cover
Contact Name
Ni Putu Diantariani
Contact Email
jurnalkimia@unud.ac.id
Phone
+628123640424
Journal Mail Official
jurnalkimia@unud.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Jimbaran, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 19079850     EISSN : 25992740     DOI : 10.24843/JCHEM
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) publishes papers on all aspects of fundamental and applied chemistry. The journal is naturally broad in scope, welcomes submissions from across a range of disciplines, and reports both theoretical and experimental studies.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 11. No. 1 Januari 2017" : 16 Documents clear
FOTODEGRADASI ZAT WARNA REMAZOL BRILLIANT BLUE DENGAN BENTONIT TERIMPREGNASI Fe2O3 Made Arie Kusuma Dewi; Iryanti Eka Suprihatin; James - Sibarani
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 11. No. 1 Januari 2017
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.433 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2017.v11.i01.p13

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai fotodegradasi zat warna remazol brilliant blue dengan fotokatalis Fe2O3-bentonit dan sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi katalis optimum, pH optimum larutan, waktu penyinaran optimum dengan sinar UV, dan efektivitas fotodegradasi zat warna remazol brilliant blue. Penentuan kondisi optimum fotodegradasi remazol brilliant blue dilakukan dengan variasi konsentrasi komposit Fe2O3-bentonit sebesar 50-300 mg untuk 25 mL larutan (b/v). Variasi pH larutan yang diteliti sebesar 4,0-10,0 dan variasi waktu penyinaran selama 1-6 jam. Efektivitas proses fotodegradasi ditentukan dengan memvariasikan konsentrasi larutan yaitu 50-500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum proses fotodegradasi remazol brilliant blue memerlukan 8 g/L fotokatalis Fe2O3-bentonit, pH larutan 6, dan waktu penyinaran dengan sinar UV selama 3 jam. Fotokatalis Fe2O3-bentonit pada kondisi optimumnya efektif untuk mendegradasi larutan remazol brilliant blue pada konsentrasi rendah
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT KAOLIN-Cr2O3 SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI FOTOKATALIS DALAM MENDEGRADASI ZAT WARNA REMAZOL BRILLIANT ORANGE Ni Luh Eka Anggarayanti; I Nengah Simpen; Ni Gusti Ayu Made Dwi Adhi Suastuti
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 11. No. 1 Januari 2017
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.33 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2017.v11.i01.p04

Abstract

Komposit kaolin-Cr2O3 telah disintesis dan dikarakterisasi luas permukaan spesifik secara metode adsorpsi biru metilen, kristalinitas dan ukuran kristal secara X-RD dan gugus fungsi menggunakan FT-IR. Luas permukaan spesifik kaolin-Cr2O3 mengalami peningkatan sebesar 1,9822 m2/g dibandingkan dengan kaolin. Hasil X-RD diperoleh 2? spesifik dari Cr2O3 pada kaolin-Cr2O3 dengan pergeseran puncak  2? = 35,960 dan 41,900. Ukuran kristal kaolin dan kaolin-Cr2O3 dihitung menggunakan persamaan Scherrer dan dihasilkan ukuran kristal berturut-turut 32,63 nm dan 29,33 nm. Spektra inframerah menunjukkan adanya gugus spesifik dari Cr2O3 pada bilangan gelombang 653,87 cm-1 dan 613,36 cm-1. Kondisi optimum fotodegradasi zat warna remazol brilliant orange oleh 0,5 gram komposit kaolin-Cr2O3 terjadi pada menit ke-50 dengan konsentrasi zat warna 50 ppm dan persentase degradasi zat warna remazol brilliant orange 81,49 ± 0,57% lebih besar dibandingkan degradasi oleh Cr2O3 (11,97 ± 2,58%).
KANDUNGAN LOGAM Pb DAN Cu TOTAL DALAM AIR, IKAN, DAN SEDIMEN DI KAWASAN PANTAI SERANGAN SERTA BIOAVAILABILITASNYA I Gusti Ngurah Raka Aryawan; Emmy - Sahara; Iryanti Eka Suprihatin
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 11. No. 1 Januari 2017
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.362 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2017.v11.i01.p09

Abstract

Dalam paper ini dibahas mengenai kandungan logam berat Pb dan Cu dalam air laut, ikan, dan sedimen di kawasan Pantai Serangan beserta bioavailabilitasnya.Tujuan penelitian ini untuk menentukan konsentrasi kedua logam pada berbagai sampel dan melakukan spesiasi terhadap kedua logam tersebut dengan teknik ekstraksi bertahap sehingga bioavailabilitasnya dapat ditentukan. Destruksi untuk penentuan logam Pb dan Cu total dalam ikan dan sedimen dilakukan dengan menggunakan campuran pelarut H2SO4 dan HNO3 untuk ikan dan aqua regia untuk sedimen, sedangkan ekstraksi bertahap dilakukan dengan mengikuti 4 tahap ekstraksi dengan berbagai pelarut. Konsentrasi Pb dan Cu total dalam air laut di kawasan Pantai Serangan adalah berturut-turut sebesar 0,0389 ± 0,02 mg/L dan 0,0017±0,00 mg/L, dalam ikan sebesar 2,4248±1,11 mg/kg dan 1,5514±0,06 mg/kg dan dalam sedimen sebesar 32,3011 ± 3,02 mg/kg dan 9,1232±1,62 mg/kg. Hasil spesiasi untuk logam Pb dan Cu dalam sedimen berturut-turut sebagai berikut: fraksi EFLE sebesar 6,20% dan 1,55%; fraksi Fe/Mn oksida sebesar 12,03% dan 1,01%; fraksi organik sulfida sebesar 31,77% dan 20,04%  serta fraksi resistant sebesar 50,00% dan 77,40%. Dengan demikian maka fraksi bioavailabel dalam sedimen untuk Pb dan Cu adalah berturut-turut sebesar 50,00% dan 22,60% sedangkan fraksi resistant nya sebesar 50,00% dan 77,40%
PENGARUH EKSTRAKSI TERHADAP EFEKTIVITAS SERBUK BIJI SEMANGKA (CURCUBITACEAE) DAN SERBUK BIJI ASEM (FABACEAE) SEBAGAI KOAGULAN ALAMI PENGGANTI TAWAS - Yunita; Anak Agung Istri Agung Mayun Laksmiwati; Ni Komang Ariati
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 11. No. 1 Januari 2017
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.344 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2017.v11.i01.p14

Abstract

Koagulan alami adalah koagulan yang berasal dari tanaman biji yang mengandung protein polikationik sehingga dapat menetralisir partikel muatan dalam rantai koloid. Protein yang larut dalam air akan bermuatan positif, dan memiliki sifat polielektrolit yang sama dengan tawas. Penelitian ini menggunakan serbuk biji asem dan semangka sebagai koagulan alami, dengan membandingkan hasil filtrat per hari yang dimaserasi dengan n-heksan, etanol, tanpa maserasi serta residu hasil maserasi. Pengukuran tingkat kekeruhan dilakukan dengan menggunakan metode jar test. Sedangkan penurunan kekeruhan dilakukan dengan alat turbidimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kekeruhan (NTU) filtrat serbuk biji asem yang dimaserasi n-heksan terbaik di hari keenam dan yang dimaserasi etanol terbaik di hari pertama dengan NTU berurutan 72,16% dan 82,16%, sedangkan yang tanpa maserasi NTUnya 60,00%. Pada filtrat serbuk biji semangka yang dimaserasi n-heksan terbaik di hari ketiga dan yang dimaserasi etanol terbaik di hari kelima dengan NTU 69,75% dan 65,50%, sedangkan yang tanpa maserasi NTUnya 52,50%. Nilai tingkat kekeruhan dari residu serbuk biji asem yang dimaserasi dengan n-heksan dan etanol berturut-turut 70,16% dan 62,00%, sedangkan NTU dari residu biji semangka yang dimaserasi dengan n-heksan dan etanol menunjukkan hasil yang sama yaitu 60,00%. Dari hasil penelitian dapat dikatakan bahwa filtrat dari serbuk biji asem yang dimaserasi etanol paling baik sebagai koagulan alami pengganti tawas, dibandingkan filtrat serbuk biji semangka dan residunya.
KARAKTERISTIK DAN KAPASITAS BIOSORBEN KULIT JERUK SIAM LUMAJANG (Citrus nobilis Tan.) TERAKTIVASI H2SO4 DALAM MENURUNKAN KADAR Ca DAN Mg DALAM AIR Anak Agung Gede Agung Satrya Dwipayana; I Wayan Sudiarta; I Wayan Budiarsa Suyasa
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 11. No. 1 Januari 2017
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.572 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2017.v11.i01.p05

Abstract

Kulit jeruk merupakan salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai biosorben. Biosorben kulit jeruk ini dapat digunakan untuk menurunkan kadar logam Ca dan Mg dalam air. Aktivasi biosorben dari kulit jeruk telah dilakukan dengan mencampur serbuk kulit jeruk dengan H2SO4 3% dengan perbandingan H2SO4 terhadap serbuk kulit jeruk sebesar 15 mL : 1 g. Kulit jeruk teraktivasi H2SO4 dianalisis luas permukaannya dengan metode metilen biru. Penentuan waktu setimbang biosorben kulit jeruk terhadap logam Ca dan Mg dilakukan dengan variasi waktu 5, 10, 15 dan 20 menit. Variasi waktu yang didapatkan digunakan untuk menentukan isoterm adsorpsi dari biosorben kulit jeruk teraktivasi dengan variasi konsentrasi 50, 75, 100, dan 125 ppm. Kapasitas adsorpsi dari adsorben kulit jeruk teraktivasi dapat diketahui dari perhitungan nilai b pada persamaan isoterm adsorpsi Lamgmuir dan nilai log K pada persamaan isoterm adsorpsi Freundlich. Hasil dari penentuan luas permukaan biosorben kulit jeruk teraktivasi adalah 32,01 m2/g. Pada penentuan waktu setimbang adsorpsi didapatkan hasil waktu terbaik untuk penyerapan logam Ca yaitu 20 menit dimana penyerapannya sebesar 9,83 mg/g dan waktu terbaik untuk penyerapan logam Mg adalah 5 menit dengan penyerapan sebesar 8,29 mg/g. Pada tahap penentuan isoterm adsorpsi biosorben kuit jeruk teraktivasi didapatkan hasil bahwa penyerapan logam Ca dan Mg lebih dominan mengikuti pola isoterm adsorpsi Freundlich, hal ini dikarenakan nilai R2 untuk persamaan Freundlich pada masing-masing logam Ca dan Mg yaitu 0,8622 dan 0,9989 lebih besar dibandingkan nilai R2 pada persamaan Langmuir yaitu 0,6541 dan 0,9864. Nilai kapasitas adsorpsi dari biosorben kulit jeruk terhadap masing-masing logam yaitu untuk logam Ca sebesar 0,16 mg/g dan untuk logam Mg sebesar 1,90 mg/g.
KANDUNGAN KIMIA MINYAK ATSIRI DARI KULIT BUAH JERUK BALI (Citrus maxima) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Komang Ardipa Saputra; Ni Made Puspawati; I Wayan Suirta
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 11. No. 1 Januari 2017
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.247 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2017.v11.i01.p10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri minyak atsiri kulit buah jeruk Bali (Citrus maxima) dan  mengidentifikasi komposisi senyawanya. Minyak atsiri kulit buah jeruk Bali diekstraksi menggunakan metode destilasi uap dan komposisi senyawanya diidentifikasi menggunakan KG-MS ( Kromatografi Gas –Spektrometer Massa). Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar terhadap bakteri Escherichia coli (E.coli ) dan  Staphylococcus aureus (S.aureus). Minyak atsiri yang diperoleh dari ekstraksi kulit buah jeruk Bali berwarna bening, memiliki bau khas seperti jeruk dengan rendemen 0,14 %. Hasil uji aktivitas menunjukkan minyak atsiri kulit buah Jeruk Bali dapat menghambat pertumbuhan bakteri  E.coli dan S.aureus. Pada konsentrasi 50, 75, dan 100 ppm minyak atsiri tersebut memberikan daya hambat yang kuat terhadap E.coli dengan diameter hambat berturut-turut, 11, 14, dan 17mm. Namun aktivitas antibakterinya terhadap  S.aureus pada 50 ppm tergolong sedang dengan daya hambat 9 mm, dan aktivitas yang kuat ditunjukkan pada konsentrasi 75 dan 100 ppm dengan daya hambat berturut-turut 11 mm dan 14 mm. Hasil analisis spektra KG-MS menunjukkan minyak atsiri kulit buah Jeruk Bali mengandung lima senyawa yang teridentifikasi sebagai senyawa ?-pinen, mirsen, limonen, germakren dan ?-asaron

Page 2 of 2 | Total Record : 16