cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 24 Documents clear
Penerapan Model Probing Prompting Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP Danaryanti, Agni; Tanaffasa, Dara
EDU-MAT Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalur pendidikan di sekolah dimulai dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi. Sekolah Menengah Pertama  merupakan pendidikan dasar yang wajib ditempuh siswa. Berdasarkan hasil observasi di kelas VIII B SMP Negeri 15 Banjarmasin, banyak siswa bermasalah pada kemampuan koneksi matematisnya, hal ini dikarenakan kurangnya stimulus yang diberikan guru pada saat kegiatan pembelajaran. Salah satu cara untuk menyadarkan siswa terhadap koneksi matematis dengan memberikan pertanyaan. Untuk itu diterapkan model Probing Prompting Learning yang menuntut siswa menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa kelas VIII B SMP Negeri 15 Banjarmasin dengan model Probing Prompting Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 15 Banjarmasin tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 32 siswa dan objeknya adalah kemampuan koneksi matematis. Penelitian ini terdiri atas dua siklus yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, termasuk di dalamnya kegiatan evaluasi kemampuan koneksi yang dilaksanakan pada akhir setiap siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes evaluasi kemampuan koneksi matematis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rata-rata nilai evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata kemampuan koneksi matematis siswa kelas VIII B SMP Negeri 15 Banjarmasin tahun pelajaran 2015/2016 dari nilai 59,6 pada siklus I menjadi 63,3 pada siklus II dengan model Probing Prompting Learning.
Penerapan Metode Pembelajaran Drill untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII SMP Kusumawati, Elli; Irwanto, Randi Ahmad
EDU-MAT Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang diberikan pada siswa di setiap jenjang pendidikan mulai SD, SMP, SMA, bahkan Perguruan Tinggi. Salah satu aspek yang perlu mendapat sorotan dari pelajaran matematika di sekolah adalah pemecahan masalah (problem solving). Hal tersebut dikarenakan pemecahan masalah merupakan bagian yang sudah terintegrasi dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pembelajaran yang tepat untuk melatih siswa agar terbiasa memecahkan soal-soal pemecahan masalah. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan guru matematika  dan siswa diketahui bahwa rendahnya kemampuan siswa dalam pemecahan masalah disebabkan karena kurangnya intensitas siswa melakukan latihan mengerjakan soal-soal matematika sehingga berdampak kepada hasil belajar siswa. Metode drill adalah salah satu metode pembelajaran yang menekankan pada banyaknya latihan. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penerapan metode pembelajaran drill. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII H SMPN 5 Banjarmasin tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 30 orang. Objek penelitian adalah keseluruhan proses dan hasil pembelajaran matematika dengan menerapkan metode drill untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif yang terdiri dari mean dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kualifikasi persentase rata-rata nilai akhir kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan kualifikasi kurang pada siklus I menjadi kualifikasi baik sekali pada siklus II. Selain itu, juga terjadi peningkatan rata-rata nilai akhir untuk semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa pada Materi SPLDV melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share di Kelas VIII SMP Noor Fajriah; Desnalia Sari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2291

Abstract

Salah satu tujuan mata pelajaran matematika adalah agar siswa mempunyai kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa dan (2) mengetahui aktivitas belajar siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) melalui model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share di kelas VIIID SMP Negeri 19 Banjarmasin tahun pelajaran 2015-2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIID SMP Negeri 19 Banjarmasin tahun pelajaran 2015-2016 yang berjumlah 36 orang dan objek penelitian ini adalah pemahaman konsep matematis siswa per indikator pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel. Pemahaman konsep pada penelitian ini terdiri dari (1) menyatakan ulang sebuah konsep, (2) mengklasifikasi objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya), (3) memberi contoh dan non-contoh dari konsep, (4) menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, (5) mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep, (6) menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu, dan (7) mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I terdiri dari lima pertemuan dan siklus II terdiri dari tiga pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel melalui model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share di kelas VIIID SMP Negeri 19 Banjarmasin tahun pelajaran 2015-2016 meningkat dan aktivitas belajar siswa selama siklus I dan siklus II untuk berdiskusi dengan kelompok termasuk dalam kriteria tinggi, maju ke depan kelas menyampaikan hasil diskusi atau menjawab soal termasuk dalam kriteria rendah, memberikan tanggapan termasuk dalam kriteria tinggi, mengajukan pertanyaan dan membuat kesimpulan termasuk dalam kriteria sangat rendah.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pemahaman Konsep Matematis Siswa Melalui Pemahaman Konsep Matematis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share di Kelas VIII SMP Erina Sri Wahyuningtyas
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2286

Abstract

Salah satu tujuan mata pelajaran matematika adalah agar siswa mempunyai kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.  Rendahnya hasil belajar siswa kelas VIIIE salah satunya dipengaruhi oleh pemahaman konsep siswa, karena pemahaman konsep merupakan aspek yang penting dalam hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa dan mengetahui aktivitas siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel melalui model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share di kelas VIIIE SMP Negeri 19 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2015-2016.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIE SMP Negeri 19 Banjarmasin tahun pelajaran 2015-2016 yang berjumlah 36 orang. Objek penelitian ini adalah pemahaman konsep matematis siswa per indikator pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik tes dan observasi. Datayang diperoleh dianalisis menggunakan teknik persentase dan rata-rata.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman konsep matematis siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel melalui model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share di kelas VIIIE SMP Negeri 19 Banjarmasin tahun pelajaran 2015-2016 meningkat, dan (2) aktivitas belajar siswa selama siklus I dan siklus II untuk berdiskusi dengan kelompok dan memberikan tanggapan termasuk dalam kriteria tinggi, maju ke depan kelas menyampaikan hasil diskusi kelompok atau menjawab soal termasuk dalam kriteria rendah, mengajukan pertanyaan dan membuat kesimpulan termasuk dalam kriteria sangat rendah.
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP dalam Pembelajaran Menggunakan Model Penemuan Terbimbing (Discovery Learning) Siti Mawaddah; Ratih Maryanti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2292

Abstract

. Salah satu tujuan pembelajaran matematika di SMP adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep matematika. Penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dalam proses pembelajaran matematika merupakan salah satu alternatif pemilihan model yang dapat menambah kemampuan pemahaman konsep serta mendapat respon positif dari siswa. Model pembelajaran penemuan terbimbing berakhir dengan proses siswa menemukan konsep materi yang dipelajari dan menyimpulkan sendiri temuannya berdasarkan kemampuan pemahamannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematika dan respon siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 17 Banjarmasin yang berjumlah 29 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, tes dan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistika deskriptif yaitu: mean (rata-rata) dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning) secara keseluruhan berada pada kategori baik dan respon siswa cenderung setuju terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning)
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Kelas VIII SMP Hidayah Ansori; Eka Maya Sari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2287

Abstract

Salah satu kemampuan yang ingin dicapai pada pembelajaran matematika adalah kemampuan komunikasi matematis. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan guru matematika kelas VIII B di SMP Negeri 29 Banjarmasin terlihat bahwa  kemampuan komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah, sehingga di perlukannya suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa yaitu dengan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis  siswa  kelas VIII B di SMP Negeri 29 Banjarmasin setelah diterapkan model pembelajaran contextual teaching and learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini  dilakukan dalam dua siklus. Satu siklus terdiri dari 3 kali kegiatan belajar mengajar dan 1 kali evaluasi akhir pada tiap siklusnya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa meningkat dari rata-rata siklus 1 ke siklus 2, ini berarti model pembelajaran contextual teaching and learning dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. 
Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) di Kelas VIII SMP R. Ati Sukmawati; Wina Purnamasari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2293

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan pada setiap jenjang pendidikan. Tujuan dari pembelajaran matematika adalah terbentuknya kemampuan bernalar pada diri siswa yang tercermin melalui kemampuan berpikir logis, kritis, sistematis dan objektif dalam memecahkan permasalahan baik dalam bidang matematika, bidang lain maupun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan siswa dapat menerapkan konsep matematika dalam menghadapi perkembangan zaman. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika SMPN 5 Banjarmasin diperoleh keterangan bahwa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, banyak diantara siswa kelas VIII-G yang tidak memperhatikan penjelasan guru, berbicara dengan siswa lain ketika guru sedang menjelaskan pelajaran, malas mencatat pelajaran dan tidak mengerjakan tugas maupun PR yang diberikan guru. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, karena model pembelajaran kooperatif tipe TGT memiliki unsur kegembiraan yang diperoleh dari penerapan permainan. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-G SMPN 5 Banjarmasin yang berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan deskriptif kuatitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dan aktivitas siswa kelas VIII-G dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model kooperatif tipe TGT termasuk dalam kualifikasi baik. 
Pengaruh Pendekatan CTL Berorientasi Model STAD terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Warno Warno
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2288

Abstract

Pendekatan pembelajaran merupakan salah satu faktor yang sangat penting yang dapat mempengaruhi hasil belajar matematika siswa. Pemilihan pendekatan dan model pembelajaran yang tepat membantu siswa dalam menyerap materi pelajaran yang berdampak positif pada hasil belajar. Salah satu pendekatan yang bisa diterapkan dalam pembelajaran adalah pendekatan CTL berorientasi model STAD. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan CTL berorientasi model STAD terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 2 Rampa Kotabaru. Penelitian ini adalah eksperimental semu (quasi experiment) dengan desain Non equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SDN 2 Rampa Kotabaru tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 12 kelas dengan jumlah 368 siswa. Sampel dalam penelitian ini Kelas VA yang berjumlah 30 siswa sebagai kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen  diberi perlakuan dengan pendekatan CTL berorientasi model STAD. Sedangkan kelas VB yang berjumlah 30 siswa sebagai kelompok kontrol. Kelompok kontrol menggunakan pembelajaran metode ceramah, tanya jawab dan tugas (konvensional). Teknik pengambilan data dilakukan dengan instrumen hasil belajar siswa melalui pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t test yang digunakan untuk menguji beda rata-rata dua sampel. Sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homgenitas data. Hasil uji t, gain score diperoleh t hitung > t tabel yaitu 4.766>2.002 dan nilai probabilitas signifikansi < 0,05 yaitu 0,001. Berdasarkan analisis data hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika kedua kelompok cukup signifikan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif pendekatan CTL berorientasi model STAD terhadap hasil belajar matematika siswa.
Meningkatkan Hasil Proses Pembelajaran Konsep Bangun Data Melalui Kolaborasi Model STAD dan SAINTIFIK di Kelas 3 SD Triyanta Triyanta
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2284

Abstract

Bangun datar merupakan salah satu materi matematika yang diajarkan di kelas 3 SD. Penerapan cara kerja pembelajaran matematika dapat membentuk sikap kritis, kreatif, jujur dan komunikatif pada peserta didik.Penelitian ini bertujuan meningkatkan respon, kreatifitas dan hasil proses pembelajaran peserta didik di kelas 3 SDN 1 Stagen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tahapan siklus proses KBM penelitian ini adalah input materi bangun datar yang dikemas dalam KBM Kolaborasi Model STAD dan Saintifik, sehingga memberikan pengalaman 5M dalam rangka mengamati, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan sehingga  menghasilkan output materi melalui proses ilmiah.Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas 3 SDN 1 Stagen yang berjumlah 28 orang terdiri 14 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran konsep bangun datar dengan mengggunakan kolaborasi model STAD dan Saintifik  dapat meningkatkan respon dan kreatifitas serta hasil belajar peserta didik kelas 3 SDN 1 Stagen tahun pelajaran 2014/2015.
Penerapan Model Kooperatif Tipe NHT untuk Mengembangkan Karakter Mandiri Siswa dalam Pembelajaran Matematika di Kelas VII SMP Sumartono Sumartono; Ida Zubaidah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2294

Abstract

Kemampuan siswa dalam hal memahami kembali  materi yang telah diberikan oleh guru belum maksimal, siswa selalu bergantung pada penjelasan guru dalam proses pembelajaran sehingga belum terbiasa mengerjakan tugasnya sendiri. Oleh karena itu perlu adanya pengoptimalan pengembangan karakter di sekolah sebagai alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan menggunakan model kooperatif dan menerapkan nilai-nilai karakter di dalamnya diharapkan proses pembelajaran dapat mengembangkan nilai karakter mandiri siswa. Mandiri adalah sikap dan perilaku dalam menyelesaikan tugas dengan kemampuan sendiri tanpa selalu bergantung pada orang lain. Mengembangkan karakter mandiri siswa dapat dilakukan pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model kooperatif tipe Number Head Together (NHT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model kooperatif tipe Number Head Together dapat mengembangkan karakter mandiri siswa dan mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan model kooperatif tipe Number Head Together, serta apakah terdapat hubungan antara nilai kemandirian siswa dengan hasil belajarnya. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan pre-test and post-test one group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMPN 27 Banjarmasin yang berjumlah 35 siswa, sedangkan objeknya adalah karakter mandiri siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik persentase dan rata-rata lalu dilanjutkan dengan analisis regresi. Hasil penelitian menyatakan bahwa karakter mandiri siswa berkembang melalui pembelajaran matematika dengan menggunakan model kooperatif tipe Number Head Together dan hasil belajar siswa setelah menggunakan model kooperatif tipe Number Head Together berada pada kualifikasi baik, serta ada hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0,627 antara nilai kemandirian siswa dengan hasil belajarnya. Adapun persamaan regresinya diperoleh Y = -9,939 + 1,201X dengan X menyatakan nilai kemandirian siswa dan Y menyatakan hasil belajar siswa.

Page 2 of 3 | Total Record : 24