Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

RITUAL, RELIGI DAN KOSMOLOGI POLA KAMPUNG ADAT SUKU NUALU, PULAU SERAM Wuri Handoko; I Wayan Suantika
Forum Arkeologi VOLUME 23, NOMOR 1, APRIL 2010
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2402.326 KB) | DOI: 10.24832/fa.v23i1.212

Abstract

Pendidikan Arkeologi, Merentang Jalan Harmonisasi, Renungan untuk Maluku Wuri Handoko
Kapata Arkeologi Vol. 1 No. 1 Agustus 2005
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v1i1.16

Abstract

No Abstract
Meriam Nusantara dari Negeri Elpa Putih, Tinjauan Awal atas Tipe, Fungsi, dan Daerah Asal Wuri Handoko
Kapata Arkeologi Vol. 2 No. 2 Juli 2006
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v2i2.27

Abstract

No Abstract
Periode Awal Kerajaan Hitu Hingga Masa Surutnya, Retrospeksi Arkeologi Sejarah Wuri Handoko
Kapata Arkeologi Vol. 2 No. 3 November 2006
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v2i3.36

Abstract

No Abstract
Sumberdaya Arkeologi Menuju Industri Pariwisata di Maluku: Masalah, Peluang, Tantangan dan Solusinya Wuri Handoko
Kapata Arkeologi Edisi Khusus, Mei 2007
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v0i0.52

Abstract

Wilayah Maluku memiliki konstribusi besar sebagai daerah yang banyak menyimpan sumberdaya warisan budaya (cultural heritage). Namun sejak terpecah menjadi dua provinsi, masing-masing mengejar PAD, yang kemudian terkesan menelantarkan potensi sumber daya budaya tersebut. Besarnya potensi sumberdaya budaya dan arkeologi itu sesungguhnya dapat dikembangkan menjadi obyek industry pariwisata. Namun hal ini perlu dilakukan melalui perencanaan yang matang yang diawali dengan menjaring aspirasi dari bawah (bottom up). Hal ini untuk memperoleh dukungan kolektif public, sebagai salah satu syarat agar industri pariwisata dapat berkembang. Bagaimanapun masyarakat sangat berhak, mengingat sumberdaya arkeologi justru banyak dijumpai diwilayah pemukiman masyarakat setempat. Namun demikian untuk mengembangkan sebuah industry wisata, perlu dilakukan melalui berbagai upaya skala prioritas mengingat Maluku  masih dalam proses pemulihan sosial.
Kerajaan Sahulau: Melacak Fragmen Sejarah Yang Hilang, Potret Sejarah, Tutur dan Arkeologi G.M. Sudarmika; Wuri Handoko
Kapata Arkeologi Vol. 3 No. 4 Juli 2007
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v3i4.60

Abstract

One of countryside in middle Regency Maluku region, trusted by Moluccassociety as a empire secondhand in old world. That countryside is so called of Countryside Sahulau. In a few history note and say society, mentioning this empire represent big empire founded by somebody coming from so called Buton of La Ode Muna. This Figure is myth as a miraculous but his body is not perfect, his body human being like snake. History note mention this empire fall to pieces in the year 1858 when a period of/to Dutch occupying. But regional previously this represent a empire region of a period of Islam and Colonial. If previously assumed this empire have annihilate and nothing; there is no existence marking and also considered to be a missing history, hence archaeology mean to try to attend something that have disappeared the. Pursuant to archaeology data, there are some indication that Sahulau is true aim to secondhand a empire of a period of/to Colonial and Islam. Some foreign ceramic evidence, walk stick Sahulau supported by area sites, environmental condition and the social face of society culture which look cultural growth of old world life which still hold out. Small tread of archaeology though still very the and need continuation data minim, but can early making way to tread empire Sahulau history therewith [his/its] cultural dynamic.
Aktifitas Perdagangan Lokal di Kepualuan Maluku Abad 15 M - 19 M, Tinjauan Awal Berdasarkan Data Keramik Asing dan Komoditas Lokal Wuri Handoko
Kapata Arkeologi Vol. 3 No. 4 Juli 2007
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v3i4.62

Abstract

Famous Moluccas Archipelago as its heaven is mace, this matter cause commers activity in this archipelago region like fun, since early recognizing of commerce till a period to its top when Arab merchant, Chinese, and Europe enter this region, noise Avtivities commerce, not even unrightiously is foreign but also commerce in internal scope (local). Local Activities Commerce depict transfer noise (intersection) commodity of among commercial area which is one with other commercial area in region of coastal area in Moluccas archipelago scope. Local trade also depict activities exchange commodity of among coastal area and hinterland. In archaeology study, foreign ceramic data can play role to depict that matter. This matter remember foreign finding ceramic is not even found in seaboard of found also in sies archaeology in this area hinterland. This study is goods transfer of between seaboard with hinterland can be tracked.
Asal-Usul Masyarakat Maluku, Budaya dan Persebarannya: Kajian Arkeologi dan Mitologi Wuri Handoko
Kapata Arkeologi Vol. 3 No. 5 November 2007
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v3i5.66

Abstract

Pursuant to archaeology study, origin socialize Moluccas can be identified to come from race with cultural characteristic of Austronesia, as does the other race inhabiting earth of this Nusantara. Mostly socialize Moluccas of pursuant to study of mytology trust that tribe inhabiting this Archipelago come from a sanctum in Seram Island, which then disseminate to entire all region of Moluccas islands, This Article try to study and discuss genesis of terms in Moluccas Islands on the basis of data of archaeology and mitology.
Pengelolaan Parsipatoris Sumberdaya Arkeologi di Maluku: Sebuah Konsepsi Pengelolaan Berbasis Kearifan Lokal G.M. Sudarmika; Wuri Handoko
Kapata Arkeologi Edisi Khusus, Mei 2008
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v0i0.81

Abstract

No Abstract
Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi Berbasis Kearifan Lokal di Maluku: Perspekstif dan Prospektif Wuri Handoko
Kapata Arkeologi Edisi Khusus, Mei 2008
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v0i0.82

Abstract

Isu pengelolaan Benda Cagar Budaya (BCB) sebagai modal pembangunan masih garapan kalangan terbatas. Berbeda halnya dengan isu lingkungan. Gerakan lingkungan telah menjelma sebagai keuatan transformasi karena dukungan partisipasi publik yang luas. Kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan menjadi konsep yang banyak dikembangkan oleh negera-negera dunia ketiga. Padahal embrio gerakan lingkungan hampir bersamaan dengan isu sumberdaya arkeologi. Di wilayah Maluku, mengenal praktek keraifan lingkungan dalam pengelolaan lingkungan yang dikenal sebagai Sasi. Dalam pengelolaan BCB, praktek mensakralkan BCB sebagai benda pusaka adalah bentuk kearifan lokal. Selain itu praktek keraifan lokal dalam pengelolaan lingkungan sesungguhnya dapat disisipkan isu tentang BCB, karena sumberdaya arkeologi juga bagian dari sumberdaya alam.