Wahyu Hidayat
Geophysical Engineering Study Program, Faculty Of Technology Mineral, UPN Veteran Yogyakarta, 55283, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMODELAN 3D RESISTIVITAS BATUAN ANDESIT DAERAH SANGON, KAB. KULONPROGO, PROVINSI DIY Wrego Seno Giamboro; Wahyu Hidayat
Jurnal Ilmu Kebumian Teknologi Mineral (JIK TekMin) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemodelan 3 Dimensi (3D) batuan andesit telah dilakukan pada Daerah Sangon, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan menggunakan Metode Geolistrik. Penelitian ini menggunakan 5 (lima) lintasan geolistrik dengan panjang lintasan 290 m yang berorientasi Tenggara - Baratlaut. Model inversi resistivitas batuan dihasilkan dari Konfigurasi Dipole-Dipole yang memiliki akurasi yang baik untuk analisa struktur - struktur vertikal. Pemodelan 3D dihasilkan dari korelasi model 2 Dimensi (2D) resistivitas batuan yang mampu memberikan solid model sebaran batuan andesit. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa batuan andesit memiliki nilai resistivitas yang tinggi (>450 ohm.m) dengan kedalaman yang bervariasi antara 0-40 meter. Berdasarkan pemodelan 3D, diketahui bahwa batuan andesit tersebar hampir di seluruh daerah penelitian.
Analisis Continuous Wavelet Transform (CWT) Anomali Residual Medan Gravitasi Di Situs Geologi Karangsambung Kebumen Jawa Tengah Wahyu Hidayat; Wrego Seno Giamboro
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2018): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v2i2.2368

Abstract

Gravity method is a passive geophysical method that provides information on the distribution of rock density below the surface. The gravity method has a weakness at the level of ambiguity in determining the depth of the anomaly. This study aims to determine the depth of the anomaly using Continuous Wavelet Transform (CWT) analysis to overcome the value of ambiguity, so that the results obtained have a high degree of accuracy. The research method is data survey / acquisition and data analysis. This research was conducted in Karangsambung Kebumen, Central Java with the acquisition of gravitational data as many as 56 measurement points. The results of data acquisition then analyzed included reading to mGal, tool height correction, drift, tides, latitude, free air correction, Bouguer correction, and field correction. The results of this correction obtained Complete Bouguer Anomalies (ABL) values which were then reduced to flat fields and regional-residual anomaly filters. The next step is CWT analysis by making incisions on residual anomaly maps. The results showed that the source of the anomaly was between ± 39.2 - 122.9 meters.
Analisis Continuous Wavelet Transform (CWT) Anomali Residual Medan Gravitasi Di Situs Geologi Karangsambung Kebumen Jawa Tengah Wahyu Hidayat; Wrego Seno Giamboro
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2018): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v2i2.2368

Abstract

Gravity method is a passive geophysical method that provides information on the distribution of rock density below the surface. The gravity method has a weakness at the level of ambiguity in determining the depth of the anomaly. This study aims to determine the depth of the anomaly using Continuous Wavelet Transform (CWT) analysis to overcome the value of ambiguity, so that the results obtained have a high degree of accuracy. The research method is data survey / acquisition and data analysis. This research was conducted in Karangsambung Kebumen, Central Java with the acquisition of gravitational data as many as 56 measurement points. The results of data acquisition then analyzed included reading to mGal, tool height correction, drift, tides, latitude, free air correction, Bouguer correction, and field correction. The results of this correction obtained Complete Bouguer Anomalies (ABL) values which were then reduced to flat fields and regional-residual anomaly filters. The next step is CWT analysis by making incisions on residual anomaly maps. The results showed that the source of the anomaly was between ± 39.2 - 122.9 meters.
Studi relokasi gempamikro menggunakan teknik double-difference Wahyu Hidayat
Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jtf.2021.4.2.4727

Abstract

Penentuan lokasi merupakan kegiatan pertama dan utama dalam bidang seismologi. Penentuan lokasi hiposenter yang akurat dan presissi dibutuhkan untuk meminimalisi potensi seismic hazard. Pada tambang bawah tanah event – event gempa umumnya terjadi di bukaan tambang, hal ini diakibatkan oleh kompensasi massa yang diambil yang mengakibatkan munculnya stress. Akumulasi stress yang tinggi mengakibatkan terjadinya event gempa mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan relokasi hiposenter yang akurat pada tambang bawah tanah. Data yang digunakan adalah katalog gempa selama 2 bulan dari area tambang bawah tanah di daerah Jawa Timur. Jumlah event gempa sebanyak 1783 dengan magnitude gempamikro dari -1.3 sampai dengan 1.5 Mw. Untuk mendapatkan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi terutama dalam penentuan lokasi serta kedalaman dalam penentuan hiposenter digunakan teknik Double - Difference (DD). Hasil relokasi gempamikro menunjukan dari 1783 event terelokasi 1765 dengan total phase mencapai 2994. Fase gelombang P terseleksi pasangan sebanyak 49910 dari 57991 (86%), sedangkan untuk fase gelombang S terseleksi pasangan sebanyak 24943 dari 28752 (86%). Pergeseran gempamikro sebelum dan setelah direlokasi menyebar ke segala arah dengan arah dominan berarah NE – SW. Nilai pergeseran gempamikro sebelum dan setelah direlokasi berkisar dari 0.01meter sampai dengan 13 meter
A REVIEW ON QUANTIFICATION OF ROCK MASS DAMAGE AS CRITICAL CONSIDERATION IN STABILITY ANALYSIS Sari Melati; Ridho K. Wattimena; David P. Sahara; Ganda M. Simangunsong; Wahyu Hidayat
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penggalian struktur berukuran besar semakin meningkat, untuk proyek penambangan, bendungan, jalan, dan proyek lainnya. Kerusakan massa batuan sekitar akibat penggalian harus dikuantifikasi dan dipertimbangkan dalam analisis kestabilan struktur. Penelaahan dilakukan terhadap sejumlah referensi primer yang membahas mengenai atau berkaitan dengan kuantifikasi kerusakan massa batuan. Hasil telaahan berupa rangkuman definisi dan faktor penyebab, parameter, serta metode kuantifikasi kerusakan massa batuan. Kerusakan mengacu pada penurunan kualitas akibat pertambahan kekar atau berkurangnya kekuatan massa batuan. Kerusakan ini terjadi dalam daerah pengaruh tertentu dan mengubah sifat mekanik massa batuan. Tingkat kerusakan dinyatakan sebagai perbandingan penurunan paramater kualitas massa batuan setelah penggalian dengan kondisi awal. Kuantifikasi telah dilakukan terhadap lereng dan terowongan tambang maupun proyek lain menggunakan berbagai metode: solusi matematis, monitoring, pengujian di laboratorium, studi numerik, dan atau metode gabungan. Akurasi kuantifikasi tingkat kerusakan massa batuan di sekitar penggalian sangat bergantung pada ketepatan dalam menentukan perubahan propertis kualitas massa batuan aktual. Oleh karena itu diperlukan metode pemantauan yang mampu mencakup area massa batuan terganggu sehingga kondisi kerusakan dapat teridentifikasi dengan tepat.