cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER" : 6 Documents clear
ENKULTURASI TARI MELAYU DI SANGGAR BUDAYA ACEH NUSANTARA (BUANA) KOTA BANDA ACEH Ayu Rahmina; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Enkulturasi tari melayu di sanggar Budaya Aceh Nusantara kota Banda Aceh”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah proses enkulturasi tari melayu di sanggar Budaya Aceh Nusantara (Buana) kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses enkulturasi tari melayu di sanggar Budaya Aceh Nusantara (Buana) kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penari dan koreografer/pendiri sanggar Budaya Aceh Nusantara. Objek dalam penelitian ini adalah tari melayu yang berjudul tari zapin pekajang. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajarannya, metode yang digunakan sebagaimana yang biasa dilakukan dalam mempelajari gerak dalam tari, dalam hal ini mengunakan hitungan di setiap langkah atau pergerakan tangan, namun pada prakteknya ada dua orang peraga tari, satu penari pria dan satu penari wanita yang dipandu oleh koreografer yang memberi intruksi. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan lebih dahulu di praktekkan oleh peraga tari yang diarahkan oleh koreografer dan kemudian barulah mengikuti langkah demi langkah sesuai intruksinya. Dalam pengenalan tari melayu kepada anggota sanggar hampir sama sebagaimana yang di terima dari proses awal pembelajarannya, namun dalam hal ini yang dilakukan lebih kepada karakter tari-tari melayu yang ada di nusantara, seperti tari melayu yang ada di Aceh Tamiang, Deli, Riau, Palembang dan lainnya. Proses tahapan yang dilakukan untuk memudahkan peserta didik, yang dilakukan pertama kali adalah pengenalan karakter tubuh (sebagaimana proses pembelajaran awal) dan pembagian azas atau ragam gerak dalam setiap tari yang dipelajari.Kata Kunci: Enkulturasi, Tari Melayu, Zapin Pekajang
NOTASI TARI BUNGONG PALA DI SANGGAR BUNGONG PALA MEULIGO SELATAN KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN Widya Hilza; Tri Supadmi; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang “Notasi Tari Bungong Pala di Sanggar Bungong Pala Meuligo Selatan Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, yang bertujuan untuk  mendeskripsikan  Notasi  Laban  sebagai sarana  pemahaman  gerak  tari Bungong Pala di sanggar Bungong Pala Meuligo Selatan Kecamatan Tapaktuan Kabupaten  Aceh  Selatan  .  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang tari Bungong Pala di sanggar Bungong Pala meuligo selatan. Subjek penelitian  ini adalah pemimpin  sanggar  beserta  penari pertama  sanggar Bungong Pala meuligo selatan, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah tari Bungong Pala. Data yang diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan  penarikan  kesimpulan  penarikan  kesimpulan, untuk mengetahui keabsahan data peneliti   menggunakan teknik  triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Bungong Pala ini biasanya didominasi oleh gerakan  murni dan  gerak  maknawi.  Dengan  menggunakan  gerak  tangan,  kaki, kepala beserta badan dan jari-jari penari. Dalam bentuk pencatatan Notasi Laban tari Bungong Pala, penari  melakukan  beberapa  gerak  pengulangan pada ragam yang berbeda. Tari Bungong Pala di sanggar Bungong Pala Meuligo Selatan ini memiliki 27 ragam.Kata kunci: Tari Bungong Pala, Notasi Laban
ANALISIS STILASI DALAM PROSES PEMBUATAN RANUP HIAS ACEH YANG DITINJAU DARI PRINSIP-PRINSIP DESAIN FADHILA MASTURA; Ari Palawi; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Penelitian yang berjudul Analisis Stilasi dalam Proses Pembuatan Ranup Hias Aceh yang ditinjau dari prinsip-prinsip desain, ini mengangkat masalah bagaimana teknik stilasi dalam proses pembuatan Ranup Hias Aceh yang ditinjau dari prinsip-prinsip desain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan stilasi dalam proses pembuatan Ranup hias Aceh mulai dari bentuk hasil stilasi Ranup hias, proses stilasi Ranup hias, alat dan bahan yang digunakan, pengolahan bahan serta penerapan prinsip-prinsip desain. Sumber data dalam penelitian ini adalah pembuat Ranup hias di Desa Keude Lapang dan di Desa Blang Me. Pendekatan yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini menggunakan jenis deskriptif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Aceh Jeumpa (Bireuen), tepatnya di Desa Keude Lapang dan Desa Blang Me. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa telah terjadi perkembangan pada bentuk dan teknik pembuatan Ranup hias di daerah Bireuen. Bentuk kreasi baru Ranup hias yang dihasilkan menggunakan teknik stilasi dengan metode pembentukan distorsi, deformasi dan transformasi. Bentuk-bentuk yang menjadi acuan adalah bentuk Burung Merak, Buah Nenas, Kupiyah Meuketop, Pinto Aceh dan Bungoeng Jeumpa. Pada proses pembuatannya, pembuat Ranup hias di Desa Keude Lapang dan pembuat Ranup hias di Desa Blang Me memiliki tahapan yang sama, yang membedakan adalah tingkat kreatifitas yang dimiliki oleh setiap pembuat Ranup hias. Perbedaan ini sangat berpengaruh pada hasil akhir yang dihasilkan. Sehingga setiap Ranup hias yang dihasilkan memiliki nilai estetika dan gaya artistik yang berbeda. Prinsip desain dalam teknik stilasi Ranup hias terdiri atas kesatuan, proporsi, keseimbangan, pengulangan, irama, dominan dan aksen. Kata Kunci: Stilasi, Ranup, Distorsi, Deformasi, Tranformasi.
KEBERADAAN TARI RESAM BERUME DI SANGGAR 1001 KABUPATEN ACEH TENGAH Latifah Elviana; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Keberadaan Tari Resam Berume di Sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah” Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah keberadaan tari Resam Berume di sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Keberadaan Tari Resam Berume di Sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pendiri sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. yang menjadi objek penelitian yaitu keberadaan tari Resam Berume di Sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, peneliti menggunakan metode wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda atau mengumpulkan gambar-gambar untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Tari Resam Berume menggambarkan bagaimana kebiasaan berume (bersawah) di Gayo, dimulai dengan mujelbang (mencangkul), dan diakhiri dengan mungamul (mengumpulkan padi) ke dalam karung untuk dibawa pulang. Tari Resam Berume ini bermula dari pengembangan tari kesek-kesek ui yang diciptakan oleh Syaifuddin Qadir. kesek-kesek ui pernah dikolaborasikan dengan berbagai tarian dari Aceh seperti Top Pade, dan Tarek Pukat. Dengan demikian tarian tersebut diberi nama Tari puncak utama yang mewakili daerah Aceh pada pembukaan konversi Asia Afrika pertama pada tahun 1955 di Bandung.Kata Kunci: keberadaan, tari Resam Berume
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN SENI BUDAYA PADA MASA COVID 19 DI SMP FATIH BILINGUAL SCHOOL PUTRI BANDA ACEH Raysa Hiyal Ulya; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Efektivitas Pembelajaran Seni Budaya pada Masa Covid 19 di SMP Fatih Bilingual School Putri Banda Aceh”. Dengan rumusan masalah bagaimana efektivitas alokasi waktu pembelajaran seni budaya di SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama) SMP Teuku Nyak Arief  Fatih Bilingual School Banda Aceh. Bertujuan untuk mengetahui efektivitas alokasi waktu pembelajaran seni budaya pada masa Covid 19 di SPK SMP Fatih Bilingual School Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif. Adapun lokasi penelitian ini adalah SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingal School Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Art dan peserta didik kelas VIII-A SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh, dan objek dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas pembelajaran seni budaya pada masa Covid 19 di SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi non partisipan, angket, dan wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi waktu tidak memenuhi standar pembelajaran seni. Sehingga menjadi tidak efektif. Hal ini menyebabkan guru tidak bisa melaksanakan pembelajaran secara utuh, akan tetapi batas ketuntasan minimal (KKM) bisa dicapai.Kata Kunci: Efektivitas, Pembelajaran, Seni Budaya.
MINAT DAN BAKAT SISWA SMP N 17 BANDA ACEH TERHADAP SENI TEATER PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA Sarfiati Sarfiati; Rida Safuan Selian; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Penelitian yang berjudul “minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh terhadap seni teater pada mata pelajaran Seni Budaya” penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil persentase minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh terhadap seni Teater pada mata pelajaran Seni Budaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 17 Banda Aceh tahun ajaran 2020/2021 terdiri atas satu kelas yang berjumlah 32 orang siswa. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan lembar kuesioner. Sampel penelitian berbentuk purposive sampling diambil dari siswa kelas VII-1 yang diajarkan dengan pembelajaran Seni Budaya khusus Seni Teater. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh tersebut ditinjau dari lembar observasi dan lembar kuesioner. Berdasarkan hasil data penelitian maka diperoleh minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh terhadap seni Teater pada mata pelajaran Seni Budaya bahwa sebanyak 34.38% siswa yang berminat pada seni teater pada mata pelajaran Seni Budaya dan 25% siswa memang berbakat di bidang seni teater sedangkan 40,63% siswa lainnya tidak berbakat dan tidak berminat pada seni Teater pada mata pelajaran Seni Budaya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa jumlah siswa yang berbakat dan berminat pada Seni teater lebih sedikit dibandingkan siswa yang tidak berminat dan bakat.Kata Kunci: minat, bakat, seni teater, seni budaya.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6