cover
Contact Name
Rifky Ananda
Contact Email
fkg@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentino.ulm@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi
ISSN : 23375310     EISSN : 25274937     DOI : 10.20527
Core Subject : Health,
Dentino [P-ISSN 2337-5310 | E-ISSN 2527-4937] is the journal contains research articles and review of the literature on dentistry which is managed by the Faculty of Dentistry, Lambung Mangkurat University. Dentino published twice a year, every March and September.
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 43 Documents clear
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PEMBENTUKAN STAIN (NODA GIGI) PADA PASIEN DI POLI GIGI RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA Enny Khalisa; Rosihan Adhani; Syamsul Arifin
Dentino : Jurnal Kedokteran Gigi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v1i1.416

Abstract

ABSTRACT Background: Stain (teeth stain) is pigmented deposit on teeth surface. Stain is an esthetic problem for some people. Stain affected by some factors, one of them is smoking. Purpose: The purpose of this research is to identify the relation between smoking habit (smoking duration, cigarettes type, and cigarettes smoked per day) with formation of stain. Methods: Type of this research was observational analytic with cross sectional design. The method used was interview about smoking duration, cigarettes type, number of cigarettes smoked per day and clinical examination to look the presence of stain in teeth surface on 30 male smokers patients in dental clinic RSUD Ratu Zalecha Martapura. Results: The results presented 23 respondents (76,7%) from 30 respondents had stain formation. There was no relation between smoking duration with stain formation where p value on statistic test of kolmogorov-smirnov was 0,992 (>0,05). There was no relation between cigarettes type with stain formation where p value on statistic test of fisher was 0,071 (p>0,05). There was no relation between number of cigarettes smoked per day with stain formation where p value on statistics test of kolmogorov-smirnov was 0,652 (p>0,05). ABSTRAK Latar Belakang: Stain (noda gigi) adalah deposit berpigmen pada permukaan gigi. Stain merupakan masalah estetik bagi sebagian orang. Stain dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah merokok. Tujuan: Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok (lama merokok, jenis rokok, dan rokok yang dihisap per hari) dengan pembentukan stain. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan desain cross sectional. Metode yang dilakukan adalah wawancara mengenai lama merokok, jenis rokok, dan jumlah rokok yang hisap per hari serta pemeriksaan klinis untuk melihat ada atau tidak pembentukan stain di permukaan gigi pada 30 pasien laki-laki perokok di poli gigi RSUD Ratu Zalecha Martapura. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat 23 responden (76,7%) yang memiliki pembentukan stain dari 30 responden. Tidak terdapat hubungan antara lama merokok dengan pembentukan stain, dimana nilai p pada uji statistik dengan mengunakan kolmogorov-smirnov adalah 0,992 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara jenis rokok dengan pembentukan stain, dimana nilai p pada uji statstik dengan mengunakan fisher adalah 0,071 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara jumlah rokok yang dihisap per hari dengan pembentukan stain, dimana nilai p pada uji statstik dengan mengunakan kolmogorovsmirnov adalah 0,653 (p>0,05).
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI PENDEK (STUNTING) DENGAN TINGKAT KARIES GIGI Tinjauan pada Siswa-siswi Taman Kanak-kanak di Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Tahun 2014 Taupiek Rahman; Rosihan Adhani; Triawanti Triawanti
Dentino : Jurnal Kedokteran Gigi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v1i1.427

Abstract

ABSTRACT Background: Stunting or stunted nutritional status is a form of malnutrition according to WHO 2005 reference of standard deviation. Stunting can be assessed by measuring the value of height to age, characterized by stunted height growth. Caries is a tooth disease which starts with initial demineralization process. Stunting can increase the risk of caries because it also impairs functions of saliva as buffer, cleanser, anti-solvent, and oral anti bacterial substance. Purpose: This study in kindergarten children at Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar aimed to assess the relationship between stunted nutritional status (stunting) and number of caries. Methods: This study used an analytic observational with cross sectional approach. Samples were chosen using purposive sampling, amounted to 60 children and divided into two groups (30 children per group) of stunted nutritional status group and normal nutritional status group as comparison. Results: Caries index observation resulted in the value of 8,23 for stunted nutritional status group, which is higher than normal nutritional status group’s 3,3. Chi-square statistic analysis with confidence interval of 95% presented p value = 0,000 (p < 0,05) and indicated that there was a significant difference of caries index between stunted nutritional status group and normal nutritional status group. Conclusion: It can be concluded that there was a significant relation between stunted nutritional status (stunting) and number of caries in kindergarten children at Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Keywords: stunting, caries, salivaABSTRAK Latar Belakang: Stunting atau status gizi pendek adalah salah satu bentuk gizi kurang yang diukur berdasarkan standar deviasi referensi WHO tahun 2005. Stunting dapat dikukur dengan indikator pengukuran tinggi badan terhadap umur TB/U yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan yang terhambat. Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang diawali proses demineralisasi. Stunting dapat meningkatkan resiko terjadinya karies karena berkurangnya fungsi saliva sebagai sebagai buffer, pembersih, anti pelarut, dan antibakteri rongga mulut. Tujuan: Penelitian pada siswa-siswi taman kanak-kanak di Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi pendek (stunting) dengan tingkat karies gigi. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan (cross-sectional). Sampel dipilih secara Porposive Sampling sebanyak 60 orang, masing-masing 30 orang pada kelompok gizi stunting dan gizi normal sebagai pembanding. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian indeks karies pada kelompok anak gizi stunting 8,23, lebih tinggi daripada kelompok anak gizi normal 3,3. Analisis uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yaitu terdapat perbedaan bermakna antara indeks karies gigi pada anak dengan status gizi stunting dengan anak status gizi normal. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi pendek (stunting) dengan tingkat karies gigi pada siswa-siswi taman kanak-kanak di Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Kata-kata kunci: stunting, karies gigi, saliva
GAMBARAN KONTRAKSI DISTRAKSI PADA LENGKUNG GIGI DAN LENGKUNG BASAL SECARA METODE HOWES Chairunnisa Chairunnisa; Diana Wibowo; Zairin Noor Helmi
Dentino : Jurnal Kedokteran Gigi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v1i1.422

Abstract

ABSTRACK Background: Teeth crowding is commonly caused by difference between tooth size and jaw size. One of the methods to analyze it is by using Howes method to assess whether apical base is fit to hold the teeth or not and also as determinant of treatment planning, whether patient is to be treated by extraction or expa nsion. Purpose : The purpose of this study is to describe dental and basal arch contraction distraction using Howes method, mean dental arch length and mean basal arch width of orthodontic patients at RSGM Gusti Hasan Aman. Method : The method was descriptive study with cross sectional approach. Samples were chosen using total sampling. Samples were 48 maxillary of orthodontic patients at RSGM Gusti Hasan Aman during September 2013-Juni 2014 fitted to inclusion and exclusion criteria previously set; consisted of 16 maxillary impressions of male subjects and 32 maxillary impressions of female subjects. Result : Result of this study presented mean maxillary Total Tooth Material (TTM) as 92.39 mm. Maxillary contraction distraction cases were 0 distraction case, 44 questionable cases, and 4 contraction cases. Conclusion : Based on the research has been conducted could be concluded that many patient were questionable cases. ABSTRAK Latar Belakang : Gigi berdesakan biasanya disebabkan perbedaan ukuran gigi dan ukuran rahang. Salah satu cara menganalisisnya menggunakan metode Howes yang bertujuan mengetahui cukup atau tidak basis apikal memuat gigi serta sebagai penentu rencana perawatan, pasien membutuhkan perawatan ekstraksi atau ekspansi. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kontraksi distraksi lengkung gigi dan lebar lengkung basal secara metode Howes, rerata panjang lengkung gigi dan rerata lebar lengkung basal pasien klinik ortodonti di RSGM Gusti Hasan Aman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode: Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara total sampling. Sampel penelitian ini 48 hasil cetakan maksila pasien klinik ortodonti RSGM Gusti Hasan Aman Periode September 2013-Juni 2014 sesuai kriteria inklusi dan ekslusi, diperoleh 16 hasil cetakan maksila laki-laki serta 32 hasil cetakan maksila perempuan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rerata Total Tooth Material (TTM) maksila 92.39 mm. Kasus kontraksi distraksi maksila yaitu 0 kasus distraksi, 44 kasus meragukan dan 4 kasus kontraksi. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa banyak pasien yang mengalami kasus meragukan.