cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018): JP3I" : 7 Documents clear
Uji Validitas Konstruk Self Control Terhadap Prokrastinasi Akademik Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Nurfaizin Nurfaizin
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12107

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari self-control  yang digunakan sebagai alat ukur yang berhubungan dengan prokrastinasi akademik. Dalam penelitian ini adalah menggungankan lima aspek dari  Sarafino (dalam Averill,1973) yaitu: 1. Behavior control, 2. Cognitive control, 3. Decisional control, 4. Informationl control, 5. Retrospective control. Dengan 45 item  subjek penelitian ini adalah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari 2006-2008 yang sedang menyusun skripsi, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 122 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan software lisrel 8.70. Berdasarkan perhitungan dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi model pengukuran untuk memperoleh nilai fit. The purpose of this study was to examine the construct validity of self-control which was used as a measurement tool related to academic procrastination. In this study, the five aspects of Sarafino were incorporated (in Averill, 1973), namely: 1. Behavior control, 2. Cognitive control, 3. Decisional control, 4. Information control, 5. Retrospective control. With 45 items the subject of this study were students of Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta from 2006-2008 who were preparing a thesis, the number of samples in this study were 122 people. The data analysis method used in this study is confirmatory factor analysis (CFA) with the help of lisrel 8.70 software. Based on calculations using the CFA method it can be concluded that all dimensions require modification of the measurement model to obtain a fit value.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Ryff’s Psychological Well-Being Scale Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Merlyna Revelia
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12103

Abstract

Psychological well-being merupakan kondisi mampunya seseorang mengeluarkan potensi penuh yang dimiliki dalam menjalani tantangan eksistensial kehidupan yang berlangsung lama. Individu demikian akan memfokuskan untuk pengembangan diri sepanjang umur atau dengan kata lain, ia merupakan pembelajar seumur hidup. Menurut Ryff dan Keyes (1995), psychological well-being meliputi enam dimensi, yaitu self-acceptance, positive relation with others, autonomy, purpose in life, personal growth, dan environmental mastery. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk  instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari santri pondok pesantren yang sedang menetap di pondok pesantren berjumlah 159 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 43 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh dapat diterima. Psychological well-being is a condition that enables a person to release his full potential in undergoing a life-long existential challenge. Such an individual will focus on lifelong self-development or in other words, he is a lifelong learner. According to Ryff and Keyes (1995), psychological well-being includes six dimensions, namely self-acceptance, positive relations with others, autonomy, purpose in life, personal growth, and environmental mastery. This study aims to examine the construct validity of the instrument. The data in this study were obtained from santri boarding schools that were settled in Islamic boarding schools totaling 159 people. The method used to test it is confirmatory factor analysis (CFA) using LISREL 8.70 software. The results of this study show that all items totaling 43 items are unidimensional. This means that all items only measure one factor so that the one factor model is theorized by acceptable.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Status Identitas Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Tsauroh Arrisalati
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12104

Abstract

Status identitas merupakan suatu pendekatan yang digunakan dalam psikologi untuk struktur diri manusia yang tersusun dalam empat buah dimensi status identitas yaitu identitas achievement, identitas foreclosure, identitas moratorium, dan identitas diffusion. Skala status identitas adaptasi dari Muhammad taufik (2011) berdasarkan dimensi-dimensi yang diungkapkan oleh Marcia (dalam Aderson, 1980). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari siswa SMK Triguna Utama Ciputat berjumlah 327 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh item yang berjumlah 36 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh status identitas dapat diterima. Identity status is an approach used in psychology for the structure of human self arranged in four dimensions of identity status, namely achievement identity, foreclosure identity, moratorium identity, and diffusion identity. The scale of the identity status of the adaptation of Muhammad Taufik (2011) is based on the dimensions expressed by Marcia (in Aderson, 1980). This study aims to examine the validity of the boarding instrument. The data in this study were obtained from 327 people from Triguna Utama Ciputat Vocational School. The method used to test it is Confirmatory Factor Analysis (CFA) using LISREL 8.70 software. The results of this study indicate that all 36 items are unidimensional. This means that all items only measure one factor so that the model of one factor theorized by identity status can be accepted.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Religiusitas Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Siti Aisyah Cahyaningrum
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12109

Abstract

Religiusitas dapat dipahami sebagai suatu pencarian individu atau kelompok pada hal yang sakral yang terbuka pada konteks kesakralan tradisional. Menurut. Fetzer (2003), religiusitas tersusun dari 12 dimensi, yaitu: pengalaman beragama sehari-hari (daily spiritual experience), mengalami kebermaknaan hidup dengan beragama (meaning), mengekspresikan keagamaan sebagai sebuah nilai (values), meyakini ajaran agamanya (beliefs), pengampunan (forgiveness), melakukan praktek beragama secara pribadi (private religious practices), menggunakan agama sebagai coping (religious/spiritual coping), mendapat dukungan dari sesama penganut agama (religious support), mengalami sejarah keberagamaan (religious/ spiritual history), komitmen beragama (commitment), mengikuti organisasi atau kegiatan keagamaan (organizational religiosness) dan meyakini pilihan agamanya (religious preference). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari remaja di desa Kutruk yang berjumlah 200 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 37 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh Brief Multidimensional Measure of Religiousness/Spirituality (BMMRS) dapat diterima. Religiosity can be understood as a search for individuals or groups on sacred things that are open in the context of traditional sacredness. According to. Fetzer (2003), religiosity is composed of 12 dimensions, namely: daily religious experience (daily spiritual experience), experiencing meaningfulness of life with religion (meaning), expressing religion as a value (values), believing the teachings of religion (beliefs), forgiveness (forgiveness), practicing personal religion, using religion as coping (religious / spiritual coping), getting support from fellow religious followers, experiencing religious history (religious / spiritual history), religious commitment ( commitment), following an organization or religious activity (organizational religiosness) and believing in a religious preference. This study aims to examine the validity of the boarding instrument. The data in this study were obtained from adolescents in Kutruk village, which numbered 200 people. The method used to test it is Confirmatory Factor Analysis (CFA) using LISREL 8.70 software. The results of this study show that all items totaling 37 items are unidimensional. This means that all items only measure one factor so that the one factor model theorized by the Brief Multidimensional Measure of Religiousness / Spirituality (BMMRS) is acceptable.
Uji Validitas Konstruk Psychological Well-Being Scale Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Fikri Mubarok; Miftahuddin Miftahuddin
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12105

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  menguji validitas konstruk dari psychological well-being scale.  Dalam  penelitian  ini peneliti  menguji enam  dimensi  psychological well-being  dari  Ryff (1989)  yaitu, self-acceptance, positive relation with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, dan personal growth dengan jumlah 42 item. Subjek penelitian adalah perawat  pada salah satu Rumah Sakit di Jakarta Cempaka Putih  yang  terdiri  dari 171 orang.  Metode  analisis  data yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan software  lisrel  8.70.  Berdasarkan  perhitungan  dengan  metode  CFA  dapat  disimpulkan  bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi model pengukuran untuk memperoleh nilai fit. The purpose of this study is to examine construct validity from psychological well-being scale. In this study researchers tested six dimensions of psychological well-being from Ryff (1989), namely, self-acceptance, positive relations with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, and personal growth with a total of 42 items. The research subjects were nurses at one of the hospitals in Jakarta Cempaka Putih consisting of 171 people. The data analysis method used in this study is confirmatory factor analysis (CFA) with the help of lisrel 8.70 software. Based on calculations using the CFA method it can be concluded that all dimensions require modification of the measurement model to obtain a fit value.
Resiliensi Quotionare Test (RQ-TEST) Analisis Faktor Variabel Resiliensi Nadya Nurmalasari
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12106

Abstract

Ketika kita berbicara dengan orangtua, manager, dan CEO tentang resiliensi, mereka mengetahui resiliensi adalah kapasitas untuk merespon keadaan yang sulit atau menantang terutama dengan tingkat stress yang tinggi atau kejadian-kejadian yang traumatis. Konsep pengukuran resiliensi berkembang dari massa ke massa baru pada dekade 90-an (1955) Werner & Smith mengembangkan seuatu alat ukur untuk mengukur resiliensi dalam setting dunia kerja yang disebut RQ-TEST (Resiliensi Quotionare Test). Penelitian ini bertujuan untuk menguji model struktur faktor RQ-TEST yaitu resiliensi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari anak asuh Yayasan Bakti Pemuda Nusantara di daerah Banten dan Bogor tepatnya dari SMK Wijaya Plus Bogor dan SMKN2 Pandeglang yang berjumlah 201 orang, Sementara itu untuk menguji model struktur faktor instrumen pengukuran ini didasari oleh metode analisis faktor berupa confirmatory factor analysis (CFA), adapun penghitungannya menggunakan software LISREL 8.70. hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat banyak sekali kesalahan pengukuran disebabkan oleh item yang berupa descriptor, kemudian terdapat item yang mengandung muatan negatif sehingga menimbulkan bias respon. When we talk with parents, managers and CEOs about resilience, they know that resilience is the capacity to respond to difficult or challenging situations, especially with high levels of stress or traumatic events. The concept of measuring resilience developed from a new mass to a mass in the decade of the 90s (1955) Werner & Smith developed a measuring tool to measure resilience in a work world setting called RQ-TEST (Resilience Quotionare Test). This study aims to examine the RQ-TEST factor structure model, namely resilience. The data in this study were obtained from foster children of the Bakti Pemuda Nusantara Foundation in the Banten and Bogor areas precisely from Wijaya Plus Bogor Vocational School and Pandeglang Vocational High School totaling 201 people. Meanwhile, to test the factor structure model this measurement instrument was based on factor analysis method in the form of confirmatory factor analysis (CFA), as for the calculation using LISREL 8.70 software. the results of this study show that there are a lot of measurement errors caused by items in the form of descriptors, then there are items that contain negative charges, causing a response bias.
Validitas Skala Presentasi Diri Online Bunga Ade Tama
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12102

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari skala presentasi diri online yang diadaptasi dari skala SPFBQ yang dikembangkan oleh Michikyan, Dennis, dan Subrahmanyam (2014). Presentasi diri online pada  Facebook memiliki tiga aspek, yaitu real self, false self dan ideal self. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari subjek penelitian sebanyak 158 orang. Metode analisis faktor yang digunakan adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan program M.Plus 7. Pengujian validitas skala presentasi diri online pada penelitian ini dilakukan dengan satu model analisis.  The purpose of this study was to examine the construct validity of the online self presentation scale adapted from the SPFBQ scale developed by Michikyan, Dennis, and Subrahmanyam (2014). Online self presentation on Facebook has three aspects, namely real self, false self and ideal self. The data used in this study came from research subjects as many as 158 people. The factor analysis method used was confirmatory factor analysis (CFA) with the M.Plus 7 program. Testing the validity of the online self-presentation scale in this study was carried out with one analysis model.

Page 1 of 1 | Total Record : 7