Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 10 No. 2, November 2014"
:
9 Documents
clear
Makam Tradisional Etnis Cina di Kota Ambon
Cheviano E. Alputila
Kapata Arkeologi Vol. 10 No. 2, November 2014
Publisher : Balai Arkeologi Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/kapata.v10i2.222
Ethnic Chinese have a long history around the world. As a people renowned for their versatility in the trade, this community can be found anywhere. Ambon city is one of the many areas in the past inhabited by the ethnic Chinese community. Evidence of their existence in the past in Ambon today can be observed from traditional Chinese tombs are scattered in several locations. In addition to functioning as an initial step in the record of its existence this paper serves to reveal the importance of the existence of traditional Chinese tomb in the city of Ambon. The method used is a survey, interviews, and literature review. From the survey results it is known that the traditional Chinese grave condition as a whole in the city of Ambon was on the verge of collapse and require serious attention of all parties. Loyalty to the ancestral customs of the people of China still run by the Chinese community in the city of Ambon. This is reflected in the traditional Chinese tomb suitability components in common with traditional Chinese tomb in the city of Ambon.Etnis Cina memiliki sejarah yang panjang di seluruh dunia. Sebagai orang-orang yang terkenal karena kepandaiannya dalam berdagang, komunitas ini dapat ditemukan dimana saja. Kota Ambon adalah satu dari sekian banyak daerah yang pada masa lalu didiami oleh masyarakat Etnis Cina. Bukti keberadaan mereka pada masa lalu di Ambon saat ini dapat diamati dari makam-makam tradisional Cina yang tersebar di beberapa lokasi. Selain berfungsi sebagai langkah awal dalam mendata keberadaannya tulisan ini berfungsi untuk mengungkap nilai penting keberadaan makam tradisional Cina di Kota Ambon. Metode yang digunakan yaitu survei, wawancara, dan penelusuran pustaka. Dari hasil survei diketahui bahwa kondisi makam tradisional Cina secara keseluruhan di Kota Ambon berada di ambang kehancuran dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Kesetiaan terhadap adat istiadat leluhur Cina tetap dijalankan oleh masyarakat komunitas Tionghoa di Kota Ambon. Hal ini tercermin dari kesesuaian komponen makam tradisional Cina secara umum dengan makam tradisional Cina di Kota Ambon.
Pola Hias Gerabah Pada Situs-Situs di Kawasan Danau Sentani, Papua
Bau Mene
Kapata Arkeologi Vol. 10 No. 2, November 2014
Publisher : Balai Arkeologi Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/kapata.v10i2.223
Pottery is a type of man-made objects made with raw materials burnt clay, pottery has been known since prehistoric times. Pottery not only used as a fixture of daily needs are also often used as a burial container or as stock tomb. Fragments of pottery were found in the region of Lake Sentani rich decorative patterns including patterns of decorative lines and waves. The purpose of this study was to determine the decorative patterns found on pottery found at sites in the region of Lake Sentani and to know the techniques of pottery were found at sites in the region of Lake Sentani. The method used in this research is the method of data collection and data processing methods. Data collection was performed by means of a survey and excavation, while the data processing is done by classifying the findings for later analysis. The analysis was conducted to see the decorative patterns found on pottery and decorative techniques are used.Gerabah adalah benda jenis buatan manusia yang dibuat dengan bahan baku tanah liat yang dibakar, gerabah sudah dikenal sejak jaman prasejarah. Gerabah selain digunakan sebagai perlengkapan keperluan sehari-hari juga seringkali digunakan sebagai wadah penguburan atau sebagai bekal kubur. Fragmen gerabah yang ditemukan di kawasan Danau Sentani kaya akan pola hias diantaranya pola hias garis dan gelombang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola hias yang terdapat pada gerabah yang ditemukan pada situs-situs di kawasan Danau Sentani dan untuk mengetahui teknik pembuatan gerabah yang ditemukan pada situs-situs di kawasan Danau Sentani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data dan metode pengolahan data. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survei dan ekskavasi sedangkan pengolahan data dilakukan dengan cara mengklasifikasi temuan untuk kemudian dianalisis. Analisis dilakukan untuk melihat pola hias yang terdapat pada gerabah dan teknik hias yang digunakan.
Penggunaan Tinggalan Batu Pamali sebagai Media Pelantikan Raja di Desa Liang Kec. Teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah
Surbakti, Karyamantha
Kapata Arkeologi Vol. 10 No. 2, November 2014
Publisher : Balai Arkeologi Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/kapata.v10i2.224
The Scattered remains of the prehistoric period in the Moluccas is patterned megalithic artifacts. Such objects are usually stillin contact with communal society and often used as a megalithic tradition. The purpose of research is to look at the dimensions of contemporary culture and taboos of the stone used as a medium for the inauguration rite father the king. The method used in this study is a qualitative approach and the approach etnoarkeologi. Obtained from this study is a holistic picture that taboos are still preserved remains of stone used in communal societies. Research conclusions obtained is that the tradition continues the use of stone as a medium pamali rite inauguration of the king is a wealth of local cultural repertoire.Tinggalan masa prasejarah yang tersebar di daerah Maluku adalah artefak yang bercorak megalitik. Benda tersebut biasanya masih bersinggungan dengan komunal masyarakat dan acapkali digunakan sebagai tradisi megalitik. Tujuan penelitian adalah untuk melihat dimensi kebudayaan dan kekinian dari batu pamali yang digunakan sebagai media ritus pelantikan bapa raja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan etnoarkeologi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebuah gambaran yang holistik bahwa tinggalan batu pamali masih lestari digunakan dalam komunal masyarakat. Kesimpulan penelitian yang diperoleh adalah bahwa tradisi berlanjut yang menggunakan batu pamali sebagai media ritus pelantikan raja merupakan khasanah kekayaan budaya lokal.
Sistem Perbentengan dalam Jaringan Niaga Cengkih Masa Kolonial di Maluku
Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Vol. 10 No. 2, November 2014
Publisher : Balai Arkeologi Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/kapata.v10i2.225
In numbers of colonial archaeological research conducted by Balai Arkeologi Ambon, fort has been identified as the main archaeological remains in the Moluccas. The inventory shown that forts distributed in almost every islands of the Moluccas.Various research that has been conducted in the past are still unable to explain the historical context in this region. This situation was mainly based on the fact that these research only identify singluar fort in one area and not the larger spatial context. Adopting the historical-arcaheological perspective,this paper tries to understand the historical context of the forts spatial distribution in the moluccas in the relation to the spice monopoly in the region. This research found that the success of the spice trade monopoly is related to the fortification system developed by VOC in this region. Rangkaian hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Ambon khususnya bidang arkeologi kolonial menempatkan benteng sebagai salah satu tinggalan arkeologi yang dominan di wilayah Maluku. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa bangunan benteng tersebar di hampir setiap pulau di Maluku. Berbagai hasil penelitian yang bersifat eksploratif tersebut dirasakan tidak mampu menjelaskan konteks sejarah sebaran benteng yang ada di wilayah ini. Hal ini disebabkan karena setiap penelitian yang dilakukan hanya mengidentifikasi bangunan benteng dalam suatu daerah sehingga sebaran benteng tidak dipandang sebagai satu kesatuan konteks ruang wilayah tertentu. Melalui perspektif arkeologi-sejarah, tulisan ini berupaya memperoleh gambaran tentang konteks sejarah sebaran benteng khususnya dalam kaitannya dengan masa monopoli cengkih di Maluku. Dengan demikian, diperoleh kesimpulan bahwa keberhasilan sistem monopoli cengkih masa kolonial di Maluku tidak lepas dari sistem perbentengan yang telah dibangun oleh Belanda (VOC) sejak awal penguasaan mereka di wilayah ini.
Islamisasi dan Perkembangan Kerajaan Hoamoal di Seram Bagian Barat
Wuri Handoko
Kapata Arkeologi Vol. 10 No. 2, November 2014
Publisher : Balai Arkeologi Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/kapata.v10i2.226
Hoamoal kingdom is one of the Islamic empire in the Moluccas Islands, precisely in Ceram which has an important role in the movement of Islamization in Central Moluccas region. This study with emphasis on archaeological survey method to collect physical data or artefaktual, then do the processing and analys is of data to explain the influence of Islam in the region. This study aims to look at developments in the history of the Kingdom Hoamoal Islam and trade in the region of Central Moluccas, and saw its role in supporting the Islamization movement in the region. The result showed that the growth of the Kingdom Hoamoal explanation can not be separated from the influence of Ternate in the form of Islamization and trade networks. Kerajaan Hoamoal adalah salah satu kerajaan Islam di wilayah Kepulauan Maluku, tepatnya di Pulau Seram yang memiliki peran penting dalam gerak Islamisasi di wilayah Maluku Tengah. Penelitian ini dengan menekankan pada metode survei arkeologi untuk mengumpulkan data fisik atau artefaktual, kemudian melakukan pengolahan dan analisis data untuk menjelaskan pengaruh Islam di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan Kerajaan Hoamoal dalam sejarah perkembangan Islam dan perdagangan di wilayah Maluku Tengah, serta melihat perannya dalam menunjang gerak Islamisasi di wilayah tersebut. Dari hasil penelitian diperoleh penjelasan bahwa berkembangnya Kerajaan Hoamoal tidak terlepas dari pengaruh Ternate dalam membentuk jaringan Islamisasi dan perdagangan.