cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2012)" : 14 Documents clear
WOMEN’S POLITICAL ROLE IN ISLAMIC FUNDAMENTALISM (CASE STUDY OF HISBUTTAHRIR INDONESIA ) Mujahidudin Mujahidudin
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1367

Abstract

This article examines HTI’s view on the role of women (Muslimah) in the public sphere. HTI encourages Muslimah to take part in promoting HTI’s agendas in terms of domestic and public level.Therefore, it is quite often that in many public demonstrations on street HTI employs women and children. However, the political participation of women in the public arena for disseminating HTI’s objectives, especially sounding its particular demands such as corruption, is not driven by a sense of gender awareness, but this merely relates to religion’s obligation to conduct dakwah.
HADIS-HADIS TA`ARUD TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN SHALAT KHAUF ( Suatu Analisis Kritik dengan Pendekatan Holistik) tasmin tangngareng
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1379

Abstract

Tulisan mengkaji secara dalam dan  komprehenship hadis-hadis tentang tata cara pelaksanaan shalat khauf. Oleh karena kajian ini sangat urgen untuk dikaji, sebab  hadis-hadis mengenai tata cara pelaksanaan shalat khauf adalah hadis-hadis kontroversial. Oleh karena itu, sebagian ulama berpendapat bahwa tidak ada hadis Nabi saw., yang ta`arud,  karena pada hakekatnya mustahil Nabi saw., mengemukakan petunjuk yang saling bertentangan. Disisi lain,  hadis itu  merupakan sumber hukum Islam yang kedua setelah al-Qur`an. Pada dasarnya, hadis-hadis yang berbicara tentang shalat khauf dan tata caranya beragam. Menurut Imam Nawawy, Abu Daud dan beberapa ulama meriwayatkan tata-cara shalat khauf yang mencapai 16 cara. Bahkan al-Khattaby mengatakan bahwa shalat khauf yang diperagakan Rasulullah bermacam-macam pada waktu yang berbeda-beda dan bentuk yang berlainan satu sama lain karena yang terpenting adalah cara mana yang paling hati-hati menjaga gerakan shalat dan paling ideal dalam penjagaan musuh. Meskipun bentuknya bermacam-macam akan tetapi inti dan kandungannya sama. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw., pada beberapa tempat yaitu pada saat perang Dzat al-Riqa’, perang Dzi Qard, perang Muharib dan Tsa’labah. Metode penyelesaian yang relevan, untuk digunakan dalam penyelesaikan  hadis-hadis tentang tata cara pelaksanaan shalat khauf  yang tampak kontroversial, yaitu metode al-jam`u. Adapun kegunaan penelitian ini diharapkan untuk lebih memperkaya khasanah ilmu pengetahuan keislaman pada umumnya, khusunya dalam bidang kajian ilmu hadis.
ASHOBIYAH IBN KHALDUN: Konsep Perubahan Sosial Di Indonesia Arul Muslim
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1391

Abstract

Ibn Khaldun adalah sosok yang sangat teliti dalam melihat fakta-fakta sosial di masayarakat. Teori ashobiyah Ibn Khaldun adalah teori yang mengungkapkan tentang siklus sebuah perjalanan panjang sebuah kelompok sosial mulai dari tingkat keashobiyahan yang tinggi sampai lunturnya keashobiyahan yang menyebabkan kehancuran sebuah pemerintahan. Konsep khaldunian merupakan konsep yang dapat melihat aspek perubahan  yang ada di dalam sebuah kelompok sosial. 
PENDIDIKAN ISLAM DAN PEMBINAAN ETIKA MORAL Hamriah Hamriah
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1371

Abstract

Urgensi pendidikan Islam adalah untuk membentuk manusia yang berakhlak mulia atau manusia yang bertaqwa. Karena dengan nilai-nilai moral dan akhlak manusia menjadi mulia. baik dalam pandangan Allah maupun pandangan manusia. Bahwa pendidikan Islam adalah suatu keharusan mutlak bagi setiap generasi dan dilaksanakan secara konsisten dengan penuh rasa tanggungjawab, guna mencapai kesejahteraan hidup; dan menjadi fasilitas untuk beribadah kepada Allah. Dan pendidikan Islam dapat mengubah karakteristik jahiliyah menjadi karakteristik mahiriya, yang dulunya biadab menjadi beradab.                 
SUMBER, AZAS DAN LANDASAN PENDIDIKAN (Kajian Fungsionalisasi secara makro dan mikro terhadap rumusan kebijakan pendidikan nasional) Hamzah Junaid
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1380

Abstract

Pendidikan adalah sebuah proses pemartabatan manusia menuju puncak optimasi potensi kognitif, afektif, dan psikotomorik yang dimilikinya, dan pendidikan juga merupakan proses membimbing, melatih, memandu manusia agar terhindar dari kebodohan dan pembodohan, pendidikan juga dapat dijadikan sebagai proses elevasi yang dilakukan secara nondiskriminasi, dinamis dan intensif menuju kedewasaan individu, yang dilakukan secara kontinyu dengan sifat yang adaptif dan nirlimit atau tiada akhir. Tugas dan fungsi utama pendidikan adalah membangun manusia yang beriman, cerdas dan kompetitif. Selain  itu, fungsi pendidikan harus menanamkan keyakinan kepeda peserta didik bahwa untuk mencapai kemajuan bangsa yang lebih baik dimasa yang akan datang haruslah dengan ilmu pengetahuan. Secara teknis  dan kelembagaan, pendidikan berfungsi untuk memfasilitasi proses pembelajaran bagi peserta didik, sehingga ia mampu mentransmisi pengetahuan yang diperolehnya dengan baik dan efektif. Tujuan pendidikan adalah untuk mengmbangnkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab.
ISLAMISME DAN DEMOKRATISASI DI INDOENSIA PASCA REFORMASI:ANALISIS SOSIO-POLITIK Syahrir Karim
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1387

Abstract

Dalam beberapa pemeikiran terbaru, setidaknya ada tiga pandangan yang mencoba memecahkan masalah dikotomi antara agama (Islam) dan Negara. Pertama, Islam dan Negara adalah integreted (bersatu), tak dapat dipisahkan. Negara merupakan lembaga politik dan agama sekaligus. Pemerintahan negara diselenggarakan atas dasar kedaulatan Ilahi. Kedua, Islam dan negara berhubungan secara simbiotik yaitu berhubungan timbal-balik dan saling memerlukan.  Intinya adalah bahwa Islam memerlukan negara karena dengan negara, Islam dapat berkembang. Sebaliknya, negara memerlukan agama (Islam) agar dapat berkembang  dalam bimbingan etika dan moral. Ketiga, hubungan Islam dan negara bersifat sekularistik. Pandangan ini menolak sama sekali pendasaran negara kepada Islam, atau setidaknya menolak determinasi Islam atas bentuk negara. Di kalangan muslim, pemrakarsa pandangan ini antara lain adalah Ali Abd Al-Raziq. Ketiga pandangan tentang hubungan Islam dan negara ini dapat dipakai untuk melihat perkembangan persepsi umat Islam terhadap negara dan sebaliknya. Secara umu pandangan-pandangan yang ada di atas tersebar dalam berbagai aliran atau pemikiran yang ada di Indonesia, baik yang bersifat gerakan (Islam-Islamisme) atau wujud lain yang sangat berpengaruh dalam proses demokratisasi di Indonesia.
HUKUM ISLAM PADA MASA IMAM-IMAM MUJTAHID (101 H – 350 H / 750 M – 961 M) Darmawati Darmawati
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1373

Abstract

Knowledge has developed rapidly during the reign of Abbasids, it is because of government policy at that time a love of knowledge. Both the knowledge of tafsir, hadith, the knowledge of kalam, as well as jurisprudence. Another cause of the development of science in the Abbasid period because it has been given the freedom to think and develop science in their respective fields. By him that Islamic law has developed rapidly as any other science. At this time some priests born mujtahid. Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Shafi'i and Imam Ahmad ibn Hanbal.
HIKMAH AL-ISRAQIYAH: MENELAAH SISI EKSISTENSIALISME TEOSOFI TRANSENDEN MULLA SADRA Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1382

Abstract

Filsafat ditinjau dari perspektif lain terkadang disebut sebagai eksistensialisme. Filsafat ini telah berkembang pesat pada di zaman sekarang. Bentuk eksistensialisme ini menyangkut masalah manusia dan mengacu kepada gagasan bahwa manusia berbeda dengan makhluk lain, tidak memiliki esensi yang definitif dan telah ditentukan sebelumnya, dan tidak memiliki bentuk yang ditentukan sebelumnya, dan tidak memiliki bentuk yang ditentukan oleh alam. Manusia menentukan dan membangun keberadaannya sendiri.Gagasan ini secara luas dapat dibenarkan dan didukung oleh filsafat Islam, kecuali apa yang disebut sebagai eksistensialisme dalam filsafat Islam tidak berlaku hanya untuk manusia saja, tetapi jug untuk alam semesta. Maka ketika kita berbicara tentang eksistensialisme atau ishalat al-wujud (isme) dalam pengertian realitas substantif atau wujud obyektif, sebagai kebalikan dari eksistensi nominal atau mental (batiniyah). Dan pada saat kita menggunakannya dalam konteks eksistensialisme modern yang direspon oleh Barat, kita menggunakannya dalam pengertian keutamaan atau kelebihdahuluan.
PERANAN IBU DALAM PEMBENTUKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (Kajian Hadits Tematik tentang Tugas dan Tanggung Jawab Ibu terhadap Anaknya) Fadhlina Arif Wangsa
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1388

Abstract

Pada dasarnya seorang ibu yang baik, bukanlah seorang ibu yang hanya melahirkan anak – anaknya itu ke dunia saja, tetapi juga menyusui mereka, mengasuh, merawat, mendidik serta membesarkan mereka dalam pertumbuhan jiwanya, intelektualnya, emosinya, dsb. Seorang anak yang dirawat dengan penuh kasih sayang oleh orang tuanya, menerima perhatian sepenuhnya, kelak anak akan memiliki mental yang kuat serta intelektual yang baik.  Sikap seorang anak sangat dipengaruhi oleh sikap dan tingkah laku pengasuhnya, yang bertanggung jawab menyusui dan merawat anak – anak mereka selama dua tahun pertama hidupnya. Pemberian orang tua yang paling berharga adalah cinta. Cinta ini diekspresikan dalam berbagai cara, misalnya dari pandangan mata, perhatian, menghibur mereka jika mereka terluka atau ketakutan, bangga akan prestasi mereka, melindungi dan membantu merak menjadi manusia yang bertanggung jawab. Anak – anak akan membalas cinta yang dicurahkan orangtuanya. Hanya cinta terhadap orangtuanya yang mampu membentuk seorang anak yang memiliki hubungan baik dengan teman – teman, guru, tetangga, rekan – rekan sekerja, atasan, bawahan, dan masyarakat umumnya.Dengan maksimalnya peranan ibu dalam menyusui, merawat dan mendidik anak – anak mereka sejak dini, maka akan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (dalam hal ini anak – anak mereka), pada bidang kecerdasan, kesehatan dan akhlak mereka
AL-INAYAH DAN AL-IKTIARA DALAM TEORI FILSAFAT MATERIALISME Hajir Nonci
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1376

Abstract

Dalil Al-Inayah dan dalil Al-Ikhtira adalah dalil yang dikemukakan oleh Ibnu Rusyd untuk membuktikan adanya Tuhan. Pembuktian tersebut didasarkan pada kenyataan dan realitas hidup makhluk yang di alam ini. Ia mengatakan bahwa tidak mungkin segala sesuatu ini berjalan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah berlaku padanya dengan rapi dan teratur kalau tidak ada zat yang mengaturnya dengan rapi. Demikian pula bahwa terdapatnya persesuaian antara satu makhluk dengan makhluk lainnya dalam kehidupan, kalau itu terjadi dengan sendirinya. Tetapi peristiwa yang teratur dengan rapi dan sesuai dengan kebutuhan hidup manusia, telah menunjukkan bahwa ada zat yang mengaturnya yaitu Allah SWT.

Page 1 of 2 | Total Record : 14