055 MPa, pembengkakan 29,16 persen, durasi degradasi 8 hari dan mengandung gugus fungsional alkohol hidroksil (?OH), (NH2) amina, (–COOH) karboksilat, (C?C) alkuna, (–COOR) ester, (C = C) aromatik, (R – O – R ') eter, (C = C) alkena dan hidrokarbon - (CH2) n.
UJI AKTIVITAS ANALGESIK GEL FRAKSI KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) pada Mencit Jantan (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate Nugraha, I Made Arie Dharma Putra; Safitri, Intan; Krismasanthi, Luh Gede Eva; Wardani, Komang Sri Lumbung Artha; Dewi, Ni Komang Tri Astiti; Suarniti, Ni Made Dwi; Sari, Ni Putu Marinita; Wijayanti, Ni Putu Ayu Dewi
IPTEKMA Volume 8, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/iptekma.2019.v08.i02.p07

Abstract

UJI AKTIVITAS ANALGESIK GEL FRAKSI KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) pada Mencit Jantan (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate). Rasa nyeri dapat timbul salah satunya diakibatkan oleh adanya gangguan pada reseptor nyeri dimana reseptor nyeri tersebut merupakan ujung saraf bebas yang tersebar di kulit, otot, tulang dan sendi. Timbulnya rasa nyeri tentu akan menggangu aktivitas sehingga diperlukan obat penghilang rasa nyeri. Obat-obatan yang dikenal mampu meredakan rasa nyeri disebut sebagai analgesik. Faktanya, saat ini telah beredar berbagai macam obat analgesik di pasaran. Di samping itu, terdapat pula tumbuhan yang memiliki aktivitas sebagai analgesik yaitu manggis (Garcinia mangostana L.). Tujuan penelitian ini yaitu menilai dan membandingkan mula kerja dan aktivitas dua jenis analgesik yang diberikan secara topikal serta nilai ED50 dengan menggunakan metode hot plate. Penelitian dilakukan dengan membagi enam ekor mencit menjadi 4 kelompok Uji. Kelompok I sebagai kelompok perlakuan (Gel Manggis); kelompok II sebagai kelompok kontrol positif (Voltaren Gel); kelompok III sebagai kelompok normal (tanpa perlakuan); dan kelompok IV sebagai kelompok kontrol negatif (Basis Gel). Tiga puluh menit setelah pemberian perlakuan, tiap mencit ditempatkan di atas beaker glass pada hot plate dengan suhu 700C. Waktu yang terlewat antara penempatan hewan di hot plate dan adanya perilaku menjilati telapak kaki, gemetar, atau melompat dari permukaan dicatat sebagai respon latensi dalam hitungan detik. Hasil dalam penelitian ini yaitu gel manggis (Garcinia mangostana L.) konsentrasi 0,3%, 0,4%,dan 0,5% memiliki efek analgesik. Semakin tinggi konsentrasi gel Garcinia mangostana L. semakin tinggi daya analgesik yang didapatkan. Nilai ED50 yang diperoleh yaitu sebesar 0,037 mg/kgBB.
Kajian Teknis Antara Penggunaan Bahan Bakar HSD dan MFO Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti LNG di PLTDG PT. Indonesia Power UPJP Bali A.Md, Sofwat Sanjaya; Wijaksana, Hendra
IPTEKMA Volume 8, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/iptekma.2019.v08.i02.p03

Abstract

KAJIAN TEKNIS ANTARA PENGGUNAAN BAHAN BAKAR HSD DAN MFO SEBAGAI BAHAN BAKAR SLTERNATIF PENGGANTI LNG DI PLTDG PT. INDONESIA POWER UPJP BALI. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas PT. Indonesia Power UPJP Bali merupakan salah satu pembangkit yang memiliki kontribusi besar sebagai pemasok daya di sistem kelistrikan Bali. PLTDG dapat beroperasi dengan menggunakan 3 jenis bahan bakar yaitu Marine Fuel Oil (MFO), High Speed Diesel (HSD), dan Gas. PLTDG beroperasi dengan bahan bakar gas sebagai energi primer yang digunakan untuk proses pembangkitan listrik. Untuk meningkatkan ketersediaan energi listrik, diperlukan kajian secara komprehensif mengenai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar gas apabila terjadi gangguan pasokan bahan bakar gas, yaitu dengan menggunakan bahan bakar MFO atau HSD. Kajian teknis dilakukan dengan pengujian operasi pada PLTDG type W18V50DF dengan pembebanan 50%, 75%, 80%, 100% menggunakan bahan bakar baik HSD maupun MFO. Berdasarkan hasil pengujian pada PLTDG Unit 1 menunjukkan bahwa semakin besar pembebanan maka Torsi dan Produksi juga akan semakin besar. Sedangkan Spesific Fuel Consumption dan Heat Rate mengalami penurunan pada beban 100%. Hasil pantauan emisi gas buang NOx, Opasitas, dan CO dari pengujian pada beban 100% baik menggunakan bahan bakar HSD atau MFO masih dibawah ambang batas berdasarkan Permen LH No 21 tahun 2008 lampiran IV B. Sedangkan SO2 saat penggunaan MFO lebih besar dari ambang batas.
ANALISA PERFORMANSI COOLING PAD TANPA SALURAN UDARA DAN DENGAN SALURAN UDAR Santika, A A Dwi; Wijaksana, Hendra; Astawa, I Ketut
IPTEKMA Volume 8, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/iptekma.2019.v08.i02.p04

Abstract

ANALISA PERFORMANSI COOLING PAD TANPA SALURAN UDARA DAN DENGAN SALURAN UDARA. Pendinginan evaporatif merupakan proses penguapan air pada suatu permukaan yang mengalami kontak secara langsung antara air dengan udara. Pendingin evaporatif pada penelitian ini digunakan untuk mendinginkan suhu udara di dalam kandang ayam agar tidak mengalami heat stress. Ducting digunakan sebagai media menyalurkan udara, perpindahan panas, dan untuk mengurangi kelembaban pada proses penguapan air yang terjadi kontak dengan udara.Dalam penelitian ini menggunakan variasi tanpa ducting dan dengan ducting. Volume ducting yaitu 0.54 , dengan penambahan lubang pada bagian bawah dengan diameter 5 cm berjumlah 65 lubang. Pengujian dilakukan untuk mengetahui performa pendingin evaporative cooling yang meliputi penurunan bola kering udara, efektivitas pendinginan, kapasitas pendinginan, EER dan kelembaban relatif. Variabel yang diukur pada saat pengujian adalah putaran rpm fan yaitu rpm 1 (1440 rpm), rpm 2 (1470 rpm) dan rpm 3 (1500 rpm).Dari penelitian dengan ducting pada rpm 2 menghasilkan kelembaban relatif lebih baik dibanding dengan tanpa ducting. Nilai yang di dapat pada pengujian dengan ducting 60-70% merupakan kelembaban nyaman bagi ayam.Semakin besar kontak udara yang mengandung uap air dengan sistem, akan mempengaruhi kelembaban yang terjadi.
UJI AKTIVITAS DIURESIS INFUSA SELEDRI (Apium graveolens) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Palasari, Dwi Indah Arya; Gayatri, Komang Sai; Eka Putra, Gede Janerama; Adilla, Farah; Lianty, Jessica; Pratiwi As, Gusti Ayu Dian Nanda; Santi, Ni Made; Wijayanti, Ni Putu Ayu Dewi
IPTEKMA Volume 8, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/iptekma.2019.v08.i02.p05

Abstract

UJI AKTIVITAS DIURESIS INFUSA SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (MUS MUSCULUS). Tanaman seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman yang mengandung zat aktif yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan aktivitas infusa seledri (Apium graveolens L.) sebagai diuretik pada mencit jantan putih. Mencit putih jantan dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (akuades), kelompok kontrol positif (suspensi furosemid), kelompok kontrol normal (tanpa perlakuan khusus), kelompok infusa seledri 50%, kelompok infusa seledri 100%, dan kelompok infusa seledri 150%. Pengujian terhadap efek diuretik dilakukan dengan melihat volume urin yang diukur setelah 24 jam perlakuan. Berdasarkan volume urin yang dihasilkan, hasil yang didapat menunjukkan adanya aktivitas diuretik pada infusa seledri.
Pengaruh Perbandingan Bahan Dengan Pelarut dan Suhu Ekstaksi Tehadap Karakteristik Ekstrak Pewarna Alami Bunga Kenikir ( Tagetes Erecta L.) Devi, Putu Nandya Sri; Wartini, Ni Made; Suwarini, Ni Putu
IPTEKMA Volume 8, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/iptekma.2019.v08.i02.p01

Abstract

PENGARUH PERBANDINGAN BAHAN DENGAN PELARUT DAN SUHU EKSTRAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK EKSTAK PEWARNA ALAMI BUNGA KENIKIR (TEGETES ERECTA L.). Bunga kenikir berpotensi sebagai pewarna alami karena mengandung pigmen warna kuning hingga oranye. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan bahan dengan pelarut dan suhu ekstraksi terhadap karakteristik ekstrak pewarna alami bunga kenikir dan menentukan perbandingan bahan dengan pelarut dan suhu ekstraksi terbaik untuk menghasilkan ekstrak pewarna alami bunga kenikir. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial 2 faktor. Faktor I yaitu perbandingan bahan dengan pelarut yang terdiri atas 3 taraf yaitu 1:3, 1:5, dan 1:7. Faktor II yaitu suhu ekstraksi yang terdiri dari 3 taraf yaitu 30±2oC, 45±2oC, dan 60±2oC. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan perbandingan bahan dengan pelarut sangat berpengaruh terhadap rendemen, kadar total karotenoid, tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan (a*) dan berpengaruh terhadap tingkat kekuningan (b*). Perlakuan suhu ekstraksi sangat berpengaruh terhadap rendemen, kadar total karotenoid, tingkat kecerahan (L*) dan berpengaruh terhadap tingkat kemerahan (a*) namun tidak berpengaruh terhadap tingkat kekuningan (b*). Interaksi perlakuan perbandingan bahan dengan pelarut dan suhu ekstraksi berpengaruh terhadap kadar total karotenoid namun tidak berpengaruh terhadap rendemen, tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan dan tingkat kekuningan (b*). Perlakuan perbandingan bahan dengan pelarut 1:7 dan suhu ekstraksi 45±2oC, merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak pewarna alami bunga kenikir dengan karakteristik rendemen 7,53 persen, kadar total karotenoid 22,91 persen, tingkat kecerahan (L*) 25,43, tingkat kemerahan (a*) 11,89 dan tingkat kekuningan (b*) 14,72.
UJI AKTIVITAS ANALGESIK GEL BULUNG (Gracilaria sp.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Witadnyana, Yan Degus Winten; Giri, Gede Sugiartha; Anata, I Made Ari; Salim, Mohammad Fajar Hadi; Karmayani, Ni Wayan; Agustina, Ni Putu Dian; Perdana, Pande Gede Raditya Wira; Wijayanti, Ni Putu Ayu Dewi
IPTEKMA Volume 8, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/iptekma.2019.v08.i02.p06

Abstract

UJI AKTIVITAS ANALGESIK GEL BULUNG (Gracilaria sp.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui aktivitas analgesik gel bulung (Gracilaria sp.) sebagai alternatif obat analgesik. Evaluasi efek analgesik gel bulung pada hewan uji adalah dengan menghitung lama waktu bertahan mencit pada hotplate setelah diberi perlakuan uji, kontrol positif dan kontrol negatif pada hewan uji. Penelitian ini hanya meneliti satu variabel bebas saja yaitu variasi dosis obat gel fraksi bulung sangu terhadap variabel tergantungnya yaitu daya analgetik pada mencit yang berupa persen aktivitas analgetik dari gel fraksi bulung sangu. Kelompok uji (gel fraksi bulung sangu) dengan konsentrasi fraksi 1%; 1,25%; 1,5%. Dapat disimpulkan pada gel Voltaren® akan memberikan efek analgesik pada menit ke-30 setelah pemberian dan gel bulung akan memberikan efek analgesik pada menit ke-30 sampai 90 setelah pemberian.

Page 1 of 1 | Total Record : 7