cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebumian Teknologi Mineral (JIK TekMin)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016)" : 5 Documents clear
Hidrogeologi Kawasan Cagar Budaya Gunung Penanggungan Puji Pratiknyo
Jurnal Ilmu Kebumian Teknologi Mineral (JIK TekMin) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan hidrogeologi Kawasan Cagar Budaya Gunung Penanggungan merupakan salah satu tindakan dalam rangka ikut melengkapi data kondisi kawasan cagar budaya. Dengan diketahui kondisi hidrogeologi kawasan cagar budaya dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam  mengelola kawasan cagar budaya.Metodologi yang dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan hidrogeologi.  Data yang terkumpul diolahdan selanjutnya dilakukan analisa dan dibuat peta hidrogeologinya.Hasil yang didapatkan adalah di daerah penelitian terdapat 3(tiga) sistem akuifer,yaitu :sistem akuifer ruang antar butir,sistem akuifer antar butir dan rekahan, dansistem akuifer rekahan.Air tanah, secara umum, mengalir dari bagian Selatan menuju ke arah Utara dengan tinggi muka air tanah berkisar 16,28 – 167,62 meter dari permukaan air laut dengan kedalaman berkisar 0,46 – 11,93 m.Daerah imbuhan terdapat pada puncak hingga lereng bawah Gunung Penanggungan sedangkan daerah lepasan berada disebelah Utara dan juga di bagian tengah-Timur daerah penelitian atau di bagian lereng paling bawah Gunung Penanggungan sampai daerah dataran sepanjang alur sungai utama pada daerah pemetaan.Secara umum,kondisi fisik air tanah yang ada memenuhi persayaratan kualitas air minum.
Mineralisasi Dan Prospeksi Urat Polimetalik (Pb-Zn-Cu-Au) Daerah Bukit Pondok (Bekas Tambang Voc Tahun 1902) Tanah Tidung, Kalimantan Timur Fadlin Fadlin; Adi Candra
Jurnal Ilmu Kebumian Teknologi Mineral (JIK TekMin) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDaerah penelitian merupakan jalur busur magmatik Kalimantan yang berumur paleosen-Tersier Tengah, yang secara regional merupakan jalur metalogenik (Metallogenic Province) sehingga sangat menarik utnuk dilakukan kajian keberadaan potensi logam. Tujuan penelitian yaitu untuk mempelajari karakteristik mineralisasi endapan logam serta akhirnya memberikan informasi kepada pemerintah setempat mengenai endapan logam yang ada di daerah studi, sehingga pemerintah dapat meningkatkan pendapatan daerah, diantaranya dengan mengoptimalkan sumberdaya mineral yang ada. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pemetaan geologi permukaan yang dikonsentrasikan pada pemetaan urat untuk menentukan orientasi serta geometrik urat yang berkembang di daerah penelitian dan juga dilakukan random sampling pada urat maupun batuan samping untuk dilakukan analisis geokimia dengan metode AAS (Fire Assay) di Laboratorium Intertek. Daerah penelitian tersusun oleh satuan tuff klastika yang diterobos oleh intrusi dasit dan andesit. Mineralisasi di daerah ini cukup luas dan sangat intensif, hampir semua dapat ditemukan pada batuan samping. Alterasi hidrotermal pada daerah penelitian dibagi menjadi dua tipe utama meliputi: 1.) argilik alterasi (silika-mineral lempung ”kaolin”) dan 2.) propilitik, sedangkan mineralisasi bijih pada daerah penelitian berupa logam dasar Sfalerit (ZnS), galena (PbS) dan kalkopirit (CuFeS2) yang hadir pada urat quarsa maupun pada batuan samping yang termineralisasi. Urat kuarsa di daerah penelitian ini memiliki ciri-ciri berwarna coklat–putih susu, dengan ketebalan 5–600 cm. Tekstur urat yang berkembang yaitu banded, chalcedonic dan masive cockade breccia. Pola urat kuarsa pada daerah ini relatif berarah barat-timur dengan kedudukan strike berkisar N270°E – N300 dan dip rata-rata > 60o. Hasil analisis geokimia (AAS-Fire Assay) urat kwarsa dan batuan menunjukan kehadiran unsur logam dasar (Pb, Zn dan Cu) serta logam mulia (Au dan Ag) yang cukup menarik terutama pada daerah Bukit Pondok yang pernah dilakukan penambangan oleh Belanda tahun 1902. Kata kunci : Mineralisasi, Polymetallic vein, eksplorasi, logam dasar, Bukit Pondok. ABSTRACTThe research area is one of a trajectories Borneo magmatic arc (Paleocene-Middle tertiary) that is regionally  occupied as Metallogenic Province so that much more fascinating for study of metal occurence. The aim of this reaearch is take up characteristic of mineralization and providing insight for local goverment about the resources of metal that it can be increased a local revenue such as optimalization of existing mineral resources. The method of research based on geological surface mapping in particular vein mapping for determining orientation and geometric of veins that also conducted random sampling in both the veins and wall rock which figure out geochemical characteristics by Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) method at Intertek Laboratory. Litology of research area composed by clastical tuff that intruded by dacite and andesite intrusion. Mineralization in this area is ample and intensely that was found on the wallrock. Hydrothermal alteration can be divided into 1) argillic (silica-clay “kaolin”) and 2) prophylitic meanwhile the ore mineralization was formed by Sphalerite (ZnS), Galena (PbS) and Chalcopyrite (CuFeS2) that have presently in both on quartz veins and wallrock mineralization. Quartz characteristics is brown and pale white, 5-600 cm in thickness. Veins texture are banded, chalcedonic and massive cockade breccia. The pattern of quartz vein is relatively directed east-west with strike N270° E - N300°E and dip >60°. The results of geochemical analysis was pointed out both quartz veins and rocks that are shown elements of basic metals (Pb, Zn and Cu) and precious metals (Au and Ag) particularly at Bukit Pondok area that was mined in 1902 by Dutch. Keywords: mineralization, polymetallic vein, exploration, base metal, Bukit Pondok.
Prediksi Terjadinya Scaling Berdasarkan Analisa Output Curve Pada Sumur Panas Bumi Dewi Asmorowati
Jurnal Ilmu Kebumian Teknologi Mineral (JIK TekMin) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor penting di dalam pengoperasian suatu lapangan panas bumi adalah keberlanjutan produksi dan masalah-masalah yang mempengaruhinya. Masalah-masalah yang sering muncul disuatu lapangan panas bumi adalah scaling, korosi dan problem mekanis. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperkirakan adanya masalah di sekitar lubang sumur hingga permukaan adalah metode analisa deliverability. Analisa dilakukan berdasarkan interpretasi data dan grafik deliverability yang pernah dilakukan oleh Grant. Dalam penelitian ini, data diambil dari 3 sumur yang berbeda dari salah satu lapangan panas bumi di Indonesia. Dari hasil analisa sumur A, B dan C telah mengalami penurunan produksi. Output curve sumur A menunjukkan penurunan produksi sebesar 60-85%, yang disebabkan oleh perpindahan titik flashing. Perpindahan ini terlihat dari peningkatan nilai dryness dari 7-14% di tahun 1997 menjadi 13-15% di tahun 2010. Pada sumur B penurunan produksi yang terjadi sekitar 50%, yang disebabkan oleh penurunan tekanan reservoir. Penurunan tekanan reservoir terlihat dari penurunan tekanan pada feed zone yaitu 27 bar di tahun 1997 menjadi 20 bar di tahun 2010.  Sumur C juga menunjukkan penurunan produksi sebesar 29% yang disebabkan oleh pergerakan titik flashing.
Analisis “Alteration Box Plot” Terhadap Batuan Vulkanik Terubah, Studi Kasus Batuan Vulkanik Binangun, Jawa Timur DF Yudiantoro; Arif Rianto; Luvisola Agie; David Agus; Isao Takhasima
Jurnal Ilmu Kebumian Teknologi Mineral (JIK TekMin) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian merupakan bagian dari Pegunungan Selatan Jawa Timur, sekaligus merupakan bagian dari jalur magmatisme Oligosen Akhir hingga Miosen Awal di Pulau Jawa. Batuan yang menyusun wilayah ini adalah batuan vulkanik sedimenter yang tersingkap cukup luas dan diterobos oleh beberapa intrusi. Pada umumnya batuan vulkanik tersebut telah banyak mengalami alterasi, sehingga sulit dikenali jenis batuan dan tatanan tektoniknya. Untuk itu perlu dilakukan analisis alteration box plot. Metodologi analitik yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis petrografi, analisis XRF (X-Ray Fluorescence), serta dilakukan pengolahan data dengan menggunakan analisis “alteration box plot”. Sampel batuan yang dianalisis menunjukkan jenis basalt, andesit dan riolit. Mineral plagioklas, piroksen, mineral opaq dan gelas vulkanik hadir secara umum pada basalt, andesit dan riolit.  Sedangkan hornblende dan K-felspar hadir pada riolit. Beberapa mineral primer menunjukkan telah mengalami ubahan hidrotermal menjadi klorit, kalsit, kuarsa, dan mineral lempung. Kehadiran mineral tersebut mempengaruhi komposisi unsur utama batuan. Hasil analisis geokimia menunjukkan, bahwa himpunan batuan vulkanik daerah penelitian merupakan produk aktivitas magmatisme busur kepulauan yang berafinitas tholeitik dan transisi antara tholeitik dan kalk-alkali.
PEMODELAN 3D RESISTIVITAS BATUAN ANDESIT DAERAH SANGON, KAB. KULONPROGO, PROVINSI DIY Wrego Seno Giamboro; Wahyu Hidayat
Jurnal Ilmu Kebumian Teknologi Mineral (JIK TekMin) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemodelan 3 Dimensi (3D) batuan andesit telah dilakukan pada Daerah Sangon, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan menggunakan Metode Geolistrik. Penelitian ini menggunakan 5 (lima) lintasan geolistrik dengan panjang lintasan 290 m yang berorientasi Tenggara - Baratlaut. Model inversi resistivitas batuan dihasilkan dari Konfigurasi Dipole-Dipole yang memiliki akurasi yang baik untuk analisa struktur - struktur vertikal. Pemodelan 3D dihasilkan dari korelasi model 2 Dimensi (2D) resistivitas batuan yang mampu memberikan solid model sebaran batuan andesit. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa batuan andesit memiliki nilai resistivitas yang tinggi (>450 ohm.m) dengan kedalaman yang bervariasi antara 0-40 meter. Berdasarkan pemodelan 3D, diketahui bahwa batuan andesit tersebar hampir di seluruh daerah penelitian.

Page 1 of 1 | Total Record : 5