cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 4 (2021): November" : 6 Documents clear
MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK DI TK IT PERMATA SUNNAH KOTA BANDA ACEH Riska Hayati; Fakhriah .; Dina Amalia; Bahrun .; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Early Childhood, Social Emotional, EngklekChildren's social emotional abilities really need to be developed from an early age, one way to develop children's social emotional is through the traditional game of cackling. The crank game is a game that is drawn on the ground, by drawing boxes, then jumping one foot from one box to another. How to develop children's social emotional with the traditional game of cuckoo is a study in this study. This study aims to determine the social emotional development of children with traditional crank games at IT Permata Sunnah Kindergarten, Banda Aceh. The method used is Classroom Action Research (CAR) by using two cycles, in each cycle there are 2 meetings. Data collection techniques are carried out through observation and performance. Research results obtained from. The subjects in this study were 10 children aged 5-6 years, 7 boys and 3 girls. Data collection techniques through observation and performance. The results showed that in the first cycle of the first meeting there were four underdeveloped children, 3 children began to develop and 3 children developed as expected. In the first cycle of the second meeting there were two underdeveloped children, five children began to develop, two children developed according to expectations and one child developed very well. In the second cycle of the first meeting there were two children who began to develop, six children developed according to expectations and two children developed very well, in the second cycle of the second meeting there was one child developing according to expectations and nine children developing very well. The conclusion from the research results is that the social emotional development of children has developed in accordance with the indicators of children's achievement through crank play. It is hoped that teachers can develop children's social emotional using other games.Abstrak. Kemampuan sosial emosional anak sangat perlu di kembangkan sejak dini, salah satu cara mengembangkan sosial emosional anak adalah dengan permainan tradisional egklek. Permaianan engklek ialah sebuah permainan yang digambar di atas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak, kemudian melompat satu kaki dari kotak satu ke kotak lainnya. Bagaimana mengembangkan sosial emosional anak dengan permainan tradisional egklek menjadi kajian dalam penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak dengan permainan tradisional engklek di TK IT Permata Sunnah, Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus, pada setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian yang di peroleh dari. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 orang anak, 7 laki-laki dan 3 perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I pertemuan pertama terdapat empat anak belum berkembang, 3 anak mulai berkembang dan 3 anak berkembang sesuai harapan. Pada siklus I pertemuan kedua terdapat dua anak belum berkembang, lima anak mulai berkembang, dua anak berkembang sesuai harapan dan satu anak berkembang sangat baik. Pada siklus II pertemuan pertama terdapat dua anak mulai berkembang, enam anak berkembang sesuai harapan dan dua anak berkembang sangat baik, pada siklus ke II pertemuan kedua terdapat satu anak berkembang sesuai harapan dan sembilan anak berkembang sangat baik. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu, perkembangan sosial emosional anak sudah berkembang sesuai dengan indikator pencapaian anak melalui permainan engklek. Diharapkan kepada guru agar dapat mengembangkan sosial emosional anak dengan menggunakan permainan lainnya.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Sosial Emosional, Engklek
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI KERAJINAN MOZAIK DI PAUD AL-HILAL KABUPATEN ACEH BESAR Julia .; Israwati .; Yuhasriati .; Anizar Ahmad; Dina Amalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Creativity, Mosaic CraftsThe need for creativity really needs to be developed early. One way that can develop creativity through mosaic crafts. Mosaic craft is a craft made by the process of sticking with dry leaves, newspaper, origami paper and rice. How to develop the creativity of young children through the craft of mosaic becomes a study in this study. Research conducted to study the development of children's creativity in PAUD Al-Hilal, Aceh Besar District. The subjects in this study were children aged 5-6 years, winning 10 children, 4 boys and 6 girls. The method used is the Classroom Action Research (CAR) method using two cycles, at each cycle 3 meetings are held. Data collection techniques are done through observation and performance. The results of the study obtained from the first and second cycles, in the first cycle of action I was 5 children began to develop. Cycle I of action II 5 children began to develop, 3 children developed according to expectations. Step III There are 4 children starting to develop, 5 children developing according to expectations, 1 child developing very well. The results of the second cycle of action I, seen 3 children began to develop, 4 people developed according to expectations, 3 children developed very well. Action II, There are 2 children starting to develop, 2 children developing according to expectations, 6 children developing very well. Action III, 1 child starts developing, 2 children develop according to expectations, 7 children develop very well. The development of creativity of children aged 5-6 years was announced development after playing mosaic handicrafts, seen by the development of the results of children from cycle I and cycle II, 7 out of 10 children were able to imagine themselves, so that children could make mosaic handicrafts.Asbtrak: Kemampuan kreativitas sangat perlu dikembangkan sejak dini. Salah satu cara yang dapat mengembangkan kreativitas ialah melalui kerajinan mozaik. Kerajinan mozaik ialah sebuah kerajinan yang dilakukan dengan proses menempel dengan daun kering, kertas Koran, kertas origami dan padi. Bagaimana mengembangkan kreativitas anak usia dini melalui kerajinan mozaik menjadi kajian dalam penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perkembangan kreativitas anak usia dini melalui kerajinan mozaik di PAUD Al- Hilal, Kabupaten Aceh Besar. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun berjumlah 10 anak, 4 laki-laki dan 6 perempuan. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus, pada setiap siklus dilakukan 3 pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian yang di peroleh dari siklus I dan II, pada siklus I tindakan I terdapat 5 orang anak mulai berkembang. Siklus I tindakan II 5 orang anak mulai berkembang, 3 orang anak berkembang sesuai harapan. Tindakan III terdapat 4 orang anak mulai berkembang, 5 orang anak berkembang sesuai harapan, 1 orang anak berkembang sangat baik. Hasil siklus II tindakan I, terdapat 3 orang anak mulai berkembang, 4 orang berkembang sesuai harapan, 3 orang anak berkembang sangat baik. Tindakan II, terdapat 2 orang anak mulai berkembang, 2 orang anak berkembang sesuai harapan, 6 orang anak berkembang sangat baik. Tindakan III, 1 orang anak mulai berkembang, 2 orang anak berkembang sesuai harapan, 7 orang anak berkembang sangat baik. Perkembangan kreativitas anak usia 5-6 tahun dinyatakan berkembang setelah bermain kerajinan mozaik, dilihat dengan berkembangkannya hasil pencapaian anak dari siklus I dan siklus II, 7 dari 10 anak sudah mampu berimajinasi sendiri, sehingga anak sudah mampu menciptakan kerajinan mozaik.Kata kunci: Kreativitas, Kerajinan Mozaik
POLA ASUH ORANG TUA DALAM PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI DI DESA SIMPANG LAYANG KECAMATAN TIMANG GAJAH, BENER MERIAH Devi Sartuti; Bahrun .; Dina Amalia; Taat Kurnita Yeniningsih; Rahmi .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Independence, Parenting StyleThis study aims to describe how parenting styles in the development of early childhood independence in Simpang Layang Village, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. This research is a qualitative descriptive study with research subjects 3 families who have children aged 5-6 years in Simpang Layang Village. Data obtained through interview and observation techniques. The results showed that the parenting styles applied by the three families were (1) permissive parenting, (2) authoritarian parenting, and (3) democratic parenting. They use the three parenting styles depending on the atmosphere and circumstances, there are times when they apply permissive, authoritarian or democratic parenting. Parents apply permissive parenting, when the activities carried out by the child are not dangerous and the child independently performs these activities. Parents apply authoritarian rules when what the child does is harmful to himself and others and the child is independent in accordance with the rules made by the parents. Parents apply democratic rules when children carry out activities, children carry out activities, they need guidance and direction, so children can understand and become independent.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pola asuh orang tua dalam perkembangan kemandirian anak usia dini di Desa Simpang Layang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 3 keluarga yang memiliki anak usia 5-6 tahun pada Desa Simpang Layang. Data diperoleh melalui teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh ketiga keluarga tersebut adalah (1) pola asuh permisif, (2) pola asuh otoriter,dan (3) pola asuh Demokratis. Mereka menggunakan ketiga pola asuh itu tergantung pada suasana dan keadaan, ada kalanya mereka menerapkan pola asuh permisif, otoriter maupun demokratis. Orang tua menerapkan pola asuh permisif, ketika kegiatan yang dilakukan oleh anak tidak berbahaya dan anak secara mandiri melakukan kegiatan tersebut. Orang tua menerapkan aturan otoriter ketika yang dilakukan oleh anak berbahaya untuk dirinya sendiri dan orang lain dan anak mandiri sesuai dengan aturan yang dibuat oleh orang tua. Orang tua menerapkan aturan demokratis ketika anak melakukan kegiatan anak melakukan kegiatan adanya perlu bimbingan dan arahan, sehingga anak dapat mengerti dan menjadi mandiri.Kata Kunci: Kemandirian, Pola Asuh Orang Tua
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA BAHAN ALAM DI PAUD NURUL HIDAYAH KABUPATEN ACEH BESAR Fitri Arfika Latifsan; Anizar Ahmad; Saptiani .; Taat Kurnita Yeniningsih; Rahmi .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: creativity, natural materials, early childhoodThis study aims to determine the development of children's creativity in making works using natural materials such as seeds. This study used a classroom action research approach which was carried out in two cycles, each cycle carried out in 2 meetings. The subjects in this study were group B children, totaling 8 children, consisting of 5 girls and 3 boys. Data collection techniques in the form of observation through drawing and pasting activities with natural materials media. In the first cycle of the first meeting of children who have not developed as many as 5 children, children begin to develop, namely 3 people. Cycle I, the meeting of the two children who have not developed as many as 4 children, 2 children who begin to develop and develop according to expectations as many as 2 children. The results of the research in the second cycle of the first meeting of children who began to develop as many as 4 people, children began to develop according to expectations as many as 3 people and children who began to develop according to expectations, namely 1 child. In the second cycle of the second meeting, 1 child began to develop, 1 child developed according to expectations and 6 children began to develop very well. The conclusion of this research is that through sticking activities with natural materials media can develop children's creativity in PAUD Nurul Hidayah, Aceh Besar District. For this reason, teachers can add insight in choosing media that are suitable for learning, one of which is through the media of natural materials.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kreativitas anak dalam membuat karya dengan menggunakan media bahan alam seperti biji-bijian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan 2 pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 8 anak, terdiri atas 5 anak perempuan dan 3 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data berupa observasi melalui kegiatan menggambar dan menempel dengan media bahan alam. Pada siklus I pertemuan pertama anak yang belum berkembang sebanyak 5 orang anak, anak mulai berkembang yaitu 3 orang. Siklus I pertemuan kedua anak yang belum berkembang sebanyak 4 orang anak, anak yang mulai berkembang 2 orang dan berkembang sesuai harapan sebanyak 2 orang anak. Hasil penelitian pada siklus II pertemuan pertama anak yang mulai berkembang sebanyak 4 orang, anak mulai  berkembang  sesuai  harapan  sebanyak   3  orang  dan  anak  yang  mulai berkembang sesuai harapan yaitu 1 orang anak. Pada siklus II  pertemuan kedua anak yang mulai berkembang 1 orang anak, anak yang berkembang sesuai harapan 1 orang anak dan anak mulai berkembang sangat baik ada 6 orang anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui kegiatan menempel dengan media bahan alam dapat mengembangkan kreativitas anak di PAUD Nurul Hidayah, Kabupaten Aceh Besar. Untuk itu, guru dapat menambah wawasan dalam memilih media yang sesuai dengan pembelajaran, salah satunya adalah melalui media bahan alam.Kata Kunci: Kreativitas, Bahan Alam, Anak Usia Dini
MENGEMBANGKAN KECERDASAN NATURALISTIK ANAK USIA DINI MELALUI PENERAPAN METODE PROYEK DI PAUD ANANDA RISKI KABUPATEN ACEH BESAR Rahmiati .; Israwati .; Rahmi .; Amsal Amri; Dina Amalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Naturalistic intelligence, the application of project methodsThis study aims to develop children's naturalist intelligence through the application of project methods to children aged 4-5 years in AnandaRiski Aceh Besar PAUD with the problem of whether naturalist intelligence can be improved through the application of project methods. This research is a type of descriptive research with a qualitative approach. The subjects of this study were children aged 4-5 years in AnandaRiskiPAUD, totaling 10 children, consisting of 5 daughters and 5 sons. The variable of this research is the naturalist intelligence of children. data collection is done through observation and performance. The data analysis technique was carried out in a qualitative descriptive manner. The results showed that children's naturalistic intelligence can increase after being given action. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan naturalis anak melalui penerapan metode proyek pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Ananda Riski Aceh Besar dengan masalah apakah kecerdasan naturalis dapat ditingkatkan melalui penerapan metode proyek.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun di PAUD Ananda Riski berjumlah 10 orang anak, terdiri dari 5 anak perempuan dan 5 anak lelaki. Variabel penelitian ini adalah kecerdasan naturalis anak. pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan unjuk kerja. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecerdasan naturalistik anak dapat meningkat setelah diberi tindakan. Adapun tindakan yang diberikan adalah kegiatan menanam dan merawat tanaman bayam melalui penerapan metode proyek.Kata Kunci : Kecerdasan Natural, Penerapan Metode Proyek
PERAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI COVID-19 Delvira .; Bahrun .; Sitti Muliya Rizka; Israwati .; Rahmi .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Family Role, Character, Early Childhood, Covid-19 PandemicThe family is the smallest unit of society where children are raised and educated by parents at home. The role of the family is very important to shape the character of the child, especially in this day and age. This study aims to determine the role of the family in shaping the character of early childhood during the COVID-19 pandemic. The research subjects consisted of three parents who have children aged 4-6 years. The research was conducted in the village of Keumumu Downstream, East Labuhanhaji District, South Aceh District. This research uses qualitative method which is case study and described descriptively. Data obtained through observation, interviews and document. Data analysis was carried out with three stages of data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study indicate the role of the family in shaping character of children such as the formation of the character of responsibility, independence and discipline. The three characters are formed because of the habituation by parents. First, inviting children to be responsible for themselves and other, second, inviting children to be independent by training children to be disciplined by training children to obey the rules, the result of research during the COVID-19 pandemic. If the child does not get used to it the child does not get used to it, the parents do not force the child, therefore the three parents apply permissive parenting. Research related to the character of children during this pandemic can be continued by further research so that it can find things that have not been revealed through this researchAbstrak. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat tempat di mana anak dibesarkan dan dididik oleh orang tua di rumah. Peran keluarga sangatlah penting untuk membentuk karakter anak, terutama di masa sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam membentuk karakter anak usia dini di masa pandemi COVID-19. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang tua yang memiliki anak usia 4-6 tahun. Penelitian dilakukan di Gampong Keumumu Hilir, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat studi kasus dan dijabarkan secara deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peran keluarga dalam pembentukan karakter anak seperti pembentukan karakter tanggung jawab, mandiri, dan disiplin. Ketiga karakter tersebut terbentuk karena adanya pembiasaan yang dilakukan orang tua. Pertama mengajak anak bertanggung jawab pada dirinya sendiri dan orang lain. Kedua mengajak anak mandiri dengan melatih anak menyelesaikan tugas secara sendiri. Ketiga mengajak anak disiplin dengan melatih anak patuh pada aturan, hasil penelitian selama pandemi COVID-19 orang tua membiasakan anak memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun serta mengajak anak mematuhi prokes selama pandemi. Apabila anak tidak membiasakan hal tersebut, orang tua tidak memaksa anak, oleh sebab itu ketiga orang tua tersebut menerapkan pola asuh permisif. Penelitian yang berhubungan dengan peran keluarga dalam membentuk karakter anak di masa pandemi ini dapat dilanjutkan oleh penelitian selanjutnya sehingga dapat menemukan hal-hal yang belum terungkap melalui penelitian ini.Kata Kunci:  Peran Keluarga, Karakter, Anak Usia Dini, Pandemi COVID—19

Page 1 of 1 | Total Record : 6