EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Articles
24 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2015)"
:
24 Documents
clear
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Kombinasi Tipe Think Pair Share dan Course Review Horray pada Siswa Kelas XI IPS SMAN 1 Simpang Empat Tahun Pelajaran 2013/2014
Julaika, Yatin
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
. Penerapan model pembelajaran kooperatif kombinasi tipe think pair sharedan course review horray dimaksudkan agar  siswa berfikir tentang bekerjasama berpasangan dan berbagi di kelompok atau di kelasnya. Untuk pemahaman materi direview melalui penyelesaian soal, jikabenar siswa berteriak horray. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif kombinasi tipe think pair share dan course review horray dapat meningkatkan hasil belajar matematika dan aktifitas siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Simpang Empat dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan 2 siklus (10 x 45 menit). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif rata â rata dan prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif kombinasi tipe think pair share dan course review horray dapat meningkatkan hasil belajar matematika dan aktifitas siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Simpang Empat. Dari rerata hasil belajar 72,14 meningkat menjadi 80,41 dan ketuntasan klasikalnya dari 65,52 % meningkat menjadi 79,31 % , dan aktifitas siswa meningkat dari 79,68 menjadi 92,71                                                                                                                        Kata Kunci : think pair share, course review horray
Pengaruh Model Creative Problem Solving (CPS) dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
Fuadi Rahman, Akmil;
Maslianti, Maslianti
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
. Pembelajaran matematika di kelas masih banyak yang menekankan pemahaman siswa tanpa melibatkan kemampuan berpikir kreatif. Siswa tidak diberi kesempatan menemukan jawaban ataupun cara yang berbeda dari yang sudah diajarkan guru, sehingga siswa tidak bisa berkreasi untuk menemukan jawaban dengan caranya sendiri. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menerapkan model CPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahhui: (1) aktivitas belajar siswa kelas VIII dengan menggunakan model pembelajaran CPS pada SMPN 23 Banjarmasin, dan (2) ada tidaknya pengaruh model CPS dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kreatif  pada siswa kelas VIII SMPN 23 Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen dengan randomized posttest-only control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negri 23 Banjarmasin, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dan di dapat kelas VIII D sebagai kelas esperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen pembelajaran dilakukan dengan dengan menggunakan model CPS sedangkan kelas kontrol di lakukan pembelajaran dengan menggunakan model PBL.Data yang diperoleh menggunakan statistik berupa uji normal, uji homogeny, uji t dan Uji u. hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas siswa selama proses belajar dengan menggunakan model CPS berada pada kriteria baik, (2) kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas eksperimen menggunakan model CPS lebih tinggi dari pada kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas kontrol dengan menggunakan model PBL, sehingga dapat dikatakan bahwa model CPS memberi pengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif pada siswa. Kata kunci: model CPS, PBL, kemampuan berpikir kreatif pada siswa
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair and Share terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama
Iskandar Zulkarnain;
Soraya Djamilah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v3i1.635
Kemampuan pemahaman matematis merupakan salah satu kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi yang menyokong kemampuan pemecahan masalah. Namun saat ini permasalahan yang dihadapi adalah siswa masih merasa kesulitan memahami materi akibat kurang optimalnya kemampuan berpikir siswa. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa adalah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membandingkan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 15. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh kelas VIII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII F sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen pembelajaran dilakukan menggunakan pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS, sedangkan kelas kontrol menggunakan pendekatan saintifik. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas kontrol yang menggunakan pendekatan saintifik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendekatan saintifik dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa sekolah menengah pertama. Kata kunci: pendekatan saintifik, think pair share, kemampuan pemahaman matematis
Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Memeriksa Berpasangan (Pair Checks)
Sutarto Hadi;
Maidatina Umi Kasum
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v3i1.630
Matematika merupakan pelajaran yang memerlukan pemusatan pemikiran untuk mengingat dan mengenal kembali materi yang dipelajari. Namun pada kenyataannya, salah satu masalah pokok dalam pembelajaran matematika adalah masih rendahnya pemahaman konsep matematika. Hal ini disebabkan karena sejauh ini paradigma pembelajaran matematika di sekolah masih didominasi oleh paradigma pembelajaran konvensional. Salah satu cara mengatasi hal ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Memeriksa Berpasangan (Pair Checks), karena model ini memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan pasangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks, (2) pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematika yang signifikan antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dan siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Martapura. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berada pada kualifikasi amat baik, pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi baik, dan terdapat perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematika yang signifikan antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dan siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional. Kata kunci:model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep
Peningkatan Hasil Belajar Materi Anuitas dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD pada Kelas XI Akutansi 1 SMK Negeri 1 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut
Rukiyanto Rukiyanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v3i1.625
Rendahnya kemampuan siswa kelas XI Akutansi 1 SMK Negeri Pelaihari pada materi Anuitas terutama disebabkan model pembelajaran yang terpusat pada guru, sehingga siswa tidak terlibat secara aktif. Untuk mengatasi masalah itu diperlukan suatu model pembelajaran yang memungkinkan siswa terlibat secara aktif. Salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI Akutansi 1 dan untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam mempelajari materi Anuitas melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD di SMK Negeri 1 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakkan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Akutansi 1 SMK Negeri 1 Pelaihari. Faktor yang diteliti adalah aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar. Data tentang aktivitas guru dikumpulkan melalui lembar observasi dianalisis dengan mengunakan skala ordinal sedangkan data tentang aktivitas siswa dan hasil belajar dengan teknik persentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Akutansi 1 SMKN 1 Pelaihari pada materi anuitas ditandai dengan adanya peningkatan pencapaian rata-rata nilai ketuntasan siswa secara klasikal dari 54,63% pada siklus I menjadi 85,52% pada siklus II, dan (2) aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran kooperatif tipe STAD mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 2,89 atau dengan kategori baik pada siklus I menjadi nilai rata-rata 3,59 atau dengan kategori sangat baik pada siklus II. Demikian juga aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran meningkat dari 74,73% atau dengan kategori baik pada siklus I menjadi 94,89% atau dengan kategori sangat baik pada siklus II Kata Kunci : Pemebelajaran Kooperatif, STAD, Hasil Belajar Siswa
Pengaruh Model Creative Problem Solving (CPS) dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
Akmil Fuadi Rahman;
Maslianti Maslianti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v3i1.631
. Pembelajaran matematika di kelas masih banyak yang menekankan pemahaman siswa tanpa melibatkan kemampuan berpikir kreatif. Siswa tidak diberi kesempatan menemukan jawaban ataupun cara yang berbeda dari yang sudah diajarkan guru, sehingga siswa tidak bisa berkreasi untuk menemukan jawaban dengan caranya sendiri. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menerapkan model CPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahhui: (1) aktivitas belajar siswa kelas VIII dengan menggunakan model pembelajaran CPS pada SMPN 23 Banjarmasin, dan (2) ada tidaknya pengaruh model CPS dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas VIII SMPN 23 Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen dengan randomized posttest-only control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negri 23 Banjarmasin, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dan di dapat kelas VIII D sebagai kelas esperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen pembelajaran dilakukan dengan dengan menggunakan model CPS sedangkan kelas kontrol di lakukan pembelajaran dengan menggunakan model PBL.Data yang diperoleh menggunakan statistik berupa uji normal, uji homogeny, uji t dan Uji u. hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas siswa selama proses belajar dengan menggunakan model CPS berada pada kriteria baik, (2) kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas eksperimen menggunakan model CPS lebih tinggi dari pada kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas kontrol dengan menggunakan model PBL, sehingga dapat dikatakan bahwa model CPS memberi pengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif pada siswa. Kata kunci: model CPS, PBL, kemampuan berpikir kreatif pada siswa
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Kombinasi Tipe Think Pair Share dan Course Review Horray pada Siswa Kelas XI IPS SMAN 1 Simpang Empat Tahun Pelajaran 2013/2014
Yatin Julaika
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v3i1.626
. Penerapan model pembelajaran kooperatif kombinasi tipe think pair sharedan course review horray dimaksudkan agar siswa berfikir tentang bekerjasama berpasangan dan berbagi di kelompok atau di kelasnya. Untuk pemahaman materi direview melalui penyelesaian soal, jikabenar siswa berteriak horray. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif kombinasi tipe think pair share dan course review horray dapat meningkatkan hasil belajar matematika dan aktifitas siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Simpang Empat dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan 2 siklus (10 x 45 menit). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif rata – rata dan prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif kombinasi tipe think pair share dan course review horray dapat meningkatkan hasil belajar matematika dan aktifitas siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Simpang Empat. Dari rerata hasil belajar 72,14 meningkat menjadi 80,41 dan ketuntasan klasikalnya dari 65,52 % meningkat menjadi 79,31 % , dan aktifitas siswa meningkat dari 79,68 menjadi 92,71 Kata Kunci : think pair share, course review horray
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Pemecahan Masalah MAtematika di Kelas VIII SMP
Ati Sukmawati;
Muliana Sari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v3i1.632
Pembelajaran matematika di sekolah tidak hanya memberi tekanan pada keterampilan menghitung dan kemampuan menyelesaikan soal tetapi juga membentuk kemampuan siswa dalam memecahkan masalah baik masalah kehidupan sehari-hari maupun masalah yang berkaitan dengan matematika itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran matematika yang dapat melibatkan siswa secara aktif untuk memecahkan masalah. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu pembelajaran yang mengarahkan siswa pada kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalahdan respon siswa dalam implementasi model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gambut tahun pelajaran 2014-2015. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu mengambil secara acak satu kelas, sehingga diperoleh kelas VIIIG SMP Negeri 1 Gambut sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes dan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistika deskriptif terdiri dari rata-rata,skala Likert dan persentase.Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalamimplementasipembelajaran berbasis masalah berada pada kualifikasi baik.Hal ini juga didukung bahwa dari rata-rata tingkat persetujuan menunjukkan siswa setuju terhadap model pembelajaran berbasis masalah. Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah,pemecahan masalah, respon siswa.
Pembelajaran Geometri dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT)
Siti Mawaddah;
Fenty Ayu Prichasari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v3i1.627
Salah satu masalah pembelajaran yang sering dihadapi siswa adalah masalah pembelajaran matematika, karena hingga saat ini siswa masih menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dipahami dan membosankan sehingga siswa kurang tertarik untuk mempelajarinya serta dapat berdampak pada hasil belajar siswa. Untuk itu diperlukan pembelajaran yang dapat melibatkan semua siswa aktif dalam pembelajaran, dan tidak membosankan yaitu melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran geometri dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 15 Banjarmasin tahun 2013/2014. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random samplingyaitu memilih kelas VII F dan VII G sebagai sampel penelitian karena direkomendasikan oleh pihak sekolah. Dari dua kelas yang terpilih, kemudian secara acak menentukan kelas eksperimen yaitu di kelas VII F dan kelas kontrol yaitu di kelas VII G. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional. Siswa juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran geometri dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Kata kunci: model kooperatif tipe NHT, hasil belajar siswa, respon siswa.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Metode Pemberian Tugas Pekerjaan Rumah Terstruktur dengan Bantuan LKS bagi Siswa Kelas I Program Studi Administrasi Perkantoran di SMKN 1 Pelaihari
Riyanto Riyanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v3i1.624
Pembelajaran yang perlu dikembangkan guru dan diminati siswa pada saat ini adalah pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Sehingga perlu diupayakan suatu model pembelajaran inovatif yang dapat menumbuhkan semangat dan kreativitas siswa serta pembelajaran yang menyenangkan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman bahwa hasil belajar matematika siswa kelas I Program Studi Administrasi Perkantoran di SMKN1 Pelaihari dari tahun ke tahun relatif rendah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat melalui metode pemberian tugas pekerjaan rumah terstruktur dengan bantuan LKS.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam adalah teknik tes dan observasi. Instrumen yang digunakan berupa tes dan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik persentase dan rat-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dengan metode pembelajaran pemberian tugas PR terstruktur dengan bantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa, dan (2) penggunaan lembar kerja untuk membawa siswa agar aktif dalam belajar merupakan langkah yang efektif untuk peningkatan hasil belajar bagi siswa yang mengambil program administrasi perkantoran. Kata kunci : metode pembelajaran, PR terstruktur, LKS