cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER" : 5 Documents clear
ANALISIS TARI LIKOK PULO DI SANGGAR SENI SEULAWEUT UIN AR-RANIRY Arinil Khaderi Putri; Tri Supadmi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Struktur Tari Likok Pulo di Sanggar Seni Seulaweut UIN Ar-Raniry”. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana struktur gerak tari Likok Pulo dan bagaimana elemen-elemen gerak tari Likok Pulo di Sanggar Seni Seulaweut UIN Ar-Raniry. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Ketua Sanggar Seni Seulaweut yang mencakup sebagai penari Likok Pulo di Sanggar Seni Seulaweut sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah tari Likok Pulo. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur gerak tari Likok Pulo dapat ditinjau dari dua aspek yaitu tari Likok Pulo berdasarkan unsur sikap dan unsur gerak terhadap elemen-elemen gerak yaitu pada bagian kepala mempunyai 4 unsur sikap dan 8 unsur gerak, bagian badan mempunyai 6 unsur sikap dan 4 unsur gerak, bagian tangan mempunyai 5 unsur sikap dan 29 unsur gerak, bagian kaki mempunyai 4 unsur sikap dan 4 unsur gerak. Pada analisis struktur gerak tari Likok Pulo terdapat Tata Hubungan Hierarkis Gramatikal yang memperoleh 8 gugus gerak, 8 kalimat gerak, 69 frase gerak dan 379 motif gerak dan Tata Hubungan Paradigmatis yang terdapat pada gugus ke 3 dan pada gugus ke 5.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN TARI AER ULAK KARYA REZKY KURNIA PUTRI Tia Noviati; Ari Palawi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Aer Ulak ini terinspirasi dari sebuah tradisi zaman dahulu yang telah punah. Karya tari ini diciptakan oleh Rezky Kurnia Putri pada tahun 2018. Rezky Kurnia Putri mengangkat sebuah garapan tari dengan tema tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif penciptaan Tari Aer Ulak karya Rezky Kurnia Putri melalui tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan komposisi. Objek penelitian ini adalah tari Aer Ulak yang dikaji dari proses kreatif yang meliputi elemen-elemen komposisi tari seperti tema, gerak, tata rias, tata busana, iringan, pola lantai, properti dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tema Tari Aer Ulak pada awalnya yaitu berupa ritual yang menggambarkan tentang budaya yang menampilkan kembali budaya yang telah hilang dalam sebuah gerakan seni tari. Urutan gerak yang dilakukan dimulai dari salam pembuka, membawa perasap, ngerajah, mencak, menurunkan lancang serta menanti firasat. Tari ditampilkan dengan menggunakan properti sajen, memakai tata rias wajah yang tegas serta bernuansa seram, serta diiringin oleh keyboard, gendang melayu, biola,bamba, ketipung, dan akordion. Sumber data penelitian ini adalah Rezky Kurnia Putri, selaku koreografer atau pencipta Tari Aer Ulak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data,dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Oleh karena itu, didapatkan hasil penelitian berupa tahap-tahap yang dilakukan oleh Rezky dalam proses kreatif meliputi tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan tahap komposisi yaitu proses penyusunan gerak yang telah didapatkan dari proses eksplorasi, improvisasi, dan evaluasi menjadi satu tarian yang utuh. Selain itu proses kreatif penciptaan Tari Aer Ulak juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti faktor lingkungan, sarana atau fasilitas, keterampilan atau skill, identitas atau gaya (style), originalitas atau keaslian,dan apresiasi atau penghargaan.
REKONSTRUKSI SENDRATARI ANDE-ANDE LUMUT DI DESA BUMI AYU KABUPATEN BENER MERIAH Ekza Fahira Aziz; Tri Supadmi; Samsuri Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul, “Rekonstruksi Sendratari Ande-ande Lumut di Desa Bumi Ayu Kabupaten Bener Meriah”. Rumusan masalah penelitian ini yaitu Bagaimana rekonstruksi bentuk Sendratari Ande-ande Lumut di Desa Bumi Ayu Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperkenalkan kembali hasil dari rekonstruksi Sendratari Ande-ande Lumut di Desa Bumi Ayu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seniman dan penari yang pernah menarikan Sendratari Ande-ande Lumut di Desa Bumi Ayu, sedangkan objek dari penelitian ini adalah Sendratari Ande-ande Lumut dari Desa Bumi Ayu. Lokasi penelitian yang dilakukan berada di Desa Bumi Ayu. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah tekhnik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tekhnik analisi data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan Sendratari Ande-ande Lumut adalah tari hiburan yang merupakan salah satu kesenian daerah dari Desa Bumi Ayu dan dikenal sejak tahun 1958. Proses rekonstruksi berawal dari proses penggalian, proses latihan, hingga proses pertunjukan. Poin proses penggalian yaitu terdapat penggalian sejarah, tema, naskah, gerak, pola lantai, musik, tata rias dan busana. Proses latihan terdiri dari eksplorasi, improvisasi, komposisi,dan evaluasi dan berakhir pada hasil pertunjukan. Hasil pertunjukan mencakup seluruh isi termasuk elemen-elemen dalam koreografi yang berkaitan dengan proses rekonstruksi. Elemen-elemen tersebut berupa tema, naskah, judul, mode penyajian, tata panggung, tata lighting, musik iringan, tipe tari, tata rias dan kostum, pola lantai, dan properti.
ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI POH KIPAH DI SANGGAR CUT MEUTIA MEULIGO KABUPATEN ACEH UTARA Safrina Zahara; Tri Supadmi; Rida Safuan Selian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian tari Poh Kipah, permasalahan yang diangkat adalah “Analisis Struktur Gerak Tari Poh Kipah”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan analisis struktur gerak tari Poh Kipah. Objek dalam penelitian ini adalah struktur gerak tari Poh Kipah. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian ini bersifat kualitatif, sehingga analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (a) Analisis struktur tari Poh Kipah berdasarkan gerak bagian tubuh meliputi gerak kepala, gerak badan, gerak tangan, dan gerak kaki. Untuk memudahkan penganalisisan, maka gerak dibagi menjadi 2 yaitu gerak sebagai sikap dan sebagai pelaksana. Gerak sebagai unsur sikap meliputi 3 unsur sikap kepala, 3 unsur sikap badan, 5 unsur sikap tangan dan 8 unsur sikap kaki. Sedangkan gerak sebagai pelaksana meliputi 5 unsur gerak kepala, 8 unsur gerak badan, 31 unsur gerak tangan dan 11 unsur gerak kaki. (b) Sedangkan analisis struktur gerak tari Poh kipah terdiri atas 9 gugus gerak, 22 kalimat gerak, 98 frase gerak, dan 709 motif gerak. (c) Tata hubungan hirarkis gramatikal tari Poh kipah memiliki 709 motif, 98 frase, 22 kalimat dan 9 gugus gerak, Tata hubungan sitagmatis tari Poh kipah memiliki hubungan seperti mata rantai yang saling mengait dan tidak dapat dipisahkan yang terdapat pada gugus pertama.Tata hubungan paradigmatis dalam tari Poh kipah terdapat pada gugus pertama yaitu antar frase 8 dan 9, frase tersebut dapat dipertukarkan dan tidak mempengaruhi motif dan hubungan gerak yang lain jika tidak berubah keterkaitan pola gerak dengan iringannya
KENDALA DALAM PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL GUEL DI SMA NEGERI 2 BANDAR Cindy Namira; Rida Safuan Selian; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini pada dasarnya dilakukan guna menjawab permasalahan kendala apa saja yang dihadapi dalam pembelajaran seni budaya kelas X IPA pada materi Tari Tradisional Guel di SMA Negeri 2 Bandar. Dengan menggunakan teori pembelajaran, kendala, minat, seni tari, tari tradisi, dan tari guel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kendala dalam pembelajaran seni budaya dan bagaimana pengembangan minat belajar seni budaya siswa kelas X IPA pada materi Tari Tradisional Guel di SMA Negeri 2 Bandar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwasannya kendala dalam belajar seni budaya berasal dari 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal diantaranya jasmani, minat dan bakat. Sedangkan faktor eksternal meliputi keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Selanjutnya dalam upaya pengembangan bakat tari tradisional guel SMAN 2 Bandar telah melakukan beberapa upaya, diantaranya terus memperbaharui metode belajar, memberikan fasilitas pendukung, Kemudian terkait dengan saran dari peneliti, peneliti berharap bahwasannya siswa terus menggali minat dan bakatnya dibidang tari tradisional agar dapat turut menjaga dan melestarikannya. Kemudian terkait dengan sekolah, peneliti berharapsekolah terus mendukung dan menunjang minat dan bakat dari siswa SMA Negeri 2 Bandar khsusnya dalam bidang tari tradisional guel.Kata Kunci : Kendala, Pembelajaran, Tari Tradisional Guel

Page 1 of 1 | Total Record : 5