cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JURISDICTIE Jurnal Hukum dan Syariah
ISSN : 20867549     EISSN : 25283383     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurisdictie (print ISSN 2086-7549, online ISSN 2528-3383) is peer-reviewed national journal published biannually by the Law of Bisnis Syariah Program, State Islamic University (UIN) of Maulana Malik Ibrahim Malang. The journal puts emphasis on aspects related to economics and business law which are integrated to Islamic Law in an Indonesian context and globalisation context. The languages used in this journal are Indonesia, English and Arabic.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Jurisdictie: Vol 6, No 2 (2015)" : 7 Documents clear
Engagement Cancellation and Its Legal Implication In Malaysia (Woman’s Rights Perspective) Fikriyah, Uswatul
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Jurisdictie: Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j.v6i2.4102

Abstract

This article aims to describe the legal implication of engagement cancellation in Malaysia and to analyze the woman’s rights protection aspect in Act 303 Islamic Family Law Federal Territory 1984 in Malaysia. This article based on library research focuses on regulation Islamic Family Law Federal Territory Act 303 year 1984 of Malaysia, particularly concerning on about betrothal or Engagement. The result of this study show that the implication of engagement itself could open the opportunities to both of bride and groom to understand and know each other. The implications of engagement cancellation that can be taken from section 15 Act 303 Islamic Family Law Federal Territory. In Islamic family law in Malaysia especially Act 303 Federal Territory Islamic Family Law 1984 women have rights in accordance with their position, namely in the form of rights before marriage, the rights within marriage and the last is the rights after divorce. Women's rights protection aspects contained in the Act 303 Islamic Family Law Federal Territory generally not only in case of engagement cancellation or breach of promise of marriage (bethrothal) but in all the rights of women in marriage. It has the purpose to protect women's rights.
Perempuan dan Tembakau di Mayang Kabupaten Jember: Perspektif Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Hasba, Irham Bashori; Wildana, Dina Tsalist
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Jurisdictie: Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j.v6i2.4104

Abstract

This study addressed the issue of fulfillment of the rights of working women by Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. The approach taken in this study using the empirical sociology of law analysis and data collection using qualitative techniques such as observation and interviews. The results of this study indicate that women workers in the tobacco sector companies scattered in the district Mayang based analysis using the law number 13 of 2003 suggests that the absence of the right to women workers as set out in the legislation. But on the other, the company cannot be blamed entirely on the practice of considering the existence of an unwritten system where the job search process is set by the agent without providing and presenting a working agreement prior to workers. This happens because, according to the author because of the lack of knowledge that qualified for the women who work in the sector. Penelitian ini membahas masalah pemenuhan hak perempuan yang bekerja menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini bersifat empiris dengan menggunakan analisa sosiologi hukum dan pengumpulan datanya menggunakan teknik kualitatif berupa observasi dan wawancara. Penelitian ini menjelaskan bahwa pekerja perempuan di sektor perusahaan tembakau yang tersebar di Kecamatan Mayang berdasarkan analisa menggunakan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa tidak adanya pemenuhan hak atas pekerja perempuan sebagaimana tertuang dalam undangundang tersebut. Perempuan pekerja di sector ini tidak memperoleh jaminan kerja layaknya pekerja yang diatur dalam undang-undang. Namun disisi lainnya, perusahaan tidak dapat disalahkan sepenuhnya atas praktek tersebut mengingat adanya sebuah sistem tak tertulis dimana proses pencarian kerja diatur oleh agen yang tanpa memberikan dan menyuguhkan perjanjian kerja terlebih dahulu kepada pekerja. Hal tersebut terjadi karena menurut hemat penulis karena tidak adanya pengetahuan yang mumpuni bagi para perempuan yang bekerja di sektor tersebut.
Perbandingan Konsep Anjak Piutang Syariah DSN-MUI dan Konsep Akad Hiwalah Dalam Surat Edaran Bank Indonesia Octaviani, Baerin
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Jurisdictie: Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j.v6i2.4105

Abstract

The purpose of this study is to discover the concept of sharia factoring in fatwa of DSN-MUI with the concept of Hiwalah contract in Bank Indonesia Circular Letter as well as the similarities and the differences between the concept of sharia factoring in fatwa of DSN-MUI with the concept of Hiwalah contract in Bank Indonesia Circular Letter. This study uses normative juridical research with conceptual approach and statute approach. The concept of sharia factoring in fatwa of DSN-MUI uses wakalah bil ujrah, and the concept of Hiwalah contract in Bank Indonesia Circular Letter is the concept of debt transfer with Hiwalah muthlaqah and Hiwalah muqayyadah. There are similarities between the concept of sharia factoring in fatwa of DSN-MUI with the concept of Hiwalah contract in Bank Indonesia Circular Letter. Those are from the aspect definition, object, other types, agreement form to give a bailout (qardh) and get ujrah/fees, and its term in the Civil Code is cessie and subrogation. While the differences between the concept of sharia factoring in fatwa of DSN-MUI with the concept of Hiwalah contract in Bank Indonesia Circular Letter are the form of debt transfer and receivable transfer, the assignor, related institutions, object of transaction, and the differences with Hiwalah muqayyadah are not provide bailout and get ujrah, as well as the settlement of dispute. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan konsep anjak syariah di fatwa DSN-MUI dengan konsep kontrak Hiwalah dalam Surat Edaran Bank Indonesia serta persamaan dan perbedaan antara konsep anjak syariah di fatwa DSN-MUI dengan konsep kontrak Hiwalah dalam Surat Edaran Bank Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan undang-undang. Konsep anjak syariah di fatwa DSN-MUI menggunakan wakalah bil ujrah, dan konsep kontrak Hiwalah dalam Surat Edaran Bank Indonesia adalah konsep transfer utang dengan Hiwalah muthlaqah dan Hiwalah muqayyadah. Ada kesamaan antara konsep anjak syariah di fatwa DSN MUI dengan konsep kontrak Hiwalah dalam Surat Edaran Bank Indonesia. Mereka adalah dari definisi aspek, objek, jenis lainnya, bentuk kesepakatan untuk memberikan bailout (qardh) dan mendapatkan ujrah / biaya, dan jangka dalam KUHPerdata adalah cessie dan subrogasi. Sedangkan perbedaan antara konsep anjak syariah di fatwa DSN-MUI dengan konsep kontrak Hiwalah dalam Surat Edaran Bank Indonesia adalah bentuk transfer utang dan pengalihan piutang, pemberi tugas, instansi terkait, objek transaksi, dan perbedaan dengan Hiwalah muqayyadah tidak memberikan bailout dan ujrah, serta penyelesaian sengketa.
Sakinah Family Concept Based on Jama’ah Tabligh Perspective (Jaulah) in Indonesia Ridwan, Wirdatuz Zahro’ Afifah
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Jurisdictie: Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j.v6i2.4106

Abstract

This research is field research, descriptive and uses qualitative approach. To get the data, researcher uses 3 data collection methods are observation, interview and documentation. The results of this research, it was found that sakinah family concept based on Jama’ah Tabligh is family that is led by husband who works in da’wah religion sincerely and all the members of family feel peace, always run the commands of Allah and the Sunnah of his Messenger as well as, practice obligatory and sunnah deeds then make Prophet family as minimal model. All member of family must support and remind each other, practice the religion perfectly and always get the blessing of God. they efforts in create sakinah family are by giving religious education for their children, reinforcing the faith, practicing deeds, implementing khuruj fi sabilillah program for husband and masturoh programs to wife regularly, always keeping the communication between husband and wife, discussing to solve the problem. In other hand, member of family should be able to keep other deeds like doing dzikr, recitating, reading important surah like surah Yasin in the morning and doing the duties and obligations as a husband-wife especially educate children and always Istiqomah in charities.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif.Untuk memperoleh data peneliti menggunakan tiga metode pengumpulan data, yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, ditemukan bahwa makna keluarga sakinah menurut Jama’ah Tabligh adalah keluarga yang dipimpin oleh seorang suami yang bekerja dalam da’wah agama secara ikhlas dan seluruh anggota keluarga merasakan ketenangan, selalu menjalankan perintah Allah dan sunah Rasul-Nya serta mengamalkan amalan fardhu dan sunnah serta menjadikan keluarga Rasul sebagai suri tauladan dalam membentuk keluarga sakinah. Seluruh aggota keluarga harus saling mendukung juga dan saling mengingatkan satu sama lainnya, bisa mengamalkan agama secara sempurna serta selalu mendapat ridho dari Allah. Adapun upaya mereka dalam membentuk keluarga sakinah yaitu dengan memberikan pendidikan agama untuk anak-anaknya, mempertebal iman, mengamalkan amalan, melaksanakan program khuruj fi sabilillah untuk suami dan program masturoh untuk istri secara rutin, selalu menjaga komunikasi antara suami istri, musyawarah keluarga dalam menyeleseikan masalah. Selain itu. Anggota keluarga tersebut harus bisa menjaga amalan-amalan sunah lainnya seperti dzikir, tilawah, membaca surat penting, membaca surat yasin di pagi hari dan melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai seorang suami istri terutama dalam mendidik anak serta selalu Istiqomah dalam beramal.
Politik Hukum Perundang-Undangan Pasar Modal Syariah di Indonesia Adirianto, Adirianto
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Jurisdictie: Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j.v6i2.4107

Abstract

This article aims to describe how the policy formation of Islamic Capital Market Law in Indonesia. This article is based on research using the normative approach to law (statute approach) and the conceptual approach (conceptual approach). The results of the discussion of this article shows that the formation of Law No. 8 of 1995 on Capital Market from the approach used in the Draft Law on Capital Market is divided into two, namely the Institutional Approach and Approach Activities. From that approach then can the problem to design the Law on Capital Market that have been showcased in the Problem Inventory List (DIM) to conduct further discussion process in the Establishment Act Concerning the Capital Market. Other factors are reflected in very strong sociological aspects of coverage that would pihakpihak governed by this Law which covers all players in the capital market, which is any party that has an interest in the activity modal an outlets and public companies.Artikel ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana kebijakan pembentukan Undang-undang Pasar Modal Syariah di Indonesia. Artikel ini berdasarkan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil pembahasan artikel ini menunjukkan bahwa terbentuknya Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dari pendekatan yang digunakan dalam Rancangan Undang-undang tentang Pasar Modal dibagi dua, yaitu Pendekatan Kelembagaan dan Pendekatan Aktivitas. Dari pendekatan itu maka di dapat masalah untuk merancang Undang-Undang tentang Pasar Modal yang sudah di tuangkan dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk melakukan Proses Pembahasan selanjutnya dalam Pembentukan Undang-Undang Tentang Pasar Modal. Faktor lainnya secara aspek sosiologisnya tercermin sangat kuat dari cakupan pihakpihak yang kelak diatur oleh Undang-Undang ini yang mencakup seluruh pelaku Pasar Modal, yaitu setiap pihak yang mempunyai kepentingan dengan aktivitas kepasar modalan dan perusahaan publik.
Batas Minimal Usia Kawin Perspektif Hakim Pengadilan Agama dan Dosen Psikologi UIN Malang Abdussalam, Nizar
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Jurisdictie: Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j.v6i2.4101

Abstract

This article aims to determine the minimum age to marry in the view of Malang District Court Judge Religion and the Faculty of Psychology UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Additionally, this article also aims to determine the relevance of the minimum limit of age at marriage that existed at Law No. 1 of 1974 on Marriage to apply today. This research is a field research using qualitative approach. The results of the discussion of this article shows that the Religious Court Judge Malang and Lecturer of Psychology UIN Malang agreed that the existing age limit in the Marriage Act is less suitable to be applied at this time. They would agree if the marriage age limit is raised. It aims to meet the maturity aspect of physical, psychological, and economic. So that domestic life is harmonious, eternal, and happy to be achieved. Artikel ini bertujuan mengetahui batas minimal usia kawin menurut pandangan Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan Dosen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selain itu, artikel ini juga bertujuan mengetahui relevansi batas minimal usia kawin yang ada pada Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan untuk diterapkan saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil pembahasan artikel ini menunjukkan bahwa Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan Dosen Psikologi UIN Malang sepakat bahwa batasan usia yang ada pada UndangUndang Perkawinan kurang sesuai untuk diterapkan saat ini. Mereka lebih sepakat jika batasan usia perkawinan dinaikkan. Hal ini bertujuan untuk memenuhi aspek kematangan fisik, psikis, maupun ekonomi. Sehingga kehidupan rumah tangga yang harmonis, kekal, dan bahagia dapat tercapai.
Zakat Fitrah di Lembaga Pendidikan Perspektif Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanafi Rohmawati, Kiki Ayu
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Jurisdictie: Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j.v6i2.4108

Abstract

Zakat is the third of pillars of Islam, which is very important for improving the existence of Muslim worship beside of prayer and fasting, so zakat fitrah is carried so much by Elementary Schools and Islamic Elementary Schools to be used as a basic learning by way of zakat payment practice in schools. There are two of education institutions carried by the author. They are Bandar II Elementary School and Ihsan al-Bandar Islamic Elementary School, Kedung Mulyo village, Bandar Kedung Mulyo sub-district, Jombang. In November 2014 ago. The main purpose of this study is to understand the practice of zakat fitrah applied in Elementary School and Islamic Elementary School in Bandar Kedung Mulyo Village, Bandar Kedung Mulyo sub-district, Jombang, and to review the law of Syafi’i and Hanafi sect perspective. In this study uses the type of empirical research with qualitative approach. Most of the primary data collected through semi-structured interviews and field observations. Literature and related documentation of this issue are used as the secondary data. After collecting the data, then analyze it by using qualitative descriptive method. Based on the analysis, the conclusion is zakat fitrah in Elementary School and Islamic Elementary School of Bandar Kedung Mulyo has different characteristics and practices in collecting zakat, zakat distribution, and the time of collection and dividing of zakat. The difference is because of Bandar II Elementary School tends to be proportional to follow the Syafi’i and Hanafi sect, whereas in al-Ihsan Islamic Elementary School tends to follow or taqlid at one sect, that is Syafi’i sect.Zakat adalah rukun ketiga dari rukun Islam, yang sangat penting untuk meningkatkan keberadaan ibadah Muslim samping doa dan puasa, sehingga zakat fitrah dilakukan begitu banyak oleh Sekolah Dasar dan Sekolah Dasar Islam untuk digunakan sebagai pembelajaran dasar dengan cara praktek pembayaran zakat di sekolah. Ada dua lembaga pendidikan yang dilakukan oleh penulis. Mereka adalah Bandar II Sekolah Dasar dan Ihsan al-Bandar Sekolah Dasar Islam, Desa Kedung Mulyo, Bandar Kedung Mulyo Kecamatan, Jombang. Pada November 2014 lalu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami praktek zakat fitrah diterapkan di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Bandar Kedung Mulyo Desa, Bandar Kedung Mulyo Kecamatan, Jombang, dan untuk meninjau hukum Syafi'i dan perspektif Maadzhab Hanafi. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Sebagian besar data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan. Sastra dan dokumentasi terkait masalah ini digunakan sebagai data sekunder. Setelah mengumpulkan data, kemudian menganalisisnya dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis, kesimpulannya adalah zakat fitrah di Sekolah Dasar dan Sekolah Dasar Islam Bandar Kedung Mulyo memiliki karakteristik yang berbeda dan praktek dalam mengumpulkan zakat, distribusi zakat, dan saat pengumpulan dan pembagian zakat. Perbedaannya adalah karena Bandar II Sekolah Dasar cenderung proporsional mengikuti Madzhab Syafi'i dan Hanafi, sedangkan di al-Ihsan Sekolah Dasar Islam cenderung mengikuti atau taqlid pada satu Madzhab, yang Madzhab Syafi'i.

Page 1 of 1 | Total Record : 7