cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2012)" : 14 Documents clear
RELASI EKONOMI-POLITIK DALAM PERSPEKTIF DEPENDENCIA ismah tita ruslin
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1383

Abstract

Pendekatan dependencia (ketergantungan) pada dasarnya hendak menjelaskan persoalan keterbelakangan negara-negara di Dunia Ketiga dalam perspektif ekonomi-politik global secara struktural, khususnya negara-negara bekas jajahan.  Pendekatan  ini merupakan reaksi terhadap teori modernisasi yang  “menuduh” bahwa keterpurukan pembangunan di Dunia Ketiga disebabkan oleh faktor internal negara-negara Dunia Ketiga. Meski demikian keberadaan teori ini juga tidak lepas dari kritikan, salah satunya dianggap gagal mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di sejumlah negara Dunia Ketiga, khususnya munculnya New Industrializing Countries (NICs) seperti Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Hongkong. Namun demikian keberadaan teori dependencia tetap dianggap penting, dengan segala pandangan dan perdebatannya, karena teori ini telah memberikan perspektif baru bagi pengembangan teori-teori pembangunan. Ditengah perdebatan, tatanan ekonomi dunia baru memang sangat dibutuhkan dalam hal ini tatanan yang lebih adil tentunya dan ekonomi Islam dapat dijadikan salah satu solusinya, karena dibangun diatas prinsip ‘adalah (keadilan).  
KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT KAJANG wahyuni wahyuni
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1389

Abstract

Masyarakat Kajang  masih sepenuhnya berpegang teguh kepada adat Ammatowa. Mereka mempraktekkan cara hidup sangat sederhana dengan menolak segala sesuatu yang berbau teknologi. Bagi mereka, benda-benda teknologi dapat membawa dampak negatif  bagi kehidupan mereka, karena bersifat merusak kelestarian sumber daya alam. Komunitas yang selalu mengenakan pakaian serba hitam inilah yang kemudian disebut sebagai masyarakat adat Ammatowa. Masyarakat  Ammatowa mempraktekkan suatu agama adat yang disebut dengan Patuntung.  kata dalam bahasa Makassar yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “mencari sumber kebenaran”(to inquiri into or to investigate the truth). Ajaran Patuntung mengajarkan bahwa jika manusia ingin mendapatkan sumber kebenaran tersebut, maka ia harus menyandarkan diri pada tiga pilar utama, yaitu menghormati Turiek Ara’na (Tuhan), tanah yang diberikan Turiek Ara’na, dan nenek moyang. 
NASIONALISME DAN PEMBENTUKAN NEGARA ISLAM DI PAKISTAN Aisyah A Aisyah A
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1378

Abstract

This article explores the issue of the establishment of Pakistan as an Islamic state. Its political process was initiated after the independence of India when the Indian governmental system was based on constitution which ignored the multi-ethnic and muti-religious community in India. Muslims as minority group in India at that time felt ignored and did not play significant role in the state government. After the world war I, political consolidation and movement to establish an Islamic state had been initiated by uniting support from Muslim leaders to form Indial Muslim League. The struggle to establish a new Islamic state was not in vain. Pakistan was a name to the new state with Islamic concepts as the main reference in governing its society. This new Islamic state, later on, dismissed the word ‘Islam’ and needed further rational and liberal redefinition on what the country should be led to.
MANAJEMEN PENDIDIKAN MADRASAH DAN OTONOMI DAERAH Mukminin Gaffar
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1384

Abstract

Seiring dengan bergulirnya otonomi daerah terbukalah peluang untuk melakukan reorintasi paradigm pendidikan menuju ke arah desentralisasi pengelolaan pendidikan. Peluang tersebut semakin tampak nyata setelah dikeluarkannya kebijakan mengenai otonomi pendidikan melalui strategi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan salah satu wujud dari reformasi pendidikan yang menawarkan kepada sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan memadai bagi peserta didik. Otonomi dalam manajemen merupakan potensi bagi sekolah meningkatkan kinerja para staf, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pendidikan. Pemberian otonomi pendidikan yang luas pada sekolah merupakan kepedulian pemerintah terhadap gejala-gejala yang muncul di masyarakat serta upaya peningkatan mutu pendidikan secara umum. 

Page 2 of 2 | Total Record : 14