cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2011)" : 8 Documents clear
PERANAN IBU DALAM PEMBENTUKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (Kajian Hadits Tematik tentang Tugas dan Tanggung Jawab Ibu terhadap Anaknya) Fadhlina Arif Wangsa
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1390

Abstract

Pada dasarnya seorang ibu yang baik, bukanlah seorang ibu yang hanya melahirkan anak – anaknya itu ke dunia saja, tetapi juga menyusui mereka, mengasuh, merawat, mendidik serta membesarkan mereka dalam pertumbuhan jiwanya, intelektualnya, emosinya, dsb. Seorang anak yang dirawat dengan penuh kasih sayang oleh orang tuanya, menerima perhatian sepenuhnya, kelak anak akan memiliki mental yang kuat serta intelektual yang baik.  Sikap seorang anak sangat dipengaruhi oleh sikap dan tingkah laku pengasuhnya, yang bertanggung jawab menyusui dan merawat anak – anak mereka selama dua tahun pertama hidupnya. Pemberian orang tua yang paling berharga adalah cinta. Cinta ini diekspresikan dalam berbagai cara, misalnya dari pandangan mata, perhatian, menghibur mereka jika mereka terluka atau ketakutan, bangga akan prestasi mereka, melindungi dan membantu merak menjadi manusia yang bertanggung jawab. Anak – anak akan membalas cinta yang dicurahkan orangtuanya. Hanya cinta terhadap orangtuanya yang mampu membentuk seorang anak yang memiliki hubungan baik dengan teman – teman, guru, tetangga, rekan – rekan sekerja, atasan, bawahan, dan masyarakat umumnya.Dengan maksimalnya peranan ibu dalam menyusui, merawat dan mendidik anak – anak mereka sejak dini, maka akan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (dalam hal ini anak – anak mereka), pada bidang kecerdasan, kesehatan dan akhlak mereka.
KEHADIRAN DAN KEBENARAN YESUS MITRA NABI MUHAMMAD SAW (Suatu kajian Teleologi terhadap misi Keselamatan) Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1315

Abstract

Kehadiran dan kebenaran bukan pada Yesus atau Muhammad saw., tetapi kehadiran hanya sebatas penyampai dan peringatan bukan untuk menjadi Tuhan yang otoriter dan dipertuhankan oleh Umat, karena ia hanya pancaran dan perpanjangan tangan tuhan (agent of wisdom). Akan tetapi Kebenaran itu sendiri adalah bersumber dari pemberi kebenaran yakni Tuhan Allah Swt atau dalam perspektif Katolik Ia adalah Elea Tuhan kita. Tulisan ini membahas tentang bagaimana titi sentuh secara aksiologi antara Katolik dengan Islam tentang keselamatan yang menjadi tujuan hidup manusia.Secara aksiologis tentang upaya aktualisasi kehidupan selamat di antara sesama manusia yang berbeda keyakinan dan keragaman budaya, merupakan unsur keindahan hidup yang senantiasa dirindukan oleh semua orang. Hanya saja perlu diketahui semua unsur manusia, dalam meningkatkan kehidupan yang damai sejahtera, aman dan tentram harus selalu melakukan introspeksi diri pada setiap umat baik yang menyangkut tentang diri, kelompok sosial keagamaaan, maupun budaya masing-masing Keywords Kehadiran dan kebenaran Yesus-Muhammad dan misi keselamatan
Interdependensi Kekuasaan Politik dan Hukum dalam Tatanan Negara Demokrasi Syamsuddin Radjab
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1392

Abstract

Lahirnya Forum Demokrasi (Fordem) yang dimotori Gus Dur –sebelum jadi presiden- kelompok petisi 50 yang terdiri dari para tokoh kritis baik dari kalangan militer maupun sipil, pendirian YLBHI, PBHI dan Elsam untuk memberikan perlindungan dan pembelaan hukum bagi masyarakat bawah yang diperlakukan secara kejam oleh penguasa Orde Baru dan lembaga-lembaga lain sebagai bentuk partiisipasi masyarakat dalam mendorong tercapainya negara demokratis. Sepanjang sejarah pemerintahan di Indonesia dengan sistem politik yang otoriter (ORLA dan ORBA) telah menafikan kaedah-kaedah demokrasi seperti yang telah dikemukakan di atas, akibatnya pada titik kejenuhan masyarakat klimaks telah menumbangkan kedua rezim tersebut dengan cara-cara yang radikal sekalipun kedua-duanya mengaku telah menjalankan pemerintahan dengan sistem demokrasi. Sejak demokrasi liberal, demokrasi terpimpin hingga demokrasi Pancasila, telah membawa malapetaka bagi bangsa dan negara Indonesia. KeywordsInterdependensi Kekuasaan, Politik, Hukum dan Tatanan Negara Demokrasi
AL-MAHABBAH DALAM PANDANGAN SUFI Rahmi Damis
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.4693

Abstract

Al-Mahabbah merupakan keinginan kuat untuk bertemu dengan kekasih yang sangat dirindukan, dalam pandangan kaum sufí adalah Allah swt., sehingga dibutuhkan usaha yang keras untuk mencapainya, yaitu; dengan membersihkan diri dari segala bentuk dosa dan noda melalui maqam-maqam dan hal yang telah ditetapkan, sekalipun membutuhkan pengorbanan. Keinginan tersebut dapat tercapai jika Allah swt. menghendaki, karena al-mahabbah merupakan anugerah Allah swt. kepada hamba-Nya yang dikehendaki.
Tipologi Pemikiran Islam Indonesia Perspektif Nurcholish Madjid H.Nihaya M
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1394

Abstract

Tipologi Pemikiran Islam di Indonesia terdiri dari beberapa tipe antara lain pemikiran Islam tradisonalis yakni sesuatu yang alami, sebab di dalam suatu komunitas masyarakat pasti memiliki keragaman pemikiran, budaya, bahasa, dan agama, Kedua, tipe modern menyerukan umat Islam untuk memberikan penalaran terhadap Islam, agar segera berkemas memajukan Islam dalam berbagai bidang, terutama dalam melakukan gerakan reformasi dalam bidang sosial dan moral, neo modern yakni dipandang sebagai gerakan intelektual yang mencoba menggugat, bahkan mendekonstruksi pemikiran sebelumnya yang berkembang dalam bingkai paradigma pemikiran modern, Pemikiran Islam multikulturalisme yakni  secara fenomenologis terjadinya keragaman pemikiran di kalangan muslim kata dia, karena metode pendekatan yang berbeda dalam mengkaji ayat-ayat Alquran dan Sunnah dan liberalism yakni berusaha membumikan dan merasionalkan pemahaman terhadap doktrin Islam sebagai agama yang rasional dan elastisitas. Keywords Tipologi Pemikiran Islam,  Indonesia dan  Nurcholish Madjid
Penerapan Uswatun Hasanah Terhadap Pembinaan Anak Hajir Nonci
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1395

Abstract

Anak adalah pewaris dan penerus cita-cita bangsa. Oleh Karena itu, anak harus mendapat perhatian serius mulai dari orang tua dalam rumah tangga sampai guru disekolah, untuk membentuk kepribadian anak tersebut.Penerapan Uswatun Hasanah adalah sebuah pola pembentukan dan pendidikan kepribadian yang sangat ideal bagi anak. Oleh karena itu, pangkal perlakuan bagi anak adalah suka meniru dan mencontoh. Maka hendaklah orang tua tampil sebagai uswah hasanah (contoh tauladan) dihadapan anak-anaknya. KeynoteUswatun-Hasanah dan pembinaan anak
ADAM AS. DALAM PRESPEKTIF HADIS (Suatu Kajian Tematik Terhadap Hadis ‘Âdam Abû al-Basyar’) Aan Parhani
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1312

Abstract

Penelitian terhadap hadis tentang Adam as. sebagai Abu al-Basyar adalah pnelitian deskriptif dan kebenarannya ditemukan; bahwa setelah dilakukan penelitian, hadis tersebut memenuhi kriteria keshahihan hadis.Hakekat Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah bisa ditelusuri lewat pemaknaan kebahasaan dimana salah satu artinya adalah tanah sebagai bahan penciptaannya. Tiga term yang digunakan hadis untuk menunjukkan Adam sebagai bapak manusia abu al-basyar, abu al-nas, dan abu al-khalq menguatkan pemaknaan tersebut (Adam sebagai manusia pertama sekaligus Nabi pertama). Proses penciptaan Adam secara khusus dan manusia secara umum dari tanah telah banyak diungkap al-Qur’an dengan berbagai istilah thin, turab (tanah), thin lazib (tanah liat), shalshal (tanah liat kering), hama’ (lumpur hitam), dan sari pati tanah.Keempat, sejak awal Adam (manusia) telah direncanakan hidup di atas bumi, penempatannya di surga adalah ujian pertamanya yang merupakan bagian dari ujian-ujian hidup yang harus diemban sebagai khalifah di muka bumi. KeywordsAdam as., prespektif hadis, kajian tematik dan hadis ‘âdam abû al-basyar’
Filsafat Agama Dalam Ruang Lingkupnya Marhaeni Saleh
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1396

Abstract

Istilah filsafat dan agama mengandung pengertian yang dipahami secara berlawanan oleh banyak orang. Filsafat dalam cara kerjanya bertolak dari akal, sedangkan agama bertolak dari wahyu. Oleh sebab itu, banyak kaitan dengan berfikir sementara agama banyak terkait dengan pengalaman. Filsafat mebahas sesuatu dalam rangka melihat kebenaran yang diukur, apakah sesuatu itu logis atau bukan. Agama tidak selalu mengukur kebenaran dari segi logisnya karena agama kadang-kadang tidak terlalu memperhatikan aspek logisnya.Perbedaan tersebut menimbulkan konflik berkepanjangan antara orang yang cenderung berfikir filosofis dengan orang yang berfikir agamis, pada hal filsafat dan agama mempunyai fungsi yang sama kuat untuk kemajuan, keduanya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Untuk menelusuri seluk-beluk filsafat dan agama  secara mendalam. Perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan agama dan filsafat  itu.

Page 1 of 1 | Total Record : 8