cover
Contact Name
Prantasi Harmi Tjahjanti
Contact Email
rem@umsida.ac.id
Phone
+6281336357236
Journal Mail Official
rem@umsida.ac.id
Editorial Address
Jl. Mojopahit no. 666B, Sidoarjo, Jawa Timur
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
R.E.M (Rekyasa Energi Manufaktur) Jurnal
ISSN : 25275674     EISSN : 25283723     DOI : https://doi.org/10.21070/r.e.m
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Aim: to facilitate scholar, researchers, and teachers for publishing the original articles of review articles. Scope: Mechanical Engineering include: Energy Conversion Renewable Energy Manufacturing Materials and Design Engineering Mechatronics
Articles 155 Documents
Use Powder Of Wood Ulin (Eusideroxylon Zwageri) For Mixed Materials Builders Head Bushing Prantasi H. Tjahjanti; Eko Wahyono Setyawan
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 1 No 1 (2016): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v1i1.174

Abstract

Head bushing is part of the plastic sack-making machine components that process works always have friction between the bushing head cham causing wear and tear. This wear and tear leads to further damage to the components - components other spare parts. Head material is nylon pure solid has a melting point 350-425 ° C, but was unable to maintain its shape because happen frictions during the process of making plastic sack. Research to make head bushing by adding the powder of wood Ulin (Eusideroxylon Zwageri) as reinforcements and to do wear and tear. The results obtained show. that the optimum value of the powder composition wood ulin is 4% , with value of wear and tear 0,0544 mm/h with a time 96 hours 29 minutes 29 seconds. But overall, the addition powder of wood Ulin, cannot be used as ingredients of make head bushing, because value of wear and tear of head bushing without additive of powder of wood Ulin, more smaller than head bushing with additive powder wood Ulin.
Pengaruh Vaporasi Bahan Bakar Pertamax Terhadap Performa Sepeda Motor Dibandingkan dengan Pemanasan Biasa A'rasy Fahruddin; Andre Fajariansyah; Ahmad Bukhori
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 1 No 2 (2016): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v1i2.550

Abstract

Vaporasi bahan bakar adalah sistem penguapan bahan bakar, yaitu bahan bakar diuapkan menjadi gas dengan bantuan panas dari exhaust manifold. Vaporasi dari gas bahan bakar pertamax ini sangat efektif digunakan untuk menghemat bahan bakar pada kendaraan bermotor. Prinsip kerja dari sistem ini adalah dengan memanfaatkan panas knalpot untuk memudahkan penguapan bahan bakar menggunakan pipa preheater yang ditempel di exhaust manifold. Bahan bakar yang telah panas kemudian masuk ke tabung vaporasi dan dihisap menuju intake manifold. Pada penelitian ini sistem vaporasi bahan bakar dibandingkan dengan sistem pemanas bahan bakar biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem vaporasi bahan bakar lebih baik dari mesin standar maupun sistem pemanasan bahan bakar biasa dari segi daya maupun efisiensi. Dan sistem pemanasan bahan bakar menghasilkan performa yang lebih baik dari mesin standar. Peningkatan daya dengan sistem vaporasi mencapai 13,2% sedangkan sistem penguapan biasa mencapai 8,8% dibandingkan mesin standar.
Karakterisasi Sensor Kapasitif Untuk Penentuan Level Aquades Bowo Eko Cahyono
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 1 No 2 (2016): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v1i2.583

Abstract

Kapasitor pelat sejajar adalah suatu komponen elektronika yang terdiri dari dua buah pelat penghantar sejajar yang disekat satu sama lain dengan suatu bahan dielektrik. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari hubungan perubahan nilai kapasitansi terhadap kenaikan volume aquades dengan menggunkan metode kapasitif. Metode kapasitif memanfaatkan rangkaian sensor kapasitif yang dihubungkan dengan osiloskop untuk mengetahui tegangan masukan dan tegangan keluaran dan selanjutnya digunakan untuk menentukan nilai kapasitansi. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah aquades, dengan volume aquades yang digunakan divariasikan dari 18 mL sampai 180 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkat volume aquades maka semakin besar nilai kapasitansi. Tetapi data hasil eksperimen menunjukkan bahwa ada beberapa hasil yang tidak konsisten yaitu meskipun volume aquades dinaikkan tidak menyebabkan kenaikan nilai kapasitansi. Hal ini terjadi pada kenaikan volume dari 72 mL ke 90 mL, kenaikan volume 108 mL ke 126 mL dan juga kenaikan volume aquades dari 144 mL ke 162 mL. Hubungan linieritas antara nilai kapasitansi dan level aquades dinyatakan dengan persamaan linier y = 0,0913x dengan koefisien linieritas R2 = 0,9106.
Analisa Laju Pelapisan Chromming Terhadap Corrosion Rate Baja ST 40 Edi Widodo
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 1 No 2 (2016): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v1i2.378

Abstract

Korosi pada logam mengakibatkan penurunan mutu bahan logam, akibat reaksi elektrokimia antara permukaan logam dengan lingkungan sekitarnya.Baja ST 40 merupakan logam yang umum dipakai dalam industri dan peralatan rumah tangga. Pelapisan khrom secara elektroplating pada bahan ini dapat meningkatkan kekerasan dan mencegah terjadinya kontak langsung material dengan lingkungan luar, dengan demikian reaksi oksidasi penyebab korosi dapat dihindari. Laju pelapisan memberikan pengaruh terhadap kualitas permukaan logam, meliputi kekerasan dan ketahanan terhadap korosi. Laju pelapisan dengan khrom diukur dengan parameter perubahan suhu dan arus selama proses elektroplating. Spesimen dari masing parameter memberikan rata-rata laju pelapisan. Laju pelapisan tertinggi dicatat pada kondisi pelapisan selama 10 menit dengan rata-rata laju pelapisan dari tiga spesimen sebesar 5,3 gram. Sedangkan laju terendah pada pelapisan selama 25 menit dengan rata-rata laju pelapisan sebesar 2,5 gram. Laju korosi logam baja ST 40 diperoleh nilai terbesar pada spesimen dengan waktu pelapisan 5 menit, sebesar 235,37 mpy. Sedangkan laju korosi terendah pada spesimen ke dengan lama pelapisan 20 menit sebesar 50,02 mpy.
Pengaruh Penambahan Plat Terhadap Koefisien Perpindahan Panas Lokal pada Surface Condenser PLTU Paiton Eky Novianarenti
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 1 No 2 (2016): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v1i2.586

Abstract

Penelitian untuk mengetahui karakteristik aliran dan perpindahan panas diluar pipa yang mengalir secara crossflow telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satunya dengan melakukan modifikasi susunan pipa pada daerah surface condenser untuk mengurangi gaya dinamik akibat tumbukan aliran fluida di jajaran pipa kritis dengan tidak mengurangi tujuan dari desain sebuah surface condenser yaitu untuk mengembunkan exhaust steam dari steam turbine untuk memperoleh efisiensi maksimum dan juga mengubah exhaust steam menjadi air murni (disebut sebagai kondensat steam) sehingga mungkin kembali ke generator uap sebagai boiler feed water. Surface condenser ini menjadi penting peranannya karena dengan adanya kondensasi dari exhaust steam pada tekanan di bawah tekanan atmosfir, penurunan tekanan uap antara inlet dan exhaust turbin meningkat yang meningkatkan jumlah panas yang tersedia untuk konversi ke tenaga mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa sudut plate yang optimal untuk mengatasi tekanan tinggi di daerah kritis. Pemodelan numerik 3D dengan menggunakan CFD software ANSYS 14.5 dengan turbulensi berupa k-ε standard solver pressure based solution. Hasilnya dengan melakukan penambahan plate maka nilai NuФ pada tube ke-1 pada kondisi baseline pada kondisi ditambah plate dengan variasi sudut (α) 150, 300 dan 450 berurutan yaitu 511,5; 293,3; 273 Nilai dan. Tren grafik NuФ cenderung turun. Namun, pada tube ke-4 trennya naik dengan nilai 120,04; 117; 175,8; 149,0. Dalam penelitian tentang variasi penambahan sudut plate, kombinasi sudut optimal (α) diperoleh pada α=300.
Pengaruh Model Speciment Uji Tarik Pada Pengelasan Besi Fc-30 Di Lihat Dari Kekuatan Tarik Pengelasan Mulyadi Mulyadi
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 1 No 2 (2016): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v1i2.565

Abstract

Uji Tarik adalah salah satu pengujian yang digunakan untuk mengetahui sifat mekanik logam maupun non logam. Uji tarik merupakan suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang berlawanan arah. Pengujian tarik (tensile test) juga sering disebut sebagai tension test, merupakan salah satu dari pengujian mekanik yang paling mendasar/fundamental, sangat sederhana, tidak mahal dan telah distandarisasi di seluruh dunia seperti di Amerika ASTM E 8 dan ASTM E 8M dan di Jepang JIS 2241. Dapat mengetahui tegangan, regangan,reduksi, dan modulus elastisitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model penampang speciment kotak dan bulat dengan luasan yang sama dilihat dari kekuatan tarik masing-masing specimen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen perbandingan, yaitu suatu cara untuk membandingkan antara dua indikator speciment yang berbeda model penampang dengan luasan yang sama, untuk mengetahui kekuatan tarik masing-masing speciment . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik pada material dasar sebesar 781,004Mpa dengan speciment bentuk kotak. Kekuatan tarik paling tinggi terjadi pada pengelasan menggunakan elektroda las LB-52 yaitu sebesar 1.193,033 Mpa penampang speciment kotak dan elektroda las CIA yang memiliki kekuatan tarik yang hampir sama yaitu sebesar 1.134,002 Mpa penampang speciment kotak. Sedangkan yang paling rendah adalah pengelasan menggunakan elektroda LB-52 yang tanpa dicelup oli dimana hampir sama dengan material dasarnya yaitu sebesar 403,802 Mpa penampang speciment bulat.
Pembuatan Electric Furnace Berbasis Mikrokontroler Haris Suprastiyo; Prantasi Harmi Tjahjanti
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 1 No 2 (2016): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v1i2.559

Abstract

lectric furnace atau tungku listrik adalah peralatan pemanas yang menggunakan sumber panas dari listrik. Electric furnace konvensional yang ada sekarang terkadang kurang akurasi dalam proses waktu maupun suhu. Tujuan penelitian ini adalah membuat mesin electric furnace berbasis mikrokontroler dengan fungsi utama proses pemanasan lebih akurasi terjaga waktu dan suhu dan dapat di atur secara otomatis serta di monitor melalui LCD (Liquid Crystal Display). Metode yang dipakai adalah perancangan awal sekaligus pembuatannya dan pengujian untuk uji kinerja rangkaian kelistrikan, uji kecepatan pencapaian suhu, dan uji perpindahan panas dengan melakukan pengukuran suhu dari suhu dalam electric furnace hingga suhu permukaan luar pelat. Perhitungan perpindahan panas dimulai dari dalam dinding electric furnace, batu tahan api (refraktori), pelat besi dan suhu lingkungan dengan panas yang dihasilkan dari elemen listrik berkapasitas 4400 Watt. Diperoleh hasil electric furnace dengan dimensi ruang tungku ukuran 190 mm x 350 mm x 320mm. Uji coba kinerja rangkaian kelistrikan furnace, di coba pada suhu 800 ˚C di tahan selama 30 menit, hasil yang diperoleh suhu tetap konstan 800˚C. Uji kecepatan untuk pencapaian suhu, electric furnace mampu bekerja hingga tempertur maksimum 1000 ˚C, dengan kecepatan untuk pencapaian suhu 1000 ˚C selama 17.111 detik atau 47,5 jam dengan rata-rata kenaikan suhu tiap 1˚C adalah 0,1 detik, Laju perpindahan panas total pada dinding electric furnace adalah 6,83W/m2K.
Optimasi Penjadwalan Flow Shop Menggunakan Algoritma Hybrid Differential Evolution Rudi Nurdiansyah
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 1 No 2 (2016): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v1i2.404

Abstract

Penjadwalan produksi merupakan bagian integral di dalam sistem manufaktur. Artikel ini menyelesaikan permasalahan penjadwalan flow shop dengan fungsi obyektif total flow time. Dalam penjadwalan, total flow time menghasilkan konsumsi yang stabil terhadap sumber daya, perputaran job yang cepat serta meminimalkan work in process inventory. Permasalahan penjadwalan flow shop tergolong pada permasalahan optimasi kombinatorial yang merupakan NP-hard. Saat ini, penggunaan algoritma metaheuristik banyak digunakan untuk memecahkan kasus optimasi kombinatorial, termasuk penjadwalan flow shop. Salah satu yang memiliki performa yang baik adalah Algoritma Differential Evolution. Untuk meningkatkan kualitas solusinya, Algoritma Differential Evolution akan ditambahkan dengan prosedur local search yang dinamakan Hybrid Differential Evolution. Untuk mengetahui performa dari algoritma tersebut, dilakukan pengujian menggunakan data penjadwalan flow shop yang ada pada OR-Library. Performa Hybrid Differential Evolution akan dibandingkan dengan algoritma lain. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Hybrid Differential Evolution memberikan performa yang lebih baik dibandingkan dengan algoritma lain.
Rekayasa Desain dan Analisis Struktur perangkat dasar laut Ocean Bottom Unit (OBU) untuk INA – TEWS Wibowo Harso Nugroho; Nanang J H Purnomo; Ogi Ivano; S Handoyo
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 1 No 2 (2016): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v1i2.601

Abstract

This paper briefly describes the design and analysis of the structure of ocean bottom units (OBU) as a pair of surface buoys to detect tsunami early. This engineering work such as any other marine construction is based on naval architecture. The design concept OBU is firstly made then the stability calculation is conducted, finally the structural strength is calculated for load case of hydrostatic and impact as the OBU landed on approximately 2000m of ocean depths.
Studi Numerik Optimasi Propeller Kapal Selam 29 meter Dengan Menggunakan High Skew Cahya Kusuma; I Made Ariana
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 2 No 1 (2017): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v2i1.834

Abstract

Indonesia is an archipelagic nation and most shallow water channel in Western Indonesia, making the concept of mini submarine use by the Navy to be the right choice. One of the most important engineering is to design a mini submarine propeller with a high level of optimization. This research method is based on the result of numerical simulation using Computer Fluid Dynamic (CFD) which use B-series as base with skew variation 36o, 45o, 54o. It is expected that the results of this research can provide solutions in the selection of efficient design propeller for mini submarine 29m. With the open water diagrams generated then obtained the greatest efficiency value on B4-522 with skew obtained at 45 ° skew angle. The optimum velocity value is at J = 0.07 at 8.9 knots with an efficiency value of 0.856.

Page 4 of 16 | Total Record : 155