cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pendidikan
ISSN : 14104695     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
JDP (Journal of Dynamics of Education), a journal with registered number p-ISSN : 1410-4695 is a scientific journal which published by Faculty of Teaching and Education Christian University that covered about teaching discussion area. The aims of JDP is to disseminate the conceptual thoughts and ideas or research results that have been achieved in the area of education.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2016): JULI" : 6 Documents clear
PARENTS THERAPY SEBAGAI PENDAMPING LAYANAN KONSELING BAGI PERKEMBANGAN SEKSUAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Ronny Gunawan
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2016): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v9i2.341

Abstract

ABSTRACTChildren with Special Needs are children who have special behaviors that require guidance and special education from his parents and teachers. Like children in general, children with special needs also have the development and growth of the physical, mental, psychological and sexual. Based on the research conducted by researchers together with some teachers in individuals investigated, if the children with special needs get therapy sustained every day about sexual behavior and patterns of life, then they tend to have a positive sexual behavior, but if the therapy is not done, then they tend to a negative behavior. This study used the name Parents Therapy, in which the children with special needs who have negative sex in schools (respondents one child), as is often held his cock, embraced by aggressive children of the opposite sex therapy is given not only to their children but also their parents through counseling services. This treatment method is given for 30 days, but there are three days of therapy which is not performed as comparison changes in deviant behavior in children. The results of this therapy are very positive and significant, in which the child has calmness in his mental condition and the negative sexual behavior decreased (changed in his behavior).Keywords: Children with Special Needs, sexual behavior, Parents Therapy and counseling servicesABSTRAKAnak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang memiliki perilaku khusus yang memerlukan bimbingan dan pendidikan khusus dari orangtua maupun guru. Seperti layaknya anak pada umumnya, Anak Berkebutuhan Khusus juga memiliki perkembangan dan pertumbuhan dari sisi fisik, mental, kejiwaan maupun seks. Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti bersama dengan beberapa guru pada individu yang diteliti, apabila anak berkebutuhan khusus mendapatkan terapi yang berkesinambungan setiap harinya tentang perilaku seks dan pola hidup, maka anak memiliki perilaku seks yang positif, namun apabila terapi tidak dilakukan, maka anak memiliki perilaku yang negatif. Penelitian ini menggunakan nama Parents Therapy, di mana, anak berkebutuhan khusus yang mengalami perilaku seks negatif di sekolah (responden satu anak), seperti sering memegang kemaluannya, memeluk dengan agresif anak-anak yang berlawanan jenis diberikan terapi bukan hanya pada anaknya namun juga orangtuanya melalui layanan konseling. Metode terapi ini diberikan selama 30 hari, namun ada tiga hari terapi tidak dilakukan sebagai pembanding perubahan perilaku menyimpang pada anak. Hasil terapi ini sangat positif dan signifikan, di mana anak tersebut memiliki ketenangan dalam kondisi jiwanya dan perilaku seks negatifnya mengalami penurunan (ada perubahan perilaku).Kata kunci: Anak Berkebutuhan Khusus, perilaku seks, Parents Therapy, dan layanan konseling
PERBEDAAN PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI TERMOKIMIA MELALUI PEMBELAJARAN GROUP DAN INDIVIDUAL PROBLEM SOLVING St Fatimah Azzahra
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2016): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v9i2.342

Abstract

ABSTRACTThis research is aimed to know the differences increase critical thinking skills through learning group and individual problem solving in thermochemical material. This research uses a quasi-experimental design with nonequivalent control group design and study sample consisted of 103 students, divided into the first experimental (group problem solving) (35 students), the two group experimental (individual problem solving) (34 students). The collected through pretest-posttest. The analyzed with the Kruskal Wallis test, the results showed that the learning problem solving as a group or individually can improve students’ critical thinking skills. Statistical test there are significant differences in the students critical thinking skills thermochemical material between students who received group and individual problem solving. Critical thinking skills improvement with problem solving individual learning higher compared with group learning problem solving.Keywords: problem solving learning, critical thinking skillsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran group dan individual problem solving pada materi termokimia. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design dan sampel penelitian ini terdiri dari 103 siswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen pertama (pembelajaran group problem solving) (35 siswa), kelompok eksperimen kedua (pembelajaran individual problem solving) (34 siswa).Pengumpulan data dilakukan melalui pretest-posttest. Data dianalisis dengan uji Kruskal Wallis Test, hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran problem solving secara group maupun secara individual dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Data uji statistik, terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi termokimia antara siswa yang mendapat pembelajaran group problem solving dan individual problem solving. Peningkatan keterampilan berpikir kritis dengan pembelajaran individual problem solving lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran group problem solving.Kata Kunci: Pembelajaran Problem Solving, Keterampilan Berpikir Kritis
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, BUDAYA KERJA, SELF LEARNING DAN KOMITMEN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI KOTA DEPOK, JAWA BARAT Lisa Gracia Kailola
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2016): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v9i2.338

Abstract

ABSTRACTTeacher’s performance plays a crucial role in achieving quality of education and good character of students. Low teacher’s performance will decrease quality of graduates itself. Based on datas in Depok City, West Jawa, teacher’s performance is in priority programs of government, and still need to be increased. The obejctives of this research is to investigate whether there exists any direct positive effect of transormational leadership, work culture, self learning and work commitment towards teacher’s performance at State Junior High School in Depok City, West Java. A total of 91 from 974 teachers were sampled to collect data which was then analyzed using path analysis quantitative method. The result shows that there exists a positive direct effect of (1) transformational leadership towards teacher’s performance, (2) work culture towards teacher’s performance, (3) self learning towards teacher’s perfomance, (4) work commitment towards teacher’s performance, (5) transformational leadership towards work commitment, (6) work culture towards work commitment, (7) self learning towards work commitment, (8) transformational leadership towards self learning, (9) work culture towards self learning, and (10) transformational leadership towards work culture.Keywords: teacher’s performance, transformational leadership, work culture, self learning, work commitment.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan langsung positif kepemimpinan transformasional, budaya kerja, self learning, dan komitmen kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri di Depok Jawa Barat. Sebanyak 91 dari 947guru digunakan sebagai sampel penelitian untuk memperoleh data yang kemudian dianalisis menggunakan metode kuantitatif analisis jalur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan langsung positif (1) kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru, (2) budaya kerja terhadap kinerja guru, (3) self learning terhadap kinerja guru, (4) komitmen kerja terhadap kinerja guru, (5) kepemimpinan transformasional terhadap komitmen kerja, (6) budaya kerja terhadap komitmen kerja, (7) kepemimpinan transformasional terhadap self learning, (8) budaya kerja terhadap self learning, dan (9) kepemimpinan transformasional terhadap budaya kerja.Kata kunci: kinerja guru, kepemimpinan transformasional, budaya kerja, self learning, komitmen kerja
INDIVIDUAL PROBLEM SOLVING SHARED READING TO DEVELOP STUDENTS’ READING COMPREHENSION Luh Angelianawati
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2016): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v9i2.343

Abstract

ABSTRACTTeaching English as a Foreign Language is challenged to find strategies which develop student-centered learning and be able to cultivate students’ language competence and performance effectively. Shared reading is affirmed as one of effective strategies to develop student-centered learning. The strategy is recognized as a creative and exciting model for active learning by doing a group or student-sharing. It makes students learn how making connections, predicting, asking questions, understanding new vocabulary, and making inferences. The main purpose of applying this strategy is to make the students have knowledge of vocabulary and concepts of print and literature reading, as well as use the language through collaborative reading experience. In implementing this strategy, the level of education in which the strategy is implemented should be considered. The way how this strategy may be utilized in the classroom is presented in this article.Keywords: shared reading, teaching strategy, student centered learningABSTRAKPengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing ditantang untuk menemukan strategi yang mampu mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mampu menumbuhkan kemampuan berbahasa dan kinerja siswa secara efektif. Membaca bersama diakui sebagai salah satu strategi yang efektif untuk mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Strategi ini diakui sebagai model pembelajaran aktif yang kreatif dan menarik dengan cara belajar bersama kelompok. Hal tersebut membuat siswa belajar bagaimana menghubungkan informasi, memprediksi, mengajukan pertanyaan, memahami kosa kata baru, dan membuat kesimpulan. Tujuan utama dari penerapan strategi ini adalah untuk membuat siswa memiliki pengetahuan kosa kata dan konsep tentang bacaannya, serta menggunakan bahasa melalui pengalaman membaca kolaboratif. Dalam menerapkan strategi ini, tingkat pendidikan di mana strategi ini dilaksanakan harus dipertimbangkan. Cara bagaimana strategi ini dapat dilakukan di dalam kelas disajikan dalam artikel ini.Kata kunci: membaca bersama, strategi pengajaran, pembelajaran berpusat pada siswa
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-TALK-WRITE (TTW) DAN SOFTWARE AUTOGRAPH DALAM MEMPERSIAPKAN PENDIDIK MATEMATIKA MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Maslina Simanjuntak
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2016): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v9i2.339

Abstract

ABSTRACTThe background of this paper is the lack of readiness of educators in Indonesia, especially for mathematics educators in the ASEAN Economic Community (AEC). The purpose of this paper is to prepare mathematics educators to encounter AEC so that they can compete, and make the AEC as an opportunity, not as a threat to his career. To overcome these problems, the solutions offered are: 1) The mastery in innovative learning model, as an example of cooperative learning model Think-Talk-Write (TTW), which can improve students’ mathematics learning outcomes, and the ability of students' mathematical representation and communication, 2) The mastery of the use of technology, one of them is using mathematical software called Autograph, which can make mathematics educators have the creativity in showing the beauty of mathematics so that can attract the learners to learn. The mastery of an innovative learning model and the mastery of the use of technology such as Think-Talk-Write (TTW) and Autograph is expected to be the solution to improve the quality of mathematics educators in Indonesia.Keywords: Think Talk Write (TTW), AutographABSTRAKLatar belakang penulisan makalah ini adalah masih rendahnya kesiapan para pendidik di Indonesia khususnya pendidik matematika dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mempersiapakan para pendidik matematika dalam menghadapi MEA sehingga dapat bersaing, dan menjadikan MEA sebagai peluang bukan ancaman bagi kariernya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah: 1) Penguasaan model pembelajaran yang dapat inovatif, sebagai contoh model pembelajaran kooperatif tipe Think-Talk-Write (TTW) yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, dan kemampuan representasi serta komunikasi matematis siswa, 2) Pengguasaan terhadap penggunaan tekhnologi salah satunya penggunaan software matematika yaitu Autograph yang dapat membuat pendidik matematika memiliki kreativitas dalam memperlihatkan keindahan dari matematika yang dapat menarik minat peserta didik untuk belajar. Pengguasaan model pembelajaran yang inovatif, dan pengguasaan penggunaan tekhnologi seperti Think-Talk-Write (TTW) dan Autograph diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan mutu pendidik matematika di Indonesia.Kata kunci: Think Talk Write (TTW), Autograph.
PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI SMAN 113 JAKARTA TIMUR Renatha Ernawati
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2016): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v9i2.340

Abstract

ABSTRACTThis study aims to reveal whether there is influence on the performance of employees working Discipline. The number of respondents as many as 30 employees, research was conducted on the employees of SMAN 113 Jakarta. Data from interviews and questionnaires, the data work discipline and the employee's performance of the instrument. Validation data used qualitative and quantitative data analysis by ANOVA. Pearson correlation (Pearson correlation) amounted to 0,747, or 74.7% is the value of r count that shows a strong correlation or relationship between supervision Work Discipline and Performance Improvement employees SMAN 113 Jakarta, testing the hypothesis with t test to prove that there is an influence on employee performance Employee Discipline, Determinant correlation (R2) between the two variables were analyzed using correlation analysis obtained amounted to 55.80%. This means that 55.80% Employee Performance, results showed that there was a positive and significant influence between the discipline of work and employee performance with the regression equation Y = 12.428 + 0,663XKeywords: Discipline of work, Employee PerformanceABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap apakah ada pengaruh Disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Jumlah responden sebanyak 30 orang karyawan, Penelitian ini dilakukan pada karyawan SMAN 113 Jakarta. Data hasil wawancara dan angket, data disiplin kerja dan kinerja karyawan dari instrumen. Validasi data menggunakan kualitatif dan kuantitatif analisis data dengan ANOVA. korelasi pearson (pearson correlation) sebesar 0,747 atau 74,7% merupakan nilai r hitung yang menunjukkan korelasi atau hubungan yang kuat antara pengawasan Disiplin Kerja dan Peningkatan Kinerja karyawan SMAN 113 Jakarta, Uji hipotesis dengan uji t membuktikan bahwa terdapat pengaruh Disiplin Pegawai terhadap Kinerja Karyawan. Korelasi penentu (R2) antara kedua variabel dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi diperoleh sebesar 55,80%. Artinya 55,80% Kinerja Karyawan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara disiplin kerja dan kinerja karyawan dengan persamaan regresinya Ŷ = 12,428 + 0,663XKata kunci: Disiplin kerja, Kinerja Karyawan

Page 1 of 1 | Total Record : 6